BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
SENDU


__ADS_3

#####


Nana memandang sendu pemandangan di balik cendela besar kamarnya, memperlihatkan pemandangan yang begitu indah dengan pohon-pohon rindang disekeliling masion mewah miliki suaminya.


Sebuah tangan kekar melingkar di perut nana dan menenggelamkan kepalanya pada leher jenjang Nana.


Sontak Nanapun menoleh memandang pemilik wajah tampan itu.


"kau disini ?"


" kenapa kau  mengurungku dimasion mu ini?? Sudah lebih 2minggu aku meninggalkan kuliahku"ujar Nana kesal


"Berhentilah kuliah dan jadilah istri yang baik."


"Apa maksudmu?"


"Apa kau ingin aku mengulang kalimatku"


Nana melepas tangan kekar yang melingkar diperutnya "aku berasa menjadi seorang ****** selama berada dimasionmu ini"


"Ck! ..kau terlalu berlebihan" jawabnya santai dengan senyum miring terlihat jelas diwajahnya


"Apa kamu hanya memanfaatku saja?"


"Memanfaatkan?? Setelah apa yang aku lakukan pada kakakmu??"


"Baiklah ...aku tau kondisi kakakku semakin membaik tapi khh..


Belum sempat Nana melengkapi kalimatnya Zayn terlebih dulu ******* bibir manisnya, Nana hanya diam dia tak ingin membalas ******* Zayn tapi Nana tak bisa menolaknya entah apa alasannya.. dia begitu bodoh.


Tak kuasa dengan hasrat yang sudah menjadi Zayn menggendong Nana ala bridal menuju ke ranjang king sizenya dan melanjutkan kegiatannya yang tertunda pagi tadi.


********


Hari ini sepulang kuliah Alsyad dan Yuna berniat berkumpul diResto Seafood tempat Nana bekerja dulu.


Mereka Rayna, yuna dan Alsyad sedang terduduk dikursi dekat cendela memperlihatkan jalanan yang begitu ramai.


Dengan posisi yang berubah-ubah serta ponsel yang dibolak baliknya terlihat jelas bahwa Alsyad sedang mencemaskan suatu hal.


Nama Nana yang terus terngiang dipikiran Alsyad saat ini, sudah hampir 2minggu Sahabatnya tidak mengabarinya, Alsyad cemas memikirkan Nana bahkan gadis itu belum masuk kuliah semenjak pernikahannya, pihak kampus hanya mengizinkannya izin 1 minggu.


Sudah ratusan kali Alsyad mencoba menghubungi Nana tapi nihil ponsel Nana selalu mati, perasaan buruk selalu menghantui Alsyad.


"Al..lo lagi mikirin apa sih??!"Rayna melayangkan pertanyaan pada Alsyad


"Ehh... lo gak tau ya kau si al lagi sedih ..sebab Nana gak pernah angkat telfon darinya" ucap asal Yuna dengan mulut penuh makanan dan dihadiahi tatapan tajam Alsyad.


"Apa Nana baik-baik aja yaa..gue kuatir kalau sampai terjadi sesuatu pada dirinya"


"Yaellah Ra ..ngapain sih lo kuatir .. hidup Nana itukan sudah enak ..dia sudah jadi nyonya Raka Zayn pengusaha kaya raya ..jadi kalian itu gak perlu kuatir."


"Entahlah tapi perasaan gue...berkata lain kalau menyangkut dirinya"jelas Rayna yang mendapat tatapan datar Alsyad, Rayna tau Alsyad begitu mencemaskan keadaan Nana terlihat jelas pada raut mukanya, Alsyad yang selalu bertingkah aneh kini hanya terdiam seribu bahasa.


"Ehhmm gini aja gimana kalau kita pergi kerumah baru Nana! Pasti rumah suaminya ituu sangat mewah...waaahh gue gak sabar deh" ujar Yuna memecah keheningan.


"Gak. gue gak ikut...kalian aja yang kesana"


"Beneran lo gak ikut al...nanti lo nyesel lagi gak bisa ketemu Nana"


"Iya menurut gue itu ide bagus sekalian liat kondisi Nana ...kita sama-sama pergi kesana ..lo bisa minta penjelasan Nana disana al!


"Ya udah ayoo berangkaat!!"seru yuna dengan penuh semangat

__ADS_1


"Yaudah gue izin dulu ya"


"Jangan lama-lama ya ra.."


"Ehmm...


*******


Mobil yaris merah milik yuna berhenti didepan gerbang rumah megah dan mewah nuansa eropa dengan taman yang luas penuh pohon rindang yang mengelilinginya.


"Gilaaa..apa gue gak salah lihat niih..ini rumah atau istana??coba deh al lo cubit pipi gue ...apa ini mimpii??" Yuna memandang takjub rumah itu


"Auuuuuhh!!Anjayy...lo cubit apa catok pipi gue..sakiiit tau..dasaar!!"teriak yuna saat Alsyad benar-benar mencubit keras pipinya


"Kan lo sendiri tadi yang suruh gue buat cubit pipi lo"


"Yee tapi ya gak kaya itu juga kalii"


"Sudah-sudah..mending kita turun dulu..kita pastiin, apa bener ini rumah CEO suami Nana.."


"Iya kota pastiin dulu ..kalau salah kan gak lucu!"


Rayna menghampiri security didepan gerbang masuk rumah itu "maaf pak..apa bener ini rumah Raka Zayn?"


"Iya benar..ada apa ya?"


"Ehmm..gini pak boleh kita masuk kedalam?"


"Apa kalian sudah buat janji sama tuan muda?"


"Kami ingin bertemu istrinya!"tegas yuna pada security itu yang melarang mereka masuk.


"Maaf. Tapi kalau kalian tidak membuat janji sama tuan muda ..kalian dilarang masuk"


"Aturan macam apa ini!...ehh denger ya pak security kita tu sahabat baik Nana ..kalau gak percaya coba deh tanya langsung..jadi cepet buka gerbangnya!!"


"Baiklah..mari saya antar"


"Nah gitu dong..dari tadi kek..buang-buang energi aja"


Mereka berempat berjalan ke masion megah dihadapannya.


"Kalian tunggu disini biar saya panggilkan kepala pelayan untuk memberi kabar"


"Baiklah kami akan tunggu disini"



"Waaaaahhhh..."mata Yuna memandang takjub ruangan depan masion mewah itu dengan ruang tamu yang luas sofa yang empuk dengan hiasan dinding klasik, juga lampu yang sedikit redup menambah kesan mewahnya.


"Gilaaa...gue jamin Nana pasti betah tinggal disini lihatlah.. rumah ini benar-benar indah mewah megah is a amazing...woooow"


"Apa lo gak bisa jaga sikap lo yang kampungan itu"ucap sinis Alsyad pada Yuna


"Ihhh ...lo aja yang buta gak tau rumah indah kaya gini"


"Bisa saya bantu.."suara lembut wanita paruh baya itu memecah pertikaian kecil Yuna dan Alsyad


"Kita ingin bertemu Nana"jawab Rayna dengan santun


"Kalian siapanya nyonya kami"


"Kita sahabatnya..bisa tolong panggilkan sahabat kami bibi! Kami sangat merindukannya.."ucap Yuna tak sabar.

__ADS_1


"Baiklah saya panggilkan."


"Terima kasih..bibi"Meridith berjalan menghampiri kamar pribadi tuannya.


TOK..TOK...TOK...


maaf tuan ...ada yang mencari nyonya"Meridith mengetuk pintu kamar Zayn dengan hati-hati.


Dibalik pintu yang terkunci itu mereka, Zayn dan Nana melakukan adegan panasnya yang belum selesai.


"Ohh shiit!!aku belum selesai mengeluarkannya...kenapa meridith datang disaat juniorku masih tegang..."kesal Zayn dengan penuh umpatan


"Tamu sialan!!ku rasa aku tak bisa membunuhnya kali ini...padahal Sedikit lagi ak..


"Aku akan menemui mereka..tolong cabut batangmu ini!!"ujar Nana dengan mendorong dada bidang Zayn


"Apa kau gila membiarkan juniorku tegang."


Nana tak menghiraukan ucapan Zayn ia memilih bangkit dari ranjang dan mengambil bajunya yang berserakan dilantai.


"Akan ku pastikan hidup tamu itu tidak akan tenang mengganggu klimaksku"


Nana tampak acuh dan memilij keliar fari kamar setelah memandang dirunua dicermin.


"Ku beri waktu 10 menit menemuinya"teriak Zayn


Nana memandang sekilah siapa yang berada diruang tamu bawah,pandangannya berbinar saat bertemu mereka. Sahabat yangvsangat dirindukan Nana ...


Ia berlari mendekati sahabatnya "Nana..."suara yuna terdengar begitu nyaring, sedang Alsyad menatap Nana dengan ulan senyum singkat dibibirnya


"Akuu merindukan kalian semua"pelukan Nana pada mereka rayna dan yuna.


"Saya akan bawakan minuman juga camilan untuk mereka nyonya"


"Baiklah bi.."


"Apa kabar lo Na...lo baik-baik aja kan"Rayna membuat pertanyaan yang tak bisa dijawab Nana.


"Ehh apa yang lo tanyakan ra..tentu saja Nana baik-baik saja iya kan na"Yuna menjawab pertanyaan Rayna dengan baik


"Eh iya gue baik-baik aja kok"


"Ponsel lo kemana na?" Kini Alsyad yang melayanhkan pertanyaan padanya


"Ponsel gue ....ehmm ohh iyaa gue lupa taroh dimana."


"Iya wajar kok ..secara rumah suami lo kan luas banget nandingin stadion bola"


Nana hanya menarik ujung bibirnya singkat, tak mungkin ia menceritakan yang sebernanya kalau ponselnya diranpas paksa oleh Zayn beberapa hari yang lalu, pria itu sangat sulit ditebak...


.


.


.


🌹TBC🌹


Maaf kan gue yang kelamaan up genk...


Sorry bangett🙏🙏


Minggu ini bakal up 2× kok sebagai ganti...

__ADS_1


Jadii tetap kasih dukungan kalian buat author ya genk..


Thank's genk😎


__ADS_2