BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
SENDIRI


__ADS_3

#####


"Na lo kenapa??Na.."Alsyad menghampiri Nana yang terdiam dengan air mata yang terus mengalir


"Gak mungkin al, gak mungkin ibu gue....kak-kakk gue merekaaa gak mungkin ninggalin gue sendirii hiks ..hiks"


"Sudah-sudah tenangkan diri lo Na ..."Alsyad merangkul sedih Nana yang trus menangis tersedu-sedu


"Ayo na kita kerumah sakit sekarang lo harus mastiin dulu gak mungkin bumarta sama kakvi ninggalin lo secepet ini  ...tenang Na gue akan selalu ada untuk lo"


Keduanya berangkat kerumah sakit memastikan berita ini. Nana berusaha menenangkan dirinya dan berharap berita itu tak benar terjadi.


Nana menghampiri resepsionis dengan langkah tergesa-gesa tanpa memperdulikan Alsyad yang ada dibelakang tapi al tak mempermasalahkannya ia tau Nana kacau saat ini ia harus selalu disampingnya.


"Sus...dimana korban kecelakaan mobil arah surabaya jakarta"


"Anda keluarganya??


"Iya....


"Mari ikut saya


Mereka berjalan berdampingan keruang Icu, belum masuk kedalam ruang icu itu Nana ragu untuk masuk, tapi dia harus kuat menerima takdir ini, alsyad selalu disampingnya berusaha menenangkan Nana.


"Ayoo na kita masuk"ujar alsyad tau nana enggan masuk kedalamnya,


Nana membuka knop pintu dan masuk kedalam memandang wajah pucat dan banyak sekali selang yang terhubung pada tubuh kakaknya, hanya air mata yang keluar nana tak mampu mengucap kata-kata ia membelai wajah lebam serta perban di dahi kakaknya dengan lembut.


"Korban sedang koma, lukanya sangat parah bahkan sebelah kakinya tak bisa lagi perfungsi dengan normal..


"Sedangkan korban satunya sudah dibawa kekamar jenazah dan bisa langsung dibawa pulang keluarga"sambung penjelasan suster itu, secepat kilat tatapan nana memandang tak percaya apa yang dikatakan suster tadi.


Butiran airmata nana mengalir dengan derasnya ia berusaha menguatkan diri begitu cepat ibunya meninggalkan dirinya. Dengan butiran airmata yang terus menetes bahkan ia sudah tak sanggup menahan beban tubuhnya nana berjalan dengan tangan dipundak alsyad menuju kamar jenazah,melihat ibunya terbaring kaku disana runtuhlah tubuh Nana merangkuk kaki bangkar tempat ibunya terbaring dengan menangis sesenggukan ia sudah kehilangan kedua orang tuanya saat ini.

__ADS_1


FLASHBACK ON


*Acara akad nikah dan resepsi sudah terlaksana dengan lancar seluruh undangan menikmati sajian yang disuguhkan begitupun bu marta dan Viodarta mereka menikmati makanan yang  disajikan juga berbincang-bincang dengan kerabatnya yang lama tak berjumpa melepas rasa rindu mereka.


Tak terasa sudah 2hari mereka meninggalkan Nana sendiri dirumah dan besok mereka akan pulang karena acaranya akan selesai malam ini, rasa rindu dirasakan Viodarta tak bertemu adiknya ia merindukan bertengkaran kecil dengan adiknya ini, bahkan Vio sudah menyiapkan oleh-oleh spesial untuk Nana yang sudah dia beli tadi pagi.


Pagipun datang dengan cuaca surabaya yang begitu cerah Vio maupun Bu marta tak sabar pulang dan bertemu dengan Nana, Vio memesan taksi online untuk mengantarkan mereka kebandara, tak lama menungggu ...taksi itupun datang ,mereka bergegas menduduki kursi belakang, tatapan Vio beralih kearah kaca mobil disampingnya mamandang lurus jalan ramai surabaya melihat singkat anak kecil tersenyum bahagia dengan tangan yang menggenggam erat balon terbangnya, tatapan Vio beralih pada tas pinggang miliknya dan membukanya mengeluarkan gantungan kecil bentuk keroppi tokoh kartun kesukaan Nana, memandang lalu membayangkan ekspresi wajah senang adiknya menerima oleh-oleh darinya.


"Tujuannya sesuai aplikasi kan mas?"ucap supir taksi pada Vio


"Iya pak ke bandara


"Siiapp"


20menit menempuh perjalanan Vio memandang kejauhan bandara yang sudah terlihat dari kaca mobil tapi tiba-tiba sebuah truk menghalangi pandangan Vio truk itu melaju tak beraturan bahkan berlaju dengan  kecepatan tinggi dan berbelok-belok di samping mobil yang ditumpanginya memepet mobil ini sepertinya sopir yang mengendarai truk itu sedang mabuk, truk itu semakin tak beraturan dan menabrak tiang pembatas jalan hingga berputar balik menghampiri taksi yang kami tumpangi begitu cepat lajunya hingga menghantam taksi yang kami tumpangi mobil ini terlempar dan terguling beberapa kali.


Kejadian ini berlangsung dengan singkat rasa sakit yang dirasakan Vio disekujur tubuhnya bahkan tak mampu menggerakkan tubuhnya kaki kanannya terjepit sesuatu, mencoba menahan rasa sakit itu pandangannya peralih pada seorang yang ada disampingnya Bumarta yang memejamkan matanya darah yang terus mengalir didahinya rasa ngilu yang dirasakan Vio melihat ibunya kaku dengan lumuran darah yang bercampur serpihan kaca mobil, vio berusaha menggerakkan tubuhnya berulang kali ia mencoba menolong ibunya tapi nihil  rasa sakit yang semakin menyiksa ditubuhnya membuyarkan sedikit tenaga yang tersisa, pandangannya semakin lama semakin buram hanya kegelapan yang terlihat serta tangannya yang masih menggenggam erat gantungan kunci itu.


Hasil dari kecelakaan itu keempat korban dalam kecelakaan itu dilarikan kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat. Tiga orang dalam kecelakaan itu meninggal dan 1diantaranya selamat tapi dalam keadaaan yang tidak baik, pihak rumah sakit berusaha mencari identitas korban berusaha menghubungi keluarga terdekat korban.


"Saya keluarganya sus bisa saya bawa pulang kakakku "tanya pria itu pada suster yang merawat


"Pasien ini sedang koma anda dilarang membawanya pulang ...pasien ini harus mendapat tanganan khusus dari rumah sakit"


"Saya akan membicarakan ini pada dokter yang merawatnya, kamu tinggal menunjukkan ruangan dokter itu"


"Tapi tuan ti..."ucapan suster tiba-tiba terhenti entah kenapa tiba-tiba ia menuruti kemauan pria ini,dan berjalan keluar menuju ruangan dokter yang merawat Vio.


Entah apa yang dilakukan pria ini sampai-sampai pihak rumah sakit mengizinkan Vio juga bumarta dibawanya, pria ini memumpangi jet pribadinya menuju kota kelahirannya senyuman pria ini beberapa kali terbit entah rasa senang atau sedih arti ulasan senyuman nya itu.


"Hallo....


".....

__ADS_1


"Hallo apa ini nomer keluarga bumarta?


".....


"Ibu anda mengalami kecelakaan mobil dan beliau sudah meninggal dunia


Sedangkan kaka anda berada diruang ICU keadaannya kritis...silahkan anda untuk menjemput jenazah ibu anda dirumah sakit citra jaya*..."


".....


NATASYA POV


Aku tak tau apa yang harus ku lakukan, cukup lama aku menangis digundukan tanah ibuku aku mengelus dan menciumi batu nisannya begitu cepat ia meninggalkanku, kini hanya tersisa aku dan kakakku kedua orang tuaku pergi meninggalkan kami, air mataku tak dapat keluar lagi semua teman terdekatku selalu berada disampingku berulang kali menenangkanku berusaha memberikanku semangat melanjutkan hidup tanpa kedua orang tua.


Aku menatap sedih bangkar tempat tidur kakakku dokter bilang keadaannya tidak baik ia mengalami lumpuh permanen dikaki kanannya, uang tabungan ibu dan tabunganku sudah ku pakai membayar lunas biaya pemakaman ibu juga perawat kakvi sampai sini aku tak tau kedepannya untuk biaya lanjut kakvi juga uang semester yang belum kubayar, apapun keadaannya aku bertekat meraih impianku juga berjuang merawat kakvi sampai sembuh.


Pagi berganti sore aku masih tetap setia disamping kakakku menemaninya tanpa lelah mengusap punggung tangañnya berharap dia bangun dari komanya.


"Apa badan lo ngak pegal seharian duduk dikursi itu tanpa bergerak sedikitpun?"ucap Alsyad refleks aku menoleh kearahnya


Ehm makanlah ini!.. setidaknya lo ganjal perut lo itu.. kasian...pasti dia pergejolak tak diberi makan.."


Al menyodorkan roti kearahku, aku hanya meliriknya tanpa menerima satu bungkus roti itu.


...Apa lo masih ngak mau makan?? Lo gak lapar?apa lo sudah jadi malaikat tanpa makan tanpa tidur?"


"Udahlah al lebih baik lo pergi ...dan bawa roti lo itu gue gak laper !"ucapku mengusir al dengan menunjuk pintu keluar


"Gue tau lo sedih tapi lo juga harus tau satu hal...kehidupan kita sudah digariskan oleh tuhan ...jadi kita harus menjalaninya tanpa harus menyiksi diri sendiri...lo harus hidup demi kakak lo dan jalani hidup!ini makanlah!! gue harap lo pikirin ucapan gue tadi...gue pergi dulu"Alsyad pergi setelah meletakkan roti itu diatas meja, ucapannya kali ini benar aku harus bangkit dari keterpurukan ini, menjalani hidupku yang baru.


.


.

__ADS_1


📍📝Kejar impian lo wujudkan, kegagalan hanya jalan dalam meraih bintang'_nextpho_


__ADS_2