
.
.
Wanita sandera itu menangis histeris, tangannya yang masih diikat dikursi mengakibatkan ia tak bisa bergerak bebas.
Zayn telah menyesap habis rokoknya meninggalkan puntung disela dua jarinya dan membuangnya asal. Zayn bangkit dari kursi kebesarannya menghampiri wanita sandera itu "Kau menangis...ohh! Apa sekarang nyalimu menciut gadis ja**ng. Kau tadi dengan berani meludah kearahku tapi...baiklah! Aku akan memberikan hukuman yang cocok untukmu."
"Hey kau ..kemarilah!!"Zayn memanggil anak buahnya yang sedang berdiri dibelakang wanita itu.
"Iya tuan"
"Ku beri hadiah untukmu dan teman-temanmu..
Anak buah itu tak mengerti apa yang diucapkan tuannya "Berbagilah.."lanjut Zayn dengan memberikan obat kuat kepadanya.
Senyum bahagia dari para anak buah Zayn terlihat."Ku harap kalian menuntaskannya malam ini"dengan senyum liciknya melihat wanita itu yang nampak terkejut.
"Dasar iblis!!!"teriak wanita itu disela tangisannya. Zayn tak memperdulikannya ia berjalan meninggalkan wanita itu dengan senyum kemenangan.
"Kau sudah bekerja keras Ronald!!"ucap Zayn dengan menepuk pundaknya mantap.
"....Ku harap kau terus menjaga kepercayaanku padamu"mendengar itu Ronald tersenyum tipis pada Zayn. Pria yang mendapat gelar iblis ini bagi Ronald dia bak seorang malaikat tak bersayap.
"Ayo Herry"dengan gagahnya Zayn keluar dari markas diiringi Herry disampingnya.
###
Zayn dan Herry segera pulang ke rumah setelah permainan yang menyenangkan itu berakhir. Dan tentu saja mereka tampak sangat menikmati permainan tadi.
Zayn tak sabar ingin segera pulang malam ini, ia ingat ada wanitanya yang menunggunya dirumah, Zayn membayangkan hal itu. Meskipun kemungkinan Nana menunggunya adalah hal yang mustahil. Karena nyatanya wanita itu akan sangat senang kalau dirinya tidak bermalam dimasionnya sendiri.
Setelah sampai di rumah..
Herry memarkirkan mobil sport Zayn dibagasi luas disamping rumahnya. Keduanya keluar dari mobil mewah tersebut.
"Istirahatlah!"kata-kata itu sangat jarang diucapkan Zayn pada Herry. Bukan hanya jarang tapi tidak pernah diucapkan padanya.
"Baik tuan"
Zayn memasuki masionnya dengan melonggarkan penyatuan dasinya,
"Meridith?? Dimana wanita itu" Tanya Zayn, kepada kepala pelayan itu.
"Nyonya sedang ada didapur tuan"
"Dapur??.."
..Pemandangan yang indah" lirih Zayn saat menuju kedapur, langkahnya terhenti saat Nana dengan cekatan sibuk dengan mengaduk-aduk sesuatu diatas wajan.
"ASTAGA!!..ahh dasar kau ini!!" Teriak Nana saat Zayn berada tepat dibelakangnya.
"Aku bukan hantu."jawab singkat Zayn
"Aku tau kau bukan hantu ...
Tapi kau iblis" Lanjut Nana dengan memelankan kalimat itu.
"Aku mendengarnya.
Apa yang kau lakukan malam-malam didapur?"
"Apa perlu aku jawab pertanyaan bodohmu itu!!..sudah jelas-jelas aku sedang memotong bawang dan mengaduk nasi diwajan.tentu saja aku sedang masak..kau kira aku sedang mencuci baju...apa??"jelas Nana terperinci
"Kau sangat sensitif"
"Kau saja yang terlalu bodoh..
Duduklah!nasi gorengku hampir selasai"
Zayn menuruti perintah Nana, dirinya menarik kursi dan menampatkan pantatnya dengan terus memperhatikan gerakan Nana menghidangkan masakannnya dipiring.
"Makanlah!"Nana meletakkan satu piring nasi goreng kearah Zayn
"Apa ini nasi goreng?"
"Apa aku harus menjawabnya?"
"Ini terlihat seperti nasi kecap."
__ADS_1
"Ehmm..."Nana membuang nafasnya kesal, dasar suaminya ini. selain arogan dingin, kasar dan pemarah tapi dia juga sangat cerewat.
"Kalau kau tak ingin memakannya biarkan saja disitu..aku akan memberikannya pada pak jono ia sangat suka nasi gorong bikinanku!"
"Kau memberikannya pada tua bangka itu?"
"Ohh god!! Tolong hilangkan pria ini ..dari muka bumi..aku tak bisa menikmati makananku sekarang"
Zayn hanya menyeringai dengan ekpresi kesal Nana padanya.
"Berhenti mengoceh dan makanlah!"
.
###
Dikamar..
Nana masih sibuk membalas pesan dari grup Whats***nya, ponselnya sudah ia ambil kemaren saat Zayn keluar dari masion. Kalau tidak Nana ambil ponselnya secara sembunyi-sembunyi.
pasti Zayn akan marah padanya.
Didalam percakapan Grup Whats***nya hanya Grup bertuliskan ANTI ALSYAD❌ yang muncul dengan pesan 5880 dari para sahabatnya Yuna Alsyad dan Rayna. Mereka terus saja menanyakan kapan Nana kuliah lagi??, dirinya juga sangat ingin kuliah seperti semula tapi Zayn suaminya itu, melarangnya kuliah, jangankan kuliah keluar rumah saja Nana tak diperbolehkan.
Zayn keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggangnya. Nana yang melihat itu gugup dengan menyembunyikan ponselnya dibalik bantal.
Berjalan dengan acuh Zayn seakan tak perduli apa yang sedang disembunyikan Nana, mengambil celana pendek dilemari dan memakainya langsung disana. Zayn tampak biasa saja dengan perbuatannya itu dan Nana yang tak sengaja melihatnya hanya menggerutu menghina Zayn pelan.
"Ashh..dasar!!"
"Katakan"
"Apa??"
"Kau nafsu kan??
"Jangan mengada ....yang benar saja mana mungkin aku nafsu dengan dirinya"lanjut Nana didalam hatinya
"Sudahlah.."tanpa melanjutkan ucapannya Zayn membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ehmm..apa aku boleh kuliah lagi?"tanya Nana dengan ragu saat Zayn memejamkan matanya.
"apa aku boleh kuliah lagi?"kini Nana mengeradkan pertanyaannya tadi
Seketika mata Zayn terbuka memandang wajah Nana tatapnya yang semula datar berubah dengan senyuman licik.
"Boleh..tapi ada syaratnya!"
"Kenapa harus ada syaratnya??"ucap kesal Nana. Tapi dengan mudahnya Zayn memejamkan matanya kembali mengabaikan pertanyaan Nana.
"Cepat katakan apa syaratnya..
.
.
ZAYN POV
Malam ini Dikamar tak ada niatan ku mengusiknya selama jam istirahat, karena entah mengapa rasanya malam ini wanita itu begitu cerewet padaku, biasanya hanya berlalu dengan membungkam mulutnya sebelum aku bertanya, dia hanya melirik atau menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Besok pagi-pagi aku harus menemui klien untuk membuat kontrak kerja baru, dan kuputuskan untuk tidur lebih awal karena aku belum pembelajari berkas-berkas yang diberikan Herry kepadaku kemarin.
"Ehmm..apa aku boleh kuliah lagi?"wanita itu bertanya padaku dengan suara pelan saat ku mulai memejamkan mata.
"Apa??tanyakan yang jelas"jawabku tanpa membuka mata.
"apa aku boleh kuliah lagi?"
Seketika mataku buka memastikan pertanyaan dia lontarkan padaku.
"Boleh..tapi ada syaratnya!"
"Kenapa harus ada syaratnya??"tak memperdulikan ucapannya aku menutup mataku kembali
"Cepat katakan apa syaratnya..
"Mendekatlah!"
"Hah??"
__ADS_1
Kubentangkan tangan kananku sebagai petunjuk..dan wanita itu dengan sedikit wajah kesalnya menghampiriku dengan kepala yang diletakkan ditangan kananku.
"Kau tak ingin memeluk suamimu?"ucapku menggodanya. karena sungguh aku ingin tertawa melihatnya tegang dengan kedua tangan yang melekat diatas perutnya sendiri.
Dengan canggung wanita itu mengangkat tangan kanannya memelukku "kau ingin kuliah lagi??"
"Iya"
Apa boleh..
Lanjutnya saat aku tak mengucap kalimat apapun. Karena aku memikirkan syarat yang harus ia lakukan setelah ini.
"Ada 3 syarat."
"Kenapa banyak sekali."
"Kalau kau tak mau melakukannya kau tak perlu kuliah..bekerjalah sebagai maid dimasionku bersama Meridith."
Aisshh..plak
Dia dengan beraninya memukul dadaku.ku buka mataku menatapnya
"Kau berani memukulku?"
"Apa kau merasakan pukulanku? Ck!!ku rasa itu tidak akan terasa karena dada mu yang kotak-kotak."
"Aku makluq hidup pasti merasakannya"
Cihh!!cepat katakan apa syaratnya aku tak sabar kuliah lagi besok"
"Yang pertama kau tak boleh berteman ataupun dekat dengan seorang pria. Terutama teman kurusmu itu".
"Alsyad tidak kurus..
"Yang kedua pakailah baju tertutup dan pulanglah tepat waktu....aku tak tak ingin menunggumu saat aku pulang dari pekerjaanku."
"Apa itu termasuk 1 syarat.. kau mengatakan 2 perintah tadi!"
Aku menatapnya sekilas "baik-baiklah...apa yang terakhir.."ucapnya kemudian, mungkin dia takut saatku tatap Wajahnya.
"Yang terakhir...F*ck me!!"
"Hah??.."kagetnya dengan melepas tangannya yang tadinya melingkar diperutku.
"Tidak."
"Terserah"dengan nada acuh aku mulai meletakkan kedua tanganku keatas sebagai bantalan.
"Hmm...apa yang harus ku lakukan"ucapnya kagok.
"Hey..cepat katakan"dengan menarik tanganku
"Lakukan apa yang aku lakukan padamu!"
"Aku tak bisa melakukannya..Hanya kau yang bisa melakukannya. orang lainpun tidak akan pernah bisa menandingi permainanmu"jelasnya membuatku bangga
"Benarkah??kau pernah melakukannya dengan pria lain..hmm baiklah aku yang mengawali...."
Ku angkat tanganku megang lehernya mendekat di wajahku untuk mempermudah lu**tan kami.
"Balas aku baby.."perintahku disela ciuman panas kami. dengan ragu wanita ini membalas lu**tanku dan berujung sama-sama ganas.
Sejak malam pertama yang ku lewatkan bersamanya hanya malam ini dia membalasku.
Kunikmati ciu**n ini tanganya yang menjabak rambut belakangku, membuatku semakin nafsu padanya.
Kubuka baju tidurnya hingga menyisakan celana panjangnya. Buah dadanya yang mengembul segera kuremas-remas dengan satu tanganku bergantian.
.
.
Malam ini terlewati dengan begitu indah, wanita itu membalas semua yang ku lakukan padanya dan kali pertama dia melakukan foreplay padaku..
🌹TBC🌹
Jangan lupa untuk Vote like dan coment sebagai bentuk support kalian kepada author..
Thank's genk🙏
__ADS_1