
.
.
#####
NATASYA POV
Kini penampilanku sangatlah kacau setelah apa yang ku lakukan bersamanya, entah apa yang telah kupikirkan tadi, satu fakta yang terus terngiang dikepalaku..aku baru saja memimpin permainan kotor itu bersamanya..
"Ahhh kau sangat bodoh Na..kenapa kau lakukan itu ihh bodoh bodooh!!"kupukul pukul kepalaku menyesali apa yang sudah kuperbuat.
Dengan segera kurapikan kembali pakaianku dan bergegas keluar dari mobil.
"Ingat syaratku tadi malam"ucapnya mengingatkan.
Tak perlu kujawab aku akan mengingatnya, ah pria itu terus saja memerintah dan aku selalu menerima akibatnya.
Mobil sport miliknya telah berlalu dengan kencang dan tak mungkin aku masuk kuliah dengan keadaan seperti ini, aku harus merapikan rambutku yang berantakan dan aku yakin make upku juga berantakan karena ulahnya. Satu hal lagi yang takboleh terlupakan rok pendekku yang hanya menutupi diatas lutut tanpa ada kain menutupi area intimku ,aku harus membeli celana da**m tak mungkin aku masuk kelas tanpa celana dalam😣"ahh aku benar-benar menyesali perbuatanku..
Sampailah aku pada toko pakaian dekat kampus dan memilih celana da**m yang akan kukenakan, celana da**m warna pink dengan pita ditengah menjadi pilihanku, aku perjalan ke toilet wanita untuk memakainya dan merapikan polesan make upku yang berantakan.
Aku keluar dari toko dengan keadaan yang sudah rapi berjalan cepat menuju kelas, jam partama pelajaran aku tidak masuk karena kejadian itu mungkin kalau aku tak melakukannya pasti aku sampai kampus tepat waktu..lagi-lagi aku menggerutuki diriku sendiri!
"Permisi pak!!"dengan pdnya aku masuk kedalam kelas saat dosen sedang menjelaskan materi, pandanganķu juga menelusuri teman-temanku didalam kelas, terlihat Yuna tampak kaget dengan kehadiranku, aku tak memberitahukannya kalau aku akan berangkat kuliah hari ini.
"Kau datang terlambat Na!"
"Maaf pak ..apa saya boleh masuk kelas pak?"
"Baiklah.. duduk dan simak materi saya, kau tidak hadir 3kali pelajaran saya"
"Iya pak"aku berjalan mencari duduk yang kosong.
"Ehh..lo minggir dong kasih Nana duduk disini!"usir Yuna pada seseorang yang disampingnya
"Nah gitu dong!!Na sinii"panggilnya padaku
Akhirnya aku duduk disamping Yuna dan menghamburkan pelukan padanya,"Lo kok gak bilang-bilang mau kuliah hari ini."
"Hamm..biar surprise dong!!"
"Lo sudah kasih tau alsyad kau lo kuliah hari ini?"
"Belom."
"Alsyad nanyain lo terus tau gak!"
"Hahaha..kangen kali"
"Yuna Nana!!silahkan keluar dari kelas kalau kalian masih saja ngobrol, tidak mendengarkan penjelasan materi dari saya...silahkan!!"
"Ehh jangan pak, kami akan diam dan mendengarkan penjelasan bapak kok"
"Diam dan catat materi ini"
Iya pak" jawab kami bersamaan.
###
Resto Seafood..
Kami bertiga Aku yuna dan Rayna sedang duduk menikmati makan siang diresto tempatku bekerja dulu, kami bertukar cerita sambil menunggu Alsyad, pria itu masih dikampus karena masih ada jam dikelas.
"Lo gak papa kan Na?"tanya Rayna tiba-tiba kearahku
"Emang kenapa ray..muka gue ada sesuatu..kok lo tanya gitu?"
"Enggak..gue cuma mastiin aja..lo gak ada masalah kan sama suami lo??"ucapnya denga hati-hati
"Ehmm..gak kok gue gak papa, kenapa emang?"
"Bukannya gue mau ikut campur tapi kok yang gue lihat dari tatapan lo kesuami lo kemarin kayaknya ada yang sembunyiin dari kita..Na kita sudah sahabat lama, kalau lo ada masalah lo bisa cerita sama gue, setidaknya beban lo bisa ringan kan!"ujar Rayna dengan memegang punggung tanganku meyakinkan,aku sudah berteman bersamanya sejak sma sifatnya yang perhatian dan teliti mungkin bisa merasakan perasaanku kemarin saat dirinya berkunjung dimasion Zayn beberapa hari yang lalu.
"Lo gak perlu kuatirkan apapun Ray! Gue baik-baik aja kok."jawabku menyakinkannya
"Hay Na!!"teriak Alsyad yang datang tiba-tiba
"An**y lo bikin copot jantung gue tau gak!!"
__ADS_1
"Yee sapa yang kagetin lo..jantung lo aja yang gak kokoh"ledek Alsyad dan menarik kursi kemudian diletakkan disampingku
"Lo kemana aja sih na??"
"Gue dirumah"
"Ihh..gue gak tau apa yang ada dipikiran lo..kayaknya lo jaga jarak sama kita ya??"
"Lo ngomong apa sih Al.."
"Ya lagian lo kayak ngehindar gitu ..ponsel lo gak aktif dan lo gak ada kabar kayak ditelen bumi tau gak!"ucapnya melawak diakhir kalimatnya
"Hahahah..."Mungkin hanya itu, jawaban dari pernyataan alsyad pada ku, mereka tidak akan paham masalah rumah tanggaku yang tak semulus layaknya awal pernikahan. Aku gak perlu menceritakan alasan Zayn menikahiku..
Lama kami berada di resto dengan makanan yang sudah pada habis dimeja, perutku sudah sangat sakit mendengar ocehan Yuna dan alsyad yang saling bertukar argumentnya dengan nada yang lucu..
"Ehh guys gue masuk dulu ya kerjaan gue didapur belom kelar soalnya..."
"Iya Ray"
"Iya Rayna Fighting!!..
Eh udah sore nih gue mau pulang..papa mama gue mau pulang soalnya. Yok Na gue anterin lo pulang!"
"Gak Nana sama gue!"Alsyad memegang pergelangan tangganku
"Eh lo gimana sih kan tadi Nana berangkat kesini sama gue ya gue dong yang anterin dia"
"Hmm..lo dulu an aja deh yun..gue masih mau disini"
"Ya udah deh gue pergi dulu ya"
Hmm hati-hati yaa"
"Pergi lo sana!!"
"Yeee..jaga tuh sahabat gue"
"Ehhh udah dong al"
"Bikin gue kesel tu anak"
Aku ingin menikmati dunia luarku kembali..hari ini meskipun hanya mendengar luconan yuna dan berkumpul dengan mereka aku sudah bahagia, sederhana tapi itulah kebagiaanku saat ini...
"Na..lo bahagia gak sih hidup sama orang itu?"Alsyad bertanya dengan tiba-tiba dengan tatapan penuh arti
"Bahagia kok"
"Lo gak diapa-painkan sama dia?"
Aku menghela nafasku panjang"apa sih yang bikin lo kwatirin gue?"
"Gak tau ,,kenapa perasaan gue gak enak sama suami lo itu?
"Lo suka sama dia?"
"Lah..gue gak becanda Na!!"
"Habisnya..lo baper sih"
"Kayaknya gue pernah lihat dia ditempat yang ngak asing deh..tapi dimana ya??"alsyad nampak mengingat-ingat sesuatu
"Udahlah jangan dibahas"
"Ya udah temenin gue ketoko buku yuk..gue mau beli buku"
"Lo mau beli buku gak salah denger gue??"
"Kalau gak pak ibrahim yang nyuruh gue beli buku itu, gue gak akan beli tu buku"
"Hmm ya udah yok"
"Okee let's go!!"
Aku dan alsyad tiba dipusat toko buku, sudah lama aku tidak menginjakkan kaki ku disini, dulu hampir setiap hari minggu aku akan pergi kesini mencari buku atau novel kesukaanku.
"Lo mau beli buku apa?"
"Manajemen"
__ADS_1
"Tempatnya disitu"aku menunjukkan tempat buku pelajaran disisi kanan rak buku utama
"Ayoo biar gue tunjukin tempatnya!"aku mendahului alsyad menuju rak buku yang menyimpan buku yang dicarinya.
"Yang inikan??"aku memegang buku manajemen sampul biru untuk menunjukkanya pada alsyad
"Iya."
"Nih.."
"Lo gak mau beli buku juga"
"Hmm gak deh buku gue udah banyak"aku menolak membeli buku,aku memang berniat mencari novel untuk bisa ku baca tapi sepertinya uang yang ku bawa tak cukup, pria itu tidak memberikanku uang saku tadi, untung saja aku masih bisa membeli celana da**m tadi..
Hari sudah mulai gelap dan awanpun sedang tidak bersahabat kali ini, mendung melanda sepertinya akan turun hujan
"kita pulang yuk mau hujan deh kayaknya!"ajakku pada alsyad keluar dari pintu toko
"Iya yuk"
Perjalanan masih jauh tapi cuaca saat ini tak mendukung, hujan deras turun membasahi baju kami, alsyad memilih berteduh dihalte karna dirinya tidak membawa jas hujan yang bisa dipakai.
"Hujannya sangat deras"ucapku dengan memeluk tubuhku sendiri karna hawa dingin sudah kurasakan, rambut yang sudah lepek dan baju yang basah menambah hawa dingin ditubuhku.
Seakan tau bahwa aku kedinginan alsyad memberikan jaketnya kepunggungku "Pakailah setidaknya itu mengurangi hawa dingin ditubuhmu"
"Terima kasih al"
"Hmm"
Pukul delapan empat puluh aku baru sampai dimasion, tadi aku dan alsyad menunggu sangat lama dihalte menunggu hujan mereda, sampai-sampai kepalaku saat ini terasa pening terlalu lama berada disana.
"Lo baik-baik saja na?"alsyad bertanya padaku saat aku turun dari motornya.
"Iya gue baik-baik aja kok..oh iyaa ini jaket lo makasih ya"aku meyakinkan alsyad dan memberikan jaketnya yang kupakai
..Hati-hati yaa"
"Iya lo juga cepet mandi dan istirahat!"
"Hmm.."
Alsyad melajukan motornya menerobos hujan yang masih turun rintik-rintik.
Aku berjalan masuk kedalam masion dengan kaki yang sedikit gemetar, ku buka pintu besar masion dan melihat sorot mata elang kearahku, Zayn berdiri dengan tangannya yang dimasukkan kedalam saku celana, terlihat dari auranya dengan mata tak bersahabat menatapku tajam.
"Apa kau tak mengingat ucapanku tadi pagi?"Zayn berjalan kearahku,refleks aku mundur kebelakang.
"Apa perkataanku tadi pagi kurang jelas" ucapnya kemudian, aku menelan ludahku kasar "apa dia tau kalau aku pergi bersama alsyad tadi"lirihku dalam hati....ohh tidak aku melupakan hal itu!!..
Jarak ku dengannya semakin dekat aku sudah tidak bisa mundur lagi karena terhalang tembok dinding.
"Aku akan memberikanmu pelajaran atas apa yang sudah kau perbuat hari ini!!"
"Ahh ...."dia mencengkram dan menarik pergelangan tangan ku kasar, kakiku yang sudah tak bisa mengimbangi langkah kakinya yang panjang terseret mengikuti langkahnya.
.
.
🌹TBC🌹
Apa yang dilakukan Zayn pada Nana??
Cuss..tunggu lanjutan ceritanya.
Tetap pentelengin terus cerita ini.. banyak konflik diantara mereka yang kalian tidak duga..
Happy Reading Genk🙃
ALSYAD GARAYA
RAYNA GIOVANY
__ADS_1
YUNA HAIKANISAN