
Helllo genk...
Maaf ya baru update... beberapa hari ini sibuk urusan kuliah yang mulai aktif lagi...
Okee next chapter gue bikin lebih extra ya genk
Happy reading genk🦠
#####
Nana masih termenung memandang kondisi kakaknya yang semakin memburuk, tubuhnya masih terbaring lemah dirumah sakit dengan saluran kabel-kabel yang tak lepas dari tubuh kurus kakaknya itu, tubuh yang dulunya segar dan berisi menampilkan 6kotak dibagian perutnya dan tonjolan-tonjolan keras dikedua lengannya kini tak terlihat lagi.
Biaya yang dikeluarkan Nanapun tak sedikit untuk kesembuhan kakaknya, tangan nana menggenggam dan mengusap tangan kiri kakaknya yang ditumbuhi infus, bayangan kenangan bersama kakaknya dulu selalu hadir memenuhi pikiran nana gelak tawa keduanya yang menertawakan hal kecil dan pertengkaran kecil merebutkan remote tv menindah chennel yang disuka, ulasan senyum singkat nana membayangkan semuanya. Sampai ia merasakan getaran hebat ditubuh kakaknya juga nafas yang tak beraturan menghentikan lamunan Nana kali ini menyadari itu Nana beranjak dari duduknya panik melihat kakaknya dan berlari keluar kamar memanggil keras dokter untuk memeriksa kondisi kakaknya
"Dokteeerrr...dokteeerr....tolong tolong kakak sayaaa!"teriakan keras Nana membuat dokter Fajar menghampirinya
"Ada apaa?"
"Dok kakak sayaa..." sambung ucapan nana menarik kasar lengan dokter fajar mengarahkan pada ranjang kakaknya
"Tolong anda bisa keluar sebentar dokter fajar akan memeriksa kondisi pasien"utus suster yang menyuruh keluar nana
Dibalik kaca nana menatap sendu kondisi kakaknya yang memburuk butiran demi butiran keluar membasahi pipi mulusnya hanya keajaiban tuhan yang bisa merubah takdirnya yang begitu rumit ini, banting tulang membiayai kakaknya juga merawat serta kesibukan kuliahnya yang tak bisa ditunda. Nana menempati tempat duduk dipinggir kamar kakaknya kedua tangannya menutupi derai air mata yang masih keluar.
"Kau membutuhkan sandaran?"ucap seorang pria disamping nana secara tiba-tiba
Nana menurunkan kedua tangannya dan menatap pria itu "tuu-an.."Zayn menggeser posisinya mendekati nana menarik lembut kepalanya dan meletakkannya di kiri pundakkan sebagai sandaran
"Menikahlah denganku"ucap Zayn secara tiba-tiba dan nana menarik cepat sandaran kepalanya menatap tajam ke arah pemilik suara itu
"Apa maksudmu?..."
Hanya sorotan mata keduanya yang saling bertatapan, suara pintu yang terbuka menyadarkan Nana melepas kontrak mata keduanya dan beralih mendekati dokter yang baru saja keluar memeriksa kondisi kakVio
"Apa yang terjadi dengan kakak saya dok?"tanya nana tak sabaran
"Kondisi kakak anda samakin memburuk kami harus menindak lanjuti pemeriksaan secara keseluruhan dan melakukan beberapa tindakan oprasi lanjutan pada kakak anda" jelas dokter itu membuat ngilu hati nana tubuhnya lunglai diatas lantai yang sudah tak bisa ditahannya sejak tadi
"Kami permisi dulu.."
***
__ADS_1
Nana berkutat didepan cermin besar yang menampilkan dirinya yang sudah cantik dengan polesan make up tipis juga gaun pengantin yang dipakainya, butiran air mata tak dapat ia tahan ... Nana tak mengira bahwa pernikahannya akan dilangsungkan hari ini ,perjanjian yang sudah ia setujui 3hari lalu akan mengubah hidupnya yang baru dengan melangsungkan janji suci bersama seorang laki-laki yang baru ia temui 3kali dan tidak dikenalnya sedikitpun tidak tau apakan ini kehidupan baik atau sebaliknya semua takdir tuhan akan menentukan berlangsungnya hidup baru Nana....
...Flashback on...
Pagi ini lap hasil kondisi kakaknya keluar Nana tak sabaran menemui dokter fajar menanyakan kondisi kakaknya, Dokter Fajar hanya memberikan selembar kertas pada Nana serta pernyataan pahit yang harus ia dengar..
"Dengan berat hati saya harus menyampaikan ini ...kondisi kakak anda semakin parah ada gumpalan darah yang menyumbat saluran otak kami harus melakukan tindakan oprasi kalau tidak nyawa akan menjadi taruhannya" mendengar ucapan dokter Fajar, Nana tak mampu berkata-kata lidahnya kaku dengan pernyataan yang ia dengar.
Nana berjalan keluar dari Ruangan dokter Fajar dan menghentikan langkahnya saat melewati kamar yang ditempati kakaknya memandang sekejap dan berbalik arah tak sanggup menatap lama kondisi kakaknya, langkahnya berhenti ditaman yang penuh bunga belakang rumah sakit, Nana menduduki tempat duduk panjang bawah pohon beringin tatapan sendu dapat terlihat di pancaran mata bening Nana, memikirkan banyak hal terutama memikirkan dana yang harus ia keluarkan untuk kesembuhan kakaknya, lamunannya terhenti saat Zayn tiba-tiba berada didepannya...
"Aku akan membiayai semua pengobatan yang dijalani kakakmu.."
Dengan alis yang terangkat memandang aneh kearah Zayn, tau Nana bingung mendengar ucapannya Zayn melanjutkan ucapannya
"Tapi ada syaratnya.."lanjut Zayn dengan menatap kedua mata Nana
"Apa syaratnya??"
"aku sudah mengatakannya kemarin bukan...Menikahkan denganku."ucap Zayn penuh penekanan
Bingung harus menjawab apa Nana menurunkan pandangannya berpikir sejenak memikirkan kehidupan selanjutnya nanti
"Ku rasa pengobatan disini kurang baik untuk kakakmu, mungkin pengobatan dijerman akan jauh lebih baik, aku bisa memindahkan pengobatan berbaik untuk kakakmu membiayainya sampai sembuh asalkan kau berada disisiku...
Ditempat ini Nana duduk bersama ketiga sahabatnya Alsyad,yuna, dan Rayna. Nana menceritakan banyak hal pada ketiga sahabatnya ini, dari menceritakan kondisi buruk kakaknya juga menceritakan tawaran seorang Ceo tampan Sir Raka Zayn tadi pagi
" ya tuhan ...sungguh Na gue gak nyangka hidup lo sungguh menggenaskan..lo baru kehilangan nyokap lo kakak lo masih koma jugaa...lo harus menikah diusia muda ehmmm" ucap yuna mengawali argument ya
"Gue gak tau na ...harus berpendapat apa ...tapi harus lo tau bahwa apapun keputusan lo nanti gue akan selalu dukung lo Na.."ujar Rayna dengan menggenggam erat tangan kanan Nana
"Gue rasa lo sama aja jual harga diri lo Na.."ucap pedas Alsyad
"Maksud lo apa al?"Rayna menatap geram kearah al
"Iya maksud lo apa sih al ...menurut gue kalau nana menerima tawaran itu hidupnya juga akan terjamin kok... pengusaha tampan itu kan kaya bangeet dan pastinya kehidupan nana juga akan jauh lebih baik."
"Kenapa lo bisa berpendapat kayak gitu?"kini Nana angkat bicara
"Na..gue yakin pasti dibalik sifat dermawannya itu tersimpan sisi yang jahat...gue gak mau lo kenapa-kenapa...pliis kali ini dengerin ucapan gue!"dengan wajah memelas al mencoba menyakinkan Nana
"Gue gak ada pilihan lain al ...gue mau kakvi sembuh dan ngejalanin hidupnya"
__ADS_1
"Tapi naa...."
"Gue tau lo sangat menghawatirkan gue ....makasih ya al lo selalu ada buat gue.."Nana memegang lekat tangan alsyad juga mengulas senyum singkat padanya
"Tapi lo harus janji satu hal sama gue..
Pergi bersama gue saat lo menyerah"entah apa yang dikatakan Alsyad, Nana hanya mencerna kata-kata darinya.
Flasback off
Hanya keluarga dekat yang diundang Zayn dalam acara pernikahannya begitupun dengan Nana yang hanya dihadiri budhe dan pakdenya, Zayn sengaja membatasi tamu yang datang ia tak ingin mempublish pernikahannya, acara sederhana yang hanya dilakukan digereja cukup ucapan pengikat bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
Tepuk tangan seluruh tamu undangan terdengar saat melihat keduanya saling berciuman didepan umum, rasa canggung dirasakan nana mengingat ini adalah ciuman pertamanya.
Acara pernikahan sudah selesai hari ini cukup melelahkan bagi Nana berdiri beberapa jam melayani para tamu yang hadir tapi ia tak menemukan orang tua Zayn, satu hal yang baru Nana ketahui tentang Zayn ,zayn hidup sendiri dengan kekuasaan serta fasilitas yang mewah tak mempunyai orang tua serta saudara yang menemaninya dari awal sebelum pernikahannya tiba Nana sempat menanyakan soal Orang tua Zayn tapi pria itu hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun.
Malam hari yang sunyi Nana duduk di tepi ranjang yang super mewah tak berani mengeluarkan suaranya ia juga sangat canggung berada didalam kamar bersama seorang laki-laki
"Apa kau mau terdiam disana ...kau tak mau melayaniku malam ini??"
Mendengar perkataan Zayn tadi Nana berniat membalikkan badannya, belum sempat membalikkan badannya secara keseluruhan tanpa diduganya sebuah bibir itu mencium bibir tipinya dengan kasar juga penuh nafsu tangannya pun tak mau kalah dengan meremas kasar buah dadanya terus menelusuri tubuh tubuh seksinya tangan terus turun kebawah mengusap perut darat Nana dan berakhir pada rambut tipis dibalik celana piyamanya inilah kenikmatan yang ditunggu Zayn...
"Ahhhhhh...assthhh ahhh"desis Nana menikmati saat jari-jari Zayn menelusuri lubang merah jambu miliknya...
Zayn menghentikan aksinya ia bangkit dan mengambil sebuah sabuk miliknya dilaci meja menghampiri Nana dan...
.
.
.
.
🌹TBC🌹
Gue potong Chapternya biar kalian makin penasaran yaa..
Tunggu Chapter selanjutnya gua akan up secepatnya..
__ADS_1
See you🤗