BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
MENCOBA DEKAT


__ADS_3

.


.


Zayn mengerjap-ngerjapkan matanya yang sulit dibuka,"Jangan dipaksa bangun..kau masih sakit!"suara itu sukses membuat mata Zayn terbuka, gambar pertama yang dilihatnya bukit kembar yang terpampang sangat dekat diwajahnya.


"Vellerie..apa kau sudah gila??kau menyumbarnya tepat diwajahku" Zayn melirik Vellerie jengah, sambil terus memegang kepalanya yang teramat pening.


"Kau mau menyentuhnya atau meremasnya??"Vellerie lebih mendekatkan dirinya.


"Aku sedang tidak tertarik.kepala ku sedang manja..akkhhh!!ku rasa vodka yang kau berikan padaku tadi malam akan membunuhku kali ini"


"Salah sendiri!!memang kau ingin matikan?aku penyelamatmu tadi malam, kau hampir menuntaskan cairan itu dan akuu sebagai pelampiasan nafsumu semalam..Cihh tidak tau terimakasih!"


Zayn membalikkan tubuhnya menatap langit-langit kamar, kemudian mata merahnya menelusuri kepenjuru sisi, Zayn baru sadar, ini seperti kamar dimansionnya "kita berada dimansionku?"Zayn menatap Vellerie bertanya


"Iya"


"Sejak kapan kita berada disini??"


"Tadi malam aku membawamu kesini"


"Tadi malam??"


"Iya jay..ahh aku yakin kau tak ingat. Biar ku ingatkan sekali lagi, aku menjadi sasaran bercintamu yang bringas tadi malam dan sebagai seorang penolong nyawamu. kau ingatkan..Jadi,aku ingin imbalan darimu..bagaimana kalau tas keluaran terbaru, Sofia menawarkanku Tas Gu_-"


"Dimana wanita itu?"sela Zayn yang berusaha bangkit dari tidurnya.


"Siapa??"


"Dia!"


"Istri lugumu itu??akuu tak tau dia dimana"jawab Vellerie santay,Zayn berjalan keluar kamar dengan setia memegang kepalanya yang berdenyut.


"Tuan!"


"Meridith..dimana wanita itu?"


"Nyonya??"


"Iya"


"Nyonya sudah berangkat kekampus tadi pagi tuan"


"Dia tau keberadaan Vellerie disini tadi malam?"


"Iya tuan"


*****


Nana terus memikirkan kejadian tadi malam, selama menikah dengan Zayn, Nana belum pernah menjumpai Zayn dalam keadaan seburuk  itu tadi malam. Kenapa dia mabuk??dan siapa wanita itu??"tanya Nana dalam hatinya.


"Anda tidak apa-apa?"


"Hanya sedikit pusing"jawab Nana pada Herry yang mengatarnya kekampus. Tadi pagi dia tak sengaja menjumpai Herry digerbang mansion, dan Herry menawarkan diri untuk  mengantar Nana yang sedang berjalan sendiri keluar dari masion.


"Sepertinya anda kurang sehat Nona, saya akan mengantarkan anda ke rumah sakit"Herry hendak memuntar balik arah yang dituju.


"Tidak perlu, jalan saja kekampus"


Nana turun dari mobil setelah mengucap terima kasih pada Herry, "Anda yakin tidak papa nona"


Nana menjawab pertanyaan Herry dengan anggukan, "Baiklah kalau begitu, kalau anda memerlukan sesuatu anda bisa menghubungi saya"Herry memberikan kartu namanya pada Nana.


"Saya permisi dulu"


Nana berjalan kedalam kampus,"Nana!!tunggu Na!!"langkah Nana terhenti saat alsyad memanggil namanya


"Al."


"Lo kok gak pernah bales chat gue sih??kata yuna lo juga udah masuk kampus kemaren"


"Iya..maaf kalau gue gak bales chat lo. Paket data gue habis soalnya"alasan Nana pada Alsyad


"Lo sakit"tanya Alsyad saat hening sesat, punggung tangannya memegang kening Nana.


"Gak kok gue cuma sedikit pusing aja, ya udah gue kekelas duluan ya takutnya dosen dah masuk"Nana menyingkirkan tangan alsyad dan berlalu meninggalkan alsyad yang terdiam.


_____


Kelas Nana telah selesai, dia ingin menenangkan diri dengan menyesap secangkit coklat panas. Awalnya Nana ingin mengajak yuna nemaninya tapi yuna tidak masuk kuliah hari ini, jadilah dirinya berangkat sendiri keCaffe.


"Mbak Natasya?"


"Iya pak, KeCaffe layya!"

__ADS_1


"Iya"


"Nana!!"Alsyad mendekati Nana.


..gue anterin aja yuk"


"Gue udah pesan ojol al dan ini sudah dateng ojolnya"


"Gue bayarin, lo pulang bareng gue aja..yuuk!!"Alsyad menarik tangannya, "gak al"tolak Nana dengan mengehempaskan tangannya sendiri.


"Gue pakek ojol aja, maaf"


"Lo kenapa sih Na kayak ngehindarin gue"


"Ayoo pak jalan"


"Gue akan berjuang Na, lo gak boleh ngehindarin gue"lirih Alsyad


Nana duduk menghadap cendela Caffe dengan secangkir coklat panas digenggaman tangannya.


"Hai"sapaan seseorang membuyarkan lamunan Nana


"Boleh aku duduk sini??"


"Ya silahkan"


"Kau masih mengingatku?"


"Hemm..bukankah kau pria yang kutemukan di resto seafood dulu kan"


"Iya..kau lupa namaku?"


"Maaf aku lupa nama seseorang yang masih awam dipikiranku"


"It's okey kita kenalan again . Aku Alan Roxanne"Alan mengulurkan tangannya  padaku


"tak perlu kusebutkan namaku, aku yakin uncle masih mengingat namaku"jawab Nana dengan menerima uluran tangannya


Alan menaikkan satu alisnya"uncle?"


"Iya apa salah aku panggilanmu?"


"Uncle??sepertinya wajahku kelihatan sangat tua, padahal usiaku beda 3tahun dari usia suamimu,apa kelihatan setua itu??"alan memegang rahangnya sediri


"Kau bisa memanggilku dengan nama pendekku saja, tapi kalau kau ingin memanggilku seperti itu aku akan menerimanya dengan senang hati"


"Ku rasa itu lebih sopan dari usia yang jauh dariku"


"Ehmm..kau menyukai coklat panas?"


"Iya coklat panas membuatku tenang"


"Kau ada masalah"


"Ah tidak aku hanya ingin meminumnya saja"


"Aku lebih suka minum alkohol kalau ada masalah"Nana langsung menangkat wajahnya menatap Alan dengan menelan ludahnya kasar


..Kenapa??jangan bilang kau belum pernah minum alkohol"


..Apa suamimu belum pernah mengajakmu minum?aku kenal baik dirinya. Jay..dia pria yang suka minum dan suka berkliaran dimalam hari.ku kira kau juga suka hiburan malam seperti dirinya"


Nana langsung bangkit dari duduknya dan berlalu tanpa membuka mulutnya,"hei hei..kau mau kemana?"jegah Alan padanya


"Maaf tapi aku ada banyak urusan..aku harus pergi"


"Duduklah dulu!!nanti biarku antar kau pulang"


"Tidak perlu..semoga hari anda bahagia"


Nana melanjutkan langkah kakinya keluar  Caffee meninggalkan alan dengan senyun miringnya.


"Pria itu sudah tua tapi masih suka minum dan bahkan dia tak ragu mengungkapkannya padaku"


"Taxi!!..ke jalan laxmana pak"


*****


"Nyonya anda sudah pulang"


"Iya"


"Saya sudah siapkan makanan untuk nyonya"


"Terimakasih bi..tapi aku sedang tak lapar..aku akan memakannya nanti"

__ADS_1


"Baiklah"


Nana masuk kedalam kamar dan menghempaskan tubuhnya kearas ranjang dengan menghembuskan nafasnya kasar,"hari ini sangat melelahkan..mungkin mandi bisa membuat pikiranku segar kembali"


Dia menyalakan air hangat di bathtub dan merendam kan tubuhnya disana,setidaknya secangkir coklat dan  berendam dibathtub menenangkan pikirannya hari ini.


Flashback On


"Akhh..hiks.hiks...."


Aku hanya bisa melihat ibuku disiksa oleh ayahku sendiri, aku terlalu muak setiap ayah pulang dengan bau alkohol ia akan menyiksa ibuku entah apa alasannya. Tapi ayah selalu melakukannya.


"Ayah hentikan!!"kakvi mencengkram tangan ayahku kuat yang akan menyambuk ibuku dengan sabuk miliknya


"Kau tak tau apa-apa ..minggirlah!!"


"Ayahh kendalikan diri ayah..ayah sedang mabuk sekarang, tiap kali ayah pulang dengan keadaan mabuk Ayah selalu menyakiti ibuu,berhenti menyakiti ibu ayah!"


"MINGGIRLAH!!!"


"Kakak!!kakak tidak papa"


"Kenapa kau datang kesini na?cepat kembalilah kekamarmu"


"Aakkhhh"teriak ibu yang menerima cambukan sangat kencang dari pria itu.


"Tolong ayahh hentikan ..kasian ibuu hiks hiks"


"Kau melerai perbuatankuu..baiklah berarti kau ingin dihukum..ayo aku akan membawamu kegudang"


"Ahhkk tidak ayaahh"


"Ayah jang-an!!..lepaskan adekku.ayah selalu berbuat seenaknya.ayah selalu menyiksa kami .sebenarnya apa salah kami?


..Baiklah mulai sekarang ayah tak bisa menyiksa kami lagi. Kami akan keluar dari neraka ini"


"Ayo buu kita harus pergi dari sini"


"Cepatlah kalian keluar dari rumahku"


Flashback off


Nana meneteskan airmatanya mengingat kenangan itu, kakvi mengorbannya pendidikannya dan bekerja keras demi ibu dan dirinya. Kakaknya itu sangat luar biasa. "Kakak.. aku merindukanmu"


Sudah hampir satu jam Nana berendam dibathtub, badannya sudah mulai segar kembali, setelah ini Nana akan keluar dari kamar untuk mengambil makanan didapur.


"Ohh tidak aku lupa membawa bathrobe..ihh kau selalu pelupa na, lalu bagaimana aku keluar??


tunggu..bukankan pria itu tidak ada dikamar. Iya, ku rasa akan aman bila aku langsung keluar dari sini"Nana keluar kamar mandi tanpa kain melilit ditubuhnya.


"Ahhhh..apa yang kau lakukan dikamarku??"teriak Nana yang tengah menutupi bagian tertentu tubuhnya dengan kedua tangannya. Zayn sedang duduk disofa tersenyum melihat dirinya keluar dari kamar mandi dengan telanjang.


"Ini kamarku kau melupakan itu"


"Tap-tapi kau masuk tanpa memberitahukanku dulu..apa kau sengaja heh??" Nana salah tingkah dibuatnya


"Apa aku harus minta izin masuk dikamarku sendiri?"ucap Zayn  dengan mendekati Nana


Nana gugup dengan mundur satu langkah menjauh darinya. "Kau sengaja membuatku tergoda padamu"Zayn melampirkan  sebuah handuk dibahu Nana.


.


.


.


🌹TBC🌹


Jangan lupa genk untuk Vote, like dan coment sebagai bentuk support kalian pada author..


Saranghae genk😘


Kalian lebih setuju Nana sama Zayn atau sama Alan nih??



Alan Roxanne Steinbergh



Raka Zayn



Alsyad Garaya

__ADS_1


__ADS_2