
Dokter datang mengganti perban kaki Nana yang ke 4kalinya setelah itu memeriksa kondisinya dan pergi dari sana, Zayn maupun Nana sama-sama terdiam di ruang rawatnya. Mereka sama-sama tak ingin berbicara semenjak kesadaran Nana kembali kemarin malam.
Nana masih kesal padanya, sedangkan Zayn tak ingin mengucap kata maaf untuknya,"Dasar pria batu..tak bisakan dia meminta maaf padaku! Setidaknya kata itu mewakili penyesalannya.Ck!hanya diam menatapku saja."ucap Nana dalam hatinya kesal dengan mengubah posisi tidurnya menjadi berbaring membelakangi Zayn.
"Jangan banyak bergerak nanti kakimu akan berdarah lagi"Nana menatap sengit kearah Zayn "iya ini semua salahmu!Pria batu."lirihnya lagi didakam hati
Zayn menatap lurus punggung Nana. "Kau masih marah?" tanyanya sambil memberanikan diri mengusap rambut Nana. "Jangan marah. Aku tidak sengaja."
Zayn tersentak mundur saat Nana membalikan tubuhnya dengan cepat. Matanya melotot pada Zayn. "Kau yang melakukan ini semua padaku!! Kau puas sekarang??Hah??" tanya Nana galak.
" Kemarin kau melukai fisik dan batinku. Bukan hanya sekali tapi kau terus melakukan itu padaku selama aku resmi menjadi istrimu!! Aku tau kau melakukannya karena dendam padaku..dan aku terus saja memikirkannya, apa yang telah ku perbuat sampai-sampai kau melakukan ini padaku..hiks..hiks"ujar Nana dengan isakan
Zayn memeluk Nana dengan erat didekapannya, Dia menundukan kepalanya dengan segala jenis rasa bersalah. "Kau tidak salah apapun"
"Hiks...apa kau tak ingat hemm!kau menyiksaku tanpa ampun di saat malam setelah menikah denganku..kau juga mengatakan akan membalaskan dendammu padaku"
"Tidak. aku hanya berbicara melantur waktu itu"
Nana mendelik jengah. "Kau tidak berbicara melantur. Apa kau kira aku bodoh mengenali itu hah??."
"Sudahlah jangan bahas hal itu lagi.."
"Bagaimana bisa?kau bahkan mengataiku seorang jalng hanya karena aku naik motor bersama al!"
"Itu karena aku tak suka dengannya!"
"Kenapa??Al jauh lebih baik darimu."
"Tidak ..tidak ada yang boleh menyentuhmu, kau milikkku."
"Kau cemburu??"
"Tidak. Aku tidak cemburu"
"Lalu kenapa kau tak suka aku dekat dengannya??"
"Sudahku bilang kau hanya milikku tak kan seorangpun yang bisa membuatmu berpaling dariku. Dan satu lagi... aku tak suka dengannya"
"itu alasanmu saja!."Kata Nana sambil mendelik jengah.
..Jauh-jauh dariku. Aku malas dengan orang batu seperti kau!"
Zayn segera membulatkan mulutnya dengan kaget. "Kenapa aku harus jauh-jauh darimu? Dan apa kau bilang batu!!"
"Iya kau manusia batu..tak bisakan kau meminta maaf atas semua yang kau lakukan padaku!!"ucap Nana tapi Zayn tidak menanggapinya.
Nana hanya menghela napas panjang. "Aku ingin pulang." Kata Nana saat tak kunjung mendengar Zayn buka suara.
"Tidak! Kau harus dirawat dulu sampai sembuh!"
Nana melirik Zayn sekilas. "Kau selalu saja mengaturku!tak bisakah aku mengatur hidupku sendiri!"
"Turuti saja apa kataku!"
"Hemm..selalu aku yang menģalah."
Sudah 2hari Nana dirawat dirumah sakit,dan Zayn tidak meninggalkan Nana sedetikpun dirinya bahkan rela meninggakan rapat pentingnya kamaren, tapi bagi Nana ada tidaknya manusia batu itu sama saja..karena Zayn tak bisa menjadi teman curhatnya. dia hanya memerintah ataupun melarang ini itu dan berakhir dengan pertengkaran diantara keduanya..huuff..'sungguh menyebalkan' .
__ADS_1
Dokter sedang mengecek kondisi Nana sebelum mengizinkannya pulang besok. Zayn menatap dokter pria itu dengan tatapan membunuh saat keduanya, Nana dan dokter itu bertukar senyuman manis. "Kenapa kau tersenyum pada istriku??apa kau tak mempunyai istri secantik dan sexy istriku??"
Dokter tersebut gelagapan.
Sementara Nana menghela napasnya dengan sabar. "Terimakasih, dokter. Sebaiknya Anda keluar daripada menghadapi suami saya ini. Percayalah, saya tidak ingin berdarah-darah lagi."
Dokter itu menuruti Nana dan segera keluar dari sana.
Nana mengangkat alisnya saat Zayn menatapnya tajam. "Kenapa? Mau menyiksaku lagi?"
Zayn berdecak jengah. "Jangan tersenyum pada lelaki lain selain aku. Aku tidak suka."
"Aku tidak tersenyum pada siapapun."
"Pokoknya, jangan bersikap ramah pada lelaki manapun selain aku!!"
Nana menghela napas panjang. "Aku lelah ingin tidur. Ini sudah berganti hari dan aku belum tidur kemarin."
Zayn menghampiri ranjang Nana dan menggeser tubuh Nana. Dia berbaring di samping Nana sambil memeluk Nana erat. "Aku juga lelah. Dan Ingin memelukmu."
Nana membiarkan saja. Dia tidak membalas memeluk Zayn tapi malah menghela napas panjang. "Suruh siapa kau menemaniku disini.pulanglah!!..aku yakin kau tak bisa tidur disofa itu!"
"benar.kau memang pengertian dan hari ini aku tidak akan tidur disofa keras itu lagi...aku akan tidur disini bersamamu"
"Tidak. aku tak ingin kau menyakitiku lagi, badanku belum sembuh total"
"Aku tidak akan menyakitimu kalau kau mematuhi ucapanku!"ucap Zayn dengan memejamkan matanya.
Setengah malam, Nana terjaga dari tidurnya saat merasakan tidurnya terusik. Dia mendengar Zayn sedang berbisik dengan nada yang terdengar mengancam, membuat Nana harus berpura-pura tidur demi mendengar ucapan Zayn ditelfon.
".....
".....
"Kali ini aku tak akan mengalah lagi untuknya."
".....
"Mintalah bantuan Ronald, remaja itu jauh lebih cerdik dibanding dirimu!"
".....
"Percepat semuanya!!aku akan kesana beberapa hari lagi."
".....
"Jangan sampai gagal untuk yang kedua kalinya Herry!!
".....
Matahari telah menunjukkan sinar terangnya, Zayn membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Hal yang pertama dilihat oleh Zayn adalah dada Nana yang berada di hadapannya. Zayn menyeringai senang. Ia meremas dada Valerie dengan kencang.
"Aw!" desis Nana yang sudah terbangun dari tadi dan sedang memainkan ponselnya sambil menyandar di kepala ranjang. "Assh! Jangan mesum sekarang! Kita masih berada di rumah sakit!"
Zayn mendongak dan tersenyum senang saat mendapati wajah Nana yang menatap kesal padanya. "Pagi, baby" Sapa Zayn.
Nana menghela napas panjang dan mendelik. Dia kembali memainkan ponselnya. "Pagi juga beb."
__ADS_1
Zayn segera menggeser tubuhnya ke atas dan memeluk Nana erat sambil mengecupi rambut Nana. "Siapa yang kau panggil beb huh? Aku atau ponselmu?"
"Ponselku."
Zayn cemberut seketika. "Dasar dingin!."
"Terimakasih atas pujiannya." Balas Nana dingin.
Zayn ******* bibir Nana sejenak. Zayn merasakan rasa pasta gigi di mulutnya. Matanya berubah tajam pada Nana. "Jangan bilang jika kau pergi ke toilet sebelumnya."
Nana menatap takjub pada Zayn. "Bagaimana kau tahu?"
Zayn kembali dengan sifat aslinya. "Kau ini bo**h atau apa hah??? Sudah tahu sedang sakit tapi malah pergi ke toilet tanpa bantuan!!"
Nana kesal seketika. Dia mendorong tubuh Zayn agar menjauhinya. "Kau yang bo**h!! Tiba-tiba marah di pagi hari padaku. Tahu darimana kalau aku ke sana tanpa bantuan?? Ha?? Dasar pria batu!"
"Lalu? Siapa yang menyuruhmu ke toilet? Kau pergi ke sana dengan siapa? Sendiri?? "
"Aku ke sana dengan bantuan suster, bo**h!!"
"Suster??? Ya, kalian sama-sama bo**h. Suster itu bodoh! Kaupun juga bo**h!Kenapa dia membiarkanmu ke toilet!!"
"Kau yang bo**h!! Argh!! Diamlah! Pagi-pagi sudah mengajakku ribut. Menyebalkan!"
"Siapa Menyebalkan???"
Nana tidak membalas dan langsung memunggungi Zayn dengan tidur menyamping. "Menikah denganmu tidak ada bahagia-bahagianya."
Ucapan Nana sukses membuat Zayn bungkam. Zayn merasa ucapan Nana ada benarnya. Hanya pada istrinya Zayn berulang kali merendahkan dirinya. Ia memeluk Nana erat dan mengecup tengkuk Nana hangat. "Aku tidak sengaja. Tadi itu refleks. Aku hanya tidak ingin kau makin merepotkanku dan membuatku harus membawamu ke rumah sakit lagi karena kau yang tidak memikirkan dirimu sendiri."
Nana tak memperdulikan ucapan Zayn, dirinya masih sibuk dengan menatap layar ponsel, tak kunjung mendapat sahutan dari Nana, Zayn duduk di ranjang dan merebut ponsel Nana.
"Apa yang kau lakukan pada ponselku. Hah??cepat kembalikan"desis Nana merebut ponselnya kembali.
"Apa kau tak bisa menghargai ucapanku."
"Cepat kembalikan ponselku!!"kata Nana yang tak mendengarkan ucapan Zayn padanya.
Braakk..
"Hah??apa yang kau lakukan pada ponselkuu"jerit Nana melihat ponselnya hancur terbanting ditangan Zayn
"Itu hanya sebuah ponsel, aku tidak akan melakukannya kalau kau menghargai keberadaanku disini tadi." Tegas Zayn dan berlalu meninggalkan Nana dikamar inap sendiri.
"Ahh!!dasar pria batu ..ponselku hancur sekarang..aku tak bisa lagi mengirim email pada kak Vi ..ahhh pria ituu...menyebalkan sekali!!ini barang berharga dihidupku dan pria itu sekali lagi membuatku tersiksa".
.
.
.
🌹TBC🌹
Thank's yang sudah Like Coment dan Vote...
Jangan lewatkan part selanjutnya..
__ADS_1
Bagaimana kabar Vellerie ya?akhir-akhir ini Vellerie jarang muncul, dan part selanjutnya dia muncul lagi😏
HAPPY READING GENK🦠