BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
GELISAH


__ADS_3

"Hmm sudahlah cepet pakai bajumu itu!!"


"Ini??"


"Iya.."


"Baiklah.."dengan mudahnya Zayn melepas selembar handuk yang menempel ditubuhnya memperlihatnya pada Nana dengan jelas, sontak Nana menjerit menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kau kaget!!


..kau kan sudah melihatnya hampir setiap hari.."


"Aku tak melihatnya..cepat pakai celanamu itu"


"Kau yakin tak melihatnya?..tapi kau..sudah merasakannya bukaan??"


"Berhentilah mesum!!dan pakailah celanamu itu!"


________


Zayn telah siap berangkat, memakai pakaian yang siapkan Nana untuknya.


"Cepat buka matamu dan ayo berangkat!"


"Kau sudah memakai pakaianmu??"tanya Nana yang tak melepas kedua tangannya diwajahnya.


"Sudah"


"Kau yakin??"


"Berhentilah bersikap seperti anak kecil.. aku butuh tenaga extra untuk berdebat denganmu!lagi pula kau pernah melakukan foreplay padaku mana mungkin kau tak melihatnya!!"


"Iihh..ya sudah ayoo!!"Nana berlalu meninggalkan Zayn.


"Tungguu"Zayn menghentikan langkah Nana dengan merangkul perutnya


"Apa kakimu masih sakit?"


"Apa pedulimu??hah?"ucap lantang Nana kearah Zayn.


"Tentu aku peduli..cepat ganti alas kakimu!"


"Tidak mau"ketus Nana


"Kau akan terluka lagi jika membantah ucapanku"


"Aku nyaman seperti ini"


"Tapi kakimu belum sembuh total..menurutlah!!"Zayn mendorong tubuh Nana menduduki kursi di samping dekat tangga.


"Heei apa yang kau lakukan!..ahhh!!apa kau tak bisa melakukannya dengan lembut!"kesal Nana pada Zayn yang menarik paksa sepatu yang digunakannya saat ini.


"Diamlah!kau buta mengenali perban yang masih menempel di telapak kakimu ini! Tunggu sebentar!!"


"Dasar batu!!Apa dia tidak sadar kalau semua ini terjadi karenanya.."Nana menggerutu didalam hatinya


"Apa kau gila..ini sandal rumahan tak mungkin aku menggunakannya diluar." Tolak Nana memakai sandal yang dibawakan Zayn untuknya, menurut Nana sandal itu tak pantas dipakai keluar rumah karena sandal ini biasa ia pakai saat keluar kamar saja , sandal dengan model bulu tebal yang mengelilingi mengait sandal berwarna hijau stabido dengan dua kuping sebagai aksesoris tambahan.


"Itu baru nyaman dan juga aman.Ayoo!"ajak Zayn dengan memegang tangan Nana.


Zayn memarkirkan mobilnya disebuah resto elite kawasan dekat masionnya, dan Nana enggan menurunkan kakiny dari mobil Zayn, pandangannya menelusuri pengunjung resto yang sedang makan disina."Cepat turun!"perintah Zayn membuyarkan lamunan Nana


"Tidak.makanlah aku tunggu disini"


"Kau mau aku menggendongmu?"tawar zayn dengan mengangkat satu alisnya bertanya


"Aku malu menggunakan sandal seperti ini!"


"Baiklah"tanpa aba-aba Zayn menggendong Nana ala bridal menuju tempat duduk didalam resto, tatapan para pengunjung tak lepas menandang penampakan unik ituu


"Heee ..apa yang kau lakukan!!..cepat turunkan akuu!!heee pria batuu..cepat turunkan!akuu malu dilihat semua orang"berontak Nana dengan menggoyangkan kaki dan memukul dada bidang Zayn menggunakan kedua tangannya


"Berhentii memberontak!kau akan jatuh"


"Ahhh..ihhh kau menjatuhkanku"ucap Nana tak terima karena Zayn menjatukannya kasar diatas kursi


Zayn mengangkat tangannya memanggil pelayan resto,"kalian memang pasangan romantis"aku pelayan resto pada Nana dan Zayn dengan senyuman lebar


"Berikan aku spagetti seafood pedas manis, mineral dan Coffe latte..Kau ingin apa??"


"Coklat panas"

__ADS_1


"Baiklah pesanan anda akan segera datang"


Keheningan melanda saat pelayan meninggalkan kedua,Zayn mengambil bungkus rokok disaku celananya dan menyalakan satu batang rokok untuk dihisapnya,"Kenapa kau merokok dihadapanku"


"Ada masalah?"


"Aku tidak menyukainya"aku Nana dengan membuang pandang kearang lain


"Kalau kau ingin aku tak menyalakan rokok...ajaklah aku bicara!"


"Aku harus bicara apa?" Zayn mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban


"Ehhmm...besok aku ingin kuliah lagi"pembuka Nana pada bahasannya


"Tidak"


"Kenapa tidak?"


"Aku tidak suka semua temanmu"


"Temanku sangatlah baik, mereka tidak seperti dirimu" ucapan Nana membuat Zayn menghembuskan asap rokonya dengan kasar


"Kalau kau ingin kuliah lagi. Jauhi semua temanmu"


"Mana bisa!lalu aku akan berteman dengan siapa??"lawan Nana dengan antusias menatap Zayn sengit


"Kau begitu setidaknya jauhi pria itu!"


"Siapa??Alsyad?"


"Iya"


Nana berfikir sejenak sebelum berucap, Alsyad teman dekatnya, Nana tak bisa jauh dari dirinya, tapi mau bagaimana lagi Nana ingin kuliah meneruskan semuanya sampai tuntas, "baiklah"


"Apa hukuman yang pantas bila kau melanggar janjimu??kau mau aku perk*samu lagi"ucap Zayn dengan serius


"Tidak."jawaban Nana langsung dengan tegasnya


"Lalu apa kau mau aku mela.-"


"Aku akan menjadi maid masionmu selama satuminggu...bagaimana?"Nana tak bisa berpikir panjang dengan langsung mengatakan hal tersebut


"Deal."


Makanan sudah datang Zayn memakan makanannya dengan sangat lahap, memang terlihat jelas pria ini sangat lapar, dan Nana hanya bisa memandang Zayn saat menikmati makanannya dengena menyeruput secangkir coklat hangatnya.


"Aku ingin ketoilet"izin Nana


"Ehmm jangan lama-lama"jawab Zayn tanpa menatap wajahnya


Nana keluar dari kamar mandi setelah memakai lipbalm dibibirnya dan berjalan tanpa melihat jalan dengan sibuk memasukkan lipbalmnya kedalam taskecil.


Akhhh..


Nana terjatuh kelantai saat seseorang menabrak dirinya dari arah berlawanan "anda tidak apa-apa nona?"tanya seorang pria dengan mengulurkan tangannya kearah Nana.


Nana menerima uluran tangan itu berdiri dengan bantuannya,"maafkan saya, tadi saya buru-buru karena terlambat menghadiri rapat disini"jelas pria itu pada Nana


"Ya tidak papa..aku yang salah karena tidak melihat jalan tadi"ucap Nana dengan memegang kakinya yang terasa sakit


"Anda tidak apa-apa??"


"It's okey"Nana berjalan kesulitan menjauh dari pria itu.


"Tunggu nona biar saya bantu"tawar pria itu dengan mengangkat satu tangan Nana di pundaknya.


"Perkenalkan aku Alan"ucapnya ditengah perjalanan menuju tempat duduk Nana


"Natasya"


"Dengan siapa anda kesini nona??"


"Eh dengan...suamiku"jawab Nana jujur


"Ohh kau sudah punya suami?"


"Iya"


"Apa dia suamimu??"pria itu mengarahkan pandangannya kedepan mengarah pada pria yang sudah menyelesaikan makanannya dengan meminum mineral.


"Iya"

__ADS_1


Seketika wajah Zayn mengeras melihat pemadangan tidak enak lihat, Nana bersentuhan dengan musuh bebuyutannya.Zayn bangkit dari duduknya menghampiru duanya dengan langkah kasar,"Jangan kau sentuh istriku!"peringatan Zayn dengan menarik paksa tangan Nana.


"Hei...apa yang kau lakukan dia hanya menolongku berjalan kesini"jelas Nana pada Zayn.


"Ayo kita pulang"Zayn menarik tangan Nana meninggalkan pria itu yang tersenyum licik menatap kepergian keduanya.


"Jangan tarik tanganku!!aku tak bisa mengimbangi langkah besarmu.. kakiku sakit"Zayn langsung melepas cengkramannnya, dengan berniat menggendong Nana


"Jangan"tolak Nana dengan mundur satu langkah


"Lalu apa maumu??"


"Aku akan berjalan sendiri"Nana mendahului Zayn kearah parkiran mobil


"Jangan dekati pria itu..dia akan menyakitimu"ucap Zayn saat keduanya didalam mobil


"Lalu bagaimana dengamu?hampir setiap hari kau menyakitiku!"


"Aku suamimu"


"Ciih.."Nana menghembuskan nafasnya kasar dan mengalihkan pandangannya kearah kaca mobil


"Dengarkan ucapanku dia pria tidak baik"Nana masih tak merespon ucapan Zayn


"Jauhi dia"ucap Zayn melunak dengan memegang tangan Nana,sontak Nana memandang wajah Zayn


"Percayalah padaku"Zayn masih menatap lurus jalan raya tanpa berniat memandang wajah Nana, menyadari itu Nana merasa ada sesuatu dibalik tatapan lurusnya


"Apa yang kau takutkan?"tanya Nana penasaran padanya,tapi Zayn menghiraukan pertanyaan Nana, satu tangannya memegang erat tangan Nana dan satu tangnnya lagi memegang kendali mobil.


*****


Hari telah berganti, kejadian kemarin menyebabkan keduanya menjadi canggung, sampai sekarang Zayn tak mengeluarkan sepatah katapun sepulang dari resto kemarin.


Siang ini Nana bersiap berangkat kekampus, kemarin Zayn telah menyetujui Nana kembali menempuh pendidikan tingginya.


Jumpsuit grey menjadi pilihan Nana hari ini untuk pergi kekampus dengan polesan make up tipisnya menambah kesan kecantikannya, wajah yang cantik dengan body yang berisi sesuai idaman para pria diluar sana.



"Ayo kau sudah siapkan?"Nana membalikkan tubuhnya memandang Zayn yang tiba-tiba datang.


"Lho.. kau sudah pulang dari kantor?"


"Ini waktu jam makan siang.aku menyempatkan waktu untuk mengantarmu kekampus"jelas Zayn dengan wajah dinginnya


"ohh ya sudah ..Aku sudah siap ayoo"Nana berjalan mendahului Zayn


Masih sama didalam mobilpun keduanya masih memilih diam tanpa ada percakapan yang menarik. Mobil Zayn berhenti didepan gerbang kampus,Nana membuka pintu mobil sendiri untuk keluar dari mobil Zayn.


"Jam berapa kau keluar kelas?"


"Ehmm..mungkin agak malam"


"Aku tak bisa menjemputmu nanti, mungkin aku akan menyuruh paktua untuk menjemputmu"


"Tak perlu..aku bisa pulang sendiri"bantah Nana


"Ini ambillah!"Zayn mengeluarkan kartu kreditnya didalam saku jas miliknya memberikannya pada Nana


"Tak perlu..aku masih ada uang kok"


"Baik baiklah aku terima"tak ingin membangkitkan amarah Zayn.Nana mengambil kartu kredit yang diberikan Zayn padanya, pria itu menatap dingin padanya saat Nana menolak benda itu.


"Ingatlah syaratku kemarin!!kalau kau melanggar kau akan jadi maidku"Zayn mengingatkan Nana dengan penekanan.


"Iya aku akan mengingatnya.aku tak ingin jadi budakmu"ucap Nana kesal dengan keluar dari mobil Zayn dan membanting keras pintu mobilnya


.


.


.


🌹TBC🌹


Maaf genk up nya lama..


Karna ada banyak kesibukan akhir-akhir ini..


Harap dimaklumi♥️

__ADS_1


__ADS_2