BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
INGATAN KEMBALI


__ADS_3

Akhhh...


Iya.


Aku mengingatnya..wanita itu menangis digundukan tanah yang masih basah dengan terus mengelus dan menciumi batu nisan itu..


"Ibuu...


"Kakak..jangan tinggalkan aku kak..


Ku mohon ..hiks..hiks..


" Aku akan membiayai semua pengobatan yang dijalani kakakmu.."


"Tapi ada syaratnya.."


"Apa syaratnya??"


"Menikahlah denganku."


AUTHOR POV


Dengan sekali hentakan Nana berhasil mendorong tubuh Zayn menjauh darinya, hal itu menyebabkan pustaka miliknya terlepas dari sarangnya. Nana menatap tanpa arti kearah Zayn, air matanya turun deras dengan dada turun naik mengambil nafas dan membuang nafasnya kasar.


"Kenapa?? Apa aku bermain terlalu kasar!"tanya Zayn dengan menyelidik


Bukannya menjawab, Nana malah bangkit dari tidurnya mengambil kimono digantungan memakainya lalu pergi meninggalkan Zayn yang masih terdiam menatap kepergian Nana.


Nana duduk di tepian ranjang kamar tidur tamu, Ada segelintir perasaan aneh yang melanda hatinya. Ia tak tau  lagi merasakan apa itu ..biasa nya saat penyatuan tubuhnya dengan Zayn, Nana begitu sangat menikmati dan puas. Tapi kali ini ..Serpihan beberapa ingatannya kembali lagi walaupun masih belum keseluruhan setidaknya Nana tau bahwa kakaknya masih hidup dan menjalani pengobatan yang diberikan suaminya ..Zayn.


Nana senang mengingatnya tapi ia juga..takut. entah rasa takut karena apa?


Kepalanya mulai terasa berat, karna terlalu memaksa mengingat sesuatu lagi. Nana mengambil obat tidur di dalam laci sebelah ranjang tempat tidur tamu yang sengaja diletakkan olehnya bebetapa hari yang lalu kala Zayn tidak ada didalam mansion.


2 kapsul kini kandas dimulut Nana bersamaan dengan air mineral yang dibawanya tadi sebelum memasuki kamar tidur itu. Sebelum berbaring, Nana menarik nafasnya dalam-dalam mengambil posisinya yang nyaman menarik selimut dan tertidur.


Sinar matahari memunculkan keberadaannya dengan malu - malu. Nana terbangun ketika mendengar ketukan pintu dari luar. Ia segera bangkit dari tidurnya dengan mata merahnya. Mengerjapkan mata dan meraih ponselnya di atas laci kemudian mematikan alarm yang berbunyi sedari tadi. Matanya menyapu ke seluruh ruang kamar itu.


Nana berada dikamar tamu, semalam..


"Akh!." rasa pening dirasakan saat ini olehnya ketika berusaha bangun dari tidurnya.


"Nak!! Kau didalam?"Meridith mengetuk pintu beberapa kali


Nana berusaha bangkit membukakan pintu yang semalam  ia kunci.


"Ada apa bi?"


"Syukurlah kau berada disini..tadi malam tuan mencarimu dan ternyata kau ada disini"


"Semalam aku hanya ingin sendiri bi, bibi tak perlu mengkhawatirkanku!"


Meridith menghela nafas panjang,"tuan Zayn menunggumu dimeja makan, bersihkan badanmu lalu segera temui suamimu!"


"Ehm..baiklah"


Meridith pergi setelah menyampaikan pesan tuannya. Sedangkan Nana masuk kekamar mandi dengan lesu melirik arah jam dinding sebelum benar-benar masuk kedalam. Menunjukkan pukul 7 pagi.


Zayn menunggu Nana lama dimeja makan, tangannya mengotak ngatik layar ponsel melepas rasa bosannya menunggu Nana datang.


"Good morning" sapa Zayn hangat. Setelah Nana muncul beberapa saat.

__ADS_1


"Morning too" Nana membalas sapaan Zayn dengan senyumannya manis kearahnya.


"Bagaimana tidurmu? Apa nyenyak?"


"Maaf tadi malam aku meninggalkan mu tanpa berkata apapun, aku hanya..


"Tak usah diteruskan! sekarang duduklah dan makan makananmu, aku akan kembali kekantor memastikan pekerjaan Herry selesai"potong Zayn saat Nana ingin menjelaskannya. Zayn tak ingin mengingat kejadian semalam kalau ia mati matian menahan amarahnya saat Nana meninggalkannya dalam puncak kenikmatan tertingginya, ia berusaha bersabar sekarang. Bahkan Zayn menghabiskan waktu berjam-jam untuk melampiaskan hasratnya sendiri dikamar mandi.


"Aku akan pergi sekarang. Kau tak apa-kan aku tinggal sekarang?"tanya Zayn setelah menghabiskan sarapannya.


"Iya pergilah!" Jawab singkat Nana.


"Good girl. Aku akan pulang lebih awal nanti" Zayn bangkit dari duduknya mengecup singkat puncak rambut Nana.


Drrrrt..drrrtt...


Tak lama ponsel Nana bergetar diatas meja,"Nomer tak kenal?" Ucap Nana memegang ponselnya mememastikan lalu meletakkan kembali keposisi awal mengabaikan sambungan telpon itu dia tak ingin mengangkat telpon dari siapapun sekarang.


Drrrrt..drrrtt..


Ponselnya kembali bergetar dengan sedikit rasa jengkel akhirnya Nana memencet tombol hijau menyambungkan saluran telpon, "Hallo...


"Natasya..


"Siapa??


"Ak-ku kakakmu Viodarta."


"Viodarta?"tanya Nana memastikan ucapannya sambil mengingat-ingat kembali nama itu, yang tak asing baginya


"Ya. Aku sangat merindukkanmu sayang!"terdengar suara serak saat Vio mengatakannya.


"Maafkan kakak meninggalkanmu cukup lama! Kakak akan menebus dosa kakak padamu! Kembalilah adekku! Aku sangat menyayangimu..


****


Layya cafe menjadi tempat indah yang Nana kunjungi saat ini karena dihadapannya sudah ada sosok yang amat ia rindukan, kakaknya Viodarta kini ada dihadapannya setetes air mata kembali jatuh dipipinya tak percaya akan takdir yang mempertrmukakknya kembali.


Natasya mengingat lebih banyak kenangan bersama kakaknya, saat Vio menunjukkan foto juga barang-barang yang mampu membuat ingat Nana kembali dengan mudah. Beberapa ingatan yang samar  mengganggu pikirannya kemarin kini bisa diingatnya secara utuh. Asal usulnya, kecelakaan yang mengakibatkan ibunya menginggal, kakaknya yang terbaring koma juga.. kejadian saat Nana menerima ajakaan Zayn untuk menikah sebagai syarat pengobatan Kakaknya dijerman.


"Apa kamu sudah mengingat kakakmu kembali..hhmm?"tanya Vio sambil mengusap air mata Nana dengan lembut.


"Aku sangat merindukanmu kak!"Nana memeluk Vio dengan erat,sosok yang sangat dirindukannya selama ini.


"Kakak juga sayang..kakak sangat merindukanmu adek kecilku!"


Cukup lama mereka terdiam dalam kegiatannya masing-masing, Vio tak henti-hentinya memandang wajah yang amat dirindukannya sedangkan Nana sibuk membuka setiap foto juga mengorak-atik barang yang dibawa kakaknya itu dengan senyuman yang tak pudar sedari tadi.


"Apa kegiatanmu saat ini bisa membuatmu lupakan kakakmu yang ada dihadapmu sekarang?!" Nana mendongakkan wajahnya dengan senyum lebar.


"Aku tak ingin melewatkan setiap kenanganku bersamamu kak! Aku akan berusaha mengingatnya dengan beberapa foto dan barang ini!"


"Jangan terlalu dipaksa! Kakak tak ingin kamu memaksakannya terlalu keras. Biar waktu yang akan mengisi kekosonganmu saat ini bersama kakak nanti, kita buka lembaran baru tanpa kesedihan!"


"Ehmm..aku akan menunggu saat-saat indah itu kak!"


"Dek..apa kau bahagia hidup bersama suamimu?"tanya Vio tiba-tiba dengan memegang erat tangan kanan Nana.


Nana sedikit bingung atas apa yang ditanyakan kakaknya, apa maksudnya?


"Iya. Aku bahagia dengannya, dia selalu berbuat baik padaku kak! Ya, walaupun dia sering meninggalkanku di mansion mewahnya. Tapi ia selalu memperlakukanku layaknya seorang istri!"jawab Nana dengan jujur. Memang benar semenjak Nana pulang dari rumah sakit Zayn selalu memperlakukan dan berbicara baik padanya.

__ADS_1


Vio menarik sudut bibirnya keatas mendengar pengakuan adiknya "Zayn selalu memiliki kepribadian yang beragam tanpa dikenali banyak orang! Sunggu pria sempurna!"ucap pelan Vio tanpa bisa didengar Nana.


"Kau cantik dan lugu pria mana yang tidak langsung jatuh hati padamu adikku! Kurasa malaikatpun akan terpesona melihat kecantikanmu!"ucap Vio yang membuat Nana memeluknya kembali.


Tanpa diketahui Zayn, Vio sembuh lebih cepat dari perkiraan dokter yang merawanya. Vio berusaha bangkit dari keterpurukan demi kehidupan layak adiknya, Ia tak ingin melewatkan kesempatanya untuk mengulik informasi dari jauh keadaan adiknya selama ini. Vio tau Zayn ingin menikahi adiknya dengan maksud tertentu. pria itu ingin membalaskan dendamnya pada adik perempuannya. beberapa hal sudah Vio ketahui asal usul Seorang Raka Zayn, bisnis dan sejauh mana Zayn memperlakukan Nana selama ini, hingga berakhir dalam keadaan Nana yang sekarang ini.Sudah Cukup ia pendam amarahnya selama ini, kini Vio tak Tak mampu menahannya dan berakhir menemui Nana dengan keadaan seperti ini. Lupa ingatan, tapi syukurlah tuhan masih perpihak padanya, Nana masih mengenalinya, hanya beberapa ingatan yang adiknya lupakan.


"Na.."lirih Vio sambil melepas pelukan erat sang adik


"ya..ada yang ingin kakak sampaikan padaku lagi?"


"Aku bertanya sekali lagi...Apa kau mencintai suamimu?"


"iya...kakak tak perlu khawair ia pria yang baik, sikapnya selama ini selalu baik pada ku Kak dia juga merawatku saat keadaanku tak membaik beberapa bulan yang lalu"


"Apa kau memaafkan juga dia melakukan kesalahan yang besar padamu?"


"Apa yang kakak maksud?"


Vio menghela nafas panjang, lalu mengakhiri per cakapannya "Kakak akan selalu mendukung semua keputusanmu, karena kamu hanya satu satunya keluarga yang kakak miliki.. kakak menyayangimu Dek!"


📞My Hunsband♥️is Calling..


Nana merogoh tas jinjingnya, mengambil benda yang bergetar, Melihat Nama yang muncul dilayar ponselnya. Tanpa niatan mengangkatnya...


"Siapa?"tanya Vio penasaran


"Zayn..ini sudah sore, ku rasa ia sudah pulang dari kerjaannya"


"Ehmm..pulanglah! Dia pasti menunggu mu"


"Kakak tak pulang denganku?"


"Tidak. Kakak akan tinggal dirumah kita dulu"


"Kenapa? Aku akan meminta suamiku untuk mengizinkan kakak tinggal bersamaku.. dia pasti akan mengizinkan. Aku masih merindukanmu kak!"


"Tidak sayang! Pulanglah! Kita akan bertemu setiap hari. Dan... jangan katakan bahwa kakak sudah berada diindonesia!"


"Kenapa?"


"Kakak tak bisa menjelaskannya sekarang padamu! Turuti saja apa yang kakak katakan besok kita ketemu lagi disini..oke?"


"Baiklah besok aku kan kerumah menemui kakak disana, masih ada banyak pertanyaan yang masih memenuhi pikiran ku".


"Ya..datanglah besok sore! hati-hati dijalan yah"


.


.


.


.


.


.


.


Halo Genk gimana kabar kalian? aku resign 2 tahun lebih loh kalean kangen aku gak🥲Jujurly aku masih pngen nyelesein cerita pertama aku ini jadi kalian harus dukung aku yaa...biar bisa mulai up lagi tiap harinya.

__ADS_1


__ADS_2