BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
SAKIT


__ADS_3

Zayn melajukan mobil nya diatas rata-rata, Nana hanya bisa menatap sapuan Jalan dari mobil Zayn, kepalanya masih terasa pening juga perutnya yang masih sedikit sakit. "apa herry memberitaukannya soal kejadian kemarin?"lirih Nana dalam hatinya.


"Cepat turun!!"Zayn membukaan pintu mobil Nana,lalu mencengkram tangan Nana keluar dari mobik tangannya masih mengeluarkan Darah bekas infus yang dicabut Zayn tadi.


Nana hanya mencoba berjalan mengimbangi langkah kaki Zayn masuk kedalam Mansion. Menghempaskan tangan Nana saat berada didalam kamar "Sudah puas bersenang-senanng dengan pria lain, eh?" Suara Zayn sangat dingin. Zayn merasa seperti kembali di masa lalu tapi disitusi dan perasaan yang berbeda.


Nana menggelengkan kepalanya cepat, "Maaf, kemaren aku hanya ingin keluar dari mansion. Mangkanya aku ikut bersama Herry kepenangkaran Kuda!"


"Pergi kepenangkaran kuda bersama herry, lalu berkuda bersama Alan, dan terakhir kau berpura-pura sakit agar bisa bercinta dengan alan diruang inap rumah sakit..Heh apa kau sudah menjadi wanita murahan sekarang?menjajakan tubuhmu keberbagai pria kaya?"


"Apa maksud mu?" Nana sungguh takut dengan aura Zayn.


"Cih kau masih bisa menyangkalnya?!apa kau mengira bahwa semua yang kau lakukan aku tidak tau?" Zayn mulai mendekati Nana. Nana melangkah mundur karna takut dengan aura Zayn.


"Kau masih mengingat ucapanku sebelum pergi kemarin kan!!jadi, apa kau bisa menerima konsekwensinya bila melanggarnya?"


"aku hanya_-"Nana tak bisa meneruskan ucapannya. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Rasanya takut dan perih.


"Bukankah sudah ku bilang jangan pernah dekat dengan pria lain hah?! Kau harus dapat pelajaran tidak hukuman!" Teriak Zayn. Menatap Nana dengan tatapan membunuh.


"Aw" Nana mengadah kesakitan karna cengkraman di rambut Nana sangat kencang. Rasanya rambutnya ingin rontok.


"Kenapa kau mengabaikan ucapanku! Kenapa?!" Bentak Zayn.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud unt_-Akhh.."Zayn menarik rambut Nana semakin kencang.


Zayn terus menjambak rambut Nana sekaligus menyeret wanita itu ke kamar mandi.


"Lepaskan!!tolong lepaskaan. Ini sangat sakit" pinta Nana tapi tak di perdulikan Zayn.


Mereka masuk didalam kamar mandi, Zayn bantingan pintu dengan sangat kencang dan mengunci pintunya.


Mendorong tubuh Nana kedinding dan menyalakan slower, Nana takut dengan amarah Zayn, ia terus saja menangis tanpa suara.


Zayn menciumnya dengan paksa dan kasar, ciuman itu turun hingga keleher jenjang Nana. Zayn menghentikan aksinya dan malah menatap Nana penuh Tanya, dia menarik Nana menghadap cermin menyingkap kerah baju rumah sakit yang dipakai Nana"Apa kau masih menyangkal bahwa kau tidak melakukannya bersama Alan?"


Nana memegang tanda merah dilehernya, ia tak tau apa yang dilakukan pria itu saat dia tidur tadi,"Ak-ku tidak tau"


"Kumohon percayalah padaku! aku tidak tau soal ini"Nana membalikkan tubuhnya menghadap Zayn dan menyakinkannya.


Tapi amarah sudah menguasai tubuh Zayn, ia merobek kasar baju Nana menyisakan celana panjang dan bra yang dipakainya.


Zayn menghisap dan menggigit bekas tanda merah dileher Nana, berusaha menghilangkan tanda itu.


"Aku tidak ingin dia menyentuhmu!apalagi membuat tanda ini ditubuhmu, Kau milikku dan akan tetap seperti itu!Hanya aku yang bisa melakukannya"


Tubuh keduanya tetap dibawah siraman air shower, Zayn sengaja melakukan hal itu,"Apa saja yang dia sentuh?"


Nana hanya menggeleng lemah, diapun tidak tau masalah itu, karena semenjak kejadian dirinya jatuh dari atas kuda, Nana belum bisa membuka matanya.


Nana memeluk tubuh basah Zayn dengan erat,"percayalah padaku, aku tidak tau kalau dia menyentuhku!Hiks..Dan perlu kau tau bahwa aku sangat mencintaimu!"aku Nana pada Zayn.

__ADS_1


Pelukan Nana mengendor saat Zayn hanya terdiam tanpa reaksi, Zayn menjauh dari Nana mengambil handuk  dan meletakkannya ditubuh basah Nana


"Kita teruskan diranjang"ucap Zayn melembut dan membimbing Nana keluar dari kamar mandi


Zayn memposisikan tubuh Nana diatas ranjang,melepas celananya yang basah dan mengambil handuk tebal dibahunya.


Dengan amarah yang semakin mereda, Zayn mencoba mengendalikan dirinya agar tidak bermain kasar pada Nana.


Dia memulai kembali aksinya dengan ******* lembut bibir Nana, terus turun keleher jenjang Nana mencium kembali bekas merah yang masih belum bisa hilang itu, Zayn mencoba menghilangkannya dengan ********** kasar, bahkan mengigitnya sampai mengeluarkan darah.


Kedua tangan Zayn bergerak Aktif meremas kedua gundukan Nana tanpa ampun, walaupun emosinya sekarang sudah mereda tapi Zayn masih melakakukannya dengar kasar, permainannya sangat menguras tenaga Nana. Karena itulah keistimewan Zayn dalam bercinta.


Puas dengan melakukannya. Tubuh Zayn bergerak turun tak sabar, "Apa ini??"Zayn mengusap perut Nana sekilas memastikannya lalu bangkit dari posisinya dengan menataap Nana tajam.


"Dia juga membuka bajumu?dia memberimu kissmark disini??kau tak mencegahnya"


Wajah Zayn kembali memerah menatap murka Nana yang bingung,"sungguh akuu tidak tau!"


Zayn merasa tak suka jika milikknya di sentuh pria lain,"Aku yakin sekarang, bahwa kau benar-benar seorang ******!!yang menjajakan tubuhmu saat aku tidak bersamamu"


Tangis pilu Nana kembali membasahi pipinya, ia tak mampu membantahnya.


"Bukankan sudah ku ingatkan berulangkali!! jangan dekat-dekat dengan pria lain!KAU MELANGGAR SEMUA UCAPANKU!" Zayn mencengkram tangan Nana kuat, mengangkatnya bangkit dari tidurnya.


Zayn melihat intens tubuh Nana dari atas sampai bawah, "Mana lagi, mana yang dia sentuh??"


"Aku ti-dak tau. Aku tidak sadar saat itu"


Plaak..


"Aku akan menghilangkannya... iyaa dia tak boleh hadir didunia" dengan cepat Zayn menghempaskan tubuh Nana kembali berbaring diatas ranjang lalu mengambil satu butir obat perangsang dan pelumas miliknya.


Zayn menyodorkan obat itu pada Nana menyuruhnya menelan tanpa perpikir panjang.


Dan mengoleskan pelumas pada juniornya, otaknya sudah tak berfungsi, Zayn memulai aksinya sangat kasar bahkan sebelum obat itu bereaksi pada tubuh Nana.


"Ahhh..stt..saak-kiit hiks..hiks!"jerit Nana saat Zayn memasukinya tanpa pemanasan.


Tusukan demi tusukan yang diberikan olehnya seakan seperti duri yang menyakiti tubuh Nana tanpa belas kasihan.


Obat itu mulai berekasi, Nana mendesah tak karuan kedua tangannya meremas sendiri kedua bukit kembarnya, karena kedua tangan Zayn masih setia mengangkat kaki Nana melebar.


Suara desahan Nana mulai mengeras menggema diseluruh kamar, dia berusaha menatahannya dengan menggigit bibir bawahnya tapi nyatanya itu tidak bertahan lama, desahannya kembali menguasai tubuhnya.


Zayn mencabut miliknya, mengambil toys didalam laci lalu memasukkannya didalam lubang merah Nana yang sudah becak tadi, tangan Nana menghalanginya sebagai penolakan. Tanpa memperdulikan Penolakan Nana, Zayn menghempaskan tangannya kasar dan memasukkannya paksa.


Akhhh...


Setelah benda itu masuk. Zayn kembali berulah lagi. Nana tak abis pikir bahwa Zayn mencoba memasukinya dengan juniornya kembali saat benda itu masih berputar disana.


Akh..Sial!

__ADS_1


gagal zayn tak bisa memasukinya, lubangnya terlalu sempit menerima dua benda panjang.


Tapi Zayn masih memaksa memasukinya, dia kembali mengambil pelumasnya mengoleskannya lebih banyak dan kembali mencoba memasuki lubang Nana.


Kali ini berhasil. Tubuh Nana kaku menerimanya ia hanya bisa menurut. Mulutnya menganga matanya terpejam menahan sakit yang teramat menyiksa..


Zayn menggerakkan benda itu seirama dengan miliknya. Menatap wajah Nana, sekilas kejadian kemarin datang menghampiri pikiran Zayn ....Aku seorang maeshophilia dan aku menyukai istrimuu...


Bedebah sialan..


Zayn menarik kedua benda itu berbarengan, mengambil satu botol obat kuat dan meminumnya tuntas. kemudian kembali menerjang Nana dengan gerakan kasar, gerakan itu sangat kasar lebih kasar dari sebelumnya.


Nana menggeleng tak karuan menahan sakitnya, tangisnya sekarang bersuara tak bisa tertahan lagi. Zayn menggila dia tak menghiraukan tangisan Nana.


Akkhhhhhh..sakiiiitt


Nana memegang perutnya yang teramat sakit, Zayn masih belum memperdulikannya dia masih terus melakukannya tanpa peduli


"Sakiiit..haahhhh sakiit"


Tersadar bahwa ada sesuatu yang mengalir bibawah sana, Zayn melepas penyatuannya. Darah segar mengalir begitu desar keluar dari lubang Nana.


Tubuh Nana meringkuk menahan sakit diperutnya, jeritannya semakin keras. Zayn menjauh darinya, darah itu membanjiri seprei putihnya bahkan sampai menetes kelantai.


"..Ibu dan bayi tidak selamat..


Kami tak bisa menyelamat keduanya, pilihan itu tidak membantu menyelamatkan nyawa kakak anda.."


Tangan Zayn mengambil jaket dan celana jenasnya yang menggantung disamping lemari, memakainya lalu pergi meninggalkan Nana yang masih kesakitan.


Zayn menuruni tangga dengan tangannya yang masih terkena darah Nana. Meridith mengetahui itu dia memandang Zayn tak biasa.


"Kenapa wajah tuan nampak sangat gelisah ...apa yang sebenarnya terjadi?"


Akhh...sakiiit!


Suara Nana terdengar hingga telinga meridith, dengan segera Meridith menaki tangga mencari tau apa yang terjadi.


Nana meringkuk membolak balikkan tubuhnya menahan sakit diperutnya.


"Astaga nyonyaa..."


.


.


.


🌹TBC🌹


Dasar tak punya prikemanusiaan Zayn ituu🤣

__ADS_1


Jangan baper ya genk cuma fiksi..didunia nyata gak ada mungkin😇moga ada gak ada


JANGAN LUPA VOTE LIKE COMENT...


__ADS_2