
######
AUTHOR POV
Zayn pulang dari kantornya dengan keadaan yang kurang baik, terlihat dari wajah lelahnya, masalah yang harus dia tanggung begitu banyak, seakan beban hidupnya tak menyusut bahkan terus bertambah.
Herry membukaan pintu mobil mempersilahkan Zayn keluar dari dalam mobil.
"Herry!!"ucapnya dengan nada rendah.
..apapun keadaannya jangan pernah libatkan Natasya didalamnya!"
"Baik tuan"tegas Herry pada Zayn
Zayn berjalan kemansionnya dengan membuka jas yang dipakainya, melepas dasi yang sudah longgar sebelumnya, membuka 3buah kancing atas kemejanya juga kancing lengan kemeja dan mengguling keatas sampai siku.
Dirinya lelah hari ini, dan harapannya saat melangkahkan kaki jenjangnya kekamar akan mendapati istrinya yang sudah mulai berani liar padanya.
Seulas senyum tipis tercetak samar diwajahnya, senyuman yang hampir tak terlihat tapi baginya senyuman itu adalah senyuman tulus miliknya.
Langkah Zayn terhenti saat Meridith datang kepadanya, "Tuan ..apa anda ingin saya buatkan kopi atau teh lemon?" tanya meridith pada tuannya dengan sopan menundukkan kepalanya.
"Tak perlu meridith. Aku akan memintanya pada wanita itu nanti.."jawabnya dengan melanjutkan langkah kakinya.
"Tapi nyonya belum pulang tuan"mendengar kalimat yang baru diucapkan Meridith padanya, sontak sorot mata Zayn mendadak berubah menatap tajam pada kepala pelayan itu.
"Apa dia belum kembali?"ujar Zayn memastikan
"Belum tuan."jawab singat meridith padanya.
"Jadi wanita itu mengabaikan perkataanku tadi pagi.."ucapnya dalam hatinya sendiri.
Malam ini hujan turun dengan begitu deras, Zayn jengah menunggu kepulangan Nana, dirinya sudah duduk diruang tamu lebih satu jam, bahkan Zayn telah menghabiskan 3puntung rokok untuk menenangkan suasana hatinya saat ini.
Tak kunjung melihat kedatangan Nana, Zayn memutuskan bangkit dari duduknya, mengambil kunci mobil yang tergeletak diatas meja, berniat menjemput Nana ia tak ingin wanita itu menyusahkannya nanti kalau sampai dia sakit sebab terjebak hujan.
Tanggannya yang memegang knop pintu terhenti saat deru motor terdengar didepan masionnya, Zayn menyipitkan matanya melihat sosok wanita yang turun dari atas motor itu.
Nana berjalan pelan memasuki masion dengan baju basah kuyup, langkahnya terhenti saat dia melihat suaminya terdiam menatap lurus kearahnya dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya,
terlihat jelas mata tajam tak bersahabat Zayn kearah Nana.
"Apa kau tak mengingat ucapanku tadi pagi?"Zayn berjalan kearah Nana, refleks Nana mundur kebelakang menjauhkan dirinya.
"Maafkan aku!! tad-di aku hanya.." jawab Nana terpotong
__ADS_1
"Apa berkataanku tadi pagi kurang jelas!!" ucap Zayn kemudian dengan penuh penekanan, Nana menelan ludahku kasar ia begitu takut melihat Zayn seperti ini.
Jarak Nana dengan Zayn semakin dekat karena sudah tidak ada jalan bagi Nana untuk menghindari Zayn sebab terhalang tembok.
"Aku akan memberimu pelajaran atas apa yang sudah kau perbuat hari ini!!"
"Awhh..."dengan cepat Zayn mencengkram dan menarik pergelangan tangan Nana kasar, menuju kekamar atas milik mereka, Nana terseret tak bisa mengimbangi langkah kaki jenjang milik Zayn.
"Tol-loong lepaskan tangankuu..inii menyakitkan sakit!!"Nana mengadu kesakitan dengan terus berusaha melepas tangan Zayn yang mengcengkram satu tangannya.
Zayn membuka pintu kamar dengan kasar dan menutupnya dengan cara yang sama, sedangkan Nana terus saja mengeluarkan air matanya takut dengan keadaan saat ini.
Zayn menekan tubuh Nana pada pintu kayu kamar dengan kerasnya."apa ini alasanmu meminta kuliah lagi?"tanya Zayn dengan penuh amarah, kedua tangannya digunakan mengunci pergerakan Nana.
"Kau pergi dengan seorang pria tanpa sepengetahuanku.
..Kau menjajakan tubuhmu pada pria itu? "tidak ada sautan dari Nana dirinya hanya mampu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Zayn mengapit kedua pipi Nana dengan satu tangannya cukup keras, bahkan Nana sampai merasakan kedua pipinya tertancap digiginya sendiri.
"Kau benar-benar murahan!!"ucap Zayn dengan menghempaskan tangannya yang memegang kedua pipi Nana, Nana jatuh tersungkur kelantai kakinya seakan tak sanggup untuk berdiri lagi.
"Percayalah padaku..itu tidak seperti yang kau lihat"ucap Nana disela tangisannya.
Pyaaarrr...
Suara vas bunya pecah menggema didalam kamar tidur, menambah hawa seram pada tubuh Nana.
"Jawab pertanyaanku..apa pria itu yang kemarin datang kemansionku?"tanya zayn dengan mengangkat tubuh Nana berdiri.
Nana mengangguk lemah, dia tak mampu menjawabnya dengan kata-kata,"Murahan. Dasar Jlang!!"ucap Zayn mendorong tubuh Nana kebelakang.
Bukan maksud Zayn untuk mendorong Nana sekencang itu. Namun, tenaga pria itu menyatu dengan kemarahan sukses membuat Nana mundur beberapa langkah ke belakang. Sepatu flat shoes yang dipakainya terlepas mengakibatkan telapak kaki kanan Nana mengenai pecahan Vas bunga dari kaca yang berada di lantai.
"Awh... Shh." Ringis Nana sambil menundukkan padangan dan melihat kaki kanannya sudah terkena banyak pecahan.
Namun Zayn tidak peduli. Dia hanya menatap Nana datar. "Dasar wanita tak tau diuntung!!kau berbohong padaku, untuk bisa kencan dengan pria bodoh itu!!kau mau aku menyiksamu lagi Hah??Murahan!"
Nana merasa seluruh tubuhnya hancur. Kakinya sakit, begitupun dengan mentalnya yang sakit. Disebut ****** oleh suaminya sendiri dan difitnah.
"Wanita sepertimu_-"
"Ku mohon berhentilah! Kaki dan hatiku benar-benar sakit. Aku bukan boneka yang tidak akan sakit saat kau mencabik-cabiknya sedemikian rupa. Aku punya perasaan. Sungguh." Potong Nana sambil terisak.
Seakan tak mendengarkan ucapan Nana tadi, Zayn malah mengangkat tubuh Nana dan menghempaskannya keranjangnya, membuka pakaian yang melekat ditubuhnya bersiap memulai aksi liarnya,berulang kali Nana menggelengkan kepalanya ia benar-benar takut Zayn hilang kendali, Nana berusaha bangkit dari posisi terlentangnya tapi..
__ADS_1
PLAAK!
sebuah tamparan keras mendatar dipipi kiri mulusnya, "Diam!!"satu kata keluar dari mulut Zayn membuat Nana tak bisa berkutik lagi, hanya air mata yang keluar deras mengaliri wajah cantiknya.
"Balas aku!!" Perintah Zayn padanya.
"toloong hen-tikkan ....ini menyakitkan hiks..hiks.."Nana memelas padanya dia sudah tak mampu membuka matanya lagi, tidak ada ******* keluar dari mulutnya hanya suara rintihan juga suara sesenggukan yang keluar.
Selanjutnya Zayn melakukan tindakan yang sulit dideskripsikan. Yang jelas Nana rasa malam ini adalah malam yang tak dapat dilupakannya. Menjadi wanita lemah merupakan takdir yang tak bisa dielak, Nana tak dapat mengubahnya dan sepertinya akan seperti itu sampai akhir hidupnya.
Dengan menahan dan mencoba kuat. Tapi Cukup!Nana sudah tak tahan dengan semua ini. Pandangannya kabur dan gelap saat menahan rasa sakit yang menjalar ditubuhnya.
******
Pagi sudah datang Zayn keluar dari tempat kerjanya, semalam dirinya tak tidur setelah apa yang dilakukannya pada istrinya.
Setelah mendapat ******* pertamanya Zayn memutuskan keluar dari kamar meninggalkan Nana yang menggenaskan, Zayn menempati tempat kerjanya dan bermalam disana. Tapi matanya tidak bisa terpejam mengingat masalah yang dihadapinya akhir-akhir ini ditambah perbuatan Nana yang semakin membuatnya hilang kendali.
Setelan jas warna navy melekat ditubuh Zayn dengan rapi, dirinya bersiap berangkat kekantor, "Ini sarapannya tuan" meridith datang dengan membawakan salad sayur kesukaan Zayn.
"Aku tak ingin makan!"ucap Zayn singkat.
..Meridith.."
"Iya tuan"
"Ini ..datanglah kekamarku dan obati lukanya"Perintah Zayn dengan memberikan kotak obat pada Meridith
..Dan ini pastikan dia meminum obat ini satelahnya!"Zayn menyerahkan satu botol obat pada meridith yang disimpannya disaku dalam jasnya.
"Baik tuan"
.
.
.
🌹TBC🌹
Jangan lupa Vote Like dan Coment sebagai bentuk support kalian pada author..
jadi part ini adalah part yang paling agsjjshdksksksk!!
1349 jadi 1120 kata. Terus ditolak padahal itu part paling serunya. Tapi tak apa semoga selanjutnya review pihak pusat lebih longgar pada karyaku😌
__ADS_1