
.
.
.
(Anggap saja gaunnya yang kemarin yaa😂)
Nana sangat cantik dengan balutan gaun pemberian Zayn, dengan tambahan makeup diwajah membuat mata Zayn menganberkedip menatap kenampilan Nana malam ini.
"Kau sangat cantik"lirihnya Zayn dengan terus menatap Nana dari ujung rambut sampai kaki.
"Kau yakin tak apa-apa??apa perlu kita kedokter dulu?"
"Tidak perlu. Aku sudah semakin sehat..aku juga ingin segera berangkat kesana."
"Baiklah. Ayo!"
Keduanya telah sampai ditempat acara,semua pasang mata tertuju pada mereka, bak raja dan ratu yang sedang menyapa rakyatnya. Zayn membalas satu persatu sapaan dari mereka dengan anggukan dan seulas senyum tipis begitupun dengan Nana, seorang Raka Zayn terkenal mempunyai sifat ramah dikalangan rekan bisnisnya hal itu sangat bertolak belakang dengan sifatnya pada seseorang terdekatnya.
"Selamat datang dipesta kecil-kecilan saya pak"sapa Tuan Erik dengan senyum mengembang dan menjabat tangan Zayn.
"Ah..ini pesta yang cukup besar,saya bersyukur anda mengundang saya"jawab rendah Zayn
"Ini..istri anda pak?"tanya nyonya Erik
"Iya."
"Natasya..
..Rena"jawab nyonya erik dengan menerima uluran tangan Nana.
..Anda sangat cantik nyonya, ternyata rumor itu benar!tuan Zayn sangat beruntung punya istri secantik dirimu"
"Hehe..anda terlalu berlebihan memuji istri saya nyonya."
"Tidak. Itu tidak berlebihan. Itu memang fakta.
Ehmm apa boleh saya ajak istri anda bergabung bersama teman-teman saya tuan?"
"Tentu..
Nana berjalan dengan tangan yang digandeng nyonya erik menjauh dari mereka," tunggu nyonya!istri saya sedang tak enak badan, jangan kasih dia minuman alkohol ya"cegah Zayn sebelum melangkahkan kaki lebih jauh
"Tentu.saya akan memastikan itu"
"Terimakasih"
Bersama rekan bisnisnya Zayn berkumpul dipinggir tempat penyajian berbagai macan jenis vodka, tentu ditangan Zayn terdapat satu gelas minuman haram itu,
"Hm." Jawab Zayn entah pada siapapun yang bertanya barusan. Mata Zayn tak mau mengalihkan perhatiannya pada Nana.
"Kau.
Kenapa kau bisa disini?" Zayn memalingkan tatapannya ketika seseorang berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Kau lupa kalau aku juga seorang pengusaha..
Tadinya aku tak ingin datang keacara murahan ini. Tapi setelah kupikir-pikir kenapa tidak, aku yakin Erik akan mengundangmu dan tentunya,,,Kau akan mengajak istrimu kemari.
Dan ternyata..dugaanku benar!"rahang Zayn mulai mengeras mendengar pernyataan Alan, Zayn membuang wajahnya kesembarang arah dan menghembuskan nafasnya kasar
"Ehm..ngomong-ngomong bagaimana kabar vellerie. Apa dia baik?"
Zayn malas menjawab. Dia hanya melirik sekilas pada Alan yang bertanya padanya. Zayn kembali mengalihkan perhatiannya pada Nana dan mengabaikan ocehan Alan.
"Kenapa kau terus memelototinya? Dia tidak akan menghilang tiba-tiba
Zayn kembali menatap Alan sengit,"Natasya sakit." Jawab singkatnya.
Jawaban yang sukses membuat Alan diam-diam melirik kearah Zayn. Zayn sendiri hanya diam dan membuka matanya lebar-lebar hanya untuk menatap setiap pergerakan Nana.
"Ya kau benar..sepertinya dia sering sakit karena ulah suaminya"
"Ngomong-ngomong..Apa kau mengetahui sesuatu kesukaan istrimu?"
"Tidak." Jawab Zayn singkat.
"Kau tahu? Wanita itu sepertinya sangat mengetahui apapun tentangmu.
...Ck!!Bagaimana denganmu? Kau bahkan tak mengetahui apapun tentang istrimu?suami maçam apa itu?"
Mendapat ejekan dari Alan,lagi dan lagi Zayn hanya diam sambil menatap lurus pada Nana.
"Tapi aku tahu apa yang dia tidak suka." Kata Zayn kemudian "Dia benci rokok dan alkohol. Dia akan menjauh dariku kalau sampai tubuhku terkena bau dua benda itu. Dia juga benci gelap. Dia akan cemas bila hujan deras disertai petir. Dia benci Parfurm dengan bau menyengat. Dia benci warna merah.Dan lain-lain setidaknya aku akan menghindari semua hal yang dibenci dirinya"
"Waah..aku tak menyangka kau bisa memberitauku masalah itu..kau benar tidak harus mencari apa yang dia suka. Tapi menghindari apa yang dia benci.
"Jangan pernah mengusik kehidupanku lagi!!"tegas Zayn dengan tangan mengepal kuat menatap sengit Alan
Tatapan tajam Zayn pudar karena seseorang memegang pundak kirinya tiba-tiba,"Ronald!Kau kesini??"
"Saya teman Gavin putra tuan Erik.mangkanya saya diundang dipesta ini."
"Kau berteman dengan Gavin??"
"Iya tuan. Dia juga salah satu anak buah berprestasi anda."
Zayn nampak sedikit terkejut mendengar perkataan Ronald tadi, Gavin menjadi salah satu anak buahnya. Memang Zayn tidak pernah tau seluk beluk anak buahnya dia mempercayai Herry atau bahkan Ronald sendiri yang akan mencari seseorang untuk dijadikan abdi pada dirinya, "siapa yang mengangkatnya?"
"Herry."
Senyum masam Zayn menghiasi wajahnya,"Dia sudah berani bertindak sesuai keinginannya"
"Hai Ronald senang bertemu dengan mu" Alan membuyarkan lamunan Zayn
"Bagaimana kiriman barang gelap kalian??lancar?
..aku kira kau akan jatuh miskin setelah apa sudah keperbuat pada keluargamu. Sayangnya dugaanku salah, kau masih bisa bertahan hidup dari harta wasiat Erick Rathensy!
"Aku tak bisa jatuh miskin. hartaku sudah sangat melimpah sekarang. Camkan itu!"
"Kau bangga dengan harta pemberian?"
__ADS_1
"Tentu. Aku jauh lebih bangga karna hartaku bukan hasil rampasan paksa. Seperti harta yang kau punya dengan merampas semua aset harta dari keluargaku"kata Zayn dengan menunjuk kasar Dada Alan.
"Hahahah!kau masih mengingat itu! Keluargamu memang sangat bodoh. Terutama Daddymu dan kakakmu yang begitu mudahnya mencintai seorang pria tanpa syarat"
"Hah!!dan aku tidak bodoh seperti Daddy dan kakakku yang mampu kau bodohi..Tunggu. apa kau mau merebut harta yang kupunyai sekarang?"tanya Zayn dengan sombongnya.
....Dengarkan aku Alan Roxanne kau berdiri diatas daerah kekuasaanku. Negara ini bukan wilayahmu. Kau akan mati dalam sekejap hanya dengan aku mengacungkan tanganku keatas. Jadi jangan coba-coba bertindak sesukamu disini!!"
"Ck!!..aku tau hartamu, wilayahmu , anak buahmu, koneksimu, dan senjatamu sudah sangat banyak... Jay!!Dan aku sudah tak tertarik lagi dengan semua itu. Hartaku juga tidak akan pernah habis hingga 10 turunan. Tapi keinginanku masih tetap sama seperti dulu!! Memiliki apa yang kau miliki"
Zayn tertawa sinis. Dia menatap lekat pada Alan dan kemudian menatap Ranold. "Kau mau mencoba mengulangi perbuatanmu dulu padaku tuan Alan Roxanne!Ckkk. Tapi sepertinya keinginanmu itu hanya ilusimu saja saat ini. Karena aku akan membalik semua perbuatanmu padaku dulu."
"Ohh..kau mencoba menakutiku..
Ku rasa itu tidak akan mempan karena sekarang istrimu lebih terbuka padaku..hahahah"
"Apa kau telah menemuinya dibelakangku?"
"Ya. Dan perlu ku katakan bahwa aku menyukai adik kecilku." Kata Alan sambil mendengus sinis. "Kau tahu betapa lucunya ini? Aku menginginkan Natasya apa lagi saat dalam keadaan seperti ini, Aku beruntung datang tepat pada waktunya.
...Hahahah..Ehm..kau tau!ku rasa dia sedang hamil saat ini .....Dia amat begitu cantik saat hamil"
"Jangan sok jadi peramal murahan!!"
"Perlu ku ingatkan kembali bahwa aku seorang meishophilia.. aku tau benar wanita yang sedang mengandung, Walau hanya menatapnya dari kejauhan.
Dan sepertinya aku mendapat mangsa sangat tepat lagi kali ini".
Alan terkekeh sumbang. " Aku ingin membawanya kabur saat ini juga."
Rahang Zayn mengeras kuat. Dia mengepalkan tangannya yang bergetar karena amarah yang menguasainya. Tiap-tiap kata dari Alan mampu membuat Zayn makin tajam menatap Alan.
"Jadi, jangan sekali-kali mengancam diriku!!Aku bisa membuat hidupmu lebih sengsara dari yang sebelumnya"ucal Alan.
Zayn tak dapat menahan perasaannya. Dia tidak dapat berpikir apapun lagi. Jadi, tanpa memikirkan jika ini adalah pesta penting rekan bisnisnya, Zayn menerjang Alan dan memukulinya dengan membabi buta.
Alan tentu tidak tinggal diam. Dia balas memukuli Zayn sama kencangnya. Mereka bergulat di lantai dengan Ronald yang kewalahan menangani keduanya.
"Tuan.hentikan!! Nyonya Nastya pingsan"teriakan keras Ronald mampu menghentikan pertikaian keduanya.
Zayn berdiri dan berlari cepat untuk menghampiri Nana. Dia mengambil alih tubuh Nana dan berlari cepat ke arah mobil. "Tidak, tidak. Jangan bercanda. Ini sungguh tidak lucu." Katanya panik.
Namun Nana tetap menutup matanya. Wajahnya terlihat pucat dengan keringat yang mengalir dari keningnya.
Zayn ingin menulikan telinganya saat itu. Ketika dokter di depannya berbicara panjang lebar dan mengatakan: "Selamat, Tuan. Nyonya Natasya sedang mengandung."
Dengan tangan yang menopang di tembok, Zayn menatap dokter tersebut dengan tajam. "Dokter, apa kau bisa merahasiakan ini?"
.
.
.
🌹TBC🌹
Karena tak update semingguan ya mungkin jadi langsung update double..
__ADS_1
Jangan lupa dukungan kalian dengan menglike coment dan Vote♥️