
Alsyad menyantap lahap makanan yang diberikan Rayna untuknya, makan tak mewah tapi cukup membuatnya kenyang.
"Makanan sisa ternyata juga enak yaa"ucap Alsyad karena makanan yang diberikan Rayna padanya memang sisa makanan didapur restaurand. Mendapat makanan sisa dari restaurand adalah suatu keberuntungan bagi Rayna, tak jarang ia tak makan seharian demi membelikan makanan untuk keluarganya dirumah.
"Itu bukan sisa.. itu namanya makanan lebih!kan belum disentuh mulut manusia"bantah Rayna
"Hahah...ia juga sih..emang lo bawa makanan banyak?"
"Iya. Kebetulan restorand tutup awal hari ini soalnya ada yang nyewa besok. Tadi aku pulang belakangan jadi dapet makanan banyak deeh"
"Waah strategi yang bagus"
"Hahah iya doong"tawa lepas mereka diatas tumpukan ban bekas.
"Oh iya Al. Lo bisa hubungin Nana gak. Soalnya akhir akhir ini gue jarang banget temu dia, chat gue gak pernah dibaca soalnya. Kata Yuna juga Nana karang masuk kuliah"
"Sama. Dikekang suami kali! Setelah jalan sama gue dulu, Nana kayaknya ngehindar gitu sama gue! Gak tau deh apa alasannya"ujar Alsyad sambil terus menyantap makanannya.
"Lo masih suka sama dia??"ucap pelan Rayna dengan hati-hati
Alsyad menghentikan suapannya menatap Rayna sekilas lalu menghembuskan nafasnya kasar, "Perasaan gue masih sama. Gak ada yang berubah sampai detik ini" Aku Alsyad dengan Rayna yang mengdengarkannya, hanya mampu mentap sedih sahabatnya dengan mengelus tangan Alsyad lembut sebagai penenang.
_____________________
VELLERIA POV👩🦰
Hari kebahagiaanku tepat dihari ini. Hari Rabu, karena jatah libur menjadi seorang penghibur malam.
Aku sengaja berpakaian tertutup tak seperti biasanya. Karena aku hanya ingin menikmati malam ini dengan alkohol dan dentuman musik. Sesampainya aku di club, aku menemukan Madan Pretty berdiri di pintu masuk Club dengan menatap tajam kearahku.
"Kenapa madam berdiri disitu?.. nunggu jemputan gak gitu juga kali!"
"Aku sedang menunggumu bodoh!" Pekik madam Pretty ketus
"Menungguku??kenapa emang?bukannya uang setor sudah ditransfer?"
"Ada pelanggan menyawa dirimu"
"Aku kan libur bilang saja aku ngak ada jatah malam ini"aku berlalu memasukki
"Heh!!apa kau tak mau bayaran tiga kali lipat dari biasanya."
Mendengar teriakan Madam pretty aku langsung menghentikan langkah kakiku"tiga kali lipat??"tanyaku memastikan
"Iya"
"Tapi madam.."
"Tidak ada tapi - tapi an! Jangan sampai gara-gara kau, aku menjadi kehilangan pelanggan ku! Lagii pula ini kesempatan besar untukmu mendapat bayaran luar biasa. Atau kau mau gaji mu aku potong setengah nya? Gara-gara kau menolak tawarannya. Bayaran sebesar itu akan menguntungkan tiga belah pihak. Kau, aku dan dia. Jadi sekarang, kembali lah bekerja. Temuilah pria yang sedang duduk di sofa itu. Dia menunggu mu sedari tadi" ucap madam sembari menunjuk pria memakai jas yang tengah duduk di sofa tersebut.
Sepertinya aku kenal pria itu?
Aku memicingkan mataku mencoba untuk melihat lebih jelas sosok pria itu
Oh tuhan, apakah dia Alan? Benarkah? Jangan bilang, dia lah yang menunggu ku?
"Vellerie! Apa kau tuli? Cepat hampiri pria itu. Dia lah pelanggan mu. Dan bersikap lah lembut kepadanya. Dia telah membayar mahal untukmu" ujar madam Pretty padaku.
Aku pun mendatangi Alan dengan ragu. Alan melihat ku intens dari atas hingga ke bawah.
"Cih, kenapa pakaian mu sangat tertutup? Bukan kah kau pelac*r? Aku telah membayar mu mahal, bukan untuk melihat mu seperti ini" pekiknya
"Haruskah aku berpakaian sexy di hadapan mu, sayang?" Tanya ku yang mulai menggodanya
"Ya! Karna aku mengingkan mu malam ini"
__ADS_1
"Oh ya?"
"Kau masih sama Vel. Selalu memulainya langsung." Aku tersenyum lebar dengan tanganku yang bergerak aktif membelai dada bidang nya.
Kemudian Alan mulai mendekat kan wajah nya ke arah ku. Aku mengecup bibirnya singkat dan langsung mendorong tubuh nya menjauh. Terlihat raut wajah Alan bingung.
Aku hanya tersenyum dan mulai merobek dress ku yang semula tertutup, kini terlihat seperti hot dress mini. Dengan tanpa lengan dan sangat ketat. Sehingga lekukan tubuh ku terlihat dengan jelas.
"Kau..." ucap nya terhenti yang terus tetap menatap ku. Aku mengerutkan kening bingung.
"Ikutlah ke apartemen ku" Alan pun langsung menarik tangan ku keluar dari club dan membuka kan pintu mobil nya untukku.
"Tidak bisakah kita di club saja?" Tanya ku khawatir, jika madam bisa saja marah lagi karna aku pergi dari club.
"Akan aku urus semuanya. Sekarang, cepatlah masuk" ujar nya yang menyuruh ku masuk ke dalam mobil nya. Aku masih terdiam, dan menggigit bibir ku bingung.
"Vellerie, tidak percaya kah kau kepadaku? Tenang saja, akan aku urus semuanya dengan majikan mu. Kau tak perlu khawatir. Lagi pula aku telah membayar mu mahal, dan tidak akan ku sia-sia kan kau kali ini" ujar nya yang mulai meyakinkan ku.
"Baiklah" ucap ku dan langsung memasuki mobil nya. Alan tersenyum kepadaku. Kemudian, ia menjalankan mobil nya. Ia tampak serius ketika menyetir.
"Apakah tidak apa-apa jika aku ke apartemen mu?"
"Tidak" jawaban singkat dan tetap fokus menyetir
"Kau tinggal sendiri di apartemen mu?" Tanya ku lagi mencoba mencairkan suasana.
"Iya" ekspresi wajah yang ia tunjukkan tetap sama. Ia pun tidak menoleh ke arahku sama sekali.
Aku menghela nafas sebal.
Aku paling tidak suka jika tidak di hiraukan seperti ini. Dengan wajah badmood aku menatap ke arah luar jendela.
"Turun lah. Kita sudah sampai"
"Sudah sampai? Ini kah apartemen mu? Lebih kecil dari apartemenku! Apa kau bangkrut sekerang??" Tanya ku
"Kau kau tidak betah kenapa harus disini??"
"Jangan banyak bicara!! Cepat turun!!"
Aku keluar dari mobil dan berjalan di belakang mengikuti Alan
"Jangan berjalan di belakang ku, sayang" ucap nya yang langsung meraih pinggang ku untuk berjalan di sampingnya.
"Jika ada yang melihat kita, bagaimana? Aku akan di anggap sebagai kekasih mu nanti nya"
"Kau ini terlalu paranoid! Bodoh!" Pekik nya
"Apa? Aku ini tidak bodoh dan aku.."
"Masuk lah" ucap nya sembari membuka kan pintu apartemen nya untukku. Aku pun masuk ke dalam dan melihat lihat sekeliling.
"Wow! Walau kelihatannya tidak terlalu luas tapi design apartemen mu sangat modern."Alan hanya memandang ku dengan wajah flat.
"Kau ini banyak bicara" ucap nya dingin.
"..baiklah baiklah aku akan diam saja, kau ini sangat sensitif sekali."
"Duduklah, kau mau minum apa? Akan aku ambilkan untukmu" tanya nya yang kali ini agak lembut.
"Tidak ada kah wine? Aku sangat haus"
"Baiklah, kau tunggu di sini" ucap nya dan langsung beralih ke dapur. Kali ini, aku tengah duduk terdiam di sofa nya. Melihat lihat kembali ke sekeliling apartemen ini.
....Sangat disayangkan sifatnya yang terlalu serakah membuatnya kesepian..lirih Vellerie didalam hatinya.
__ADS_1
"Kau sedang melamun.. ingin memiliki apartementku kan"
"Ck!! Aku tak sudi menempati apartement darii uang hasil rampasan paksa"
"Dan kau mencari uang dengan melakukan hal rendahan! Ku rasa tindakkanku dan tindakkanmu sama saja..
Ini, minum lah" ucap nya yang menyodorkan ku segelas wine.
"Tentu berbeda..aku membuat mereka bahagia setelahnya.. tapi kau membuat mereka menderita setelahnya"aku meminum wine darinya.
"Cherss.." ucapnya.
"Sebenarnya kau membawa ku kesini untuk apa?" Tanya ku selagi meneguk wine ku.
"Untuk apa? Tentu menemaniku tidur, .." ucap nya dengan menyunggingkan senyum andalannya. Kemudian Alan mendekat ke arah ku.
Baiklah, aku tidak ingin mengecewakannya. Karna ia telah membayarku mahal.
Ku rangkul kan tangan ku di bahu nya.
"Apa yang harus aku lakukan malam ini untuk mu?"
"Lakukan sesuai apa yang aku perintah, ****" ucap Alan yang langsung menggendong ku ke dalam kamar nya. Kemudian, di hempaskannya tubuh ku di atas ranjang king size nya.
AUTHOR POV
"Kau akan memulai nya dari mana, honey?" tanya Vellerie menggoda.
Dengan penuh nafsu, Alan menciumi bibir Vellerie dengan kasar dan melmtnya yang langsung di respond oleh Vellerie.
Di remas-remasnya rambut Alan untuk semakin memperdalam ciuman mereka yang mulai memanas saat ini. Tangan Alan pun tidak tinggal diam, ia mulai meremas-remas kasar pula bukit kembar Vellerie. Vellerie mengerang menikmatinya.
"Please..Alan, fck me now! Aku sudah tidak tahan nghh.." erang Vellerie.
"Terlalu cepat sayang.." ujar Alan yang langsung merobek dress jessica hingga seluruh nya.
"Opss, aku terlalu bersemangat rupanya" ucap Alan yang langsung tertawa.
"Kau! Aku akan memakai baju apa nanti?"
"Berisik!" Ujar Alan yang langsung menciumi Vellerie kembali dengan nafsu. Ciuman Alan pun turun hingga kekedua bukit Vellerie. Di hisap nya kuat hingga menimbulkan bekas merah disana.
"Baiklah, aku akan langsung memasuki mu" dengan segera Alan membuka celana nya dan terlihat lah junior yang sudah mulai menegang. Di masukkannya langsung dengan sekali hentakan yang membuat Vellerie berteriak kesakitan.
"Cih, dasar jlng" ejek Alan dengan langsung menggenjot Kasar Vellerie kuat.
"Akhh...nghhh.." rancau Vellerie. Nafsu Alan semakin menjadi jadi dan semakin cepat.
"Aaaakhhh..." ucap mereka berdua yang akhirnya mencapai puncak nya bersama.
Alan pun menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua.
"Good night sayang.." ucap Alan yang kemudian tertidur tanpa melepaskan persetbuhan mereka.
.
.
🌹TBC🌹
Kalian pilih mana nih Alan sama Velleria atau sama Natasya..
__ADS_1