
.
.
.
"Kenapa kau melirikku seperti itu??apa kau merindukan sentuhanku? Ah tidak. Jangan sekarang, kata dokter kau perlu istirahat"goda Zayn saat Nana menatap intens dirinya
"Ckk! Dasar pria batu."ucap Nana kemudian memalingkan wajahnya kesembarang arah
"Makanlah dulu Meridith membuatkanmu bubur"
"Tidak."
"Kenapa??"
"Aku tidak selera memakannya karena wajah batumu itu!"kesal Nana melirik tajam kearah Zayn.
"Hah?? Wajah batu? Bukankah wajahku sangat tampan? Semua wanita selalu memuji wajahku.."
"Mungkin wanita itu buta!"Nana menggeser tubuhnya menjauh dari jangkauan Zayn
"Kenapa kau marah?"
"Siapa yang marah?"
"Baiklah.. kalau kau muak dengan wajahku aku akan pergi. masih banyak urusan yang harus ku urus"Zayn bangkit dari duduknya berniat meninggalkan Nana, tapi langkah kaki terhenti saat sebuah tangan menahannya.
"Apa kau ingin pergi lagi?"lirih Nana
"Bukankah kau yang mengusirku?"
"Aku tidak mengusirmu. Aku hanya..hemm kau pria batu!! ..aku merindukanmu"lanjut Nana dengan malu-malu, garis bibir Zayn terangkat tipis melihat kelakuan istrinya.
Zayn kembali memposisikan tubuhnya mendekati Nana, memegang tangan Nana yang semula memegang erat tangannya,"Ada masalah yang harusku urus. Jadi, untuk satu minggu kedepan aku tidak bisa pulang kesini."
"Masalah apa?"
"Bukan urusanmu."
"Tapi aku istrimu. Aku juga berhak tau kan?"
"Ini urusanku. Biar aku yang menyelesaikannya sendiri, kau jangan ikut campur.
Dan selama aku pergi, Herry akan mengantar jemput kemanapun kau pergi"
Nana menundukkan kepalanya menahan air mata yang akan turun, tak tau kenapa moodnya akhir-akhir ini tak menentu, Nana akan mudah sedih juga bahagia.
"Aku akan menghubungimu bila ada waktu"ucapan Zayn sukses membuat Nana tersenyum singkat dan menengadahkan wajahnya menatap Zayn, "Janji??" Ucapnya dengan mengangkat jari kelingkingnya.
"Hmm"jawab Zayn menganggukkan kepalanya tanpa memperdulikan jari kelingking Nana yang berdiri tegak
****
Nana kembali berkutat didepan layar laptopnya menyelesaikan tugas kuliahnya, Nana tidak akan bisa tertidur bila tugasnya masih belum terselesaikan.
"Akhh.. kenapa susah sekali!"teriak Nana dengan mengacak-ngacak rambutnya.
"Kenapa kau belum tidur. Ini sudah malam"ucapnya Zayn terganggu dengan teriakan Nana yang melengking diseluruh penjuru kamaar.
"Aku tak tau kenapa dosen memberiku tugas seperti ini?hiih..."Nana membanting buku-buku tebal didepannya
"Bukankah kau suka membaca"
"Tapi tidak dengan buku berisi rumus-rumus seperti ini..hiks..hiks ini sangat sulit hwaaa"
Zayn mendekati arah duduk Nana,"Apa yang tidak kau mengerti?"
"Ini.."Nana menggeser laptopnya menjangakau penglihatan Zayn.
"Kalau tidak bisa kenapa mengambil jurusan pendidikan."ucap Zayn dengan mengetikkan lihai jawaban.
__ADS_1
"Aku kan hanya ingin menjadi guru. Membagi setiap ilmu yang kupunya. Bagiku itu pekerjaan yang paling mulia"
"Ilmu apa yang kau punya??begini saja tidak bisa. Apa kau ingin membagikan ilmu bermain diatas ranjang?"sindir Zayn dengan mengerahkan laptopnya kembali ke Nana.
"Tentu saja tidak. Itu bukan ilmu yang bermanfaat."
"Itu sangat bermanfaat. Karena bisa memuaskan pasangan."Zayn bangkit menjauh dari Nana memposisikan tubuhnya keatas Ranjang
"Dasar!!
Waah kau sangat pintar, kau mampu menjawabnya."sambung Nana setelah melihat semua jawaban dari soal-soal itu terjawab dengan mudahnya bagi Zayn.
"Tentu saja. Kalau aku tak pintar mana mungkin aku bisa sekaya" sombong Zayn
Nana hanya mendekik mendengar ucapan Zayn tadi.
"Sudah selesaikan?.
Kemarilah!"
Nana berjalan santay keatas ranjang, memposisikan tubuhnya sesuai permintaan Zayn,"Besok pagi aku berangkat. Jadi untuk malam ini_-"
Ucapan Zayn menggantung saat tangannya mulai meraba tubuh Nana
Shttt.. akhhh..
Suara itu sukses keluar dari mulut Nana
Zayn semakin memperdalam ciuman nya. Nana mulai terbawa suasana dan mulai merangkul Zayn membalas ci*mannya. mungkin karena lama tak mendapat sentuhan darinya, Nana langsung larut didalam permainan itu.
Lama mereka saling berci*man panas, ciuman Zayn pun turun ke bawah leher jenjangnya. Nana melenguh kenikmatan memejamkan matanya berulang kali, menahan desahan yang terdengar.
Zayn memposisikan dirinya diatas Nana dan segera membuka kancing piyamanya satu persatu dengan kasar. Dan nampak lah gundukan Nana yang masih terbungkus bra.
Dengan cepat Zayn menarik bra ku dengan sekali sentakan dan langsung membuangnya sembarangan.
"Ini sangat indah!" Ucap nya yang masih tetap memandang kedua gundukan Nana bergantian yang ***** sekarang. Langsung saja tangan Zayn menjamah gunung kembar Nana dan mulai meremas nya kasar, permainan Zayn yang selalu membuat Nana organis*e dengan cepat. Di **** benda kecil coklat milik Nana yang mengeluarkan cairan putih susu bergantian dengan kuat. sehingga Nana tidak bisa jika tidak mendesah.
Ci*man itu pun kembali turun hingga berhenti di pangkal paha Nana. Zayn langsung melucuti Celana piyama dan cd yang Nana gunakan. Hingga kali ini Nana benar - benar polos tanpa sehelai benang pun.
Zayn mulai memasuki jari nya keluar masuk di dalam lubang Nana. Membuat nafsu Nana semakin memuncak.
Nana kembali menggila karena ulah Zayn. dia sudah mulai merancau tak karuan. Dengan tidak sabaran Zayn membuka celana nya memperlihatkan juniornya yang terlihat menegang sekarang.
Langsung di buka kedua kaki Nana lebar - lebar.
Dengan sekali sentakan, junior zayn mendarat memasuki lubang surgawinya.
Menggerakkan dengan tempo yang sangat cepat, membuat Nana gelagapan mengimbanginya, Nana terus saja memejamkan matanya, suara penyatuan mereka bahkan bisa terdengar begitu nyaring di seluruh kamar "Ahhhhhh...." rintih Nana bersamaan dengan Zayn.
Nana mengerang kenikmatan meremas kuat lengan Zayn dengan bergerak maju mundur, mengikuti pergerakannya.
Syuuurrr...
Cairan deras milik Nana keluar dari lubangnya menandakan bahwa dia telah mencapai puncaknya.
Zayn menyingkap rambut yang menutupi wajah Nana dan mengusap keringat dibagian wajahnya.
"Apa pergerakanku sangat kasar?"ucap Zayn kemudian, dan diangguki Nana.
Zayn mencabut junior nya secara tiba - tiba."Kenapa?? Lakukan apapun yang kau suka. Kali ini aku tidak akan mencegah pergerakanmu".
"Aku ingin kau menungging."ucap Zayn dan segera Nana melakukannya.
Zayn kembali memasuki Nana lagi dari belakang.
"Akhhh...shhh"
Erang Nana di setiap pergerakan yang di beri Zayn padanya. Air mata Nana turun, dia sulit mengartikannya antara nikmat dan juga ngilu karena Nana baru melakukannya pertama kali.
Zayn makin kuat memaju mundurkan juniornya. Membuat va**na Nana berkedut kembali di dalam sana.
__ADS_1
"Akhhh..."desah Zayn saat menyemburkan benihnya didalam lubang belakangku.
Cairan itu sangat banyak hingga sebagian keluar membasahai seprai disekeliling mereka.
Zayn merebahkan tubuhnya disampingku mengusap sisa keringat dan air mata yang membasahi wajahku,"Kau baru melakukannya pertama kali kan?Bagaimana?? Entah kenapa tapi aku menyukai gaya itu"ujar Zayn tersenyum padaku
"Ahh tidak. kau sudah melakukannya yang kedua kalinya..bukankan aku pernah memasukkan toys Sx disini..dulu!"lanjut Zayn menjelaskan kejadian beberapa bulan lalu.
Nana menatap sedih tanpa mampu berkata-kata,"Jangan dipikirkan!! Sekarang aku hanya akan melakukannya dengan juniorku saja..hem"Nana melepas rangkulan Zayn diperutnya dan bangkit deri sana.
"Mau kemana?"
"Membersihkan cairanmu!"
"Tak perlu. Berbaringlah!!biar aku yang melakukannya."
"Hah??"
"Turuti saja!"Zayn merebahkan tubuh Nana kembali keposisi awal. Zayn mengambil kotak tisu di atas meja dekat ranjang menarik beberapa lembar dan membersihkan telaten cairan diarea yang terkena.
"Tak perlu malu!" Ucap Zayn saat kedua tangan Nana berusaha menutupinya.
..Aku sudah melihatnya puluhan kali!"
"Biar aku saja!"Nana meraih tisu digenggaman tangan Zayn.
..kau melihatnya dengan jelas. Aku malu!"
"Aku selalu melihatnya dengat jelas setiap kali kita mela_-"
"Sudah jangan teruskan!!" Nana membekap mulut Zayn debgan satu tangannya.
Zayn melepasnya tangan Nana, "Tanganmu bau Pej*ku!"
"Ihh kenapa kau terus berkata dengan kata-kata jorokmu itu!"
"Aku yakin kau pasti akan merindukan perkataanku yang selalu membuatmu malu!
Juniorku kembali tegang. Bagaimana kalau kita lakukan round selanjutnya"
"Tidak. Kedua lubangku masih ngilu"
Tolak Nana memelingkan wajahnya.
"Baiklah.kalau begitu kau bisà memuaskannya lewat mulutmu kan!
"Tidak akan. Aku tak bisa makan setelah melakukan itu. Kau mengeluarkannya didalam. Rasanya benar-benar tidak enak!!"
"Ohh jadi tidak mau!"
"Hei. Mau kemana?"
"Mencari sarang baru..."jawab santai Zayn
Nana menghembuskan nafasnya kasar,"Aku akan melakukannya"ucap Nana pelan dan Zayn tersenyum senang mendengar itu.
"Akhhh...good.." rintih Zayn yang terdengar di telinga ku.
Malam yang panjang di lalui mereka, sebelum kepergian Zayn besok. Keduanya terlihat saling menikmati malam ini...
.
.
🌹TBC🌹
Jangan lupa untuk like, coment dan VOTE sebagai bentuk support kalian pada Author
thank's genk🙏
__ADS_1