BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
PENGHIANAT


__ADS_3

Pletek..


Senjata sudah siap dengan pelurunya. Zayn keluar kamar dan menyimpan senjatanya di saku dalam jas-nya.


Di luar kamar sudah ada Ronald yang berjaga.


"Kita ke markas gudang Ronald."


"Baik tuan."


Di lain tempat, teriakan kesakitan dan permohonan terus menggema di sebuah gudang tua yang tertutup. Sebuah gudang yang berada hampir di tengah hutan jauh dari rumah penduduk. Tempat penyekapan salah satu rekan Zayn. Penghianat.


Seorang lelaki yang terlihat kesakitan dengan tangan dan kakinya terikat. Baju kemeja formalnya yang terlihat pun sudah tak terbentuk. Kemeja panjang berwarna biru muda terlihat bolong-bolong dan kumal begitupun celananya. Tangan pria itu di ikat menggantung dan kakinya pun di ikat tapi masih dapat menapakan kaki-nya.


Pria dengan tubuh penuh dengan sayatan dan bekas dari besi panas yang terlihat merah padam dan ada beberapa mulai menghitam.


"Agghhhhhh. Lepaskan aku...!" pria itu berteriak kesakitan. Sudah 3 hari pria itu disiksa penuh dengan kesakitan tapi orang-orang yang menahannya tak memperdulikan itu atau bahkan melepaskan pria itu. Teriakan kesakitan adalah nikmat tersendiri bagi mereka, mereka pun menyiksa tanpa mau berhenti.


Besi yang di panaskan sampai berwarna merah menyala lalu di tempelkan di tubuh pria itu tanpa belas kasihan.


"Aghhhhhh. Am-ampun... amphuni aku. Kumohon." Mohon pria itu dengan suara lemahnya.


"Percuma kau memohon pun kami tak akan melepaskan mu penghianat. Kau sudah menghianati boss kami dan ini akibatnya." Seorang pria yang sangat menyeramkan terlihat seperti pemimpin di kelompok penyiksaan ini. Tubuh pria itu penuh dengan tatto dan tubuh yang besar dan terlihat sangat sangar.


Seseorang datang dan membisikkan sesuatu kepada pria sangar itu. Pria itu hanya mengangguk dan keluar dari ruangan itu. Ruangan yang pernah di gunakan menjadi sebuah gudang tapi sudah terbengkalai.


Terdengar langkah kaki yang terdengar menggema di gudang itu. Pria yang sudah tak bisa merasakan tubuhnya hanya mendongak dengan lemah melihat siapa yang datang.


Pria dengan pakaian formalnya berdiri tak jauh dari pria itu dengan tatapan mencemohkan. Dan tatapan bahagia tentunya, musuhnya sudah menderita karna ulahnya.


Zayn memberikan perintah kepada para bodyguard untuk meninggalkan mereka. Yang tersisa hanya dirinya, Ronald, pria sialan yang menjadi tawanannya dan bodyguard yang di tugaskan memberi besi panas kepada pria itu.


Zayn duduk di kursi yang kebesarannya, ia tersenyum smirk-nya.


"Apa kabarmu deren?" Tanyanya dengan meremehkan.


"Brengsek! Jadi ini ulah kau! Lepaskan aku sialan!" Deren menatap penuh kebencian. Deren memberontak dengan sisa tenaganya.


"Melepaskanmu? setelah apa yang kau lakukan padaku kau berharap kau dilepaskan? Bermimpi saja."


"Sialan kau! Kau....kau pasti membuat perusahaan bangkrut kan?!! Bastard!"


"Hahah itu balasan setimpal untukmu." Deren semakin marah saat mengetahui itu.


"Ah..ya aku dengar adikmu di perkosa oleh beberapa pria ya? Hahah" Zayn tertawa jahat saat wajah Deren makin menggelap marah.


"Sialan itu pasti ulahmu juga kan!!" Zayn tertawa lagi. "Haha benar."


"Brengsek! Lepaskan aku!! Aku akan membalasmu Zayn brengsek!!"

__ADS_1


"Mau dilepas?Setelah apa yang kau lakukakan!! Kau..dengan mudahnya memberitahu Alan rencana yang sudah ku buat matang....apa kau tidak ingat perusahanmu perkembang karena bantuan siapa??..hemm ya memang kau kacang yang lupa kulitnya..dan begitupun sebaliknya aku akan mudah menghancurkan semua yang kamu miliki..tak hanya kau saja yang merasakannya tapi semuanya. Semua yang menyangkut kebahagiaanmu!!"Deren diam membisu menatap Zayn penuh kebencian.


"Tapi berhubung hari ini cerah..dan karna aku sedang berbaik hati, aku akan melepaskanmu tapi kau harus menuruti kemauanku. Bagimana?"


"Cih kau pikir aku mau?"


Zayn menaikan alis kanannya dengam senyum miringnya.


"Sudah kuduga. Baiklah. Nikmati lah kau dengan besi cantik itu yang menempel di kulitmu. Ku yakin kematianmu akan lebih menarik seperti itu." Zayn menatap santai Deren.


Deren memejamkan matanya sambil menghela nafas.


"Baiklah. Apa?!" Zayn hanya tertawa melihat musuhnya yang sudah amat tersiksa.


"Cium kaki ku." Mata Deren membulat.


"Apa?! Kau pikir aku apa yang sudi mencium kakimu?!"


Zayn memberi perintah lewat matanya ke arah bodyguardnya agar Deren mencium kakinya.


"Kau tak mau, maka aku akan memaksa."


Ikatan yang menggantung pun di lepas, seketika tubuh Deren terjatuh terduduk. Diangkatnya kerah belakang baju Deren untuk mendekat kearah Zayn.


Deren yang tubuhnya sudah sangat lemas pun tak bisa memberontak. Wajah Deren sudah di atas sepatu Zayn, sang bodyguard menekan kepala Deren agar mencium sepatunya.


Deren sesekali memberontak tapi apa daya tubuhnya lemah. Deren sangat benci jika tubuhnya lemah seperti ini di depan musuhnya.


Bodyguard menarik kembali kerah belakang Deren agar menjauh. Sebelum terlalu jauh.


Cuih!


Deren meludahi sepatu Zayn. Dia tersenyum bahagia saat berhasil meludahi sepatu musuhnya.


Zayn melihat kelakuan Deren pun tersulut marah. "Kau berani meludahi sepatu ku? Jilat lagi ludah mu itu di sepatuku!" Zayn terlihat sangat marah. Bodyguard yang melihat itu ikut takut dan memaksa Deren untuk mendekat kearah sepatu dan menjilat. Tapi Deren tak menjilatnya.


Zayn yang melihat itu semakin marah. Di tariknya rambut Deren.


"Kau?! Mencoba bermain-main dengan ku? Baiklah." Zayn melepas cengkraman rambut Deren lalu bangun merapikan jasnya dan kembali duduk.


Ronald memberikan tissue untuk membersihkan ludah Deren. Zayn melap sepatunya dan membuang tissue itu seperti bakteri.


"Mari kita buat permainan yang menarik. Aku akan beri pertanyaan dan kau harus menjawabnya. kalau kau tak menjawabnya, akan ada timah panas bersarang di tubuhmu. Tapi jika kau menjawabnya, kau akan di bebaskanmu" Deren hanya menatap Zayn dengan benci.


"Aku anggap kau menyetujuinya."


Zayn mulai mengeluarkan senjata kesayangannya di balik jasnya dan mulai memainkan senjatanya.


"Baiklah kita mulai pertanyaannya, Kenapa kau memilih menjadi penghianat?" Tanya Zayn santai.

__ADS_1


Deren hanya diam tak menjawab. "Diam eh?"


Dor!


"Argghh!" Tembakan pun terdengar, kaki kanan Deren tertembak.


"Jawab atau adikmu akan ku jadikan budak dan *******?" Ancam Zayn.


"Jangan sekali-kali!! kau menyentuh adikku!!" Teriaknya Deren dengan menahan sakit di kakinya yang mulai mengeluarkan banyak darah.


"Baiklah, jawablah. Jangan membuatku marah dan menembakkan peluruku ke tubuh sampahmu itu."


Deren tanpak ragu menjawabnya,"Karena keluargamu membunuh kedua orang tuaku!!." Zayn memejamkan matanya, lagi dan lagi seseorang yang sudah dipercayainya berhianat karena dendam yang disebabkan Daddynya. Semua yang mendekatinya selalu mempunyai niatan busuk pada Zayn.


Zayn tertawa sumbang mengingatnya,"Jadi kau akan membalaskan dendam padaku..atas apa yang telah dilakukan Daddyku!"


"Ya. Dia yang telah tega membunuh sadis kedua orang tuaku didepan mataku!"


Zayn mendekat menjajarkan tubuhnya dengan Deren,"Kau salah sasaran!! Apa kau melupakan semua jasaku padamu dengan mudah Deren?? Aku memang tak tau tujuanmu menjadi abdiku dulu.. dengan mudahnya aku membiayai hidupmu dan adikmu tanpa berpikir panjang! Kau juga lupa bahwa aku juga sasaran atas apa yang dilakukan daddyku! Bukankah kau tau banyak hal tentang diriku. Deren!"ucap Zayn penuh penekanan pada Deren yang menunduk mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Zayn menghembuskan nafasnya kasar dan bangkit menjauh dari Deren,"Kenapa kau bekerja dengan Alan?"


"Flower..memaksaku melakukannya karena...dia menyukai Alan!


"Flower??"Zayn berfikir sejenak mengingat Nama itu.


"Adikku"


"Kau!! apa kau menyadari perbuatanmu itu padaku Deren! hah.. Baiklah aku mengerti sekarang.


Ikat dia lagi. Siksa dia lalu buang dia di hutan. Dan ya karena adikmu juga berperan besar disini jadi dia akan kujadikannya budakku dan ******* untuk Clubku"


"Jangan coba-coba menyentuh Adikku!"


Deren memberontak kembali saat tangannya di ikat gantung lagi.


"Arghhhh!!" Besi panas lagi lagi menyentuh kulitnya. Teriakan tak terelakkan.


"Cari tau dimana Alan sekarang! Aku akan menemuinya."


"Baik tuan."


.


.


🌹TBC🌹


Jangan lupa VOTE, LIKE dan COMENT..

__ADS_1


nantikan terus kelanjutan ceritanya yaa.🤗


__ADS_2