
.
.
Dinegara ini hidup Alan seperti Raja hanya bersenang setiap saat. Urusan Alan hanya mencari informasi secara mendetail tentang Natasya Closyi. Alan tak tau dengan jelas kehidupannya wanita itu bersama keluarganya disini. Yang Alan tau sejak lama asal usul wanita itu, dia adalah anak kedua sang tangan kanan Ayahnya Robert Finanta, Natasya terlahir dari rahim istri sah Robert yang berasal dari negara ini, indonesia.
Perlakuan Robert yang kejam pada keluarganya membuat mereka pergi meninggalkan Robert sendiri diRumah megah hasil rampas paksanya, sebelum bekerja sama dengan Brendyga Steinbergh hidup Robert sangat normal dengan bekerja sebagai pegawai biasa disalah satu perusahaan di LA.
Semenjak dia mengenal Brendy seorang Mafia kejam perampas harta terkenal yang memiliki banyak abdi, kehidupan Robert jauh dari kata harmonis. wanita, harta dan kedudukan menjadi obsesinya.
Alan menikmati hidupnya selama ini menjadi putra pertama Brendy Steinbegh terlahir dari keluarga kaya, pemegang semua harta waris keluarga Steinbergh yang terkenal sebagai keluarga kejam. Membuatnya ditakuti disemua kalangan..termasuk Raka Zayn.
Bingkai foto yang sedang dipegangnya saat ini adalah foto wanita yang membuat hatinya terpaku, Natasya Closyi wanita itu menjadi sasarannya kali ini. Alan memandangnya dengan penuh perhatian,"..Entah kau miliki Jay atau siapapun aku tak peduli. akan ku pastikan kau kan menjadi milikku secepatnya!..
Tok..
Tok.
Jeff masuk menghampiri Alan yang masih terdiam dalam lamunannya."Tuan, Vellerie sudah menunggu anda"
"Iya. Aku akan kesana"
Alan keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Lift pun terbuka dan membawanya seorang diri ke lobby perusahaan.
Langkah Alan yang begitu tegas membuat banyak mata wanita yang memandangnya dengan kagum dan menggoda. Tapi Alan tak memperdulikkan itu.
Alan memasuki mobil sportnya untuk menuju hotel Layya sebagai pertemuannya bersama wanita yang sudah dipesannya saat ini.
Tak membutuhkan waktu lama. Alan sampai ditempat itu, dan menuju kamar yang sudah ia pesan.
Di kamar sudah ada seorang wanita cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka sedang duduk di atas tempat tidur.
"Akhirnya kau datang. Aku menunggumu hampir satu jam!"
"Aku memang berniat membuatmu menunggu!"jawab alan santai
"Heh!! Ya aku tau itu tujuanmu.
Karena kau menyuruhku datang kehotel, tak biasanya kau menyewa kamar sebagus ini!"
"Aku hanya ingin membuatmu senang sayang!"
"Cepat katakan. Apa yang ingin kau tanyakan padaku"seakan tau maksud Alan, Vellerie menatap tajam pria itu.
"Hahah..kau memang jal*ng cerdas Vel!"
"Tak usah memujiku cepat katakan!"
Alan mengawali dengan mengecupi leher putih Vellerie.
Dibukanya pakaiannya itu, ternyata Vellerie tak menggunakan bra-nya. Alan tersenyum singkat mengetahuinya, deng gerakan cepat,
di hisapnya milik Vellerie dengan penuh gairah. Tangan kanan Alan pun tak diam langsung meremas dan memainkannya kedua bukit Vellerie dengan kasar.
Alan menjeda ciumannya,"Kau sudah tak pernah bertemu Jay lagi?"
"Akhh..ti-dak."Alan menghentikan semua gerakannya, yang membuat Vellerie kesal denganya.
"Karena Jay sudah tak ingin menemuiku lagi. Dan aku juga tak ingin menjadi pelakor!"
__ADS_1
Mendengar jawaban Vellerie, Alan tertawa keras,"hhaha...apa aku tak salah dengar..kau tak ingin menjadi pelakor??"
"Kenapa?? Aku memang jal*ng tapi aku juga masih punya harga diri. Aku tak mau berhubungan dengan pria beristri. Itu sudah menjadi prinsipku sejak awal."
"Lalu kenapa kau menemui Natasya saat itu?"
"Kau tau ..sejauh itu?"
Alan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban."Itu dulu sebelum Jay terherat dengan cintanya, dan setelah aku mengetahui hal itu, aku tak berusaha lagi mendekati Jay. Kau tau itu! Kenapa kau masih menanyakannya?"
Alan membuka celana dalam merah menggoda yang Vellerie pakai.
Mulut Alan kembali bergerak memanjakan leher dan dada Vellerie.
"Ahhh... "
Desahan Vellerie kembali muncul. Di bukanya kaki Vellerie tanpa babibu, dua jari Alan masuk ke lubang hangatnya, tangannya yang terus bermain maju mundur dan membuat pola putaran di pusat inti tubuh Vellerie.
Tangannya sudah terasa basah dan hangat, Alan melepaskan diri dari kenikmatan itu dan membuka pakaian yang melekat di tubuhnya.
Alan menatap singkat Vellerie dan
tanpa membuang waktu, mulut Alan langsung mengecap area sensitive Vellerie.
Lidah Alan begitu lihai melakukan permainan seksual.
"Kau harus berbangga diri jika aku melakukan for*play padamu. Sekarang puaskan aku!"
Alan langsung menarik Vellerie untuk bangun dan memposisikan dirinya tidur terlentang.
"Layani dia." Perintah Alan sambil melirik kearah juniornya yang sudah tegak kokoh.
Tanpa perpikir panjang tangan Vellerie mulai menggenggam milik Alan dengan lembut. Gerakan naik turun pun Vellerie lakukan dengan lembut. Secara spontan lidah Vellerie menjilatnya dalam.
"Ahhhh.... ya... sepert-uhh"
Tak lama, cairan Alan keluar sebagai bukti kenikmatan yang luar biasa..
"Ahhhh" desah seksual Alan.
"Permainan tangan dan mulutmu sungguh luar biasa.sayang!"
"Ayo aku sudah tak sabar. Aku ingin menu utama."
Alan langsung berganti posisi, Vellerie yang berada di bawah kungkungan tubuh panas alan.
"Agrhhhh..." teriak Vellerie memulai desahannya.
Ritme pergerakkan Alan mulai cepat. Dia memaju mundurkan miliknya dengan kasar.
"Ahhh .. aku"
Alan mengeluarkan miliknya, menyemburkannya diluar.
Setelah mengeluarkannya, Alan membawa Vellerie di atas tubuhnya, membiarkan Vellerie mengambil kendali. Dimasukan juniornya yang sudah tegang dengan perlahan ke arah lubangnya sendiri.
Hangat dan basah dirasakan Alan saat dirinya memasuki lubang kenikmatan itu.
"Harus ku akui bahwa kau memang wanita super vel!" Ucap alan heran saat melihat gairah Vellerie kembali memuncak.
__ADS_1
Vellerie menggerakkannya dengan tempo cepat, dan alan tak kalah diam dia menghisap kedua bukit kembar Vellerie bergantian.
Desahan keluar dari mulut Vellerie dan Alan.
Aura kamar hotel yang memanas karna permainan mereka. Desahan terus terdengar, dencitan ranjang hotel pun juga terdengar.
Jemari Alan mencengkram bokong Vellerie melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan.
Cengkraman Alan mulai mengeras membuat pergerakkan tubuh Vellerie terhenti.
"Ahhhh kau nikmat, baby." Gumam Alan.
Alan mulai menggerakkan bokongnya naik turun mengikuti ritme nikmat yang ia rasakan. Gerakkannya mulai cepat. Teriakkan desahan dari mereka selalu terdengar.
Gerakkan Alan sedikit kasar dan cepat. Saat Alan ingin mendapat pelepasan.
Dia menggeser tubuh Vellerie agar bangun dan Alan berdiri di atas tempat tidur. dia langsung mengarahkan wajah Vellerie kearah juniornya.
Di cengkramnya rambut Vellerie agar mulutnya terbuka ke arah milikknya.
"Ahhhh aku ingin....." ucap Alan terputus.
Semburan cairan Alan memenuhi mulut kecil Vellerie
"Telan." Perintah Alan.
Mau tak mau Vellerie menelan cairan gairah milik Alan.
Alan segera turun dari atas ranjang,"Nanti akan aku transfer sesuai keinginanmu!"
"Al.."vellerie bangkit dari tidurnya.
Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"lanjur Vellerie, Alan mengurungkan niatnya yang ingin pergi kekamar mandi, mendekati Vellerie.
"Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan"
"Apa kau tidak tertekan dengan gunjingan orang terhadap keluargamu?"
"Aku sudah biasa. Dan aku menikmati hidupku saat ini!"
"Kau tak menyesal hidupmu terlahir dilingkungan gelap?"
Alan menatap tajam Vellerie,"apa?? Langsung pada keinti Vel jangan berbelit-belit"
"Hentikan semua niatanmu membalaskan dendam pada Jay! Dia juga korban sama seperti dirimu!"
"Aku sudah tak ada niatan membalaskan dendamku!"
"Lalu kenapa kau terus mencari informasi tentang istrinya!"
"Aku menyukainya"
.
.
🌹TBC🌹
Tuuhh..dah mulai terbongkar konfliknya..
__ADS_1
menuju end, kira-kira kurang berapa eps lagi niih yaa😌
jangan lupa untuk Like, Coment dan VOTE..