
.
.
Zayn keluar dari kamar mandi dengan memegang kepalanya, rasa pening sedang melanda kepalanya saat ini bahkan langkahnya oleng beberapa kali kesamping.
Sakit sekarang yang melandanya tak dirasakan Zayn, dia harus berangkat kekantor dan menyelesaikan pekerjaannya beberapa hari lalu yang sempat tertunda.
Setelan jas warna navy menjadi pilihannya hari ini seperti biasa Zayn tampil menawan dengan rambut disisir kebelakang. Setelah melihat penampilannya dikaca besar, cukup. Zayn melangkahkan kakinya keluar, langkahnya terhenti saat melewati kamar pribadinya, dia mengulurkan tangannya engan membuka knop pintu kamar itu, sebelumnya Zayn membuang nafasnya kasar.
Kamarnya sangat berantakan dengan serpihan kaca dan beberapa pakaian miliknya dan mangsanya tadi malam. Begitupun hawa dingin dirasakan Zayn saat berada masuk dikamarnya, sebab AC yang menyala maximal satu malaman, sedangkan Pandangannya langsung menuju wanita yang sedang berbaring diatas ranjang tanpa penutup kain yang melekat ditubuhnya, Zayn duduk disamping istrinya yang berbaring menyingkirkan beberapa helai ramput yang menutupi wajah cantihnya. Telapak tangan Zayn merasa hangat saat singgah diwajah istrinya.
Mata dan bibir yang biasanya terlihat indah dan sexy itu kini terlihat begitu bengkak juga ada bercak darah yang sudah mengering dibagian bawah bibirnya.
Zayn mengambil selimut yang jatuh dibawah dan menyelimuti tubuh polos istrinya.
######
Meridith membawa beberapa pelayan ikut bersamanya memasuki kamar pribadi tuannya, semalam meridith tidak buta mengenali tatapan murka tuannya pada wanita yang sedang berbaring di tempat tidur ini, ingin sekali ia melerai perbuatan Tuannya pada istrinya tapi apalah daya..meridith hanya sebatas pelayan dimasion ini.
Para pelayan itu hanya membersihkan serpihan vas bunga yang pecah dan memungut pakaian yang berserakan dilantai sedangkan meridith mengambil alih mengobati wanita itu sendiri.
Beberapa bercak darah terlihat menembus bagian bawah selimut, meridith segera membuka selimut itu, dan...
"Oh!!Ya tuhan ..."ucap meridith dengan menutup mulutnya dengan satu tangan saat melihat kaki Nana membiru dengan pecahan beling yang masih menempel di telapak kakinya juga darah yang masih menetes pelan. Wajahnya sangat pucat, suhu tubunyapun panas ditambah banyak tanda merah disekitar dada dan lehernya, Meridith masih terdiam dengan kondisi Nana yang menggenaskan.
Bingung dengan situasi ini Meridith segera mencari bantuan keluar kamar untuk membawa Nana kerumah sakit.
Sementara ditempat lain..
Zayn duduk terdiam tanpa melakukan kegiatan apapun dikursi kebesarannya, kejadian kemarin selalu saja memecahkan konsentrasinya untuk mengecek kembali tumpukan berkas diatas meja.
Flashback On
*Zayn mengendarai laju mobilnya dengan pelan dirinya nampak sumringah mengingat apa yang dilakakukan istrinya hari ini, tanpa diduga istrinya itu mulai berani bersikap sama seperti dirinya, liar.
Diperjalanan Tak henti-hentinya Zayn menampilkan seulas senyum tipis dibibirnya dengan sesesakali menggingit bibir bawahnya sendiri, sampailah mobilnya terparkir diarea tempat yang dituju sebuah gedung besar, indah dan megah. Gedung dengan lantai 38 ini terlihat menjulang menembus atas awan, gedung ini adalah gedung hasil jerih payah seorang Raka Zayn dari bisnis gelapnya.
Zayn memasuki ruangan pribadi miliknya yang nampak luas dengan fasilitas lengkap nan mewah, selain meja kursi tempatnya bekerja disana juga ada perpustakaan kecil disamping kiri posisi meja kursi kerja sementara dibagian kanan terdapat tirai yang membentang sebagai pembatas disana terdapat tempat tidur queen size, biasanya Zayn menggunakan waktu istirahat siangnya dengan berbaring diatas ukuran ranjang yang lebih kecil dibandingkan ranjang king sizenya dimasion.
Setelah masuk diruangannya, Zayn nampak terkejut menjumpai seseorang yang sangat dikenalinya."Kau!"kaget Zayn menjumpai pria yang sedang duduk dikursi kebesarannya dengan memegang buku ditangannya.
"Ohh..kau sudah datang.
__ADS_1
Aku menunggumu hampir 2jam disini"
"Mau apa kau?"tanya Zayn padanya dengan tatapan dingin
"Ayolah Jay jangan terburu-buru ...aku baru saja sampai diindonesia..dan aku sangat merindukanmu"jawab pria itu dengan menghampiri Zayn tanpa takut.
"Heh!..apalagi yang kau inginkan dariku? Apa anak buahmu sudah habis?sampai-sampai kau datang kesini langsung menghadapku! Kau bangkut?"
"Hei..jangan kau berbicara kasar padaku..kau tau sendirikan aku orang yang tak bisa miskin, hartaku jauh melebihi harta secuil mu itu dan yaa..mereka semua bukan anak buahku aku tidak punya anak buah rendahan seperti itu!!mereka saja yang ingin mengusik hidupmu..aku hanya memberi jalan pada mereka"ucapnya bangga dengan senyuman licik yang dia milikki.
Zayn tak ingin menanggapi ucapan pria dihadapannya, dirinya memilih diam dengan menatap benci kearahnya.
"Ahh!! Iya aku dengar Kau menikahi anak dari seorang yang membunuh ibumu! ..ahh siapa namanya? nataaa....natasyaa..apa itu benar??
"Tutup mulut sia**nmu itu dan pergi dari ruanganku!"
"Iyaa..Aku tau kenapa kau menikahi anak dari seorang yang te...
"Keluar dari sini!!"potong Zayn
"Ohhh!! No no kau mengusirku.kau terpancing ucapanku..hmm iya kau mememang pria sensitiv. Aku melupakan hal itu..maafkan aku melupakan hal itu hmmm"
Ucapan pria itu membuat kedua tangannya terkepal sampai urat-urat ditangannya terlihat jelas, mukanya juga menahan amarah saat ini,inging sekali Zayn meninju pria dihadapannya ini. Tak ini tenaganya habis sia-sia Zayn memutuskan membalikkan badannya keluar dari ruangannya meninggalkan pria ini, namun langkahnya terhenti saat pria itu mengucapkan kalimat tegas kepadanya "Aku sudah jauh-jauh datang kesini.. dan aku tak mau pulang tanpa buah tangan darimu Jay ..ku harap kali ini aku mendapatkan hadiah spesial darimu."
Zayn menatap sengit pria yang berlalu dihadapannya "Carilah perlindungan!!aku sudah datang untukmu..Louis Jaelrich MAXTOMS!"ucap pria itu menekan kata akhir dari ucapannya.
Flashback Off
Meridith tampak gelisah menunggu didepan pintu kamar rumah sakit, dia sangat mencemaskan kondisi Nana, saat diperjalanan munuju rumah sakit tadi tubuhnya benar-benar pucat juga lemah, darah dikakinya terus saja mengalir tanpa henti, baju pelayan yang dipakai Meridith saat ini juga terkotori dengan darah milik Nana.
Hampir setengah jam dokter memeriksa keadaan Nana belum keluar ruangan, sedangkan Meridith memboca menghubungi tuannya prihal keadaan istrinya namun sudah 5 kali sambungan telpon itu belum ada satupun yang diangkat tuannya. Meridith mencoba menghubungi lagi dan akhirnya sambungan telpon itu diterima
"......
"Maaf tuan, saya mengganggu waktu anda..tapi nyonya sedang berada dirimah sakit sekarang
".......
"Dirumah sakit Harapan Kita"
".......
"Baik tuan"
__ADS_1
Setelah sambungan telpon itu berakhir. Tak menunggu waktu lama Zayn datang menghampiri Meridith
"Ada apa?"
"Tadi saat saya ingin mengobati luka nyonya,saya melihat ada serpihan beling yang menempel dikakinya juga banyak bercak darah yang menembus selimut, bahkan kakinya sampai membiru"
Mendengar ucapan Meridith, Zayn tampak sedang mengingat sesuatu,
Ah ya..tadi malam aku terlalu berlebihan menyiksa dirinya bahkan aku mengabaikan serpihan beling yang menempel dikakinya"lirih Zayn dihatinya.
Akhirnya dokter keluar dari ruangan itu "Keluarga Nona Natasya??"
"Ya."
"Saya sudah mencabut serpihan beling yang menempel dikakinya, karena banyak beling yang menempel Sangat dalam dikakinya jadi nona Natasya kehilangan banyak darahnya, untung saja rumah sakit masih memilki cadangan darah sesuai golongannya"
"Apa dia baik-baik saja"
"Iya tuan...hanya saja untuk beberapa hari ini biarlah dia tinggal dirumah sakit,,karena saya harus mengganti perbannya 6jam sekali dan memantau kondisinya"
"Baiklah"
"Saya permisi dulu"
"Tuan..saya juga akan pulang dulu membawa baju ganti tuan dan nyonya, nanti sore saya akan kembali"
"Hemm"
Meridith menginggalkan Zayn bersama Nana yang terbaring dibangkar rumah sakit.
Zayn menatap lekat kearah Nana,"Ku harap kau tidak meninggalkanku." ucapnya dalam hati.
.
.
🌹TBC🌹
Maaf telat update genk soalnya tugas uts sudah numpuk tapi gue usahain besok update lagi..
jangan lupa Vote, Like dan Coment sebagai bentuk support kalian pada Author
Thank's genk
__ADS_1