BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
SADIS


__ADS_3

🔴WARNING❗❗❗Yang gak kuat darah !!! Atau adegan penyiksaan sadis, dilarang membaca dipart ini.


❌Udah di peringatkan, kalau mual, bukan salah Author.


.


.


.


Kedua pria itu menaiki Mobil sport berwarna hitam, mereka adala Zayn dan Herry.


Herry memegang kendali mobil itu,


Tidak ada perbincangan yang menarik didalam mobil,hanya suara mesin saat mobil sport hitam ini melaju dengan cepat di atas aspal tol yang tampak sepi. Jalan tol yang sangat jarang dilewati kendaraan, hanya orang-orang tertentu yang mengetahui jalanan tersembunyi itu.


Mobil itu kemudian mengarah ke sebuah tebing besar, dan kemudian masuk ke sebuah gua yang terlihat begitu gelap, Herry menyalakan lampu depan mobil hingga terlihatlah sebuah pemandangan dimana gua itu bukan hanya gua biasa, melainkan sebuah markas rahasia yang bahkan tidak akan di ketahui siapapun termasuk para polisi.


Mobil itu berhendi didepan gerbang markas yang terbuat dari besi-besi berlihat. Zayn membuka pintu mobil menampilkan wajah dinginnya dan berjalan mendekati markas tersebut disusul Herry yang setia dibelakangnya.


Tempat ini begitu luas tapi sangat kurang pencahayaan bahkan sinar terang matahari diluarpun tak dapat masuk sebab tak ada celah kecil untuk tempat bersinarnya matahari ditempat seperti ini.


"Tuan!!"Ronald mendekati Zayn dengan menundukkan kepalanya. "Kau sudah melakukan tugasmu?"tanya Zayn pada Ronald


"Tentu tuan seperti perintah anda.."ucap Ronald dengan berjalan beriringan dengan Zayn menuju ruang tengah.


"Apakah mereka?"tanya Zayn dengan mata yang terus menatap tajam kedepan  empat orang yang terikat kuat dengan rantai, bahkan beberapa anak buahnya memegang kedua bahu mereka.


"Iya tuan"jawab Ronald dengan tegas.


Zayn memalingkan wajahnya kearah Herry memberi perintah kepadanya. Herry tak bodoh untuk mengerti apa yang perintahkan tuannya pada dirinya.


Dengan tegas dan pasti Herry berjalan kearah para sandera itu, belum sampai langkah kaki Herry menuju tepat kearah para Sandera itu..


"Kalian ba**ngan !!!!" Ujar salah satu sandera dengan suara menggema diruangan luas itu. Dengan langkah panjangnya Herry mendekati pria itu dan melayangkan tinjuan keras dipipinya, hingga membuat pipi nya membekas biru.


"Jaga bicaramu pada tuan kami!!" Ujar Herry dengan nada dingin penuh penekanan.


"Hentikan Herry.."ucap Zayn pada Herry yang terus memukuli sandera itu, Zayn menurunkan tubuhnya, hingga wajahnya berhadapan langsung dengan lelaki yang baru saja mengejek dirinya.


"Shtt..apa kau tahu? Seorang Raka Zayn  bisa lebih berbahaya dari yang kau duga."ucapnya pelan tapi dengan tatapan tajam membuat nyali para sandera itu menciut


Dengan sisa keberaniannya pria yang mengejek Zayn itu mengadahkan wajahnya memandang Zayn "kau memang dilahirkan sebagai seorang iblis!!"ucap pria itu dengan suara tinggi.


"Hemm.."Zayn menarik ujung bibirnya singkat keatas, dan melanjutkan ucapannya dengan tegas "siapa yang menyuruhmu?"

__ADS_1


"Kau tak mau mengatakan padaku??baiklah..


Ini akan menjadi permainan yang menarik, dengan pisau kecil ku dan para pecundang." Ujar Raymold menyeringai licik memegang pisau lipat miliknya yang sangat kecil. Matanya penelusuri ke 4 sandera yang sudah mereka sekap, hingga matanya menangkap satu perempuan diantara mereka.


"Kukira hanya para kaum berbatang.. tapi nyatanya ada ja**ng kecil nakal yang kau dapatkan Ronald." Ujar Zayn mendekati sandera perempuan itu dengan nada tertarik.


Zayn segera mendekati wanita itu, tubuhnya merendah hingga matanya menangkap mata perempuan yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Zayn hanya terkekeh melihatnya.


Tak banyak berbicara Zayn mendekatkan Pisau lipatnya kearah pakaian wanita itu untuk menggoresnya. Hingga terlihat jelas tubuh wanita itu tanpa kain penutup ditubuhnya.


"Tak kusangka ada seorang wanita yang membenciku, bukankan aku termasuk Pria idaman ..hemm??"Zayn mengangkat dagu wanita itu menatap dirinya.


Perempuan itu seketika meludah ke arah Zayn, dan tentu saja itu membuat Herry merasa marah, bukan hanya Herry juga Ronald dan para anak buah Zayn menatap wanita itu dengan kemarahan. Zayn menarik rambutnya dengan sangat kencang. Satu tangannya mengambil tangan wanita itu untuk mengusap air ludah yang menempel dirahangnya.


"Dengarkan aku ja**ng rendahan, jangan sekali-kali meludah ke arahku, atau aku akan memaksamu meminum darah ayahmu sendiri ?! KAU PAHAM !!!" berbisik Zayn dengan nada rendah tapi penuh penekanan dan mengeraskan suaranya di bagian akhir.


Wanita itu berteriak kesakitan saat Zayn menjambak rambutnya kencang


"Ahhhh...hiks hiks ." Zayn melepaskan genggamannya di rambut itu dengan tertawa puas. Lelaki itu kemudian bangkit berdiri meninggalkan sandera perempuan itu, dan menoleh menatap saudaranya yang sudah mulai mempersiapkan acara eksekusi yang menyenangkan.


"Bagaimana dengan ja**ng itu ??" Tanya Ronald menunjuk ke arah perempuan di belakang nya dengan ibu jarinya, sementara Zayn hanya menyeringai licik.


"Dia terakhir, wanita itu berani meludahi wajahku tanpa enggan..dia akan mendapat hukuman yang istimewa."


"Iya tuan.."bukan hanya Herry anak buah yang paling dipercaya Zayn tapi Felix Ronaldo Maxtand remaja berusia 18 tahun keturunan itali dan belanda ini telah mendidikasikan hidupnya untuk seorang penguasa Raka Zayn, hidupnya yang dulu penuh dengan keterburukan kini berubah sejak dirinya bertemu dengan Zayn walaupun masih dengan hidup didunia gelap tapi Ronald sangat bersyukur bisa hidup diatas tangan Zayn.


"Ikat perempuan ****** itu di kursi !!" Perintah Ronald yang langsung di laksanakan oleh anak buahnya.


Zayn, Herry dan Ronald melangkahkan kakinya menuju tempat eksekusi, hanya ada meja bundar dengan cahaya lampu remang-remang diatasnya, anak buah Zayn menarik paksa Seorang yang menjadi pimpinan dari tiga orang itu dan mendorongnya kearah meja.


Ronald langsung menekan tubuh lelaki itu diatas meja, membuat nafas lelaki itu terasa sesak.


"Apa perlu kuulang pertanyaanku...


Katakan untuk siapa kau bekerja ?!!" Tanya Zayn dengan nada keras dan tajam, tetapi lelaki itu enggan untuk berbicara.


"Dasar keras kepala !!! Tuan kita sedang berbicara padamu" Ronald langsung memutar kedua tangan lelaki itu membuat jeritan kesakitan dari sang lelaki, sementara lelaki itu masih saja terus menutup mulut nya dan enggan berbicara.


"Masih tak mau berbicara, hmm ?!


Sreett...


Sreetttt...


Lelaki itu berteriak saat Zayn menggores lengannyaa dengan pisau lipat, membuat banyak darah keluar dari goresan tersebut.

__ADS_1


"....Levi...Sir Levii..." Ujar lelaki itu dengan lemah. Lagi dan lagi Levi pria itu setelah apa yang dilakukan Zayn padanya waktu itu. Ternyata masih belum kapok juga. Levi Haghon,lelaki sialan itu yang menyuruh para minion sialan ini untuk mengusik bisnis senjatanya.


"Bedebah sialan !!!!" Ujar Zayn.


"Le..lepaskan aku... Ku mohon..."


"Ronald..kau taukan apa yang kau lakukan padanya."


"Iya tuan"dengan patuh Ronald melakukan apa yang dipikirkan Zayn.


Bertahun-tahun hidup Ronald hanya mengurus perjalanan bisnis Zayn mengirim senjata juga obat-obatan terlarang. Segala masalah menyangkut pengiriman juga stok barang Ronald yang mengaturnya, diusia yang masih muda Ronald benar-benar menguasai segudang trik menyelundupkan benda-benda laknat ini.


Zayn dan Herry meninggalkan lelaki itu, dan membiarkan Ronald yang melenyapkan lelaki sialan itu.


Ronald meraih pisau disaku celananya dan mulai menyayat bagian tubuh lelaki itu hingga terdengar sebuah suara teriakan kesakitan dari lelaki itu, tidak ada rasa bersalah dan belas kasihan sedikitpun pada pria itu.


Tidak beda jauh dari Herry yang kini justru asyik membuat goresan di tubuh lelaki lainnya, hingga membuat suara jeritan kesakitan yang terdengar memekikan telinga.


Puas dengan permainannya Herry meraba saku belakang jasnya mengambil sebuah pistol dan mulai menembakkan peluru runcing tepat dijantung lelaki itu sehingga membuat darah segar keluar begitu derasnya, "Aaaahhhhhhhh....."suara nyaring pria itu terdengar begitu menyeramkan.


Tidak beda jauh dengan Herry, kini Ronald membabi buta menendang kasar dibagian perutnya. Bukan hanya darah yang keluar dari mulut dan hidungnya tapi juga air mata yang terus mengalir urat-urat disekitaran wajahnya terlihat jelas seperti ingin keluar menahan sakit.


Zayn terdiam dikursinya menyaksikan pemandangan itu kedua jarinya memegang sepuntung rokok tak lupa wine yang menemani saat-saat ini.


Sementara perempuan yang di ikat itu tidak tahu harus berbuat apa, dia menangis melihat kekejaman dan kesadisan anak buah Zayn yang sangat menakutkan itu.


.


.


.


🌹TBC🌹


Cerita ini hanya fiksi belaka..


TOLONG JANGAN BAPER.



FELIX RONALDO MAXTAND


kalau cerita Bastard Specialist dah tamat..


nextnya bakal diceritain kisah Ronald ..gimana??

__ADS_1


__ADS_2