BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
UNDANGAN


__ADS_3

.


.


Hujan turun begitu deras sekarang, Zayn maupun Nana keduanya masih bungkam tanpa bersuara. Zayn sibuk dengan laptopnya sedangkan Nana hanya membolak balikkan novel yang tidak di bacanya dari tadi.


"Tutup bukumu itu kalau kau tak membacanya"ucap Zayn yang masih sibuk dilayar laptopnya.


"Aku tak bisa tidur"


"Apa kau akan tidur setelah kujamah?"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Zayn membuat Nana menghembuskan nafasnya kasar,"Hujan sangat lebat diluar juga suara petir yang terus menggelegar..aku tak bisa tidur karena itu."


"Lalu kau mau bagaimana??hujan sedang ingin turun kebumi."


"Kalau tiba-tiba listrik padam bagaimana?"


"Ehmm...kalau hidup dimansion mewahku mana mungkin tidak dilengkapi genset."


"Tapi kalau tiba-tiba tidak bisa digunakan bagaimana?"


Zayn menutup layar laptopnya dengan kasar dan bangkit dari ranjang membawa laptop juga beberapa dokumen, "Kau mau kemana?"


"Menuntaskan Pekerjaanku"


"Ehmm..kenapa kau tidak mengerjakannya disini saja?"


Tanpa mengeluarkan kata apapun sebagai jawaban Zayn melanjutkan langkah kakinya.


"Aku tidak akan bertanya tentang wanita itu lagi dan aku akan segera memejamkan mataku..tapi tolong tetaplah disini!"


Zayn melirik sekilas kearah Nana, dan berbalik menempatkan tubuhnya diranjang kembali. Memang tadi  sebelum Zayn menyibukkan diri dengan berkutat didepan laptopnya, Nana bertanya mengenai Vellerie, tapi Zayn enggan menjawabnya ia mengabaikan semua pertanyaan yang dilontarkan Nana, padanya.


Nana mencoba memejamkan matanya berulang kali, dan berulang kali itu Nana masih tidak bisa tidur, "berhenti bergerak!kau membuat pikiranku terganggu."


"Kapan hujan deras ini reda!"ucap Nana kasar


..sudah hampir 2jam suara petir itu menggema ditelingaku"


"Aku akan cepat tidur bila suara itu berhenti!"


"Berhentilah mengeluh tentang hujan!"


Heh!


Zayn kaget dengan pergerakan Nana yang memeluknya tiba-tiba,suara petir menggema disertai listrik padam seketika"hiks.aku sudah bilangkan..hiks.."


"Kau menangis?"


"Hiks.. hiks..."


"Aku akan mencari ponselku di sofa untuk menelfon Herri menyuruhnya menyalakan genset"Zayn melepas kedua tangan Nana yang berada diperutnyaa.


"Jang-an tinggal ak-kuu!"Nana merapatkan tubuhnya kembali pada tubuh Zayn pelukannya semakin erat dan bibirnya gemetar.


"Kau tidak suka gelap?"Nana tak meresponnya, ia memilih bersembunyi dibalik punggung Zayn


"Kemari!"Zayn mendekap tubuh Nana erat didada bidangnya mencoba menenangkan.


"Kenapa masih belum nyala?"


"Hanya Herry yang bisa menyalakannya, tapi Herry sedang tidak ada dimansion."


"Aku lelah menutup mataku"


"Kenapa menutup mata?buka saja keadaan masih sama gelapnya"


"Tidak."


....Ahhh ku mohoon jangan tinggalkan akuu" Zayn mengangkat tubuh Nana menyamai dirinya,mengatup pipinya dengan kedua tangan Zayn "Berhentilah menangis!baju tidurku sudah sangat basah dengan air mata dan liurmu"


"Berbaringlah aku sudah lelah menjadi sandaranmu! Aku juga ingin berbaring dengan nyaman"


"Tidak."


"Berbaringlah!!aku akan memelukmu dari samping"


Nana meletakkan tubuhnya menyamping dengan satu tangan yang masih setia menarik kaos Zayn, "Hei!bukalah sedikit matamu, kemarilah! lebih dekat...ehm mungkin 3 kali geresan kau bisa tidur tepat disebelahku"


Nana meraba tubuh Zayn mencari tangannya, kemudian menggeser tubuhnya ke posisi tidur yang sebenarnya. Sedangkan Zayn membaringkan tubuhnya dekat Nana, "kau tau??,kau baru saja menyentuh milikku"bisik Zayn


Zayn meletakkan tangan Nana yang masih menggenggam erat tangannya ke pundaknya,dan Zayn lebih mendekatkan tubuhnya sampai tidak ada menghalang diantara mereka.


Tak tahan dengan tingkah absurd Nana, Zayn memulai aksinya dengan melmt bibir Nana yang kering, Nana sempat kaget dengan gerakan Zayn yang tiba-tiba,"balas aku!"cukup lama Zayn belum menerima balasan lmtan dibibirnya, Nana tak berkutik dia masih tetap diam tanpa reaksi. Zayn menggerakan tangannya menelusuri setiap inci tubuh Nana dengan hati-hati, lmtannya juga turun pada leher Nana membuat tanda merah sebagai tanda kepemilikannya.


"Jangan ditahan!!kau sangat gugup kali ini"

__ADS_1


"Aku tak bisa menikmatinya di kegelapan"Nana mengigit bibir bawahnya, menahan suara ******* yang muncul.


Zayn mengecup kedua matanya yang lembab dan mengecup bibirnya singkat, "kali ini kau tak kan bisa menahannya lagi" tangan Zayn meneros masuk celana piyama Nana mengelus lubang yang masih tertutup ****** *****, "ku memang sangat gugup sekarang, biasanya kau mudah sekali basah baby" Zayn meneruskan tindakannya dengan menyelipkan dua jarinya kelubang syurgawi Nana,"Angkat kakimu!"Nana menurut ia meletakkan kakinya diatas perut Zayn.


Penyatuan terjadi.


Pelukan erat Nana mengendor dipunggung Zayn, desahannya menjadi tangisan," hiks...hiks".


"Kau menangis?"Zayn terpaksa menghentikan semua gerakannya tangan yang semula meremas bukit kembar Nana terhenti begitupun gerakan pinggulnya, padahal ia akan mencapai puncaknya.


"Hmm..hiks hiks hiks"tangisan nana semakin terdengar, listrik kembali nyala dan hujan semakin mereda.


"tidurlah!" Zayn menghembusan nafasnya kasar, menyecup kedua mata nana yang basah dan melepas penyatuan keduanya.


Nana menurut, dia langsung memejamkan matanya. Sedangkan Zayn masih sibuk dengan pelepasannya yang tertunda, ia nenuntaskanya sendiri dikamar mandi,"oohh **_*!!Ahhhh...".


__________________________


Zayn sudah berada dikantor, dirinya hanya tidur 2jam ditadi malam, setelah kejadian semalam yang begitù tragis baginya.


"Permisi tuan, nanti ada rapat direksi dengan tuan Erik pukul 10 siang"


"Iya."


"Baiklah saya undur diri"


"Dimana livia?"


"Livia sedang sakit jadi tak bisa hadir kekantor"


"Ahh aku juga sakit."gumam Zayn


"Anda sakit tuan??"


"Ah ..tidak!!Herry tadi malam kau kemana?"


"Saya berada diapatement"


"Apa kau tak tau listrik padam tadi malam?"


"Maafkan saya tuan, tapi listrik diapartement saya akan tetap nyala walaupun listrik diluar padam"


"Cih..kau sombong dihadapanku Herry!!kau sengaja meledekku.kalau fasilitas dimansionku kurang memadai dibanding fasilitas di apartementmu"


"Bukan seperti itu tuan tap_-"


"Ahh sudahlah!!kau kan tau kalau ganset dimansionku hanya kau yang bisa menyalakannya!"


"Pergilah kau!!tidak ada gunanya berbicara pada orang tidak peka sepertimu"


Herry mengulum senyumnya dan berlalu pergi ,"Herry!!"


"Iya tuan"


"Carilah pasangan hidup, kau seperti pria homo"


"Saya akan mencari wanita seperti nona natasya"


"Heh..apa yang kau bicarakan!"


"Saya permisi tuan" Herry melanjutkan langkah kakinya meninggalkan ruangan Zayn.


"Heh..berani beraninya kau berkata seperti itu!!"


_____________________


"Terimakasih atas kerjasamanya pakZayn"pria itu menjabat tangan Zayn dengan senyum mengembang


"Iya sama sama pak Erik"


"Saya harap rapat ini akan menguntungkan bagi kita"


"Iya saya harap seperti itu"


"Oh iya saya ada undangan untuk anda pak, dua hari lagi ,saya harap anda dan istri anda bisa hadir diacara pernikahan anak saya" Erik memberikan undangan pada Zayn.


"Iya pasti saya akan datang"


"Terimakasih banyak pak, saya permisi dulu"


Rapat sudah terselesaikan, Zayn keluar dari kantornya menuju parkiran.


"Anda ingin pergi kemana tuan?"


"Cih..kau lagi! Kenapa kau berada dimobilku?"


Herry berada didalam mobil sport milik Zayn, "saya hanya mengantuk tuan"

__ADS_1


"Cepat keluar dari mobilku!!bukankah mobilmu jauh lebih mewah dari milikku"


"Hem..maaf tapi saya tak punya mobil"


"Kau hanya mampu membeli apartement yang kau banggakan itu


..minggir!"


"Biar saya antar tuan, saya akan memegang kendalinya"


"Tentu saja kau akan memegang kendalinya bila kau ikut denganku. Apa kau ingin aku yang menjadi kendali dan kau duduk disampingku!"


Herry tersenyum lebar kearah Zayn, Zayn akhir-akhir ini begitu cerewet padanya.


"Cepat.!!aku tak butuh senyum menjijikkanmu itu"Zayn melempar


Kunci mobilnya kearah Herry dan duduk dibelakang.


"Kita mau kemana tuan?"


"Ehmm..kau tau tempat penjual gaun yang bagus"


"Gaun??"


"Ya, aku akan menghadiri pesta"


"Mutiara gown Gallery"


"Kau yakin ada gaun yang mahal?"


"Setidaknya tempat itu menyediakan gaun selera anda"


"Baiklah"


"Selamat datang tuan, ada yang ingin saya bantu"


"Apa ada gaun cantik dan ..mewah??"tanya Herry pada pelayan itu


"Ada berbagai gaun mewah keluar terbaru, mari saya tunjukkan"


Pelayan itu menunjukan dua opsi pilihan pada Herry,




"yang itu, kurasa sangat cocok dengan nona natasya tuan!"Herry menunjuk gaun warna hitam, Zayn menatap tajam Herry mulutnya bergerak menahan umpatannya, dan mengangkat satu alisnya.


"Apa kau yang ingin membelikan gaun untuknya?"ucap Zayn dingin


"Maaf tuan saya hanya menunjukkan opini saya"jawab Herry dengan menundukkan kepalanya


"Aku gak suka kedua gaun itu, gaun itu sangat terbuka, aku ingin gaun yang area lengan dan dadanya tertutup"


"Baiklah"


"Heh..aku seperti ajudanmu tadi. Berjalan dibelakangku!! Jangan mendahuluiku"


Herry menuruti perintah Zayn, ia juga mengelengkan kepalanya berulang kali menyesali tindakannya tadi.


"Ini tuan!"


"Itu masih terlalu terbuka"


"Bagaimana kalau yang ini?"



"Baiklah yang itu saja"


"Tapi tuan bukankan gaun itu terlalu simple untuk dikenakan di sebuah pesta"


"Tutup mulutmu herry!! aku tak ingin mendengar pendapat darimu" zayn membentak Herry, tapi ia juga mengubah gaun yang akan dibelinya.


Menjadi lebih glamor dan tentunya tertutup.



.


.


.


🌹TBC🌹


jangan lupa untuk dukung author dengan cara ketik reg spasi🤣

__ADS_1


Becanda yaa..cukup Vote, like dan coment.


Thank's genk


__ADS_2