
.
.
Pagi ini matahari muncul begitu cepat, sinarnya menembus celah kamarku. Tapi aku masih enggan membuka mataku. Dengan posisinya yang nyaman seperti ini, pendingin mahal kamarku yang menutupi hawa panas diluar juga wanita ini yang kujadikan guling.
Entah sudah berapa kali ponselku bergetar, aku bukan pria bodoh yang gampang lupa, pagi ini Herry terus saja menelponku tanpa henti untuk mengingatkanku rapat hari ini. Dasar pria pendiam itu selalu saja menggagu moment langkaku..
Mungkin terganggu dengan suara getaran ponselku yang berulang kali, kini wanita ini tampak terusik matanya yang mengerjap-ngerjap menandakan dia terganggu suara itu.
"Morning baby.."sapaku padanya
"Hmmm..
"Bangunlah! aku harus segera berangkat,ada rapat penting hari ini..dan bukankan hari ini kau akan kuliah??"
Dia menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya dan memberi senyuman singkat kearahku.
Ku k**up bibirnya singkat "kau kelihatannya sangat senang"
"Ehmm..aku akan bertemu dengan sahabatku lagi"
"Yah..dan ingat syaratku malam tadi"
"Iya iyaa aku akan mengingatnya"
Aku bangkit dari ranjang mengambil handuk dan berjalan kembali kearahnya "Kau ingin mandi bersamaku??"tanyaku dengan menggoda
Ini sudah siang. Kalau kau tidak mandi sekarang,kau akan telat"sambungku dengan mengulurkan tanganku.
"Kalau aku mandi bersama mu itu sangat tidak efisien..
lagi pula Lubangku juga sangat sakit"sambung ucapannya dengan nada rendah.
"Iyaah..kau benar!!dan jangan lupakan Salep juga obatmu biar nanti malam bisa kita lanjutkan..hemm"dengan berbisik padanya dan mengedipkan mataku
"Ashh..dasar mesum!!"
.
****
"Ayo!!
Biarku antar.."ucapku menawaekan diri.
"Apa kau tidak bekerja hari ini??...tapi pakaianmu sangat rapi"
"Apa aku terlihat tampan? Semua wanita akan mengatakan itu jadi akui saja bahwa suamimu ini pria langka, tampan kaya juga...kuat"
"Sudahlah.."wanita itu mengatakannya dengan melangkahkan kakinya keluar masionku.
Hari ini sudah terlau siang untuk mengadakan rapat jadi aku sengaja menundanya, lagipula aku juga ingin memastikan sesuatu dengan mengantarnya berangkat kuliah hari ini.
"Kita naik apa?"
"Apa kau ingin naik helikopterku??sampai kau tak melihat mobil ku yang sudah terparkir disana."
"Kau sangat sensitif sekali"
"aku bukan sensitif hanya menawarkan"
Kami sudah berada di mobil sport warna putihku dengan aku yang memegang kendali.
__ADS_1
"Kau sudah sarapan tadi?"tanyaku mengawali pembahasan.
"Tidak..aku kangen nasi goreng kampus jadi aku sengaja gak sarapan"
"Naiklah!! ke pangkuanku." Ucap ku kemudian.
Wanita itu diam dengan perasaan bingung dengan kalimat yang baru kukatakan tadi. Dia menelan ludahnya dengan susah payah, lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Hah!..Tidak mau."
"Kalau begitu, kita tidak akan ke mana-mana."aku memberentikan mobilku dipinggir jalan raya.
Tidak ada sautan dari wanita itu. Beberapa menit kemudian, hanya hening di sana.
Aku menghela napas panjang menghentikan kediaman ini "Baiklah. Aku mengganti ancamanku. Naik ke pangkuanku, atau aku yang akan naik di atasmu, baby. Kau takkan suka dengan opsi ke dua itu. "
Wanita itu menghela napas panjang. Dia melepaskan sabuk pengamannya, lalu melangkah dengan membungkuk saat perlahan duduk di pangkuanku.
Untungnya, rok mini wanita itu ketat membuat kewanitaannya berada jauh di kejantananku.
Tapi aku adalah pria sejati, Dengan rasa bangga ku elus pahanya dari atas lutut ke paha dalamnya, membuatnya meremang saat roknya terlipat ke atas. Wanita itu memegang lengan kekarku kuat-kuat untuk menghentikan hal yang ingin ku perbuat padanya.
"Syuut." Potongku sambil menc**m gemas bibirnya. Tanganku meraih bokongnya dan mendorong mendekat erat ditubuhku, membuat tubuhnya mengangkang dan ke**nitaannya yang terbalut celana dalam menyentuh juniorku yang terbalut celana.
Tanganku menekan bok*ngnya dengan kuat dan tangan satunya naik untuk menekan tengkuknya.
Bibir lembab nan dingin miliku melu**t keras bibirnya. Menjilat bibir dalamnya, dan menerobos masuk ke dalam mulutnya.
Ku jauhkan wajahku. menatapnya lurus-lurus. Seperti biasa, matanya berkaca-kaca. Selalu dan selalu.. Bibir serta pipinya merona akibat serangan dariku.
Tanpa memperdulikannya, Tanganku meraih celana dalamnya.
Srekk
"Ahh!" Serunya, kaget saat ku robek celana dalamnya.
Aku tak menghiraukan ucapannya. Kubuka celananya cepat. Tangaku kini memegang pinggulnya dengan kencang.
"Kita sudah melakukannya tadi malam sampai pagi menjelang..dan kau menginginkannya lagi..lubangku sakiit"
"Kau sudah meminum obatmu tadi dan sudah memakai salep. Jadi.." Kataku menghentikan kalimatku. Untuk menc**m kasar bibirnya. Wanita itu sangat kuat mencoba mendorong bahuku. Dan ia mencoba menjauhkan pinggulnya saat kucoba menyatukan tubuhku ke dalamnya.
Saat aku maju mengejar lubangnya,wanita itu mengangkat tubuhnya dan terbentur pada atap mobil.
Duk
Duk
"Aw!" serunya sambil meringis sakit.
Suara yang terdengar kencang itu membuatku menghentikan kegiatanku dan menatapnya. "Apa kau bo**h??? Kenapa kau memukulkan kepalamu ke atap mobil??" Bentakku.
Wanita itu memegang kepalanya mungkin merasa pening, tanpa sadar ku tuurunkan tubuhnya. Dan sialnya, luvang itu menyentuh jumiorku, membuatkubmengerang dan wanita itu mendesah.
"Aku tak peduli. Aku ingin memasukkimu sekarang."
"Stop! aku yang akan memimpin!" serunya panik saat aku kembali mencengkram pinggulnya. Aku terdiam seketika.
Aku tersenyum senang kemudian menyadari itu. Dan tanganku melepaskan pinggulnya dengan senyum miring. "You do it. Or I do it."
Dia menelan ludahnya dengan susah payah. Lubangnya dan juniorku masih menempel, dan itu membuat lubangnya basah karena bersentuhan dengan benda kerasku yang hangat ini.
Wanita itu memajukan tubuhnya, dan memulai semuanya dengan ciuman lembut dan pelan. Aku tersenyum dalam ciuman kedua saat tangannya meraba dadaku dan melepaskan dasi yang kupakai. Tangannya menelusuri lenganku dengan lembut. Menggenggam kedua tanganku, menyatukannya dan... Mengikatnya?
__ADS_1
"Ohh ****!!"
Aku segera menjauhkan wajahnya saat dia dengan berani membuat tali mati di tanganku. Aku menatap tajam padanya. "Kau pikir aku tak bisa melepaskannya?" tanyaku serak oleh gairah.
"Diamlah, aku yang memimpin." Ucap nya. Dia memajukan wajahnya ke leherku dan menjilat pelan dengan malu-malu. Hal itu membuatku mendesah kencang merasakan benda lembab, kenyal dan hangat menyentuh kulitku.
"Goddamn it! Langsung masukan saja juniorku. Aku bukan pria perjaka yang butuh foreplay."
"Syuut." Desisnya tepat di telinga ku, sambil menjilat belakang telinga. "Aku bilang...aku yang memimpin." Bisiknya sambil meniupkan angin ke dalam telingaku.
Wanita itu mengelus rahangku dengan lembut, kemudian memeluk leherku erat. Aku menaikan tangannya dan memeluk erat pinggangnya. Wanita itu menaikan pinggulnya, dan Aku menahan napas menerima siksaan itu.
Aku menelan ludahku, menunggu saat-saat yang paling menegangkan di saat juniorku tegang. Dengan tangan bergetar dia menggenggam juniorku, dan kepalaku tersentak ke belakang dengan desahan serak saat tangannya yang terasa panas itu mengelus pelan. Wanita itu menurunkan pinggulnya, dan lubang serta juniorku kembali menempel. Ya, menempel dan tidak dimasukkan oleh wanita sia**n itu!!.
Aku mengeram hebat. "Jangan main-main dengan gairah seorang pria, baby." Ucapnya serak.
Dia balas dengan mengecup kencang leherku. "Aku tidak sedang bermain-main." Katanya dengan desahan.
Napasku memberat saat wanita itu memaju mundurkan dirinya di atasku. Wanita itu menggesek juniorku dengan cara yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya bahkan dengan Vellerie sekalipun. Lubang basah dan hangat dari miliknya terasa nikmat saat menggesek kejantananku. Lembut, berbanding terbalik dengan juniorku yang keras. Aku akhirnya mengeluarkan desahan serakku kembali.
Napasnya yang terengah terasa di leher ku. Kucengkram bokongnya yang tak tertutupi kain. Tanganku memaju mundurkan tubuhnya dengan kencang, membuatnya mendesah sama kencangnya.
Aku mengeram nikmat. Dan sialannya, tanganku yang terikat membuat rasanya lebih nikmat. Aku ingin sekali meremas gundukannya yang lembut. Namun, tanganku yang terikat tetap berada di bokongnya untuk memaju mundurkan tubuhnya.
Wanita itu mencengkram bahuku kuat-kuat. Dan saat itulah Aku takbisa menahan diri lagi. Aku mempercepat gerakan tanganku, membuat lubangnya menggesek juniorku dengan dengan cepat. Napas kami menderu. Aku mengeluarkan geraman serak, dan wanita itu mendesah kencang.
Geramanku semakin kencang saat juniorku makin mengeras. Aku mengeram lirih dan menelusupkan wajahnku ke lehernya. Aku menghisap kuat lehernya sedangkan dia mendesah kuat.
Napas kami terengah hebat. Keringat membanjiri tubuh dan wajah kami. Aku mengecupi pipi, rahang, telinga, dan kepalanya. Tangaku yang masih terikat, dan tubuh wanita itu yang lemas jatuh menimpaku.
Bibirku menyentuh pelipisnya yang basah, lalu turun ke telinganya. "Kau masih menyesal dengan sentuhanku, Baby??" bisikku serak. Dia terdiam. "Kalau masih, rasakanlah untuk waktu yang lama. Karena aku akan terus menyentuhmu dalam kurun waktu yang tidak dapat kutentukan."
Wanita itu mendesah pasrah. Sedetik kemudian, kubuka ikatan talinya dengan mudahnya, dan tanganku mencengkram bahunya. "Minggirlah. Aku yang akan menyetir." .
Matanya melotot. "Hmm.. Kau dapat melepaskan diri dari ikatan tanganmu?"
Aku tersenyum miring. "Aku memberimu pilihan barusan. Dan kau sendiri yang ingin memimpin. Ya aku senang-senang saja. Menghemat energi juga, kan?"
Wanita itu menganga tidak percaya.
Akhirnya, seperti biasanya wanita itu kembali marah padaku dan menghindariku hingga sampai di gerbang masuk kampus.
Aku tak menghiraukannya tapi sebenarnya, terlihat dari wajah merah mudanya dia bukannya marah, tapi ia malu. Malu karena dirinyalah yang memimpin aktifitas kotor nan bejat yang biasanya kumulai dulu.
"Ingat syaratku tadi malam!!"
.
.
.
🌹TBC🌹
Hai hai TheBasGenk...
Part ini extra ya karena dipart ini pembahasan dewasa terpanjang..
Gimana🤣🤣
Jangan lupa Vote like dan Coment ya genk agar gue semangat up nyaa😎
__ADS_1
Pakaian yang digunakan Nana saat ini...
bagaimana Zayn tidak tergoda❗🤣🤣