BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
HIYA HIYA


__ADS_3

Hari ini Nana habiskan dengan memindahkan kaktus-kaktus dipot yang kecil, dia terus tersenyum dengan meletakkannya disap-sap bagian belakang masion Zayn.



"Nak..."


"Bibi"


"Kau sedang apa?"


"Ah..ini aku sedang menyusun kaktus-kaktusku"


"Waah..sangat banyak. Kau membelinya dimana?"


"Tidak. Aku tidak membelinya. Semua kaktus ini pemberian dari ibu temanku, mereka mau pindah soalnya, jadi ibunya memberikan kaktus-kaktus ini untuk kurawat"


"Sangat indah dan lucu.kaktusnya mini-mini!"


"Hahahha..iya sangat imut sepertiku"kata Nana tersenyum lebar pada Meridith


📞+6283651411900 is calling..


Tiba-tiba ponsel Nana berdering, Nana mengerutkan dahinya bertanya"Siapa ya??nomer gak dikenal."


"Yasudah bibi kedalam dulu ya"pamit Meridith


"Iya bi"


Nana menekan tombol hijau"Hallo.."


"Hay Natasya.."


"Siapa ya??"


"Gue Vellerie, kekasih Zayn"


"Dari mana kau mendapat nomerku"


"Itu tak penting!aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh. Bisakan kau menyempatkan waktumu untukku, kita ngobrol diluar, bagaimana??"


"Maaf, tapi aku sedang sibuk"


"Hanya setengah jam,kau akan happy mengobrol denganku, karna nanti kita akan membahas tentang suamimu,Zayn"


"Cepat katakan dimana kita bertemu"


"Kedai kopi anggika,aku tunggu kedatanganmu 15menit lagi"


"Ak_-"Vellerie memutuskan sambungan telpon sepihak.


Nana langsung bergegas pergi ketempat itu, "Bi, aku pergi dulu ya"


"Kemana?"


"Ada janji sama temen gak lama kok mungkin satu jam lagi aku udah balik"


"Hati-hati ya..minta pak jony untuk mengantarmu kesana!"


"Tidak. Aku akan naik taxi saja..bye bi aku berangkat dulu"Nana pergi tergesa-gesa.


"Jangan lupa kabari tuan!!"meridith berteriak pada Nana.


Kejadian beberapa hari lalu berputar kembali dibenak Nana,"Dia bilang kalau dia kekasihnya, apa bener kalau sebenarnya..dia menikahiku karena_-ahh..tidak gue harus berpikir positif!


Lebih baik gue hubungi dia, kalau sampek salah faham lagi bisa hancur badan gue" Nana menelan ludahnya kasar ,mengambil ponsel di didalam tas selempangnya.


Ini baru pertama kali dia menghubungi Zayn, Nana menggigit bibir bawahnya,ada sedikit rasa canggung menghubunginya"telpon atau kirim pesan saja ya??kalau telpon..ahh tidak kirim pesan saja"


Bastard☠Online..


Aku pergi.✅


Ingin bertemu temanku.✅


Tak lama dering pemberitahuan ponsel Nana muncul"Hah.cepat sekali dia balasnya"


Bastard☠


Sama teman kurusmu??


Awas saja kalau pulang nanti, bukan hanya badanmu yang hancur,tapi akan kupastikan lubangmu akan sobek.


Tidak.akan aku pergi bersama teman wanitaku✅


Baiklah.


Pulang sebelum aku kembali kerja


Iya.✅

__ADS_1


Hati-hati,baby😘


Nana hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya kemuadian memasukkan kembali ponselnya kedalam tas selempangnya.


"Sudah sampai nona"


"Iya terimakasih"


Langkah kaki Nana berjalan keCaffe yang bernuasa asri, banyak sekali pohon rindang disamping Caffe. Pandangannya menelusuri setiap pengunjung didalam Caffe dan menemukan wanita yang mengenakan pakaian tak pantas ditempat terbuka.



"Maaf menunggu"


Vellerie tersenyum melihat kehadiaran Nana,"Tak masalah..duduklah!"


"Apa yang ingin kau bicarakan"


"Santay saja, setidaklah pesanlah minum dulu."


"Tak perlu aku tak punya banyak waktu"kata Nana sinis


"Heh.baiklah ..kau kenal diriku?"


"Tidak."


"Aku kekasih Raka Zayn, namaku Velleria amora. Aku lebih dulu mengenal Zayn dari pada dirimu, aku sangat tau kehidupan yang tengah dialaminya.


Ku harap kau jangan terlalu tenggelam dalam perasaan yang tak berarti untuk Zayn"ucap Vellerie yang penuh teka-teki.


"Apa maksudmu?"


"Kau tak boleh mencintainya."


"Kenapa??"


"Karena dia milikku"


"Aku istrinya. Dan kau hanya kekasih gelapnya, kau tak pantas berkata seperti itu padaku."


"Hahahha, dengarkan aku Nona jangan pernah  jatuh cinta pada pria yang sudah menjadi MILIKKU!!"


Nana bingung dengan semua perkataan Vellerie padanya,"Kau akan terluka lebih dalam kalau kau sampai mencintainya."


"Apa urusanmu?? ini hubunganku bersamanya, jangan pernah ikut campur dalam hubungan kami."


"Apa kau mencintainya??"tanya Vellerie yang membuat Nana bungkam.


Vellerie menelan lidahnya kasar,"Ck!aku kalah telak denganmu


..kalau kau benar-benar mencintainya, aku akan menjadi penghalangmu!"


Nana mengerjapkan matanya berulangkali menahan marahnya pada wanita dihadapannya.


Vellerie diam sesaat menatap Nana tajam,"Kalau kau kuat menahannya, aku salut padamu"


"Zayn hidupku, dan aku memperjuangkannya"


Nana tak bisa menahannya, ia mengambil tasnya diatas meja dan bangkit dari kursi duduknya,"Tunggu Natasya!!Maafkan aku. Jika nanti Zayn sering pulang malam ataupun pergi tiba-tiba, itu mungkin ulahku." Kata Vellerie.


Nana keluar dari Cafee, kakinya tak bisa menumpang tubuhnya, ia jongkok di bawah pohon rindang dekat caffe dengan tubuh bergetar hebat. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan saat tangisnya berubah kencang dan deras. Tuhan... Berikan aku kekuatan yang lebih...Aku akan bertahan..."Batinnya


_________


Zayn membawa bingkisan tadi yang telah dibelinya ditangan kanannya, senyumannya terus terbit diwajahnya.


"Apa anda tak ingin meletakkan bingkisan itu tuan, dari tadi anda terus saja memegangnya dan selalu tersenyum selama perjalanan"


"Aku bersumpah akan memotong gajimu bulan ini Herry, kalau kau tidak bisa diam"kata Zayn dengan penuh tekanan.


"Maaf tuan"


"Besok jangan ikuti aku!"


"Tapi tuan _-"


"DIAM!jangan membantah"


Zayn keluar dari mobilnya dengan kesal, membanting pintu mobil dihadapan Herry yang tadi membukakan pintu untuknya.


"Pergi!"Herry menunduk patuh dan pergi dihadapan Zayn.


Meridith sedang sibuk didapur menyiapkan makan malam bersama para pelayan dan..Nana. mata Zayn terus menatap pergerakan yang wanita itu lakukan..


"Kau sudah pulang"Nana menghampiri Zayn dengan mengusap keringat di keningnya.


"Kau pulang jam berapa tadi?"


"Tadi..aku hanya keluar satujam saja. Sini biarku bawakan tas kerjamu"Nana mengambil tas kerja Zayn dan akan mengambil bingkisan ditangan kanan Zayn.

__ADS_1


"Jangan yang ini.."


"Mandilah bibi-bibi sudah menyiapkam makan malam untuk kita semua"


"Bibi-bibi?? Makan malam untuk kita semua?"


"Iya. Sana cepatlah mandi!"


"Tak biasanya kau baik padaku"ucap Zayn curiga


..Apa yang kau inginkan, hah?aku baik salah, aku acuh padamu salah..ini semua balasan dariku karena kau mengizinkanku keluar tadi"


"Waw..bagaimana kalau aku mengizinkanmu kencan dengan pria kurus itu. Hadiah apa yang akan kudapat darimu??pasti sangatlah besar..iyakan??"


"Jangan memulai pertengkaran denganku"Nana berlalu mendahului Zayn, dirinya menghindari pertengkaran yang tak berguna.


Sebuah tangan kekar mendarat diperut Nana, menghentikan langkah kakinya, tubuhnya tertarik kebelakang menubruk tubuh keras bagai batu "Aku suka sikapmu kali ini...


Bagaimana kalau aku meminta hadiah darimu lagi setelah makan malam nanti"Bisik Zayn tepat ditelinga Nana.


Zayn mengecup lembut leher Nana, matanya terpejam merasakan Kecupan Zayn yang memanjakan tubuhnya.


Mata Nana terbuka setelah tangan kekar itu tak lagi berada diperutnya, Zayn manaiki tangga menuju kamarnya dengan mengedipkan satu matanya kearah Nana sebelum melanjutkan lagi langkahnya.


"Pesona tuan..sudah mampu mencuri hatimu Nak"


"Bibi!!"Nana tersipu malu mendengar perkataan Meridith.


..Aku akan mempertahankan ini semua"tekat Nana dalam hatinya.


Makan malam telah usai, Nana maupun Zayn sudah berada dikamar sekarang.


"Lusa aku akan menghadiri undangan klienku. Kau bisa menemaniku kan?"


"Aku??"


"Iya"


"Baiklah"Nana melanjutkan kegiatan mengisir rambut panjangnya didepan cermin.


"Ini.ambillah kau bisa mengenakan gaun ini di acara lusa nanti"


Nana melihatnya bingkisan ditangan Zayn lewat cermin didepannya.


"Ayo ambillah"Zayn meletakkannya diatas meja rias Nana.


Mata Nana berbinar saat membuka bingkisan itu, gaun yang sangat indah. Nana tak pernah memakai gaun seperti ini sebelumnya, senyuman lebar diwajahnya muncul menandakan bahwa ia sangat menyukainya.


"Sangat indah"


"tentu...aku membelinya sangat mahal,tentu saja indah"


Tanpa diduga, Nana memeluk erat Zayn dari belakang "Terima kasih..aku sangat menyukainya"


Zayn membalikkan tubuhnya menghadap Nana memegang kedua pipinya dengan tangan kekarnya,"Kau senang?"hanya anggukan yang dibetikan Nana sebagai jawaban.


Bagaimana aku bisa menyakitimu..kalau kau saja menderita sejak kecil"lirih Zayn dalam hatinya


"Bisa kita mulai hadiah yang akan kau janjikan padaku.Natasya!"


Nana melepas tangan Zayn yang berada dipipinya "aku tak menjanjikan apapun padamu!"


"Benarkah??"


"Kalau begitu aku meminta imbalan dari gaun yang sudah ku berikan padamu"


Zayn mendekati Nana diatas ranjang dengan tatapan penuh nafsu, "Tunggu sebentar!!"Cegah Nana saat Zayn ingin mencium bibirnya.


"Ada apa??"


"Akhir-akhir ini tubuhku gampang lemas. Lakukan dengan hati-hati."


"Baiklah."


.


.


.


🌹TBC🌹


Hayoo dah mulai bisa nebak gak..


Part selanjutnya lebih menarik genk..


Tetap dukung author dengan Like Coment dan Vote Vote Votee😘


bonuuss buat kalian biar makin ♥️ sama Zayn**

__ADS_1



__ADS_2