BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
TINGGAL


__ADS_3

Sore hari ini Sinar matahari tidak terlalu menyengat di luar mansion, kalau bukan karena kebelet mungkin Nana enggan terbangun dari tidurnya kali ini, Nana mulai mencoba bangun dari ranjang menggesar tubuhnya kepinggir ranjang, tubuhnya seakan ingin remuk apalagi daerah selangkangannya yang rasanya sangat sakit walaupun hanya menggeser pelan tubuhnya.


Mengingat percintaan semalam membuat wajah Nana memerah, Zayn tak mengizinkannya terpejam walau sesaat. Nana kembali tersadar, badannya sungguh lengket oleh keringat dan sisa cairan semalam.


Lagi-lagi tangan Zayn berada di perut Nana, memeluknya dengan erat seakan tak ingin ditinggalkan. Nana menggeser tangan kekar itu secara perlahan tapi gagal, pelukan itu malah semakin erat. Nana mencoba lagi, dan akhirnya berhasil. Saat mencoba melangkah turun, tubuhnya tiba-tiba terjatuh membuat Zayn ikut terbangun terbangun.


Selangkangannya sangat perih, membuat kaki Nana tak bisa menahan badannya.


"Kau mau kemana?" Zayn bangun saat mendengar sesuatu yang jatuh, dilihatnya wanitanya itu tak ada di sampingnya. Saat dilihat, Nana terjatuh dilantai.


"Kamar mandi." Gumam Nana pelan.


Zayn turun dari tempat tidurnya tanpa malu jika tubuhnya hanya menggunakan celana ketat.


"Apa sangat sakit?sampai kau tak bisa berjalan!"


"Kau pikir lubangku benda kokoh yang tak bisa hancur menerima terjanganmu semalam yang begitu kuat. Aku yakin kali ini salem dan obat yang kau berikan tidak akan mempan"saut tegas Nana.


Zayn terkekeh mendengar ucapan Nana, "Bukankah semalam adalah kali  pertama  kita melakukannya sampai menjelang  pagi?"


..Sampai-sampai aku terbangun disore hari"


"Kau tidak jadi pergi?"


"Mungkin nanti.setelah makan malam denganmu"


Tatapan keduanya terkunci beberapa saat hingga tiba-tiba tubuh Nana terasa melayang. Pria itu, Zayn menggendongnya menuju kamar mandi.


"Bersihkan tubuhmu pelan-pelan!!"


Nana hanya menjawab dengan anggukan.


Di letakkannya Nana di bath up dan Zayn menyetel air nya menjadi hangat agar mengurangi rasa sakit diseluruh tubuh Nana.


"Aku yakin jika lubangmu terkena sabun, pasti rasanya akan sangat perih...apa perlu aku membantumu juga?" Zayn menggoda Nana.


Wajah Nana seketika memerah saat mendengar tawaran Zayn.


"T-tidak. Aku bisa sendiri." Jawabnya pelan.


"Kau yakin tidak ingin bantuanku?. Aku bisa membantumu membersihkan semuanya"


"Tidak. Keluar sana, kalau kau terus berada disini aku tidak akan selesai-selasai mandinya. Perutku sudah sangat lapar"


"Baiklah aku akan pergi. Mandilah dengan benar!! aku akan menyuruh Meridith menyiapkan makanannya. Jangan lama-lama aku menunggumu untuk makan dibawah. Aku tahu kau pasti lapar." Ucap Zayn lembut lagi.


Zayn pun mencium kening Nana dan pergi keluar kamar mandi dan tak lupa menutupnya.


....Kenapa jantung ini berdetak lebih cepat? Ada apa denganku? Tidak-tidak Natasya..dia tidak mencintaimu, kau harus mengerti itu. Tapi apa maksudnya dengan dia mencium keningku? Hanya mencium kening aku merasa sangat senang dan jantungku berdetak dengan cepat!...

__ADS_1


Nana terus merenung memikirkan hal hal itu.


30 menit sudah Nana berendam, Nana bangun dari bath up, dengan keadaan  seluruh tubuh yang terasa lebih mending tak terlalu sakit seperti tadi.


Nana langsung membilas badannya. Dan keluar kamar mandi. Mencari baju santai untuk sore ini. Kaos pantai biru dan hot pants hitam menjadi pilihan Nana, setelah dirasa semua sudah selesai, Nana pun turun ke ruang makan. Disana ada Zayn dengan ponsel di tempel di telinganya. Saat Nana datang, Zayn memutuskan sambungan telefon sepihak, menatap kearah Nana yang baru turun dari tangga.


"Sudah merasa baikkan?" Tanya Zayn dingin padanya.


"Iya"


"Makan lah yang banyak aku tak mau kau sakit lagi." Zayn mulai mengambil lauk yang Nana inginkan.


...Bilang saja jika aku sakit kau tak akan bercinta dengan ku kan? Bercinta?Entahlah.... Batin Nana. Dan merekapun mulai makan dalam diam.


"Istirahatlah. Aku akan berangkat sekarang. Hemh...sayang sekali selama satu minggu kedepan kita tak  akan bisa bercinta. Mungkin kau akan merindukan sentuhanku..


Dan untuk kuliahmu, Herry yang akan mengantar jemputmu. Kemanapun kau pergi bawa Herry bersamamu!


Dan satu hal lagi ingat ini baik-baik. Jangan pernah dekat dengan pria lain, siapapun tanpa terkecuali! kalau aku sampai tahu tentang itu. Aku akan memberikan hukuman padamu lebih dari yang sebelumnya. KAU MENGERTI?" Zayn berbicara panjang lebar  dengan nada dinginnya membuat nyali  Nana menciut.


"Iya. Baiklah." Jawab Nana lemas.


Bukannya senang karena selama seminggu kedepan pria itu tidak menyentuhnya dan akan membuat tidurnya nyenyak .Nana malah sedih, pastinya Nana akan merasa kesepian seperti kemarin lagi, tanpa ada pria ini didekatnya.


"Aku berangkat dulu!"pamit Zayn sebelum pergi


Nana mengangguk sebagai jawaban"Hati-hati, kau juga harus mengingat janjimu..kalau kau akan menghubungiku saat ada waktu luang! Kau tak lupa kan?"


"Hem.."jawab singkat Zayn dan berlalu pergi meninggalkan Nana.


Setelah makan Nana menuju kamarnya. Dan mulai tertidur. Mengistirahatkan tubuhnya. Badannya sangat lelah dan sakit-sakit.


Pagi harinya. Nana bangun lebih awal karena kemarin tidurnya di percepat.


Nana mulai siap-siap untuk pergi ke kampus lebih awal.


Nana turun memulai sarapan sendiri."Tuan pergi?"tanya Meridith padanya.


"Iya"jawab singkat Nana lesu.


"Makanlah dengan benar. Dan jangan lupa minum obatmu!jangan sampai kelelahan, langsung pulang setelah kamu selesai kuliah ya!"


"Iya bi. Bibi sekarang banyak bicara seperti dirinya!."ucap Nana memanyunkan bibirnya.


"Saya tak ingin melihatmu sakit, nak!"


"ehemmm..aku tau itu..Makasih bi, bibi sangat memperhatikanku. Rasanya aku seperti mempunyai ibu lagi"ucap Nana merangkul Meridith dan tersenyum hangat padanya.


Setelah memakan makannya dan meminum obatnya, Nana berangkat ke kampus dengan Herry sesuai perintah Zayn.

__ADS_1


Di kampus suasanya seperti biasa. Nana langsung menuju ke kelasnya. Di sana sudah banyak siswa yang datang. Nana memilih tempat duduk yang agak kebelakang tapi yang tak terlalu kebelakang barisan itu agar materinya masuk ke otak meskipun gak ada mood untuk mata kuliah hari ini, sepertinya yuna juga tidak masuk hari ini, menambah kebosanan Nana.


Kelasnya akhirnya berakhir. Nana langsung keluar kelas dengan lesu dan berniat langsung pulang, karena Herry telah menunggunya diparkiran.


__________________


Di tempat yang berbeda, Zayn dan Ronald mengeksekusi dua orang pria atas kasus yang berbeda, satu pria baru tertangkap basah atas kasus penggelapan dana masuk dari barang ekspor jerman dan yang satunya dalang dibalik kerugian bisnis gelapnya. Ronald menyiksa kejam kedua pria itu tanpa ampun, kesadisan seperti sudah melekat didirinya.  Menyayat, memukul dan menyinjak tubuh pria itu  hingga kesulitan bernafas.


"Akan ku pastikan semua keluargamu lenyap di tanganku!"ucap Zayn kejam, berjalan mendekati kedua pria itu


"Ampuni akuu tuan!!!


Bukan aku. Aku hanya suruhan tuanku!"jawab lemah salah seorang pria itu menahan sakit diseluruh tubuhnya.


"Bukankah kau pemimpinnya?"


"Aku hanya menjalankan tugas."


"Siapa?"


"Alan Roxanne...."


"Heh...dia lagi."


Ronald!"


"Baik tuan"seakan tau maksud tuannya Ronal menerjang tubuh kedua pria itu, membunuhnya dalam waktu sekejap.


Mobil mewah Ferrari F60 America milik Zayn terparkir disebuah kedai kopi, membuat para pengunjung menatap iri mobil mewahnya juga pengemudinya yang begitu menarik mata melihat kearahnya.


Zayn berjalan menghampiri wanita yang sedang menikmati minumnya disamping cendela besar kedai


"Ada informasi apa?"


.


.


.


🌹TBC🌹


Up-nya cuma bisa dikit soalnya minggu ini sibuk bikin persiapan lomba genk..


Maaf yaa tpi diusahain besok up lagi kok..


(Felix Ronald)


__ADS_1


__ADS_2