BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
MAIESHIOPHILIA


__ADS_3

...Maaf..tapi ibu kalian tidak dapat kami selamatkan. Begitupun janin didalamnya.


...Kedua pilihan itu tidak bisa menyelamatkan nyawa kakak anda. Bayi dan ibunya telah meninggal.


...Perlu ku ingatkan kembali bahwa aku seorang MAIESHIOPHILIA .. aku tau benar wanita yang sedang mengandung, Walau hanya menatapnya dari kejauhan.


Dan sepertinya aku mendapat mangsa sangat tepat lagi kali ini.


Tiga ucapan dalam kondisi berbeda namun memiliki artian serupa terus terngiang dipikiran Zayn.


Dengan tangan yang menopang di tembok, Zayn menatap dokter tersebut dengan tajam. "Dokter, apa kau bisa merahasiakan ini?"


Dokter itu mengerjap kaget dan mengerutkan alisnya dengan bingung. "Kenapa... Saya harus merahasiakannya? Pasien harus tahu dengan kondisinya sendiri."


"Jangan."


"Tapi—"


"Aku ingin menggugurkannya." Kata Zayn sambil menatap tubuh Nana yang tergolek lemah di ranjang. "Aku ingin makhluk itu menghilang dari tubuh istriku."


"Anda... Ingin melakukan aborsi?"


"Aku juga ingin mengangkat rahim istriku. Agar dia tidak dapat hamil selamanya."


"Tapi maaf tuan. Saya tidak bisa melakukan hal berdosa itu"


"Akan kubayar sesuai keinginanmu. Berapapun jumlah yang kau minta,jika kau mau melakukannya."


Dokter tersebut melotot. "Saya tidak mau! Anda menyuruh saya membunuh janin yang sangat sehat sempurna?? Itu tidak diperbolehkan!"


"Aku tidak peduli. Aku akan tetap membunuhnya."


"Tuan! Yang di dalam perut istri Anda adalah seorang manusia yang berhak hidup!!"


Zayn mendengus sinis. "Kau pikir aku bodoh? Kau pikir, aku tidak tahu jika janin itu bagaikan penyakit tumor ganas yang berbahaya? Obatnya hanya dengan menggugurkannya. Aku tidak ingin kehilangan istriku. Tidak sekarang."


"Tapi, aksi pengangkatan rahim itu sangat tidak masuk akal!! Anda bisa membunuh istri Anda sendiri!"


"Sebegitu bencinya kau padaku, Hmm?"


Suara Nana sukses mengagetkan Zayn. Dia menatap Nana dengan pandangan kaget. "Natas..."


"Apa salahku padamu?" tanya Nana dengan isakannya. "Aku tidak akan meminta tanggung jawabmu. Tidak akan. Kau tidak perlu takut jika anak ini akan menjadi penghalangmu dengan kekasihmu."


Zayn menghampiri Nana dan membungkuk di sisi ranjang hanya untuk mendekatkan dirinya dengan Nana dan mengusap puncak kepala Nana dengan pelan. "Kau tidak akan mengerti. Aku kehilangan ibuku karena ini. Kakakku pun meninggal karena dia mengandung. Janin ini adalah penyakit. Aku tidak mau dia membunuhmu."


"Kau menyebut anakku pembunuh???" amuk Nana sambil terisak kencang. "Aku tidak kuat lagi bertahan denganmu!! Jika kau membunuhku, akan aku maafkan! Tapi tidak jika kau membunuh bayiku!!! Kau berengsek!!"


"Apa? Kau ingin Membunuh bayi itu?"


Pertanyaan itu membuat Zayn dan Nana menatap ke ambang pintu dan menemukan Alan berdiri di sana dengan raut wajah kaget. "Kau ingin membunuh mahluq kecil tak berdosa didalam perut istrimu, Jay??" tanya Alan.


"Kau__"

__ADS_1


"Kak!tolong aku, aku tak ingin dia menyakiti anakku"mohon Nana pada Alan dengan memegang perrut datarnya.


"Apa kau ingin pergi bersamaku?"Nana menganggukkan kepalanya.


"Tidak! Kau tidak akan ke mana-mana!" seru Zayn  sambil menggenggam tangan Nana.


BUGH!!


Zayn tersungkur di lantai akibat Alan yang memukul rahangnya dengan kuat. "Jangan berani berani mendekati wanita ini lagi!!"


Zayn tidak dapat berdiri kembali. Matanya menatap Nana yang terduduk di atas kasur.


"Ayo aku akan membawamu menjauh dari nya"Alan menghampiri Nana diatas ranjang dan memegang erat tangan Nana.


"Tidak! Lepaskan tangan istriku!!" teriak Zayn yang masih berada di lantai.


"Kau akan aman bersamaku. Aku akan menjagamu dan merawat anak itu. Jadi maukan kau menikah denganku?"


"Tidak, Natasya!! Jangan!!!" teriak Zayn panik.


Nana menganggukkan kepalanya. "Aku mau."


Zayn lemas seketika. Dia menatap kedua wajah bahagia itu dengan hati merana. Perlahan, Nana dan Alan mendekatkan wajah mereka, membuat Zayn melotot lebar.


"Tidak! Tidak!" seru Zayn ketika wajah keduanya semakin dekat. "TIDAK!!!"


Zayn terbangun dari tidurnya dengan napas memburu. Dia menghela napas lega saat mengetahui jika itu adalah mimpi belaka.


Zayn menatap Nana yang baru saja bertanya kepadanya. Tanpa sadar, Zayn ternyata tidur di samping ranjang sambil duduk di kursi. Zayn mengusap pelan puncak kepala Nana. "Kau sudah bangun?" tanyanya.


Nana tidak menjawab. Dia hanya mengusap wajah babak belur milik Zayn dengan lembut. "Kenapa kau bertengkar dengan temanmu sendiri?" Kata Nana yang mampu memebuat Zayn meringis. "Apa ini tidak apa-apa? Apa sakit? Apa lukanya sudah diobati?"


Zayn tersenyum tipis mendengar ucapan khawatir Nan. Dia mengecup singkat bibir Nana, "Aku tidak apa-apa. Pikirkan dirimu sendiri. Sekali saja, jangan mendahulukan orang lain terlebih dahulu. Kenapa kau tidak bisa bersikap normal dengan menanyakan tentang penyebab kau bisa terbaring di sini?"


"Kenapa aku bisa berada di sini?" tanya Nana.


Zayn mengusap pelipis Nana dengan lembut. "Kau pingsan akibat kekurangan gizi dan juga stress."


Katanya, tidak sepenuhnya berbohong karena dokter mengatakan


Bahwa Nana stress belakangan ini.


"Benarkah?tapi akhir-akhir ini pola makanku bertambah, aku sering memakan makanan dengan porsi dua kali lipat dari biasanya"aku Nana, dan Zayn tersenyum singkat dibuatnya.


Zayn segera naik ke atas ranjang dan menciumi puncak kepala Nana. "Mungkin banyak cacing didalam perutmu!"gurau Zayn dengan menyelipkan rambut di telinga Nana. "Mana mungkin ada cacing diperutku. Aku kan sehat!"


"Kau ingin makan apa? Akan kubelikan untukmu."


Nana menggigit bibir bawahnya dengan ragu. Dia menatap Zayn dengan penuh pertimbangan. "Aku ingin.. seblak ceker level 15."


"Seblak?"Nana menganggukkan kepalanya mengiyakan


"Tidak. Itu tidak baik untuk kesehatanmu"

__ADS_1


"Kenapa??tadi kau menanyakan makanan yang sedang kuinginkan."


"Tapi seblak dengan tingkat kepedasan seperti itu tidak wajar!"


"Tapi aku ingin.."


"Baiklah..tapi setelah kau pulih dan  bisa pulang kemasion"


"Yaah..."


"Sembuhlah dulu. Aku akan membelikannya nanti"


"Tidak usah beli. Aku ingin kau yang memasaknya untukku"


"Apa?"


"Aku ingin seblak buatan kamu."


Zayn mengerjapkan matanya dengan cepat. "Seblak buatanku? Kau bercanda?"


Mata Nana mulai berkaca-kaca mendengar jawaban dari Zayn. "Kau tidak mau membuatkannya?"


....Ibu hamil akan selalu sensitif dalam segala hal, lebih baik Anda menuruti segala keinginan istri Anda dan jangan membuatnya menangis. Itu akan menambah beban pikiran istri Anda...


Ucapan dokter itu terngiang di telinga Zayn. Zayn kemudian tertawa kecil. "Aku akan membuatkannya untukmu. Tapi, bagaimana cara membuat seblak itu? Aku bahkan tidak bisa memasak."


"Katanya kau mampu dalam segala hal. Nyatanya membuat seblak saja tidak bisa! CK..Aku akan mengajarkanmu cara membuatnya nanti"


Zayn hanya tersenyum paksa. "Baiklah. Selama itu bisa membuat nafsu makanmu kembali lagi."


Nana tersenyum senang dan memeluk Zayn dengan manja. "Terimakasih husband, kau yang terbaik!!"


....Ibu hamil kadang akan merubah emosinya dengan cepat. Mereka akan mudah marah karena hal kecil, menangis karena masalah kecil, atau tertawa kencang karena lelucon garing yang pastinya akan terasa mengganggu. Ibu hamil akan semakin lengket pada Anda dan manja. Tapi ada beberapa ibu hamil yang bahkan ingin jauh-jauh dengan suaminya hingga akan menangis jika masih melihat wajah suaminya...


Zayn menghela napas panjang saat ucapan dokter itu terngiang-ngiang di telinganya. Dia membalas pelukan Nana dan mengusap punggung istrinya dengan lembut. Setidaknya, Zayn harus bertahan sekarang.


.


.


.


🌹TBC🌹


Jangan lupa untuk Vote, Like dan Coment sebagai bentuk support kalian pada author..


BTW..kalian pada tau MAIESHIOPHILIA gak genk, gue kasih tau ya.



Seru kali yaa bikin cerita penyakit ini🤣..


GUE SIH BARU TAU 3BULAN YANG LALU GENK..kalau kalian udah tau sejak kapan??atau kalian baru tau sekarang?🤭

__ADS_1


__ADS_2