
Herry mengungkapkan perasaan bersalahnya pada Ronald yang sedang sengaja keMansion Zayn untuk memberikan informasi untuk Zayn.
"Kau tau apa yang kau lakukan itu, pasti akan membuat tuan marah besar padanya. Kau tau sendiri sifat Tuan, Herry!"
Herry menghembuskan nafasnya kasar,mengingat apa yang dilakukannya,semua ini terjadi karena ulahnya.Herry memicingkang matanya mendengar sayup-sayup ceritan seseorang ditelinganya,"Kau mendengar itu Ronald?"
"Apa?"
"Jeritan itu..seperti suara --"Herry tak menuntaskan ucapannya karena Zayn berjalan tiba-tiba melewati mereka.
"Tuan ada yang perlu saya sampaikan.."Zayn tak mendengar ucaoan Ronald,dia terus melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil.
"Ronald!kau lihat itu??Tangan tuan berlumuran darah.."
"Apa jangan-jangan tuan membunuh nona Nastasya!"lanjut Herry
"Apa yang kau katakan Herry!!"
Tolooong...
Jeritan Meridith akhirnya sampai ditelinga Ronald dan Herry, kedua reflex saling pandang.
"Meridith.."
"Ada yang tidak beres!kau kejar tuan Zayn.. aku kan masuk kedalam memastikannya"jelas Herry pada Ronald, keduanya saling bergegas menjalankan tugasnya masing-masing.
"Meridith!!apa yang terjadi??"ucap Herry yang baru saja datang.
"Tolong cepet bawa nyonya kerumah sakit!!cepatlah"tanpa berpikir panjang Herry menggendong tubuh lemah Nana.
"Ya tuhan!! Nak, sadarlah Nak jangan tutup matamu"Meridith berusaha membuat Nana memejamkan Matanya.
"Sakkiit bii.."lirih Nana yang sudah tak mampu berteriak lantang.
"Iya..tahanlah sedikit lagi!!cepatlah Herry!"
Nana hanya bisa memejamkan matanya, tubuhnya berlumuran darah. Meridith tadi menutupi tubuh Nana hanya dengan kaos oblong milik Zayn yang sedang berada disana tadi.
Ditempat berbeda, Zayn masih dengan rasa bersalahnya mengendari mobilnya dengan kecapatan tinggi tanpa tujuan, dia terus saja melajukan mobilnya saat berada jalan raya padat kendaraan lalu-lalang, Zayn tak memperdulikan tanda merah lalulintas dia terus saja melajukan mobilnya, perjalanannya dibumbui dengan suara klakson yang berbunyi setiap Zayn melintasi kendara itu.
Sebuah truk gandeng melintas diperempatan jalan, dan hampir saja mobil Zayn tak menabraknya. Zayn membanting setirnya keras hingga menabrak sebuah pobon besar.
Kilasan kejadian beberapa tahun lalu hadir kembali diingatan Zayn..Suara itu..
"Mommy...kakak.. maafkan akuu!!"lirih Zayn dengah air mata yang menetes dipipinya. Pria kejam ini menangis pilu didalam mobil yang sudah berasap sebab bertabrakan dengan pohon didepannya.
"Tuan!!kau dengar akuu, cepat buka pintunya..tuan!""Teriak Ronald dengan menggedor kaca mobilnya,Zayn tak menghiraukannya ia tetap setia denga lamunannya.
"Tuan!!mobil anda akan meledak. Dengarkan ucapanku tuan. Buka pintunyaa!! Nona Natasya kritis tuan..Nona Natasya tidak mati!tuan kau dengar ucapanku??"Zayn masih terdiam. Tak ada pilihan lain Ronald harus merusak pintu mobil Zayn.
Ronald bersiap melemparkan batu kekaca pintu mobil, tapi Zayn sudah terlebih dulu keluar dari sana, tubuh yang semula kekar gagah kini tergoyang lemah dan ambruk ditanah, "Tuan anda baik-baik saja?"
__ADS_1
"Aku tak ingin kehilangannya Ronald!aku melukukannya supaya Alan tak menyentuhnya. Aku tak berniat membunuhnya!Aku takut dia meninggalkanku sama seperti Mommy dan kakakku.."
"Tidak tuan, Nona Natasya akan selalu berada disisi tuan. Percayalah ..tenangkan diri anda." Tubuh Zayn lemah berada dipelukan Ronald yang mencoba memenangkannya.
"Alan merebut semua yang kupunya. Dia menginginkanku hancur ditangannya!"lirih Zayn menahan semua kepedihan yang selama bertahun-tahun dia sembunyikan sendiri.
3 jam kemudian...
Dokter keluar dari dalam ruang oprasi"Bagaimana dok keadaannya?" Tanya Meridith.
"Bayinya tidak bisa kami slamatkan. Tapi..Syukurlah kondisinya stabil tapi setelah ini kami akan menunggu hasil pemeriksa lebih lanjut untuk pemeriksa keadaan pasien." Sang dokter dan suster pun pergi. Tak lupa Meridith mengucap berterima kasih padanya.
Meridith menatap sendu Nana yang terpejam di bangkar,"Kau gadis kuat Nak!Bertahanlah! Tuan melakukan ini padamu agar kau tak meninggalkannya."
Sedangkan Zayn hanya berdiri didepan pintu menatap Nana dari kejauhan dia tak berani menampakkan dirinya dihadapan Nana.
"Tuan!anda tak ingin masuk?"
"Bagaimana keadaannya?"
Meridith mengambuskan nafas dalam-dalam dan menghempuskannya kasar sebelum menjawab pertanyaan Zayn,"Bayinya tak bisa diselamatkan tuan! Tapi kondisi sudah mulai stabil. Anda bisa memastikan itu tuan"
Zayb tersenyum masam mendengar itu, keinginannya melenyapkan bayi iti terkabul dan Nana bisa selamat karenanya, "Rencanaku berhasil.."
"Tuan! Jangan melakukannya lagi. Nyonya Natasya adalah wanita yang kuat. Dia tak akan meninggalkan Tuan semudah itu!"Zayn menetap cepat Meridith
"Apa kau mempercayai hal itu?"Meridith mengangguk sebagai jawaban
"Hai Nak" sapanya ramah.
"Kau siapa?" Nana bingung dengan wanita di hadapannya.
"Kau tak mengenalku Nak"
"Tidak"jawab singkat Nana
"Aku pelayan di mansion tuan Zayn." Senyum tak pernah hilang di wajah Meridith.
"Mansion tuan Zayn? Siapa Zayn? Kenapa aku disini? Dan siapa aku?" Tanya Nana bingung dengan semua ini.
"Eh?" Meridith bingung. Nana tak mengingat siapa tuan Zayn.
"Nona, apa sungguh kau tak tahu namamu? Keluargamu? Nama ayah ibu mu?" Tanya sang dokter.
Nana hanya menggeleng. Sang dokter pun membuka amplop itu dan melihat hasilnya.
Sang dokter melihat kearah Meridith.
"Apa tidak ada keluarganya?" Tanya sang dokter.
"Saya bibinya"aku Meridith pada dokter itu.
__ADS_1
"Baik saya akan jelaskan keadaan saudara anda. Mari ikut syaa keruangan saya!"
...silahkan! akibat kejadian itu mental nona Natasya terganggu dan itu menyebabkannya amnesia. Tapi tenang saja..Amnesia yang di derita pasien hanya bersifat sementara bukan permanen. Jadi ingatan itu akan kembali ada dalam waktu lama ataupun sebentar. Untuk mengingatnya kembali, secara alami. Pasien akan mengingat secara perlahan jangan paksa pasien mengingat karna bisa memperburuk kondisi pasien. Kemudian ada beberapa luka memar di tubuhnya terutama di bagian alat vital yang robek, aku sudah menjahitnya. tapi itu tidak ada masalah hanya membutuhkan waktu penyembuhan. Saya menduga pasien mengalami suatu hal yang buruk seperti pemerkosaan drlanjutnya kami akan memeriksa psikologi nya." Jelas sang dokter.
"Lakukan yang terbaik dok. Masalah keponakan saya kurang tahu untuk itu. Dan dok apa amnesia ini berbahaya dok?" Tanya Meridith.
"Berbahaya jika kita memaksa pasien untuk mengingat dan terjadi benturan yang lebih parah. Saya sarankan jangan sampai pasien di paksa mengingat. Dan dari pemeriksaan saya, pasien dulu pernah mengalami benturan juga di kepalanya, kemungkinan juga amnesia pasca-trauma yang pasien alami. Jika terjadi lagi, akan membuat pasien dalam keadaan semakin parah dari kondisi sekarang." Ucap sang dokter.
"Baik dokter, terima kasih."
Meridith pun keluar dari ruang dokter menuju ruang Nana.
Meridih membantu nana bangun dengan posisi duduk bersenderkan kepala tempat tidur.
"Jangan pikirkan apapun itu, Nak! Itu tidak baik untuk keadaanmu."
"Saya akan memberitahu sedikit yang saya tahu siapa nona. Namamu, Natasya. Kau mahasiswa di suatu universitas. Dan kau sudah menikah dengan tuanku Raka Zayn."
"Lalu dimana suamiku?dan kenapa aku bisa ada disini?"
"Tuan Zayn sedang sibuk dia kan menjungukmu nanti. Dan untuk masalah anda bisa dirawat disini itu karena accident. Anda tidak sadar sudah 1 minggu." Jawab Meridith dengan lembut.
"Jangan mencoba mengingatnya. Itu akan berbahaya untuk kondisi anda." Nana hanya mengangguk.
"Accident?" Nana masih bingung dan mencoba mengingat tapi kepalanya sangat sakit.
"Nak, kau kenapa?" Tanya Meridith khawatir.
"Kepalaku sakit." Nana meringis sakit sambil memegang kepalanya.
Nana masih bingung dengan ini semua. Jawaban wanita ini tak membuat rasa penasarannya menghilang. Malah semakin bertambah.
..Namaku Natasya? Tapi kenapa aku tak mengingat siapa diriku? Kenapa ia bisa disini? Apa benar aku sudah bersuami? Kenapa dia tak mendampingiku disini?..
.
.
🌹TBC🌹
Jangan lupaa genk VOTE, LIKE DAN COMENT...
Thanks Genk..
Bab Sebelumnya bnyak banget yang coment...kalian baper yaa😂
Jangan baper dong kan cuma hiburan rileks aja bacanyaðŸ¤
kasih poto Ronald dulu biar gk spaneng..
__ADS_1