
Nana pulang kuliah lesu, hari-harinya dia lewati dengan kuliah dan mengerjakan tugas. Sudah empat hari Zayn pergi meninggalkannya tanpa pernah menghubunginya sesuai janjinya sebelum pergi meninggalkan Nana.
NATASYA POV
Aku berjalan memasuki mansion dengan lesu, tidak ada semangat menjalankan aktivitasku sehari-hari ini. Herry terus saja melarangku pergi kemanapun, dia hanya mau mengantarkanku kekampus saja.
Sungguh kalau setiap hari aku menjalankan hari-hariku seperti ini, hanya kampus dan mansion, aku yakin hidupku akan singkat.
"Akhh..."teriakku keras.
"Dasar pria batu!! Dia melarangku pergi kemanapun. Tapi dia?? Pergi sesuka hatinya tanpa ada yang melarang... sungguh kehidupan apa inii Tuhaan."
Aku mengambil ponselku diatas meja membuka aplikasi WhatsApp, hanya ada pesan grup saja disana.
"Ciih! Dia mengingkari janjinya. Katanya akan menghubungiku saat waktu luang. Nyatanya apa ini bahkan saat ini dia online.. dasaar pria batu!"
"Apa aku chat duluan saja ya?
"Ahh..tidak!! Tidak mungkin aku dulu.
Aku meletakkan kembali ponselku diatas meja, dan kembali berkutat menatap layar laptop.
"Herry!! Kau mau kemana?" Aku melihat Herry kembali mengenakan kacamata hitamnya meninggalkan tumpukan kertas diatas meja tamu, semenjak Herry ditugaskan menjadi bodyguardku dadakan, dia selalu membawa tumpukan kertas ke masion zayn. entah kertas kerjanya atau apa, akupun tak memperdulikan hal itu.
"Aku akan pergi ke penangkaran kuda!"
"Aku ikut!" Tanpa berpikir panjang akuPun bangkit dari tempat dudukku menghampiri Herry yang nampak bingung.
"Tap-pi.. bukankah anda sedang ngerjakan tugas?"
"Tinggal sedikit. Tidak apa-apa kalau ditinggal, lagi pula aku sudah bosan disini setiap hari. Aku butuh reflesing Herry!"
"Aku akan meminta izin tuan untuk_-"
"Tidak perlu. Aku saja yang akan meminta izin darinya nanti. Ayoo berangkat!"aku menarik tangan Herry keluar mansion dengan cepat.
...Aku tak sabar ingin melihat tempat itu.pasti tempatnya sangat asri dan indaah...
AUTHOR POV
Mereka sudah tiba ditempat penangkaran kuda. benar seperti dugaan Nana, tempat ini sangatlah asri banyak pohon-pohon cemara disekeliling penangkaran juga rumput yang tertanam rapih.
"Waah tempat yang saangat indah"gumam Nana berlarian ketengah lahan lapang.
"Kenapa dia menyembunyikan tempat indah ini dariku?"
"Mungkin tuan pikir. Anda tak suka tempat kotor seperti ini"jelas Herry dengan memberi makan salah satu kuda hitam gagah itu.
"Tempat kotor?? Bahkan ini sebaliknya. Tempat ini sangatlah asri, banyak pepohonan disini, sejuk dan indah. Aku benar-benar menyukai tempat ini"
Herry tersenyum singkat mendengar ucapan Nana berusan. "Apa anda ingin memberinya makan."tanya Herry
"Ehmm..apa kuda ini sudah jinak?"tanya nana was-was pada kuda hitam yang ukurannya lebih besar dibanding kuda lainnya.
(Itu kuda ...bayangin aja kuda gagah🤣🤣)
Herry mengangguk sebagai jawaban,"Namanya Cesar, dia kuda milik tuan Zayn!"
"WÃ ah.. dia juga suka berkuda?"
"Iya. Kalau ada waktu luang tuan akan menyempatkannya datang ditempat ini"
"Boleh aku menaiki Cesar?"
"Tidak."ucap Herry cepat
__ADS_1
"Kenapa??"
"Cesar hanya bisa ditunggangi pemiliknya, Tuan Zayn melatihnya tak mudah ditunggangi siapapun"
"Yaah..padahal aku sangat ingin mengungganginya"ucap nana sedih meninggalkan kuda itu dan Herry.
"Kau bisa menunggangi kudaku"ucap pria dibelakang Nana.
Nana menoleh kesumber suara, begitupun Herry. "Aku boleh menungangi kudamu??"
"Tentu, kenapa tidak! Ayo ikutlah denganku, akan ku tunjukkan kuda hebatku"
Bukan Herry yang menawarkan Nana mengunggangi kuda tapi Alan.
Pria itu ada disini..
Herry sempat mencegah Nana menuruti ucapa pria itu, tapi Nana tetap bersih keras ingin mengikutinya, tak ada pilihan lagi Herry hanya bisa mengekor dibelakang mereka.
"Kalau sampai tuan tau! Anda pasti akan mendapat masalah besar"
Ucap Herry mengikatkan Nana kembali.
Nana menghentikan langkahnya memikirkan sejenak ucapan Herry padanya.
.....Dan satu hal lagi ingat ini baik-baik. Jangan pernah dekat dengan pria lain, siapapun tanpa terkecuali! kalau aku sampai tahu tentang itu. Aku akan memberikan hukuman padamu lebih dari yang sebelumnya. KAU MENGERTI?"...
"Maafkan aku. Mungkin aku akan mencobanya lain kali"ucap Nana pada Alan.
Nana tak ingin kejadian saat itu terulang kembali, sudah cukup kali itu saja dia dirawat dirumah sakit. Nana tau Zayn akan marah besar kalau sampai hal itu terjadi. "...Kemaren aku hanya boncengan sama Al saja dia sudah sangat marah. Apalagi kalau sampai aku menunggang kuda dengan pria ini, pria yang sudah dia kenal sebelumnya..."pikir Nana dalam hatinya
"Kenapa kau berubah pikiran?"
Apa kau takut ketahuan suamimu, kalau sampai berdekatan dengan pria lain." Lanjut Alan.
Nana hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Pria itu, "Tak perlu takut. Kau bisa menaikinya kudaku bila kau ingin. Dan jangan kwatirkan suamimu...Dia tidak akan tau, kalau ajudanmu ini bisa menjaga mulutnya"Alan melirik Herry sekilas.
"Tapi_-"
"Mari!"
"Berjanjilah Herry! Kau tak akan memberi taunya soal ini"ucap Nana dengan memegang tangan Herry dengan kedua tangannya.
Herry terdiam beberapa saat, dia seakan ter hipnotis dengan rayuan Nana kali ini. Dan membiarkannya dengan mudah.
"Kau pernah menunggangi kuda sebelumnya?"
"Belum pernah"
Alan menaiki kudanya terlebih dahulu kemudian membimbing Nana naik berikutnya.
"Kau siap?"Nana mengangguk, Alan menjalankan kudanya dengan pelan mengelilingi lahan pacu. Senyuman lebar diwajahnya Nana menandakan bahwa dia sangat bahagia.
"Apa kau bisa memacunya agar lebih cepat"
"Tentu"
Alan sudah memacu kudanya bersama Nana lima kali putaran, dan kini Nana ingin menungganginya sendiri. Alan menyetujuinya tanpa perpikit panjang.
"Jangan membuat gerakan dadakan, itu akan membuat kudanya bergerak tak stabil.
Kau hanya perlu mengarahkan saja, biarkan dia berjalan pelan sesuai keinginannya" ucap Alan yang turun dari kuda itu.
"Baiklah. Aku mengerti!"
"Hati-hati"
Kuda itu berjalan pelan sesuai perkataan Alan, Nana hanya perlu mengarahkan dengan memegang kendali tali itu. Alan maupun Herry masih tetap setia memandang Nana dari kejauhan.
__ADS_1
Tapi tak disangka, entah apa yang dilakukan Nana kuda itu sehingga membuatnya hilang kendali,kuda itu berlari tanpa arah. Dengan segera Alan maupun Herry mencoba mengejarnya tapi gagal. Kuda itu terlebih dulu melempar tubuh Nana hingga beberapa meter.
Akhhh....
"Nana!!"
"Akhh..perutku sak-kiit.."jerit Nana dengan memegang perutnya.
"Bertahanlah!"Alan mengendong Nana dengan cepat.
"Biar aku saja"ucap Herry menghentikan Alan
"Ini tanggungjawabku"
Herry mengikuti mobil Alan dari belakang, Pikiran Herry kalut sekarang ia menyesali kejadian ini, ...Kenapa aku membiarkannya ikut bersamaku tadi! Kalau sampai tuan tau masalah ini. Dia akan marah besar!"lirih Herry
Dokter sedang memeriksa keadaan Nana saat ini, tak lama kemudian dokter muncul dari ruang igd, "Dimana tuan Zayn?"tanya dokter itu.
"Tuan sedang ada urusan dokter,"
"Aku harus berbicara padanya, ini penyangkut kehamilan istrinya."
"Baik dokter, saya kan segera menghubunginya."
"Tapi sebelum itu biarkan nyonya Natasya istirahat denang tenang disini. Kalau keadaannya besok sudah stabil, dia bisa segera pulang"
"Baiklah terimakasih.."
Dokter meninggalkan mereka berdua, Alan maupun Herry bergeges mengahampiri ranjang Nana.
"Pulanglah!biar saya saja yang merawatnya"ucap herry padanya
"Tidak. Ini tanggungjawabku akan menjaganya sampai siuman"
Herry tak bisa berdebat dengan pria ini, ia harus segera menelfon Zayn memberitahukannya soal ini.
"Gak aktif?"Herry berusaha menelpon Zayn sekali lagi, tapi gagal. Zayn tak mengaktifkan ponselnya.
"Bagaimana ini??aku kirim pesan saja"
Malam telah semakin larut, Nana masih terpejam diatas ranjang dengan tenang begitupun Alan yang selalu ada disampingnya, Herry berada diluar ruangan masih berusaha memberi tahukan soal ini pada tuannya.
Alan, pria ini terus memandang wajah Nana tanpa lelah. Didalam hatinya ia terus memuji perawakan Nana. tangan Alan terangkat bergerak mengusap lembut wajah Nana dan berakhir mengelus perut datarnya, tangan Alan bergerak melewati batasnya, ia menyungkap baju rawat Nana melakukan hal yang tidak terduga.
Brengsek!!Buukk..
Pukulan keras dilontarkan Zayn tiba-tiba tepat diwajah Alan, dan membuatnya tersungkur kelantai.
Tidur Nana terganggu, ia mencoba membuka matanya pelan-pelan, sosok pertama yang dilihatnya masih samar. Nana mencoba mengerjap-ngerjapkan matanya menjelaskan sosok yang dilihatnya.
"Kau.."Nana melihat Zayn berdiri tepat disampingnya, dadanya naik turun terlihat jelas, wajahnya dan matanya menerah, dan juga kedua tangannya yang terkepal keras sampai urat ditangannya terlihat jelas.
Zayn mendekati Nana memandangnya dengan tajam, lalu melepas saluran infus ditangan kirinya dengan kasar.
Akhhh...
Menggendongnya Ala bridal keluar dari ruang rawat tanpa memperdulikan Alan yang masih duduk dilantai dengan seluruh wajah lebam dan Herry yang masih terdiam gugup diambang pintu.
.
.
.
🌹TBC🌹
JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN COMENT SEBANYAK-BANYAKNYA..
__ADS_1
THANKS GENK...