
#####
Sinar Matahari mulai memuncul kan keberadaannya. Membuat Vellerie yang masih terlelap tidur kini mulai mengerjap kan mata nya.
Mata nya membulat ketika melihat Alan yang masih tertidur di samping nya dengan merangkul pinggang Vellerie. Ia seakan lupa apa yang terjadi dengannya dan Alan semalam. Vellerie membuka selimut, dan benar saja ia tidak mengenakan apapun sekarang.
"Oh God.." erang Vellerie.
Ia pun segera beranjak dari kasur perlahan - lahan agar Alan tidak terbangun dari tidur nya. Ketika ia berhasil menjauhi ranjang, kemudian Vellerie segera memunguti barang - barang nya. Setelah itu ia tersadar, semalam dress yang ia kenakan telah di robek Alan.
"ohh no..!" Pekik Vellerie ketika menyadari dressnya telah robek tidak karuan.
"Kau sedang apa?" Tanya Alan tiba - tiba yang terbangun dari tidur nya.
"Ehh..ngg liat ini.." ucap Vellerie sembari menunjukkan dressnya yang robek
"Ini semua karena ulahmu semalam!" Sambungnya kesal.
"Hahaha maaf, semalam aku terlalu semangat 'bermain' dengan mu" ujar Alan terkekeh
"Lalu? Aku akan memakai baju apa sekarang?"
"Pakai bikini seperti itu saja. Kau terlihat sexy.." goda Alan membuat Vellerie langsung melayangkan bantal kearahnya.
"Aww.." rintih Alan
"Aku serius bodoh!"
"ohh..baiklah. kau tunggu di sini, akan ku ambilkan pakaian untuk mu" sergah Alan kemudian bangkit dari ranjang dan menuju lemari pakaian
"Inii..pakai saja ini dulu" ucap Alan yang langsung melemparkan pakaian nya tepat di wajah Vellerie.
"Br*ngsek kau Alan!" geramku.
Vellerie segera memakai kemeja yang di berikan Alan padanya. Tapi..kemeja ini sangat kebesaran ditubuh Vellerie,
"Tidak ada kah yang lebih kecil? Ini sangat kebesaran untukku"
"No coment!!pakai saja itu dulu! Nanti akan ku belikan baju untukmu, tak perlu kuawir.." ujar Alan.
"hemm...Baiklah.." ucap Vellerie pasrah.
Vellerie terdiam sejenak. Melihat Alan yang sibuk dengan mengotak-atik ponselnya disofa tanpa memperdulikan keberadaan Vellerie disana.
"He!!aku lapar"akhirnya kalimat itu mencul dimulut Vellerie, setelah. menahannya beberapa saat tadi, ia menyira bahwa Alan akan peka dengan hal demikian, tapi nyata..pria itu masih memegang teguh prinsip hidupnya sendiri..bodo amat!
"Aku sudah pesan makanan..sabarlah dulu!"
Vellerie menghempuskan nafasnya kasar mendengar jawaban Alan, "oh iyaa! Dari kemaren aku masih pengen tau..kenapa kau datang kesini??bukankah LA jauh lebih nyaman?"
"Aku hanya ingin hiburan!"
"Tujuanmu ingin liburan atau ...??"
"Apa??"
"Gaklah gak jadi."
"Hartaku sudah menggunung dan aku sudah tak ingin memperbanyaknya lagi!"
"Jadi kau tak ada niatan mengambil paksa harta jay lagi kan?"
__ADS_1
"Tidak. Tapi..aku ingin wanitanya.."
"Hah??"Vellerie kaget dengan ucapan Alan tadi.
"Dia hamil"ucap Alan tetap dengan wajah flatnya
"Tunggu-tunggu. Wanita itu hamil??..Jadi kau ingin merebut wanita itu yang sedang mengandung anak jay?"Vellerie bertanya dengan menggabungkan kedua alisnya
"Iya. Ku rasa itu akan mudah karena jay tidak akan suka dia hamil, dia punya trauma aneh!" Kata Alan mengejek Jay
..wanita itu..dia cantik lugu dan sedang hamil, aku menyukainya!"lanjut Alan dengan tersenyum lebar. Vellerie hanya bisa terdiam mendengar perkataan Alan, baginya ini sangat membingungkan.
________________
Waktu UAS berlangsung Nana mengerjakan tugas-tugasnya dibelakang masion Zayn dengan jus jambu, satu kotak donat dan satu piring snack.
Tanggannya mengetik lihai keybord laptop, matanyapun fokus pada layar laptop. bola matanya telah memerah kantung matanya juga menghitam karena akhir-akhir ini Nana sering begadang mengerjakan tugas-tugas yang sudah sangat menumpuk serta terdiam lama menatap layar laptop berjam-jam.
"Akhh..kenapa tidak selesai-selesai sih.."kesal Nana sendiri dengan memegang kepalanya yang terus berdenyut.
"Kau sudah lelah nak! Istirahatlah dulu"Meridith menghampiri Nana.
"Tidak bi. Tinggal sedikit lagi selesai kok"
"Tapi kau kelihatannya sudah sangat lelah. Kalau tuan melihatmu dalam keadaan seperti ini dia akan marah besar!!"
Nana menghidup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya kasar,"Kapan dia pulang!bahkan chat dariku tidak pernah dia baca"ucap Nana sedih.
Dia pergi tidak bilang aku dulu. Dan hanya menyalamkannya lewat bibi..apa sih maunya!"lanjutnya
"Sabarlah dulu! mungkin besok tuan akan datang"
FLASHBACK ON
Zayn tanpak resah dengan termenung diruang kerjanya, matanya beberapa kali terpejam memikirkan sesuatu.
Meridith datang dengan membawakan kopi pesanan Zayn," Permisi tuan!!ini kopinya"Meridith meletakkan secangkir kopi itu dipermukaan meja.
"Meridith!"
"Iya tuan"
"Apa kau mengabaikan perintahku akhiir-akhir ini?" Meridith nampak bingung dengan ucapan Zayn, "Maaf tuan. Tapi anda tid_-"
"Kau tidak memberikan obat itu pada Natasya kan?"
Tau akan maksud Zayn,"saya selalu memberikannya setiap mengambilkan coklat panas untuknya dipagi hari.. tuan!! Jawab Meridith yakin.
"Tapi kau tidak memasktikan bahwa dia meminumnya. Meridith!!"Meridith langsung menundukkan kepalanya saat dia tau Zayn menatapnya tegas.
"Ma-afkan saya tuan"
"Kalau saja kau bukan abdiku yang paling lama bekerja untukku. Aku akan langsung membunuhmu. Meridith"
"Ampuni saya tuan. Saya tidak tau bahwa obat itu pencegah kandungan"
Meridith adalah salah satu pelayan yang masih tersisa dari keluarga Zayn, bisa dikatakan bahwa Meridith mengabdikan separuh hidupnya pada keluarga Maxtoms, sebagai bentuk balas budinya saat keluarga Maxtoms membebaskan keluarganya dalam tuduhan kejam keluarga Steinbergh.
Meridith bagai seorang pahlawan dihidup Zayn. Bahkan saat Zayn kehilangan semua keluarganya dan harta benda milik keluarga Maxtoms. Meridith tetap setia menjaga Zayn dengan menampungnya dirumah kecil milik Meridith. Rasa sayangnya pada Zayn mampu mengalahkan rasa sayangnya pada dirinya sendiri.
Meridith merupakan seorang saksi jalan kehidupan Zayn yang penuh dengan lika-liku, ditinggalkan seorang ayah yang mempunyai banyak musuh, ibu yang sengaja meninggalkannya dengan membuat dirinya sendiri tertabrak untuk menyelamatkan zayn dalam kecelakaan mobil, seorang kakak yang berjuang mengorbankan dirinya disiksa demi membebaskan Zayn. Kejadian itu membuat Zayn depresi, hingga harus ketergantungan obat hingga sekarang.
__ADS_1
Lamunan Meridith hilang saat Zayn berucap sesuatu"Aku akan pergi beberapa hari untuk menenangkan diriku. Jaga Natasya jangan bilang kalau dirinya sedang hamil. Dan jangan lupa kabari aku saat ada sesuatu hal sekecil apapun. Kau mengerti meridith!"
"Iya tuan."Zayn keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Meridith.
FLASHBACK OFF
Akhh..
"Ya tuhan!!" Meridith tersadar saat Nana terjatuh dari kursinya dengan memegang erat perutnya.
"Kau kenapa??"
"Perutku sakit bi..ahh"
"Ayo saya bantu kekamar ... pelan-pelan"
Kau!! Cepat panggilkan dokter sekarang!"meridith memerintahkan pelayan yang berdiri didepanya itu.
Nana berbaring dengan wajah pucat pasi, dokter telah mengecek kondisinya,"Apa saya tidak apa-apa dok??akhir-akhir saya sering merasa kram dibagian perut juga punggung saya yang terasa sakit saat lama terdiam duduk dikursi"ujar Nana menceritakan sedikit keluhannya.
Dokter terdiam sesaat dengan menatap penuh tanya pada Meridith dan meridith hanya mampu menganggukkan kepalanya singkat, "Anda tidak apa-apa nyonya! Yang anda butuhkan hanya perlu istirahat yang cukup jangan terlalu banyak begadang, jangan terlalu lama duduk didepan layar laptop, kalau posisinya tidak tepat itu akan berakibat fatal pada kondisi nyonya saat ini..yang terpenting jangan terlalu banyak beraktivitas!"
"Lalu kalau saya tidak boleh banyak beraktivitas.. apa yang boleh saya lakukan??hanya berbaring diranjang?"
"Iya. Itu demi kesehatan anda nyonya.dan jangan lupa minum obat yang telah saya resepkan disini!" Kata dokter itu dengan memberikan resep obat pada Meridith,"diminum 3kali sehari setelah makan!"
"Iya dok terimakasih."
"Sama-sama"
"Kau tidak papa?"Zayn datang tiba-tiba yang langsung menghampiri Nana diatas ranjang
"Kau sudah kembali? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan pergi?"bukannya menjawab tapi Nana malah melayangkan pertanyan pada Zayn
"Aku ada urusan mendadak jadi aku harus pergi.
Dokter!apa dia tidak apa-apa?"tanya Zayn menatap dokter yang akan pergi.
Dokter itu hanya terdiam membisu tak mampu menjawab pertanyaan Zayn padanya,"aku tak papa kok. Kata dokter aku hanya butuh istirahat dan minum obat. iyakan dok?"jawab Nana sendiri yang mendapat anggukan dari dokter.
"Saya akan mengantar dokter rena kedepan dulu tuan"izin Meridith
"Iya"
"Mari dok."
Keduanya meninggalkan kamar itu, Meridith mengantarkannya sampai diparkiran,"Terimakasih dok!"
"Saya tidak tau apa yang sedang dipikirkan tuan Zayn! Dia bahkan sempat menyuruhku melakukan aborsi pada istrinya sendiri!"ucap dokter dengan raut wajah sedih.
"Keadaannya memprihatinkan, Apa yang saya katakan tadi Itu harus dia lakukan. kalau tidak, akan berakibat fatal bagi dirinya juga calon bayinya. Pastikan dia meminum obatnya tepat waktu dan mengurangi aktivitas sehari-harinya yang membuatnya lelah!"
"Baik dok. Sekali lagi terima kasih kerjasamanya"
.
.
🌹TBC🌹
jangan lupa genk untuk VOTE cerita ini,karena untuk Bastard Specialist Series 2 akan segera hadir.. tapi publish setelah cerita ini selesai yaa...
__ADS_1