
Pagi ini Daddy George sarapan dengan tenang bersama Mommy dan Louis akan tetapi tidak bertaha lama karena tiba-tiba...
" Apa Han tidak pulang lagi? ". Tanya Daddy Dengan nada cuek
" Makanlah dulu Dad ". Kata Mommy
" Aku bertanya, kenapa tidak di jawab? ". Tanya Daddy
" Karena ini sedang makan Dad, sudahlah kita bahas nanti saja ". Kata Mommy
" Stop! This makes me have no appetite (Hentikan. Ini membuatku tidak selera makan) ". Kata Louis seraya meletakkan sendoknya
" Kau lihat.. bahkan anak sekecil itu bisa berkata seperti itu Dad ". Kata Mommy seraya beranjak berdiri
" Mau kemana kamu ". Kata Daddy
" Selesaikan sarapanmu baru boleh pergi ". Kata Daddy
" I'm Done..Sorry Dad ". Kata Mommy seraya pergi
Sebenarnya kamu kenapa Dad?? tidak biasanya kamu seperti itu... Batin Mommy
Sekilas melihat kearah Daddy dan segera naik tangga menyusul Louis
Di lain sisi hal yang sama juga sedang terjadi Huru hara..
" Makan sarapan mu dengan baik dan tenang Er ". Kata Papa Erlangga dengan tegas
" Nggak mau sebelum Papa bilang ke Uncle George ". Kata Erlina
" Kata Mama, pagi ini Papa bakal bilang..Jadi cepetan deh Pah ". Kata Erlina lagi
" Jaga etika bicara kamu Er ". Kata Papa Mulai tinggi
" Sudahlah Pah, sabar... Er, kita sarapan dulu nak, habis itu kamu pergi kuliah, ntar sore kita bahas lagi kalo udah pada tenang ". Kata Mama Shinta
" Big No Mah.. Mama udah janji semalem sama Er ". Kata Erlina
" Iyaa sayang.. tapi kalo pagi-pagi seperti ini apa kamu nggak takut ganggu waktunya Uncle George? ". Tanya Mamah
" Sudahlah Nak, kita sarapan dulu.. jangan buat Papa marah lagi ". Kata Mamah
" Papa aja belum minta maaf sama Er ". Kata Erlina
" Erlina ". Kata Mamah
" Emangnya salah Er ngomong gitu Mah? Kan semalem Papa nampar Er dan belum minta maaf ". Kata Erlina
Braaaaaakkkgk
" Pah ". Kata Mamah Shinta mencoba menenangkan Suaminya
" Kau ajari seperti apa dia, sampai berani kurang aja dengan Papanya ". Kata Papa seraya berdiri
__ADS_1
" Maaf Mas.. maafin Erlina, maafin aku belum bisa mendidik dia dengan baik ". Kata Mamah Shinta seraya memegang tangan Papa
" Er, minta maaf sama Papa, sekarang ". Kata Mamah
" Nggak mau Mah, kan harusnya Papa yang minta maaf, kenapa malah Er ". Kata Erlina
" Erlinaaaaaa ". Bentak Papa
" Sabar Mas... sabar ya.. sabar, maafin akuu mas, tolong sabar ya.. biar aku yang bilang sama Er ". Kata Mamah seraya mengusap lengan Papa dan segera menarik tangan Erlina
" Nggak mau. Mamah Apa-apa sih ". Kata Erlina
" Disini tuh Korbannya Aku, kenapa malah aku yang terlihat jadi penjahat ". Kata Erlina seraya ingin lepas dari tarikan Mamah
" Paaaah... Dengerin Baik-baik kalo Papa emang sayang sama Er, Papa harus bilang sekarang sama Uncle George, kalo nggak berarti Papa nggak sayang sama Er ". Teriak Erlina yang sudah agak jauh dari Papa
Astaghfirullah... Terlalu banyak dosaku, hingga aku mengalami kesulitan seperti ini, Maafkan aku Ya Tuhan.. Maafkan Aku Alice, Maafkan Papa.. Angel. Batin Papa
yang tiba-tiba teringat isti pertama juga bayi perempuan nya dan merasa kejadian seperti ini adalah karma untuk nya..
Saat di seberang sana ada Dua keluarga sedang panas-panasnya, sangat berbeda jauh dengan di satu tempat yang menjadi pusat selaga Penyakit, yakni Rumah Sakit..
" Mom.. Dad.. can you have breakfast normally ( Mom.. Dad.. bisakah kamu sarapan seperti biasa? ) ". Kata Claire yang tidak tahan melihat kedua orang tuanya sedang tebar kemesraan
" Honey.. if you want, I can feed you (Sayang.. jika kamu ingin, aku bisa menyuapi mu) ". Kata Liam
" Forget it ". Kata Claire seraya beranjak berdiri dan menghadap Grizelle
akan tetapi tak jauh berbeda dengan Mommy dan Daddy, Gielle juga sedang bermesraan dengan Hanzel
" What's up claire? ". Tanya Liam
" Stop! ". Kata Claire seraya melihat kearah Laki-laki yang berstatus sebagai kekasih nya
" Feed me ". Kata Claire seraya duduk kembali dan Liam pun segera berpindah duduk di samping Claire
Dan setelah drama pagi ini mereka pun Sarapan dengan kemesraan dan tawa bahagia
sebelum akhirnya Kebahagiaan sederhana itu terusik karena kedatangan seorang bodyguard
" I'm Sorry Sir. There's a call from brother-in-law (Ada panggilan dari Kakak ipar) ". Kata Bodyguard
Dan Daddy Andrew pun segera beranjak pergi
hingga tak lama kemudian Daddy masuk seraya mendekati Mommy Clara
" Aku rasa, aku haru pergi ke Jerman sebentar ". Kata Daddy Andrew
" What happened Dad? ". Tanya Mommy
" Nothing Honey.. Hanya saja keluarga Jerman menghawatirkan kondisi putri kita Grizelle ". Kata Daddy santai
" Apakah pangilan video tidak cukup Dad ". Tanya Claire
__ADS_1
" Tidak bisa Darling.. kau tau, keluarga Daddy tidak akan percaya semudah itu, kecuali Jika Daddy kesana ". Kata Daddy
Karena Sepengetahuan Claire dan Gielle, keluarga yang lain akan percaya jika mereka dalam keadaan Baik-baik saja asalkan Mommy atau Daddy memberikan informasi secara langsung, logikanya.. kalau memang sudah bisa di tinggal Bepergian berarti kondisi nya sudah aman.
Walaupun sebenarnya Daddy Andrew tidak pergi ke Jerman
" Apakah Daddy boleh pergi Nak? ". Tanya Daddy Andrew pada Gielle
" Tentu Uncle Dad.. take your time ". Kata Grizelle
" Kau harus Baik-baik saja selama Daddy pergi
" Aku janji akan hal itu, tetapi mungkin tidak untuk hatiku". Kata Gielle
" Karena sekarang saja aku sudah merindukan mu ". Kata Gielle
" Kau yang paling Manis Anakku ". Kata Daddy Andrew seraya memeluk dan mencium kening putrinya
" Jaga Anak-anak ya Mom.. Aku hanya sebentar ". Kata Daddy pada Mommy seraya memberi kode
" Aku pastikan semua akan Baik-baik saja, tapi kamu juga harus jaga keselamatan dan kesehatan ". Kata Mommy
" Segera datang kembali Dad ". Kata Mommy seraya memeluk Daddy
" Apa untuk menyiapkan Hospital ? ". Bisik Mommy
Karena rencananya Daddy Andrew and Mommy Clara akan memindahkan Grizelle ke rumah sakit lain dan beberapa keperluan guna untuk menghilangkan jejak Grizelle agar tidak di cari Hanzel maupun Erlangga
" Hemm ". Kata Daddy pelan dan Mommy pun segera melepaskan pelukannya
" Dan Kau anak nakal, jaga Mommy juga saudarimu, jangan Pacaran terus ". Kata Daddy
" Kau berpesan seperti itu, aku sedikit khawatir Dad ". Kata Claire
" Kau mendoakan ku? ". Tanya Daddy
" Ayolah.. aku sedang menghawatirkan mu ". Kata Claire seraya melepaskan pelukan Daddy
" Dan kau harus memberi ku kompensasi yang tinggi karena pesanmu terlalu banyak ". Kata Claire
" Kau tukang palak yang Ulung Claire ". Kata Daddy
" Dan aku hanya mengcopy dirimu Dad ". Kata Claire
" Ayolah Mom.. kenapa Suamimu seperti itu pada Anaknya, jangan hanya tertawa, aku jadi curiga jika kalian memang suka melihat ku marah setiap waktu ". Kata Claire
" Mulutmu sangat licin Claire ". Kata Daddy
" Seharusnya sudah pedas seperti mu Dad ". Kata Claire
" Kau memang pewaris ku Gadis nakal ". Kata Daddy seraya mencium kening Claire
Keluarga Kecil ini menang suka sekali menggoda Claire seperti itu, bahkan setiap hari akan Melihat perdebatan sengit diantara Daddy dan Claire yang di jadikan bahan komedi, sekaligus cara keduanya untuk lebih akrab dan banyak berkomunikasi
__ADS_1
#_Jangan bosen-bosen ya Guys... kalo bosen, boleh deh komen dan kritiknya biar makin Esthetic alur ceritanya ðŸ¤
See you Next Episode Guyss👻