Belenggu Cinta

Belenggu Cinta
51. Melamar


__ADS_3

“Selamat ya Bro.” Kagendra memberikan selamat pada Arfian yang akan melamar Keisha secara resmi besok.


Arfian berdiri menghampiri Kagendra dan memeluknya.


“Thanks a lot, Bro. Lo udah bantu banyak banget.” Ujar Arfian.


“Akhirnya setelah nunggu 10 tahun, lo bisa dapetin cinta sejati lo.” Kagendra menepuk nepuk punggung Arfian.


“Ayah….” Kedua anak kembar itu memanggil Kagendra.


“Oh iya, Bro. Gue bawa anak kembar gue nih.”


“Salim sama Om Fian.” Kagendra menyuruh kedua anak kembarnya untuk mencium punggung tangan Arfian.


Arfian memandang takjub pada anak kembar Kagendra. Tidak menyangka bahwa sepupunya yang belangsak itu sudah memiliki dua anak kembar berumur 5 tahun.


“Siapa nama kalian?” tanya Arfian pada kedua anak kembar Kagendra.


“Aras.”


“Aris”


Jawab kedua anak kembar Kagendra.


“Siapa nama lengkapnya, Bro?” tanya Arfian pada Kagendra.


“Yang ini namanya, Faras Kamandaka Nataprawira.” Kagendra mengelus sayang kepala Aras.


“Yang ini namanya, Faris Kamandaka Nataprawira.” Kangendra mengelus puncak kepala Aris dengan sama sayangnya.


“Istri lo gak kreatif banget sih kasih namanya, cuma tambah nama Faras dan Faris doang” Ujar Arfian.


“Ya mau gimana lagi, gue cuma bisa terima jadi. Segini juga, gue termasuk beruntung masih bisa ketemu dan diakui ayah sama mereka.” Kagendra hanya bisa pasrah dengan keadaannya sekarang.


“Sekarang, lo baru bisa bawa anak-anak lo kesini. Nanti juga lo bakalan bisa bawa istri lo. Minimal lo bawa istri lo ke nikahan gue.” Ujar Arfian sambil menepuk bahu Kagendra memberikan semangat.


“Hmmmm…. Semoga saja…aamiiin…” harap Kagendra.


“Yah, Aras mau ke Aki sama nenek dulu ya.” Pamit Aras


“Aris juga.”


Kagendra menganggukkan kepalanya pada Aras dan Aris.

__ADS_1


Faras dan Faris berebut keluar dari pintu kamar Arfian dan berlari menuruni tangga untuk mencari Kakeknya, Yusuf.


"Hati-hati turun tangganya boys, jangan sambil lari-larian!." teriak Kagendra memperingatkan kedua anak kembarnya.


Arfian memandang takjub pada kedua anak kembar Kagendra.


"Gue gak nyangka banget lo yang lakn*t ini udah jadi seorang bapak." ejek Arfian yang diam-diam merasa iri juga pada Kagendra.


Arfian sangat mengenal Kagendra. Dimasa mudanya, Kagendra adalah seorang playboy sejati yang gonta ganti pacar sesering mengganti pakaian. Berbeda dengan dirinya yang hidupnya cenderung lurus-lurus saja yang hanya berpacaran sekali dengan Early, dan hanya mencintai seorang perempuan, Keisha.


“Gimana ceritanya lo sampai bikin kehebohan di bawah sana?” tanya Kagendra penasaran.


“Ceritanya menegangkan.” Sahut Arfian.


Kemudian Arfian menceritakan kejadian yang membuat heboh itu.


“Lo nekad tapi hebat, Bro. Lo beruntung Keisha gak nolak lo di depan para tetua.” Kagendra mengacungkan dua jempol tangannya.


“Gue mesti gerak cepat, Bro. Gue gak mau lagi telat mengambil kesempatan.” Seru Arfian.


“Seandainya ibu dari anak-anak gue mau memaafkan gue, pasti langsung gue ajak nikah ulang.” Kagendra menghela nafasnya kasar.


“Lo terlalu berengs*k. Diawal pernikahan kalian, istri lo udah baik banget berusaha nerima lo jadi suaminya walaupun dia juga gak ada rasa cinta sama lo. Tapi emang dasarnya lo berengsek banget udah nyakitin dia sebegitu dalemnya. Sekarang lo musti rasain dulu penderitaan yang sama seperti penderitaan istri lo dulu.” Arfian dengan teganya mengata-ngatai sepupu belangsaknya itu.


“Emang gue seberengsek itu, Yan?” tanya Kagendra dengan suara hampir tak terdengar.


“Apa gue nyerah aja ya, Yan?” Kagendra pasrah dengan keadaanya.


“Terserah lo. Lo kan yang menjalaninya.” Tanpa belas kasihan Arfian menjawab.


“Anyway, good luck buat acara lamaran besok. Besok gue usahain banget buat nemenin lo ngelamar Keisha. Biar dapet ide juga buat ngelamar lagi istri gue.” Kagendra berlalu dari kamar Arfian dengan kepala tertunduk dan langkah gontai.


Arfian memandang sepupunya itu dengan pandangan prihatin. Arfian merasa sangat bersyukur dengan keadaanya sekarang karena Keisha sangat baik kepadanya. Saat ini ia merasa kalau ia lebih beruntung daripada Kagendra.


****************


Keesokan harinya, keluarga Arfian datang melamar dengan pasukan lengkap. Farid dan Maya, Arfan, Arfin dan Prita serta anaknya Ammara, Yusuf dan Indri, Alena, serta Kagendra dan anak kembarnya. Begitupun keluarga Keisha menerima tamu dengan pasukan yang lengkap juga. Surya dan Arini, Ken dan Yuki, Arkenzo, Mala dan suaminya Jaka. Kedua keluarga besar kumpul bersama membicarakan rencana pernikahan Keisha dan Arfian.


“Jadi kapan akad dan resepsinya?” tanya Surya.


“Secepatnya.” Jawab Farid.


“Bulan depan?” tantang Surya

__ADS_1


“Siap.”


Arfian dan Keisha hanya bisa melongo menyaksikan perbincangan antara ayah mereka.


“Deal. Kalian menikah tepat satu bulan dari hari ini.” Seru Farid pada Arfian dan Keisha.


“Gimana, setuju kan?” tanya Surya.


Arfian mengangguk-anggukan kepalanya cepat.


“Siap Pap, Om.” Sahut Arfian semangat.


Akhirnya diputuskan untuk tidak menggelar acara tunangan, mereka akan langsung pada akad dan resepsi.


“Kak, apa ini gak terlalu cepat?” bisik Keisha pada Arfian yang duduk di sampingnya.


“Gak.” Jawab Arfian tegas.


“Ini terlalu cepat. Kalau satu tahun lagi gimana?” usul Keisha.


“Kalau kamu usul begitu, maka Kakak usul kita menikah 2 minggu lagi.” Ujar Arfian sambil berbisik juga.


Keisha menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.


Maya melihat Keisha menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Kenapa Kei? Kamu gak setuju akad dan resepsinya 1 bulan lagi?” tanya Maya.


“Bagaimana kalau akadnya kita majukan saja minggu depan.” Usul Farid.


“Jangan Om, kecepetan itu.” Seru Keisha hampir berteriak.


Semua yang ada di ruangan tertawa mendengar suara bernada cemas dari Keisha.


“Sabar, Bro. satu bulan itu gak lama.” Teriak Kagendra dari ruangan sebelah.


Semua orang tertawa lagi melihat wajah Keisha yang merona dan Arfian yang terlihat salah tingkah.


*************


29 hari telah berlalu. Besok adalah hari pernikahan Keisha dan Arfian.


Selama 29 hari itu, semua pasukan bekerja keras untuk mewujudkan pernikahan impian bagi Keisha dan Arfian. Keisha dan Arfian hanya duduk manis saja menyaksikan kehebohan persiapan pernikahan mereka. Para ibu lah yang paling sibuk dalam mengatur supaya acaranya berjalan dengan lancar. Mereka menyewa Wedding Organizer professional sehingga mereka tidak terlalu dipusingkan dengan detail persiapannya.

__ADS_1


*******


to be continued...


__ADS_2