Belenggu Cinta

Belenggu Cinta
45. Pernyataan Cinta


__ADS_3

Arfian mengambil jalan pulang memutar yang memakan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke penginapan.


Mereka sampai di penginapan menjelang matahari terbenam.


“Kei, kita lihat dulu matahari terbenam.” Ajak Arfian.


“Hmmm….”


Arfian dan Keisha berjalan di pesisir pantai sambil bergandengan tangan.


Setelah berjalan beberapa ratus meter, mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati indahnya matahari terbenam.


“Indah banget.” Ucap Keisha sambil merebahkan tubuhnya di atas pasir.


“Hmmmm…..”


Dua insan itu asyik memandang matahari terbenam sambil menghayati perasaan dan pikirannya masing-masing.


“I love you, Kei.” Ucap Arfian lirih.


“Apa, Kak?” Keisha memalingkan wajahnya ke arah Arfian


Arfian terdiam, tak menjawab pertanyaan Keisha. Tak mendapatkan jawaban dari Arfian, Keisha kembali memandang matahari yang semakin tengelam.


Suasana tampak sunyi, hanya terdengar deburan ombak yang menghantam bibir pantai.


“Kei, kita balik ke penginapan yuk.” Arfian berdiri dan mengulurkan tangannya pada Keisha bermaksud untuk membantunya berdiri.


Keisha yang masih terbaring meraih tangan Arfian yang membantunya untuk bangun.


Mereka berjalan kembali menuju penginapan sambil bergandengan tangan.


Sesampainya di penginapan, Keisha langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Begitupun dengan Arfian.


Setelah selesai makan malam, Keisha merebahkan dirinya di sofa yang ada di ruang tengah.


“Kei, kita jalan-jalan di pantai yuk.” Ajak Arfian.


“Gak ah, malas. Lagian di pantai sepi. Takut ah.” Jawab Keisha.


“Ada yang Kak Fian ingin bicarakan sama kamu. Kita ngobrol sambil duduk duduk di tepi pantai.” Arfian kembali mengajak Keisha.


“Ayo deh.” Keisha bangun dari rebahannya.


Arfian membawa dua obor sebagai penerangan.


“Kita duduk di sini, Kei.”


Arfian dan Keisha duduk tanpa alas di atas pasir.


Jantung Arfian berdegup dengan kencang. Saat ini, dia merasa sangat gugup. Inilah waktunya untuk mengungkapkan perasaan yang sudah dipendamnya selama 10 tahun.


“Kei….”

__ADS_1


“Hmmmm…..”


“Kakak sayang sama kamu.” Akhirnya Arfian berhasil mengucapkan kalimat tersebut.


“Aku juga sayang sama Kakak.” Jawab Arfian.


Suasana menjadi hening, hanya terdengar deburan ombak.


“I love you, Kei.”


“Kak….” Keisha tak sanggup mengucapkan kata yang lainnya.


“I love you so much.” Arfian kembali mendeklarasikan perasaannya.


“Kak…aku….” Kalimat Keisha menggantung


“I love you, Kei.” Sebelum Keisha sempat mengucapkan kata-katanya, Arfian kembali menyatakan cinta dan memeluknya dengan erat.


Keisha tidak membalas pelukan Arfian. Arfian semakin mengeratkan pelukannya.


Beberapa bulir air mata meluncur dari sudut mata Keisha.


“Kak…maafkan aku.”


Arfian semakin mengeratkan pelukannya seakan Keisha akan menghilang dari hadapannya jika ia melonggarkan pelukannya.


“Lepas, Kak.” Keisha mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Arfian.


“Aku takut, Kak. Aku terlalu takut untuk mencintai kamu lagi.” Ucap Keisha sambil menyeka air matanya yang sudah mulai menggenang dengan punggung tangan.


“Kenapa?” tanya Arfian lirih.


Keisha menghela nafasnya.


“10 tahun, aku melarikan diri dari Kakak. 10 tahun, aku berusaha untuk menata hatiku. 10 tahun, aku mencoba untuk melupakan rasa cinta aku untuk Kakak. 10 tahun bukan waktu yang sebentar. Aku menghabiskan masa muda dan energiku untuk menghapus rasa itu dan mencoba untuk mencari seseorang yang lain untuk kuberikan hatiku padanya.” Keisha berkata sambil memandang lurus ke depan.


“Sudah ketemu?” tanya Arfian.


“Huh?....”


“Orang yang akan kamu beri hatimu. Orang yang kamu cintai.”


“Aku masih mencarinya.” Keisha menarik dan memeluk lututnya.


“Sebelum kamu menemukan pria itu, bolehkah Kakak mencintai kamu?”


“Huh?.....”


“Kakak janji setelah kamu menemukan pria yang kamu cintai, Kakak akan menyerah dan akan berusaha untuk berhenti mencintaimu walau Kakak yakin itu hal yang sulit. Tapi jangan khawatir, Kakak tidak akan menghalangi kamu untuk mendapatkan cinta yang baru bersama laki-laki yang kamu cintai nantinya.” Arfian berkata sambil memandang wajah Keisha.


Keisha masih bergeming, diam tak bersuara.


Arfian menggenggam tangan kanan Keisha. “Boleh?....”

__ADS_1


Keisha menguatkan dirinya untuk tidak mengeluarkan air mata di hadapan Arfian.


“Maafkan Kakak jika ungkapan perasaan Kakak ini jadi membebani kamu.” Arfian melepaskan genggaman tangannya.


Merasa tidak ada respon dari Keisha, Arfian beranjak untuk kembali ke penginapan.


“Kita balik ke penginapan.” Arfian mulai berjalan meninggalkan Keisha.


“Kak….”


Keisha berlari dan memeluk tubuh Arfian dari belakang.


“Maafkan aku, Kak. Beri aku waktu.” Pinta Keisha.


Arfian menengadahkan kepalanya kemudian menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“Hmmmm….”


Arfian melepaskan pelukan Keisha dan kemudian menggenggam tangan Keisha dengan erat. Mereka berjalan kembali ke penginapan sambil bergandengan tangan.


Sesampainya di penginapan, Arfian langsung masuk ke kamarnya. Keisha memandang punggung tegap Arfian yang melangkah menjauh dari hadapannya.


**************


Keisha POV


Aku memandang langit-langit kamarku. Aku tidak bisa memejamkan matanya walaupun tubuh dan hatiku terasa lelah.


Aku mencintai kamu, Arfian. Dari aku kecil sampai sekarang, hanya kamu pria yang aku cintai.


Aku hanya takut untuk mencintai kamu lagi. Aku takut hatiku akan hancur lagi. 10 tahun, aku berusaha untuk mengobati hatiku yang sakit. Aku seorang pengecut yang tidak berani mencoba untuk memberikan hatiku lagi kepadamu.


Aku kesal kenapa air mata ini tidak bisa berhenti menetes.


Apakah aku harus mengatakan ini kepadamu, Kak. Mengatakan bahwa ada satu hal paling penting yang mengganjal hatiku sehingga aku sulit untuk bisa menerimamu. Wanita itu, pacarmu waktu itu pernah mengandung anakmu, buah cinta kalian. Walaupun anak kalian tidak sempat lahir ke dunia ini, tapi aku tidak terima kalau kalian berhubungan sampai sejauh itu. Aku tidak bisa menerima pria yang raganya pernah menjadi milik wanita lain. Sebut saja aku egois karena alasan ini, tapi aku benar-benar tidak bisa menerimanya.


Aku adalah perempuan yang egois yang tidak ingin mendapatkan pria yang pernah berhubungan badan dengan perempuan lain. Aku menginginkan suami yang memberikan hal ‘pertama’ nya hanya untukku. Lain halnya jika dia melakukan hubungan dalam ikatan pernikahan kemudian istrinya meninggal atau mereka bercerai. Aku bisa menerima pria yang pernah beristri tapi tidak bisa menerima pria yang pernah melakukan hal ‘pertama’ nya dengan perempuan lain tanpa ikatan pernikahan.


********


Arfian POV


Aku kalah dengan rasa tidak sabar. Apakah aku harus menyerah?


10 tahun aku menunggu kamu Kei, tapi sekarang hatimu sudah bukan untukku lagi.


Ah, sungguh penyesalan ini memang datang di akhir. Andai saja aku menyadari perasaaanku padamu lebih awal, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Jika saja aku tidak bodoh, mungkin kamu tidak akan pergi meninggalkan aku. Tapi dalam hidup ini tidak ada pengandaian karena waktu tidak bisa diputar ulang.


Kei, masihkah ada kesempatan kedua untukku?


***************


Baca juga ceritaku yang lain, Kutemukan Cinta Bersama Denganmu...Kisah cinta antara Sadiyah dan Kagendra.

__ADS_1


__ADS_2