
Fajar mulai menyingsing dan kini Gielle bersama Mommy Clara dan Claire tengah berasa di dalam pesawat menuju Inggris
Maafkan aku Hanzel... aku tau kamu pasti sangat marah kepada ku,dan mungkin tidak akan mau memaafkan aku,tapi ini memang yang terbaik untuk kita ". Batin Gielle
" Apa yang menganggu fikiran mu Nak? ". Tanya Mommy Clara
" Nothing Mom ". Kata Gielle seraya tersenyum
" Dad... bolehkah setelah sembuh aku kembali tinggal di LA? ". Tanya Gielle
" Boleh... kita akan tinggal disana ". Kata Daddy Andrew
" Tapiii... Kita akan liburan dulu di Maldives ". Kata Daddy Andrew
" Ha... Seriously Dad? ". Tanya Claire
" Yeah.. Are you Happy Baby? ". Tanya Daddy Andrew seraya menyentuh kepala Claire
" Yeah. I'm Very happy, I'm Very..Very..Veryyyyyy Extend ". Kata Claire seraya memeluk sang Daddy
Apapaun akan aku lakukan untuk kebahagiaan keluarga ku. Batin Daddy Andrew
Disisi lain dengan penuh semangat Papa Erlangga segera menuju Rumah sakit dimana putrinya di rawat, akan tetapi
" Permisi Suster.. Pasien atas nama Grizelle di pindahkan kemana ya? ". Tanya Papa Erlangga
" Maaf Tuan, pasien sudah di bawa pulang oleh keluarganya ". Kata Suster
" HAAA ". Teriak Papa Erlangga
" Suster serius? Kapan mereka keluar? ". Tanya Papa Erlangga
" Pukul 04.30 dini hari Tuan ". Kata Suster
Papa Erlangga pun lantas terduduk di lantai, seolah-olah hilang semua kekuatan hingga kedua kakinya tak mampu menopang tubuhnya
Kau bawa pergi kemana lagi Anakku ANDREW ". Teriak Dalam hati Papa Erlangga
" Astaghfirullah ". Kata Papa Erlangga seraya memegangi kepalanya
" Aku harus cari mereka ". Kata Papa Erlangga seraya berlari keluar
DUUAK
" Auuu ". Kata Liam yang tertabrak Papa Erlangga
" Maafkan saya tidak sengaja ". Kata Papa Erlangga seraya buru-buru membantu Liam dan segera pergi
" Omm ". Panggil Liam yang merasa aneh pada Papa Erlangga
" Om..tunggu Om ". Kata Liam seraya meraih tangan Om Erlangga
" Om.. ini aku Liam, Om ". Kata Liam seketika membuat Papa Erlangga terhenti
" Liam? ". Kata Papa Erlangga seolah-olah mengingat sesuatu
" Om Erlangga ". Kata Hanzel tiba-tiba datang setelah memarkirkan Mobil
" Liaaam... iyaa.. kamu Liam ". Kata Om Erlangga
" Iyaaa.. aku Liam ". Kata Liam
" Andrew pergi kemana? ". Tanya Papa Erlangga
" HA ". Kata Liam dan Hanzel kaget
__ADS_1
" Maksud Om?? ". Tanya Liam
" Kamu pacar nya, anaknya Andrew kan, kamu pasti tau kemana Andrew membawa Anakku pergi ". Kata Om Erlangga seraya memegangi lengan Liam
" Erlina belum pulang ke rumah Om? ". Tanya Hanzel
" Kemarin menginap di rumah saya Om, tapi tadi malem udah nggak, udah pulang kata Mommy ". Kata Hanzel
" Iya Om.. Bener kata Han ". Kata Liam terhenti
" Ssssttt.. Grizelle yang Om Maksud ". Kata Om Erlangga
" Jadi cepetan kasih tau Om, kemana Andrew membawa Grizelle pergi ". Tanya Om Erlangga
" HAA ". Kata Hanzel
" Maksud Om apa? ". Tanya Hanzel seraya menarik bahu Om Erlangga
" Grizelle nggak ada di dalam ". Kata Om Erlangga
" Yam.. cepet telvon Claire ". Kata Hanzel
" Tapi Han.. ". Kata Liam seraya mengacungkan ponsel Claire
" Kok bisa sama Kamu? ". Kata Hanzel
" Telvon Om Andrew atau Mommy Clara cepetan Yaam ". Teriak Hanzel
Maaf Nomor Yang Anda Tuju sedang tidak aktif atau berasa di luar jangkauan, silahkan hubungi sesaat lagi
" telvon Uncle Max ". Kata Hanzel
" Aku nggak ada nomornya ". Kata Liam
" Di ponselnya Claire dong Yaaam ". Kata Hanzel sudah mulai frustasi
" Han ". Kata Liam seraya memperlihatkan isi kontak handphone Claire, yang ternyata hanya berisi tak lebih dari 10 Orang dan itu pun termasuk nomor Liam dan Hanzel
" Kenapa mereka nggak bilang sama Gua Yaaam.. HA.. kenapa Gielle juga nggak ngomong, AKKKHHH ". Kata Hanzel seraya memukuli Liam dan Liam pun segera membalas Hanzel hingga Hanzel terjatuh
" Jangan Gila Kamu Han.. Aku juga panik, aku juga kaget, tapi gunakan Akal mu ". Kata Liam yang duduk di perut Hanzel
" Claire juga nggak pamitan sama Gw Han, padahal kita nggak ada masalah sama sekali ". Kata Liam seraya duduk bersandar Mobil orang
" Jadi kamu tidak tau kemana Andrew pergi? ". Tanya Om Erlangga
" Kalau aku tau, aku nggak disini Om ". Kata Liam keras
Om Erlangga pun segera pergi
" Yaaam.. Gielle ku Yaam ". Kata Hanzel seraya menangis
" Aku datang mau minta maaf Yaam ". Lanjut Hanzel
" Apa kemarin aku udah keterlaluan Yaam? Aku nggak mau kehilangan Gielle Yaam ". Kata Hanzel duduk seraya menangis
" Gielle.. Maafin akuu ". Kata Hanzel menangis
" Han.. kita cari tempat yuk, jangan disini ". Kata Liam
" Nggak Yaam.. Gielle pasti sembunyi di dalem ". Kata Hanzel
" HAN ". Teriak Liam
" Kita pergi dari sini ". Kata Liam seraya menarik Hanzel untuk segera masuk kedalam mobil
Karena sejak dari tadi banyak orang Lalulalang melihat kearah mereka, Liam pun memaksa Hanzel untuk segera masuk kedalam mobil
__ADS_1
" Grizelle ". Kata Hanzel yang berusaha untuk menelfon semua orang yang berhubungan dengan Grizelle
" Apa Claire tidak berkata sesuatu kepadamu Yaam, sebelum mereka pergi? ". Tanya Hanzel
" Apa jangan-jangan mereka pergi ke LA? ". Kata Hanzel Dan langsung menghubungi teman Hanzel yang tinggal tak jauh dari kediaman Om Andrew yang ada di LA, akan tetapi Uncle Andrew tidak ada di sana
Semakin putus asa Hanzel melihat kenyataan jika Kekasih yang sangat di cintanya pergi ntah kemana
" Kita pulang saja Ya ". Kata Liam yang hanya di jawab dengan Diam oleh Hanzel
Ternyata Di rumah ada Daddy George yang telah pulang lebih awal bersama Erlina
" Sini Nak ". Kata Daddy George
Karena Hanzel hanya diam saja Liam pun menarik tangannya, hingga keduanya pun duduk
" Erlina sudah memilih Gaun yang akan di pakai saat kalian bertunangan, lihatlah kamu ingin model yang seperti apa? ". Tanya Daddy George
" Ini juga ada beberapa contoh kartu undangan looh.. kamu pilih yang mana? ". Tanya Erlina seraya pindah ke sisi Hanzel
" Yang ini lucu deh.. atau yang ini aja, keliatan mewah dan berkelas ". Kata Erlina
" Oh iya kamu mau nyetak berapa? ". Tanya Erlina
" Eemmm.. kalo 1000 aja gimana? ". Tanya Erlina
" Hanzel ". Panggil Daddy George
" Maaf Dad, bagaimana jika kita bahas lain kali saja? ". Kata Liam
" Kenapa lagi dia? Ha... ". Kata Daddy George dengan suara meninggi
" Maaf Dad.. aku rasa suasana hatinya sedang tidak baik ". Kata Liam
" Kenapa? Mati lagi Pacarnya? ". Kata Erlina
BRAAAAAAAAAAAAAKKKKKK
" SE*AAAAAAN". Teriak Hanzel seraya membanting vas bunga
Meja ruang Tamu yang Dari Kaca pun Hancur lebur saat Hanzel membanting Vas Bunga tepat di tengah-tengah Meja
" APA-APAAN Kamu Hanzel ". Bentak Daddy George
Hanzel pun segera menarik tangan Erlina dengan sangat kasar
" Hannn.. sakit Han.. Awwww.. Han.. lepas.. Han ". Kata Erlina yang kerjatuh
" Hanzel ". Kata Mommy, Daddy dan Liam yang melihat Hanzel menyeret paksa Erlina
" Aaawwww... Tolooongg hiiihihii😠Awww sakit Hann ". Teriak Erlina
" JANGAN PERNAH MUNCUL DI HADAPAN KU LAGI UNTUK SELAMANYA ". Kata Hanzel seraya Menghempaskan tangan Erlina dengan sangat Kasar
" HANZEL ". Teriak Daddy George
" SAMPAI MATI AKU TIDAK AKAN PERNAH MENIKAHI WANITA SET*N ITU.. Camkan baik-baik ". Kata Hanzel
Braaakk
Dengan sangat kencang Hanzel menutup pintu mobilnya dan Segera melesat pergi
" Liam ". Panggil Mommy dengan berderai air mata
Tamat riwayat ku. Batin Liam
_ MAAF YA jika Up nya lamaa... hehe soalnya nunggu Moodnya dulu
__ADS_1
Btw kalo mau protes.. silahkan tulis di kolom komentar yaaa😉
One more... Thnks buat yang udah kasih Hadiah 🌹 dan ☕ nyaa.. itu sangat berarti untuk kuu.. luv bangett💙