Belenggu Cinta

Belenggu Cinta
33. Berharap


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu….


Keberadaan Keisha masih belum diketahui. Tidak terhitung berapa kali Arfian mendatangi rumah Keisha dan bertanya pada Surya dan Arini tentang keberadaan Keisha. Tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Keisha, bahkan keluarganya sendiri.


“Kei benar-benar lagi ingin sendiri, Fian. Biarkan dia dalam kesendiriannya dulu. Tante yakin, jika hatinya sudah sembuh, dia akan pulang.” Ucap Arini saat Arfian yang entah keberapa kalinya datang ke rumah Keisha menanyakan tentang keberadaannya.


Arfian hanya menghela nafasnya kasar ketika mendengar ucapan Arini. Dia sudah sangat rindu pada Keisha.


“Tante, memang tante dan om tidak kangen sama Keisha”? tanya Arfian.


“Ya pastinya kangen dong. Hanya saja Tante dan Om juga gak bisa gimana-gimana. Kei memang begitu adatnya. Kamu yang sabar yah, mungkin bulan depan, atau depannya lagi dia pulang.” Arini berusaha menenangkan hati Arfian.


Dua tahun telah berlalu….


Tiga tahun berlalu….


Empat tahun berlalu…


Lima tahun berlalu….


***********************


Lima tahun adalah batas waktu yang disebutkan Keisha di dalam suratnya. Arfian kembali membaca surat terakhir yang diberikan Keisha sebelum dia menghilang. Arfian mengulang-ngulang membaca baris kalimat dari suratnya.


……..Mungkin hati Kei bisa sembuh dalam waktu satu tahun atau dua tahun atau mungkin lima tahun. Mungkin juga lebih lama. Tapi Kei janji Kei akan kembali pada Kak Fian. Berdiri di hadapan Kak Fian dengan senyum yang tulus…..


Satu tahun terlewati, dua, tiga, empat dan lima tahun juga sudah terlewati. Apakah akan lebih lama dari lima tahun. Arfian sudah tidak yakin lagi, Keisha akan kembali padanya.


Untuk menekan rasa rindunya pada Keisha yang teramat sangat, Arfian mencurahkan semua energy dan pikirannya pada pekerjaannya. Dalam lima tahun ini, perusahaan yang didirikannya sudah berkembang pesat. Papinya pun sudah berniat untuk pensiun dini dan memberikan tampuk pimpinan ke tangan Arfian.


Sekarang ini, konsentrasi Arfian tercurahkan pada perusahaan miliknya sendiri dan perusahaan milik papinya yang akan diwariskan kepadanya. Arfian sudah tidak peduli lagi dengan penampilan dan kehidupan pribadinya. Seakan dia adalah sebuah robot yang hidup berdasarkan system yang telah diatur.


Sudah sering maminya membujuk Arfian untuk sekadar berkenalan dengan perempuan-perempuan anak dari teman-temannya, tapi tidak pernah berhasil mengalihkan perhatian Arfian. Untuk saat ini, perhatian Arfian hanya untuk pekerjaan , perusahaan miliknya, dan perusahaan papinya.


Tapi ada waktu di malam hari, ketika Arfian sudah terbaring di atas kasur, di unit apartemennya. Ya, mulai tahun ini, diusianya ke 31 tahun, Arfian memutuskan untuk tinggal sendiri. Ketika dia memandang langit-langit kamarnya, dia melihat wajah Keisha di sana. Hampir tiap malam, Arfian melihat wajah Keisha di atas langit-langit kamarnya. Tapi setelah lima tahun berlalu, Arfian sudah tidak yakin lagi apakah wajah Keisha sekarang masih sama dengan wajah Keisha yang selalu dilihatnya di langit-langit kamarnya.


Malam ini, dia teringat dengan Kagendra, sepupunya. Dia ingat kalau Kagendra itu punya orang-orang yang bisa menemukan atau mengintai orang-orang. Alena juga cerita kalau Kagendra lah yang membantu Keisha menemukan bukti-bukti perselingkuhan Early.


Jam di dinding kamarnya menunjukkan waktu jam 1 dini hari tapi Arfian tidak peduli apakah sepupunya itu masih terjaga atau sudah tertidur. Dia tidak mau menunda lagi untuk menghubungi Kagendra saat ini juga.


“Halo, Ndra. lo masih bangun?” tanya Arfian langsung setelah sambungan teleponnya diangkat oleh Kagendra.


“Sial-an. Ngapain malam-malam nelpon. Kagak tau waktu banget sih.” Umpat Kagendra di seberang sana.

__ADS_1


“Ndra, lo harus bantuin gue. Cuma lo yang bisa bantu gue saat ini.” Cecar Arfian.


“Bantuin apaan sih? Besok aja deh kita ngobrolnya.” Kagendra menutup telepon dan menonaktifkannya.


Arfian mencoba menghubunginya lagi tapi nomer telepon Kagendra sudah tidak aktif lagi.


“Sial-an.” Umpat Arfian


Arfian pun segera mengirim pesan teks pada Kagendra.


Besok pagi jam 9, temui gue di kantor. Gak boleh telat.!!


***********


Keesokan paginya, Arfian sudah duduk dengan tak sabar menunggu kehadiran Kagendra di kursi kebesarannya, warisan dari papinya.


“Ndra, dimana? Ini udah jam 10, lo telat 1 jam.” Arfian langsung bertanya saat panggilan teleponnya dijawab oleh Kagendra.


“Salah lo sendiri gak bilang kalau lo ada di kantor Papi lo. Ini gue lagi di kantor lo, bentar lagi on the way ke situ.” Jawab Kagendra cuek.


“Sial-an lo.” Umpat Arfian.


“Bodo amat.” Jawab Kagendra.


****************


“Mau ada perlu apa?” tanya Kagendra.


“Gue mau lo cari Keisha sampai ketemu.” Jawab Arfian.


“Gue udah gak mood buat nyari-nyari orang hilang. Istri gue aja ngilang belum ketemu.” Sahut Kagendra asal.


“Emang istri lo minggat kemana?” tanya Arfian.


“Gak tau. Udah deh, gue lagi gak mau mikirin istri durhaka itu. Beraninya dia minggat dari gue.” Jawab Kagendra emosi.


“Lo gak berusaha cari istri lo?” tanya Arfian lagi.


“Buat apa dicari, biar aja dia kabur. Gue bersyukur dia hilang dari hidup gue. Ini juga salah lo yang gak mau gantiin gue buat dijodohin sama dia. Jadi gue yang kena sialnya harus kawin sama cewek kampungan itu.” Umpat Kagendra kesal.


“Heh, yang nyandang nama Nataprawira itu lo bukan gue.” Sahut Arfian datar.


“Tapi kalau lo mau kan bisa aja.” Elak Kagendra.

__ADS_1


“yang dijanjiin nikah itu cucu yang menyandang nama Nataprawira. Paham kamu Kagendra Kamandaka Nataprawira?” ejek Arfian.


“Sial-an lo.” Umpat Kagendra sambil melempar pulpen yang ada di hadapannya.


“Jadi gimana nih, lo mau gak nolongin gue nyari Keisha?” tanya Arfian setelah berhasil menangkis pulpen yang dilempar Kagendra.


“Gue gak janji bisa nemuin Keisha dalam waktu cepat. Lena juga dari kapan udah minta bantuan gue buat nyari si Kei.” Jawab Kagendra serius.


“Kira-kira berapa lama lo bisa nemuin dia? tanya arfian.


“Gue gak bisa janji, Bro. Udah lima tahun Keisha ngilang, dan dia pinter banget menyembunyikan jejaknya. Dia memang sengaja menghilang dan memang gak mau siapapun tahu keberadaannya termasuk keluarganya sendiri. Gue udah tanya-tanya sama keluarganya dan gak ada satupun dari mereka yang tahu” Ungkap Kagendra.


“Apa mereka emang pura-pura gak tau?” tebak Kagendra.


“Gak, Bro. Mereka memang bener-bener gak tahu. Tante Arini bilang kalau Keisha sering menelponnya tapi gak pernah bisa terlacak dimana lokasi Keisha. Lena juga sering dapet email dari Keisha tapi gak tau di mana lokasi Keisha mengirim emailnya.” Jelas Kagendra.


“Lo bener-bener gak bisa lacak?” tanya Arfian.


“Gue bakal berusaha buat lacak, tapi hebatnya Keisha selalu bisa menghapus jejaknya. Keisha masih lebih baik dari istri gue. Keisha masih mau ngasih kabar ke keluarga dan sahabat-sahabatnya, istri gua sama sekali ngilang seperti dibawa kabur sama alien. Gak ketemu jejaknya sama sekali. Emang sial-an dia.” Bukannya membantu menenangkan Arfian, Kagendra malah mengumpat istrinya yang menghilang.


“Lo, cinta mati sama istri lo ya?” tanya Arfian curiga.


“Gak akan pernah.” Jawab Kagendra ketus.


“Kalau lo gak cinta kenapa sepertinya lo perhatian banget sama istri lo yang kabur.” Lanjut Arfian.


“Gue cuma ngerasa kalau harga diri gue udah dinjek-injek ama cewe sial-an itu. Dia gak menghargai gue sebagai suaminya.” Jawab Kagendra kesal.


“Harusnya lo intropeksi diri, Bro. Lo musti nanya sama diri lo sendiri kenapa sampai istri lo ninggalin lo.” Ujar Arfian.


“Ah jangan sok ngajarin, lo aja ditinggalin cewe yang lo cinta.” Sahut Kagendra sinis.


“Gue sadar kalau emang gue yang salah. Makanya gue pengen ketemu sama dia buat minta maaf.” Arfian berkata sambil memikirkan wajah Keisha.


“Ah, lo jadi cowo cemen banget sih.” Ejek Kagendra.


“Bukan cemen, tapi gue itu cowok yang sedang patah hati ditinggal kekasih hatinya.” Jawab Arfian puitis.


“Hoek…..” Kangendra pura-pura muntah mendengar ocehan Arfian yang sok puitis.


Arfian melempar pulpen yang ada di tangannya ke arah Kagendra.


**********

__ADS_1


Bersambung


Ikuti kisah cinta Kagendra dan Sadiyah di cerita berjudul, "Kutemukan Cinta Bersama Denganmu"


__ADS_2