
" Hanz.. Pulanglah,istirahat lah ". Kata Grizelle
" No Beib.. Aku ingin disini, aku ingin selalu menemanimu ". Kata Hanzel
" Aku sedih melihat mu tidur dengan keadaan tidak nyaman ". Kata Gielle
" Tidak apa-apa Sayang.. Asalkan aku bisa selalu bersamamu ". Kata Hanzel seraya mencium tangan Gielle
" Hanz.. Aku sangat menyayangimu, Pulanglah ". Kata Gielle
" Aku sedih kamu tidak menginginkan aku lagi ". Kata Hanzel
" Hanz ". Kata Gielle seraya menyentuh pipi Hanzel
" Percayalah Hanz.. aku sangat mencintai kamu,Apapun dan bagaimana pun keadaannya aku akan selalu mencintai kamu, Sampai nafas terakhirku pun,aku hanya akan mencintai kamu ". Kata Gielle
Saat Hanzel ingin berkata Gielle pun mendahului nya
" Syuuuth, Kali ini cukup dengarkan aku ". Kata Gielle seraya menyentuh bibir Hanzel dengan telunjuknya
" Oke Cinta Ku.. Everything for you ". Kata Hanzel seraya menggapai tangan Gielle dan menciumnya
" Hiduplah dengan Baik, tetap semangat menjalani kehidupan, gapai semua Cita-cita mu, bahagiakan Dirimu.. dan satu lagi Jangan suka telat makan ". Kata Gielle
" Aku pastikan Setiap hari aku akan bahagia bersama kamu ". Kata Hanzel seraya tersenyum sangat manis
" Tapi Wait (Tunggu) ". Kata Hanzel tiba-tiba karena merasa ada yang tidak beres dengan Gielle
" Kenapa kamu ngomong seperti itu? ". Tanya Hanzel
" Jangan pernah berfikir aku bisa hidup tanpa kamu ". Kata Hanzel seraya mengenggam erat tangan Gielle
" Gielle.. biarkan aku kehilangan apapun itu, aku tidak perduli, Asal aku tidak kehilangan kamu, Percayalah aku akan segera mendapatkan donor jantung untuk kamu ". Kata Hanzel seraya memeluk Gielle
Andaikan jantung ku cocok untuk mu, pasti kamu tidak akan khawatir lagi, Maafkan aku Sayang, aku yang tidak berguna ini, Maafkan aku. Batin Hanzel
" Jangan Sedih ". Kata Gielle pada Hanzel seraya tersenyum
" Sayang.. Maafkan aku ". Kata Hanzel seraya kembali memeluk Gielle
" Hanz ". Kata Gielle
Keduanya pun berhadapan dengan pancaran Cinta yang mendalam dari dua pasang Mata mereka, terasa sekali jika keduanya saling takut kehilangan
" Hanz... ". Panggil Gielle
" Jangan pernah membenci siapapun ya,Jika pun seandainya aku tidak lagi di samping kamu ". Kata Gielle
" Sayang kenapa kamu ngomong seperti itu sih, Aku kan udah pernah bilang, aku nggak mau denger tentang itu ". Kata Hanzel
" Bukankah semua yang bernyawa pasti akan mati Hanz? ". Kata Gielle
" Sayang Pliss ". Kata Hanzel
" Kamu harus dengar Hanz ". Kata Gielle
" Nggak mau, pokoknya aku nggak mau denger ". Kata Hanzel
" Percayalah Sayang.. aku kan segera mencari pendonor jantung yang cocok untuk kamu.. percayalah ". Kata Hanzel seraya memeluk Gielle dan menghapus bulir bening di pipinya
" Apalah artinya hidupku jika nggak ada kamu Sayang ". Kata Hanzel
" Hanz ". Panggil Gielle
" Hanz ". Panggil Gielle
" Hanzel Alexander Hamilton ". Panggil Gielle
" Apakah kamu sunguh mencintai aku? ". Tanya Gielle
__ADS_1
" Kamu meragukan ku? ". Kata Hanzel seraya melepaskan pelukannya
" Aku hanya ingin tau Hanz.. Apakah kamu akan bersedih saat melihat ku bersedih ". Kata Gielle
" Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersedih ". Kata Hanzel
" Janji? ". Tanya Gielle
" Janji, Seluruh hidupku akan aku berikan untuk membuat kamu bahagia ". Kata Hanzel
" Hanz... Aku hanya bersedih saat melihat kamu bersedih, jadi aku mohon..Kamu bisa menepati janji kamu... Kamu harus tetap semangat dan melanjutkan.. ". Kata Gielle terhenti
" STOP ". Sanggah Hanzel
" Aku kan menepati janji ku, Asalkan kamu selalu di sampingku ". Kata Hanzel seraya berdiri
" Aku pastikan, aku akan mendatangi kamu di surga, tepat di hari kamu meningalkan aku ". Kata Hanzel seraya berjalan menjauh
" Hanz kamu sudah berjanji ". Kata Gielle seraya menangis
" Tidak untuk yang satu itu ". Kata Hanzel
" Hanzel..". Panggil Gielle dengan berlinang air mata
" Hanzel jangan seperti ini ". Kata Gielle
" Kamu.. kamu yang mulai, Aku kan udah bilang.. aku nggak mau denger hal-hal yang seperti itu. tapi kamu.. kamu selalu membahas hal itu itu, itu itu itu ituuuu teruss, Hatiku sakit Gielle, hatiku rasanya sakit banget.. rasanya dada ku sangat sesak, rasanya aku nggak bisa bernafas,rasanya aku benar-benar tidak berguna...Aku sangat mencintai kamu..sangat mencintai kamu, aku sangat mencintai kamu Grizelle Anastasia Zuckerberg...Hidup ku, dunia ku, semuanya..semuanya hanya tentang kamu Gielle...Aku nggak bisa kehilangan kamu, aku nggak akan pernah bisa hidup tanpa kamu, KAMU HARUS DENGAR ITUUU ". Kata Hanzel seraya menangis
" Hanz ". Kata Gielle yang masih menangis
" Hanz ". Panggil Liam seraya mendekati Hanzel
" JANGAN SENTUH AKU ". Kata Hanzel seraya menangis dan keluar kamar
Gielle semakin menangis sesenggukan, hingga Mommy Clara pun segera memeluk Gielle
Mommy Clara hanya mampu menangis seraya mempererat pelukannya
Dengan mengusap air matanya Claire memegang tangan Liam
" Liam.. ". Kata Claire
" Seandainya aku jadi Hanzel, aku mungkin akan lebih gila ". Kata Liam
" Tapi kamu tidak bisa meninggalkan Keluarga Hamilton ". Kata Claire
" Claire.. jangan memperkeruh suasana ". Kata Liam
" Aku juga tidak mau Liam ". Kata Claire seraya menunduk
Liam segera menarik Claire dalam dekapannya
" Aku tau apa yang membuat mu resah, tapi percayalah.. aku punya idea untuk itu ". Kata Liam
" Sungguh? ". Tanya Claire
" Kau meragukan ku? ". Tanya Liam
" Aku hanya khawatir ". Kata Claire
" Makanya.. kalau ada sesuatu itu bilang, jangan di pendam sendiri, jadi overthinking kan ". Kata Liam
" Aku mencintaimu ". Kata Claire seraya mempererat pelukannya
" Pergilah.. tapi ponselmu harus aktif 24 Jam ". Kata Liam
" Akan menyulitkan mu jika kita tetap berkomunikasi ". Kata Claire
cup
__ADS_1
Sebuah kecupan mendarat manis di kening Claire
" Percayalah padaku.. aku akan mengurus yang disini, dan akan segera mencari kamu ". Kata Liam
" Maafkan aku jika membuat kamu khawatir.. tapi mohon percayalah padaku, kita akan segera bersama ". Lanjut Liam
" Aku percaya padamu ". Kata Claire
" Maaf aku tidak bisa langsung ikut pergi, bagaimanapun Hanzel pasti akan sangat membutuhkan aku ". Kata Liam
" Sayang.. berikan aku ponselmu ". Kata Liam
" Untuk apa? ". Tanya Claire seraya memberikan ponselnya
" Kamu gunakan Ponsel ini ". Kata Liam seraya memberikan sebuah ponsel kepada Claire
" Semua nomor yang penting sudah ada di dalam sini.. Kita akan main Drama supaya Hanzel percaya jika kamu juga sudah tidak menginginkan aku ". Kata Liam seraya tersenyum
" Sayang ". Kata Claire khawatir
" Percaya padaku.. Dan aku akan segera datang kepada mu.. tapi ingat kamu harus aktif 24 jam oke..". Kata Liam
" Kenapa harus 24 Jam.. lalu bagaimana jika aku ingin tidur? ". Tanya Claire
" Karena aku selalu merindukanmu setiap detik.. jika kamu ingin tidur, biar aku yang menjagamu ". Kata Liam
" Caranya? ". Tanya Claire
" Lewat online dulu ya Cantikku.. hehe ". Kata Liam seraya mencubit pipi Claire
" Tapi aku rasa.. aku akan sibuk disini ". Kata Claire melihat ke arah Gielle yang masih menangis
" Aku fikir kita akan sama.. karena aku pastikan Hanzel tidak akan tinggal diam jika tahu Daddy membawa pergi kalian ". Kata Liam
" Liam.. Aku beruntung memiliki kamu ". Kata Claire seraya memeluk Liam
" Uhhhhhh... teruslah seperti ini yaa... hehehe ". Kata Liam seraya menciumi kepala Claire
" Iyaaam... Aku serius ". Kata Claire kesal
" Aku lebih beruntung karena kamu mau menjadi milikku ". Kata Liam
" Claire... ". Kata Liam seraya menatap wajah Claire serius
Oh tidak... pasti Liam akan mencium ku. Batin Claire
Claire menutup mata nya dan bersiap menerima Ci**man dari Liam
PLETAAAK
" Auuu ". Kata Claire seraya menyentuh kening yang telat di jitak Liam
" Ingin sekali aku mencium kamu yaa ". Goda Liam
" Tidak ". Kata Claire cemberut
Liam pun segera memeluk Claire sangat erat
" Saat kamu di sana.. pastikan untuk tidak berkomunikasi dengan pria lain, aku cemburu ". Kata Liam
Dan Claire pun memeluk Liam semakin Erat
Maaf Gielle... bukan aku tidak bersimpati kepadamu, tapi aku juga ingin bahagia sebentar bersama Liam.. hehehe. Batin Claire
_Hay guys... Maaf lama Up nya, semoga ngga bosen yaa..
Silahkan kritik dan sarannya yaaaa๐
#Jangan lupa kembang Kopinya ya guyss...๐นโ tengkyuuu ๐๐
__ADS_1