
Uncle Andrew pun mendekati Giele dengan tatapan penuh rasa sedih,gadis kecilnya yang periang kini tengah terbaring tak berdaya
Wajah teduhnya mengingatkan Andrew pada Adik perempuannya yang malang.
Kau sudah berjanji pada Daddy untuk baik-baik saja G..Lantas apa ini..Kau tau kabar itu datang padaku dan seolah-olah duniaku berhenti saat itu juga..Maafkan aku jika setelah ini aku akan sangat egois..Karena aku sangat mencintaimu seperti aku mencintai saudarimu Claire..jadi aku berharap kau bisa hidup lebih lama. Batin Uncle Andrew
" Jangan menangis Dad.. Kau tau kan Giele tidak suka ada orang yang bersedih saat dia sakit seperti ini ". Bisik Clara pada Daddy nya
" Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya ". Kata Daddy seraya keluar dari Kamar
" Han ". Panggil Mommy Clara seraya menghampiri Hanzel yang duduk di sofa bersama Kawan-kawannya
" Kenapa dia bisa seperti ini? ". Tanya Mommy Clara
" Aku juga tidak tau harus menjawab seperti apa, tapi yang pasti ini salahku, aku yang ceroboh dalam mengawasi Giele ". Kata Hanzel seraya menundukkan kepalanya
" No.. Mom, Hanzel sangat menjaga Giele, Aku bisa menceritakannya semuanya ". Kata Liam
" Kalau begitu cepat katakan ". Kata Mommy Clara
" Tapi.. bolehkah jika menunggu Daddy Andrew agar semuanya tau ". Kata Liam
" Iya ". Kata Mommy Clara
" Oh iya ini tadi sudah aku pesankan makanan ". Kata Hanzel yang tadi pesan GO-FOOD
Karena lelah Mommy Clara dan Claire tidur di springbed, Liam dan cowok-cowok yang lain mengalah untuk stay di sofa, sedangkan Hanzel kembali duduk di samping brankar Giele.
Jam sudah menunjukkan Pukul 06.06 am, Hanya Mommy Clara yang sudah bangun, dan terlihat Daddy datang membawa banyak makanan untuk mereka sarapan.
" Bau makanan nih ". Kata Liam yang mulai bangun tidur
" bersihkan dulu badanmu ". Kata Mommy Clara
" Siap Mom ". Kata Liam seraya Menyenggol Juan dan Agra yang kemudian ikut bangun juga.
"Aku tau kau sangat mencintai Giele kami, tapi maaf aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali ". Batin Daddy Andrew
Saat melihat Hanzel tidur dengan satu tangan menopang kepalanya dan satu tangannya lagi memegang tangan Giele
Clara pun bangun dan terakhir Hanzel juga bangun, saat seorang sedang sarapan dokter dan suster berkunjung
" Jantung nya masih berdenyut walaupun masih sangat pelan, tapi tak apa, jika dia sudah bangun lagi segera hubungi kami ". Kata Dokter
yang juga menjelaskan bahwa Giele masih belum bangun karena efek obat dan itu tidak apa-apa.
Setelah selesai sarapan Mommy Clara pun kembali menanyakan ucapan Liam semalam tentang kronologi Giele.
Dan Liam pun bercerita dari Sebelum pingsan sampai malam dimana Giele di nyatakan meninggal
Dan saat bercerita panang lebar hingga sampai menyebutkan satu nama yang membuat Daddy Andrew syok
" Siapa tadi yang kau bilang? ". Tanya Daddy Andrew
" Yang mana Dad ? ". Tanya Liam
" Yang menjenguk Giele sebelum kejadian buruk itu terjadi ". Kata Daddy Andrew
" Ohhh itu Uncle Angga.. Erlangga Aji Saputra, Papanya Erlina ". Kata Liam santai
Dunia seolah berhenti untuk Mommy Clara dan Daddy Andrew, keduanya tampak syok,
walaupun dari awal sudah tau jika situasi seperti ini akan terjadi,
__ADS_1
yaitu pertemuan antara Giele dan Erlangga namun tidak untuk membuat Giele meregang nyawa
" Bawa aku ke ruang CCTV sekarang ". Kata Daddy Andrew
" Biar aku yang mengantarkan " Kata Hanzel
Hanzel pun keluar bersama Daddy Andrew untuk menemui dokter agar bisa mendapatkan izin untuk melihat keruang cctv
Setelah mendapat izin Keduanya pun langsung bergegas keruangan cctv dan mengatakan jam kejadian dan kamar,pada petugas keamanan untuk memutar ulang video nya.
Dan benar saja.. Tampak sosok yang membuat Darah Daddy Andrew kembali memanas,
Terlihat dia dengan santainya membawa Istri dan anaknya keruangan Giele.
" Biadaaab Kau Lang. Awas kau ". Batin Daddy Andrew
Tak berselang lama keduanya pun meminta copyan Rekaman video itu dan segera kembali ke kamar rawat Giele.
" Hallo... Aku ingin kau segera kesini dan bawa beberapa orang mu untuk berjaga di sekitar rumah sakit Kasih Bunda ". Kata Daddy Andrew pada ponselnya
" Apa yang terjadi sayang ". Kata Mommy Clara
" Percayalah ini untuk kebaikan keluarga kita ". Kata Daddy Andrew
" Apa hal buruk akan terjadi Dad? ". Tanya Claire
" Tidak Nak.. Daddy hanya berjaga-jaga saja ". Kata Daddy
" Oh iya.. Satu jam lagi Tommy akan sampai disini, dan jangan kemana-mana sebelum Daddy kembali oke ". Kata Daddy Andrew pada Istri dan Anaknya
" Daddy mau kemana? ". Tanya Mommy Clara
" Daddy hanya ingin mencari udara segar ". Kata Daddy Andrew
" Boleh aku ikut? ". Tanya Hanzel yang mulai mengerti jika Daddy Andrew akan pergi menemui Uncle Erlangga
Dan akhirnya Daddy Andrew pergi, tak lama kemudian Juan dan A juga izin pulang.
Tidak sulit bagi Daddy Andrew untuk bisa tau perusahaan Erlangga karena selama ini Daddy Andrew memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Erlangga..
Dan disinilah Andrew berada di depan perusahaan sosok manusia yang paling dibencinya.
Andrew Langsung masuk dan berkata pada resepsionis..
" Katakan saja, orang dari masa lalunya datang memberi hadiah ". Kata Andrew
" Iya Pak mohon ditunggu sebentar ya ". Kata si Mbak segera melakukan pangggilan pada Asisten direktur dan
" Mari saya antarkan Bapak ". Kata Si Mbak seraya berjalan di depan Andrew
Lif segera membawa mereka berdua ke lantai paling atas dan Asisten Direktur sudah di depan lif untuk menjemput nya
" Aku hanya ingin berbicara berdua dengannya, kamu jangan sekali-kali mendengar ". Kata Andrew dengan tatapan tajam nya yang menakutkan
dan segera masuk
" Kirain cewek tadi, tau nya Bapak-bapak sangar.. kaget banget, mana keliatan serem.. untung temennya Bos, kalo nggak gua sikat juga nih orang ". Kata Asisten Direktur segera berlalu.
Jantung Andrew berdegup sangat kencang karena amarah yang menyala-nyala hingga Andrew pun segera masuk dan mendekati Erlangga yang masih sibuk
" Siapa tamunya Gus?". Tanya Erlangga dengan tatapan masih melihat ke berkasnya dan
BOUUUGKKK BUG BUG BUG BUG BUG
__ADS_1
Andrew langsung menghajar Erlangga tanpa jeda dan tentunya itu membuat Erlangga sangat kaget
"Hei siapa kamu ". Kata Erlangga karena melindungi wajahnya dengan kedua tangannya
" Bangsaaaaat kau ". Kata Andrew seraya menendang Erlangga dan segera menarik berdiri dan kembali di hajarnya dan tentunya Erlangga langsung berdiri dan akan membalas
" Andrew ". Kata Erlangga speechless
Namun Andrew kembali menghajar Erlangga
" Apa yang kau katakan pada Giele Hah ". Bentak Andrew
" Apa maksud mu ". Kata Erlangga seraya menyeka darah di sudut bibir nya
" Bangsaaaaat kau Lang ". Kata Andrew kembali menghajar Erlangga namun Erlangga berusaha Menangkis nya
" Kau sudah membunuh Adikku kini kau mau membunuh anaknya.. bangsaaaaat kau ". Kata Andrew membuat Erlangga terdiam dan Andrew pun kembali menghajar nya
" Apa maksud mu Drew? ". Kata Erlangga dengan mata yang mulai berkaca-kaca
" Anaknya Alice? ". Tanya Erlangga seraya memegang tangan Andrew
" Kau bilang anaknya Alice? ". Tanya Erlangga sekali lagi
" Peduli apa kau HAH ". Kata Andrew seraya membogem kerasa wajah Erlangga
" Pukul aku sepuas mu Drew.. pukul aku.. tapi katakan dimana Anakku ". Kata Erlangga seraya menangis
" Anak kau bilang?? ". kata Andrew kembali menendang perut Erlangga dengan keras ‼
Ukhuuuk..
Darah mulai keluar dari mulut Erlangga
" Apa pantas kau menyebutnya Anak jika kau sendiri ingin membunuh nya HAH ". Teriak Andrew
Beberapa Orang tiba-tiba datang bersama Bagus si Asisten Direktur
" Bos.. ". Teriak Bagus
" Amankan dia ". Kata Bagus
" Jangan. Jangan ada yang mendekat, Biarkan dia ". Kata Erlangga
" Tapi Bos ". Kata Bagus
" Sini kalian ". Kata Andrew menantang
Karena Bagus tidak tega Bosnya terluka parah dia pun menyerang Andrew.
Bukan Andrew Zacekerberg jika melawan beberapa orang saja kalah, dia sudah lama di dunia Mafia dia juga kepala Academy beladiri Taekwondo.
Dan tiba-tiba saat lengah salah satu anak buah Bagus melemparkan vas bunga hingga membuat darah mengalir di kepala Andrew
" Ohh seperti ini cara main mu.. baiklah ". Kata Andrew santai
Dan langsung saja Andrew membabi-buta menyerang siapa saya bahkan beberapa orang sampai muttah darah.
" Andrew ". Panggil Erlangga
" Andrew tolong.. maafkan mereka, ini salahku ". Kata Erlangga
" Ini memang salahmu Bedebahhh ". Kata Andrew kembali menghajar Erlangga
__ADS_1
hingga tiba-tiba kesenangan itu terhenti saat Ponsel Andrew berdering.
" Hallo Mom ". Kata Andrew