
“Pergi kamu dari sini, Ryan. Aku tidak ingin dia melihat kamu ada di sini.” Teriak Early pada pria tersebut.
Arfian berdiri bergeming demi mendengar apa yang diteriakan oleh Early. Pikirannya bekerja keras mencoba memahami situasi yang terjadi.
Early kembali berteriak histeris sambil menangis. “Pergi kamu dari sini.”
“Kamu jangan teriak-teriak seperti ini, Sayang. Ingat kondisi kamu yang masih sakit. aku tidak ingin melihat kamu menderita seperti ini.” Ujar Ryan.
“Cepatlah pergi, Ryan. Aku janji setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan menemuimu untuk membicarakan hal ini dan juga hubungan kita selanjutnya. Tapi aku mohon, kamu harus pergi sekarang juga. Aku tidak mau dia melihat kamu disini. Dia akan datang menemui aku sore ini.” Early memohon.
“Sayang, aku ingin kita katakan yang sebenarnya pada dia. Aku tidak ingin terus melakukan hubungan ini dengan sembunyi-sembunyi. Aku akan bicara dengannya.” Ujar Ryan dengan yakin.
“Tidak. Kamu tidak boleh menemuinya. Kalau kamu menemui dia sekarang, aku akan mati di hadapanmu.” Teriak Early.
“Sayang, kita sudah kehilangan bayi kita. Aku tidak mau kehilangan kamu juga. Aku mohon kita ungkapkan kebenarannya pada laki-laki itu. Aku berjanji akan bertanggung jawab terhadapmu” Ryan kembali memohon kepada Early.
Mendengar perdebatan antara Early dan Ryan membuat jantung Arfian berdetak dengan sangat kencang. Dia tidak menyangka bahwa Early tega untuk mengkhianatinya. Kepala Arfian kembali dipenuhi oleh wajah Keisha yang terus berkelebatan. Memori ketika Keisha memberikan bukti-bukti perselingkuhan Early kembali bermunculan di pikirannya. Dia ingat bagaimana Keisha menyumpahinya bahwa dia akan menyesal jika tidak percaya dengan bukti-bukti yang diperlihatkan oleh Keisha saat itu. Tangannya terkepal di samping tubuhnya, Arfian berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya.
“Kamu tidak bisa terus-terusan berbohong. Bayi itu bayi aku, aku tidak terima kalau kamu bilang kalau ayah dari bayi itu dia.” Ungkap Ryan.
“Diam kamu, Ryan!” jerit Early.
__ADS_1
“Aku juga tahu kalau kamu yang menjebak laki-laki itu ketika di Puncak.” Ryan kecewa dengan sikap Early yang tidak ingin mengakui bahwa bayi yang pernah dikandung Early itu bayinya.
“Kamu jangan mengada-ngada. Kamu tidak tahu apa-apa tentang aku dan bayiku.” Early kembali menjerit histeris.
“Teman kamu yang bilang padaku kalau kamu yang membuat laki-laki itu mabuk dan membawa dia ke kamar hotel. Kamu yang membuat situasi seolah-olah kalian telah melakukan hubungan suami istri.” Ungkap Ryan.
“Itu bohong. Kamu tidak tahu apa-apa, Ryan.” Early mulai terisak.
“Itu kebenarannya. Aku tidak mau kamu membohongi dirimu sendiri. Aku mencintai kamu, Early. Kamu harus percaya kalau aku bisa membahagiakan kamu.” Ryan memeluk Early.
“Tidak…tidak…tidak…aku sudah berusaha dengan sangat keras untuk bisa bersama dengan Arfian. Bersama dengan Arfian, aku tidak harus bekerja banting tulang lagi.” Isak Early.
“Kamu kan tahu, Ryan. Sejak kecil aku sudah yatim piatu. Sejak kecil aku harus berusaha dengan sangat keras untuk bisa bertahan hidup. Aku sudah sangat lelah dengan hidup yang harus aku jalani. Bersama dengan Arfian, aku bisa terbebas dari penderitaan.” Ungkap Early.
“Kamu salah, Early. Caramu salah.” Ucap Ryan lirih.
“Sebentar lagi aku akan mendapatkan impianku. Tinggal selangkah lagi, aku akan menjadi istri dari seorang Arfian. Tapi kenapa kamu harus hadir dan merusak impianku. Kenapa malam lak-nat itu bisa terjadi. Selama satu tahun aku menjalin hubungan dengan Arfian tapi tidak pernah sekalipun kami melakukan hal itu. Tetapi kenapa…tapi kenapa, satu malam itu, kamu merenggutnya. Dan kenapa malam-malam selanjutnya……..” Early menutup wajah dengan tangannya, bahunya berguncang.
Early meronta berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ryan.
“Aku sangat bodoh sekali, terbuai oleh bujuk rayumu. Hanya satu bulan aku mengenalmu dan aku memberikan kehormatanku padamu. Kamu memang bereng-sek, Ryan.” Air mata Early bercucuran.
__ADS_1
“Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Kita melakukan hal itu karena aku mencintai kamu dan kamu juga mencintai aku. Aku tidak akan pernah menyesali malam-malam indah yang telah kita lewati bersama” Ryan mengakui pada Early bahwa dia telah jatuh cinta pada Early sejak pertama kali mereka bertemu di kantor tempat Early bekerja.
Arfian menahan nafasnya ketika dia mendengar pengakuan Ryan tentang malam-malam yang telah Early dan pria itu lewati. Otaknya bekerja keras mencoba mencerna semua hal ini. Perasaan Arfian mulai terasa aneh. Dia tidak bisa mengidentifikasi apa yang dirasakannya saat ini, apakah dia merasa marah, sedih, kecewa, lega, atau biasa saja.
*************
Ryan adalah seorang kurir yang sering mengantarkan barang ke perusahaan milik Rayhan. Kebetulan hari ketika Ryan mengirimkan barang, Early yang mengurus penerimaan barang tersebut. Setelah itu beberapa kali Ryan mengirimkan barang ke perusahaan milik Rayhan dan dia sering bertemu dengan Early. Dari pertama Ryan bertemu dengan Early, dia sudah merasa jatuh cinta pada Early. Kecantikan Early telah berhasil memukaunya sehingga Ryan memberanikan diri untuk mendekati Early.
Ryan sadar dengan posisinya yang lebih rendah daripada Early yang seorang sekertaris pemimpin perusahaan. Ryan hanyalah seorang mahasiswa yang harus berjuang keras untuk membiayai kuliahnya sendiri dengan bekerja sebagai seorang kurir. Tapi tekadnya yang kuat tidak menyurutkan langkahnya untuk menjadikan Early sebagai kekasihnya.
Dengan bujuk, rayu, dan perhatian yang diberikan Ryan kepada Early, ditambahnya wajahnya yang tampan bak seorang model, akhirnya Ryan berhasil menundukkan hati Early. Dan malam itu, ketika hal itu terjadi adalah malam yang membahagiakan bagi Ryan. Mereka melakukan hal terlarang itu tidak hanya sekali tapi beberapa kali sampai mereka benar-benar terhanyut dalam gairah mereka sendiri. Malam itu membuat Ryan yakin jika Early juga mencintai dirinya.
Malam itu, Early juga menikmatinya. Melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya bersama dengan Arfian membuat dirinya seperti terbang ke langit ke tujuh. Malam itu, Early merasakan bahwa dia benar-benar dicintai oleh seorang pria. Dia mendapatkan kepuasannya dari seorang laki-laki bernama Ryan. Gairah malam itu seperti membutakan mereka sehingga mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah dosa.
Malam-malam berikutnya, malam-malam ketika Early tidak bersama dengan Arfian adalah malam-malam yang menghanyutkan bagi Early dan Ryan. Kepuasan yang selalu diberikan oleh Ryan membuat Early lupa daratan sampai ketika dia menyadari bahwa dia telah mengandung benih yang telah ditanamkan oleh Ryan.
Ketika menyadari bahwa dirinya hamil, Early panik. Dia tidak mau hubungannya dengan Arfian rusak gara-gara kehamilan yang tidak diinginkannya. Early memutar otaknya mencari cara untuk menciptakan keadaan seolah-olah Arfian lah yang telah menanamkan benih tersebut di rahim Early. Early tahu bahwa perbuatannya bersama dengan Ryan itu adalah dosa besar dan dia tidak mau menambah dosanya dengan menggugurkan janinnya.
Sebuah ide tercetus ketika Early mengetahui bahwa Arfian akan melakukan meeting dengan kliennya di sebuah hotel di daerah Puncak. Early membuat rencana seolah-olah dia bertemu tidak sengaja dengan Arfian di hotel tersebut. Rencana Early berjalan mulus. Dia berhasil membuat Arfian mabuk dan tak sadarkan diri. Saat itu dia dibantu oleh seorang temannya membawa Arfian ke sebuah kamar di hotel dan menciptakan keadaan seolah-olah mereka telah tidur bersama.
******************
__ADS_1