
Sampai di lantai lima, Arfian melihat beberapa orang yang masih sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka di masing-masing kubikelnya. Arfian menanyakan ruangan Keisha kepada salah seorang pekerja. Seorang perempuan yang sedang bersiap mematikan komputernya menunjukkan dimana ruangan Keisha berada.
Arfian berjalan menuju ruangan Keisha dan mengetuk pintu ruangannya.
Tok…tok…tok…
“Masuk.” Terdengar suara Keisha.
Arfian membuka pintu dan melihat Keisha yang masih sibuk membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya.
Keisha mendongakkan kepalanya dan melihat Arfian yang sedang berdiri di ambang pintu.
“Masuk, Kak. Tunggu sebentar lagi ya. Aku beresin dulu ini kertas-kertas yang berserakan.” Ujar Keisha sambil terus membereskan kertas-kertas tersebut.
Arfian menghampiri Keisha dan mulai membantu membereskan kertas-kertas yang masih berserakan tersebut.
“Kakak duduk aja dulu. Kalau mau minum sesuatu, ambil aja di kulkas.” Ujar Keisha.
“Kakak bantuin beres-beresnya ya Kei.” Tawar Arfian.
“Gak usah Kak, nanti kalau dibantuin aku bingung lagi nyusunnya. Kakak duduk aja, tunggu sebentar lagi ya.” Ujar Keisha sambil mengikat rambutnya yang pendek dengan karet rambut.
Arfian melepaskan kertas-kertas yang ada di tangannya kemudian berbalik untuk kemudian duduk manis di sofa. Tampak Keisha yang sekarang berjalan mondar mandir sambil membawa kertas-kertas dan menyimpannya ke dalam rak. Mata Arfian tak lepas memperhatikan gerak gerik Keisha, kameja kerjanya yang sudah tampak kusut karena dipakai seharian, wajah yang tampak lelah karena bekerja dari pagi, rambutnya yang sudah acak-acakan tak karuan, semua terekam dengan jelas di kepala Arfian. Saat ini, Arfian melihat Keisha yang tampak teramat cantik dimatanya.
Setelah sekitar 15 menit memperhatikan Keisha yang sibuk mondar mandir di ruangannya, Arfian mengambil sebotol minuman mineral dari kulkas dan membuka tutupnya.
Akhirnya Keisha duduk di sofa setelah mondar mandir tanpa henti di ruangannya.
“Minum dulu, Kei.” Arfian menyodorkan botol air mineral yang telah dibukanya.
“Makasih, Kak.” Keisha meminum habis air yang ada di dalam botol.
“Kamu haus ya?” tanya Arfian melihat air yang langsung ditenggak habis oleh Keisha.
“Hmmm…”
“Sudah selesai pekerjaannya?” tanya Arfian.
“Ada sedikit lagi yang harus aku rapatkan dengan tim. Setelah sholat magrib, aku mau rapat sebentar dengan tim. Setelah Isya baru kita bisa pergi. Kakak masih mau menunggu atau bagaimana?” tanya Keisha tidak enak karena membuat Arfian menunggu.
__ADS_1
“Kakak tunggu kamu sekalian beli makanan buat kamu dan tim kamu. Sepertinya kalian butuh makan malam di kantor.”
“Makasih, Kak.” Keisha beranjak menuju kamar mandi yang ada di ruangannya.
Keisha menyiapkan peralatan sholat untuk dirinya dan Arfian.
“Kakak nanti sholat di ruangan situ saja ya.” Keisha menyerahkan sajadah pada Arfian.
Setelah sholat magrib, Keisha memanggil tim nya untuk bersiap-siap melaksanakan rapat sedangkan Arfian menelepon sebuah restoran dan memesan makanan secara online untuk dirinya, Keisha dan tim Keisha.
Setelah Arfian selesai melaksanakan sholat Isya, makanan yang dipesannya datang. Seorang satpam mengantarkan makanan yang dipesan Arfian.
1 jam kemudian rapat yang dipimpin Keisha pun akhirnya selesai.
“Makan dulu, Kei.” Arfian menyodorkan satu keresek plastik makanan yang masih terbungkus.
“Makasih, Kak.” Keisha menerima kantong plastik tersebut dan membagikan kepada timnya.
“Terima kasih, Pak.” Ucap Daffa, Umar, Salma dan Tari kompak.
Arfian menjawabnya dengan senyuman.
“Kakak udah sholat Isya?” tanya Keisha.
“Aku sholat dulu ya Kak, baru setelah sholat aku makan.” Keisha meletakkan bungkusan makanannya di atas meja dan berlalu ke ruangannya untuk sholat.
Setelah sholat Isya dan makan malam, Keisha melanjutkan rapatnya.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam ketika Arfian dan Keisha meninggalkan gedung kantornya.
“Maaf ya Kak kalau rapatnya kelamaan, maklum ini proyek pertama kita, jadi masih banyak banget yang harus dipersiapkan, maaf juga kalau rencana makan malam kita jadi gagal.” Keisha merasa tidak enak karena gara-gara dirinya, rencana makan malam bersama mereka jadi gagal.
“Gak gagal kok. Tadi kan kita makan malam bersama.” Ujar Arfian berusaha menenangkan hati Keisha.
“Iya juga ya.” Kekeh Keisha sambil menggaruk kepalanya yang rambutnya sudah acak-acakan.
Gerakan Keisha yang membuat rambutnya semakin acak-acakan tampak semakin imut di mata seorang Arfian. Arfian gemas melihatnya dan mencoba untuk membantu Keisha merapikan rambutnya yang acak-acakan dengan menyisirkan rambut Keisha dengan tangan besarnya dan menyelipkan helaian rambut itu ke daun telinga bagian belakang.
Pekatnya malam menyamarkan warna kulit pipi Keisha yang merona kemerahan.
__ADS_1
“Kamu bawa mobil sendiri, Kei?” tanya Arfian
Keisha menganggukkan kepalanya.
“Mobil kamu tinggalin aja disini. Kakak anterin kamu.”
“Hmmm….”
Keisha dan Arfian berjalan beriringan menuju mobil Arfian.
Setelah mereka berdua berada di dalam mobil, Arfian mulai menjalankan mobilnya.
Arfian melihat Keisha beberapa kali menguap dan akhirnya Keisha tertidur dengan kepala yang menyender ke kaca mobil.
Arfian menepikan mobilnya dan membetulkan posisi kepala Keisha yang tertidur dengan menyelipkan bantal kecil sebagai alas kepalanya.
Arfian kembali menjalankan mobilnya menuju tempat yang sudah disiapkannya.
Setelah dua jam lebih tertidur di dalam mobil, Keisha terbangun karena goncangan yang dirasakannya.
“Belum sampai ya Kak?” Keisha bertanya dengan suara serak.
Sudah beberapa hari ini, Keisha kurang tidur karena mengerjakan proyek barunya. Dengan tubuhnya yang terasa sangat letih dan matanya yang terasa sangat berat, Keisha kembali memejamkan matanya dan tertidur dengan menyenderkan kepalanya ke kaca mobil. Beruntung Arfian memberikan bantal kecil sehingga kepala Keisha tidak terasa sakit karena terantuk kaca mobil.
Keisha kembali terbangun karena merasakan mobil sudah berhenti. Keisha mengerjapkan matanya dan tidak menemukan Arfian.
Keisha menegakkan tubuhnya, kepalanya celingak celinguk mencari keberadaan Arfian. Keisha sedikit ketakutan karena berada di dalam mobil sendirian sedangkan sekelilingnya sangat gelap.
Keisha mengambil tas nya dan merogoh-rogoh mencari ponselnya. Setelah menemukan ponselnya, Keisha melihat waktu yang tertera di ponselnya menunjukkan jam 03.30.
Keisha semakin merasa gelisah karena tidak mengetahui lokasi tempat mobil Arfian berhenti. Dia tidak berani membuka pintu mobil dan keluar untuk mencari Arfian.
Keisha mencoba untuk menghubungi ponsel Arfian. Setelah terdengar nada sambung, Keisha mendengar ponsel Arfian yang berbunyi di dashboard mobil. Keisha semakin gelisah.
Dok…dok…dok….
Seseorang mengetuk pintu kaca mobil.
Keisha terlonjak kaget dan melihat ke arah orang yang menggedor kaca mobilnya.
__ADS_1
************
to be continued....