Belenggu Cinta

Belenggu Cinta
52. Menikah


__ADS_3

Hari H


Pagi setelah shubuh, Keisha sudah duduk manis di hadapan make up artist professional. Keisha meminta pada MUA nya untuk memoleskan make up yang terlihat natural. Keisha tidak ingin di hari pernikahannya, wajahnya tertutup oleh make up yang tebal. Keisha meminta make up ala Korean Style saja yang tidak memerlukan polesan yang tebal.


Hari ini, Keisha terlihat sangat cantik, anggun, dan elegan. Keisha memakai kebaya panjang warna putih gading dengan balutan hijab di atas kepalanya dengan hiasan bunga melati segar hingga menjulur menutupi dadanya.


Akad nikah akan dilaksanakan di rumah mempelai wanita tepat jam 9 pagi.


Arfian telah siap duduk di hadapan Surya, penghulu dan para saksi. Ia tampak sangat gagah dengan balutan jas berwarna hitam yang elegan.


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Arfian Putra Wirahadikusuma bin Farid Wirahadikusuma dengan anak saya yang bernama Keisha Kemala Arrasyid dengan mas kawinnya berupa logam mulia seberat 100 gram, tunai.” Surya menyerahkan tanggung jawabnya sebagai ayah dari Keisha kepada Arfian.


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Keisha Kemala Arrasyid binti Surya Kamaludin Arrasyid dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.” Arfian merasa lega setelah mengucapkan janji pada Tuhan untuk menerima tanggung jawab yang diberikan oleh ayah dari mempelainya.


“Bagaimana para saksi?” tanya penghulu.


“Sah…sah…sah…” ucap para saksi dan semua orang yang menyaksikan akad kompak.


“Alhamdulillah, barokalloh….” Penghulu memimpin do’a agar pernikahan Arfian dan Keisha dilimpahi keberkahan diamini oleh semua orang yang menyaksikan akad nikah mereka.


*************


Keisha duduk di depan meja riasnya setelah acara akad nikah yang menegangkan dan sungkeman pada orangtua yang menguras air mata keharuan. Keisha merasa tubuhnya sangat lelah dan bermaksud untuk istirahat sebentar sebelum bersiap untuk perayaan resepsi pernikahannya di malam hari. Dengan hanya membersihkan wajah ala kadarnya dan mengganti kebayanya dengan daster rumahan yang longgar, Keisha langsung berbaring di atas kasurnya.


Arfian memasuki kamar Keisha dan melihat istrinya itu sedang berbaring dengan mata terpejam. Arfian melepaskan jasnya dan dasinya kemudian membuka 3 kancing teratas kameja putihnya kemudian ia ikut berbaring di samping Keisha.


Keisha merubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Arfian. Arfian beringsut mendekati Keisha dan tangannya memeluk erat istri barunya itu.


“Lepasin, Kak. Gerah ih.” Keisha berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Arfian.


Arfian semakin mengeratkan pelukannya dan juga menghujani tengkuk Keisha dengan ciumannya.


“Geli, Kak.” protes Keisha.


Arfian semakin semangat dalam memberikan ciuman-ciuman hangatnya di tengkuk dan bahu Keisha yang terbuka.


Keisha bangun dari berbaringnya dan memukul lengan Arfian dengan keras.


“Dibilangin geli.” Sungut Keisha.

__ADS_1


Arfian bangun dari berbaringnya dengan cepat dan langsung memeluk Keisha dari depan.


“Dasar mes*m.” Keisha memukul pelan punggung Arfian.


Arfian melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Keisha dengan kedua tangannya. Arfian mendekatkan wajahnya pada wajah Keisha, dan ‘cup’, ia mengecup bibir Keisha ringan.


Arfian mengecup ringan bibir Keisha berkali-kali hingga akhirnya ia mencium bibir Keisha lama dan dalam. Mereka berdua menjelajahi bibir pasangan halalnya dan baru melepaskannya ketika pasokan oksigennya habis.


“I love you.” Ikrar Keisha.


“I love you more.” Setelah mengucapkan kata-kata cintanya, bibir Arfian kembali menjelajahi bibir dan mulut Keisha.


Keisha tidak memiliki pengalaman dalam berciuman selain dengan Arfian, jadi sekarang ia hanya mengikuti apa yang dilakukan bibir Arfian terhadapnya.


Jika bibir Arfian sibuk dalam menjelelajahi bibir dan mulut Keisha, maka tangannya lebih sibuk bergerilya menjelajahi anggota tubuh Keisha yang lainnya.


Ketika tangan Arfian menyentuh dan meremas bagian tubuh Keisha yang sensitif, ia terkesiap.


“Kak….” Nafas Keisha sudah tidak beraturan.


“Sttt…..” Arfian kembali membungkam mulut Keisha dengan mulutnya.


“Ah…”


Tangan Arfian mulai membuka kancing daster Keisha dengan cekatan dan memindahkan ciuman dari bibir Keisha ke lehernya. Setelah puas mengeksplorasi leher Keisha, bibir Arfian beranjak menuju tempat yang lebih rendah dari leher, lebih rendah lagi, lagi….dan lagi. Arfian hampir sampai pada tujuannya. Sedikit lagi bibir Arfian akan menemukan kenikmatan pertamanya.


“Kak Fian…” pelan saja Keisha mendesah menyebut nama Arfian membuat Arfian semakin bersemangat mencapai apa yang diinginkannya.


Tok…tok…tok


Keisha dan Arfian terkejut mendengar ketukan di pintu kamar.


Dengan cepat Arfian melepas dan menjauhkan bibir dan tangannya dari tubuh Keisha.


Tangan Keisha tergesa-gesa mengancingkan kembali kancing dasternya yang sudah terbuka.


Tok…tok…tok…


“Kei….” Terdengar suara Arini memanggil Keisha.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat, Arfian dan Keisha membaringkan tubuh mereka di bagian kanan dan kiri tempat tidur. Mereka berbaring dengan jarak yang berjauhan.


“Kei, Mamah masuk ya.” Tidak mendapatkan jawaban dari Keisha, Arini membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya.


Arini melihat Keisha dan Arfian yang berbaring berjauhan kemudian ia menghampiri Keisha dan membangunkannya.


“Kei, bangun dulu. Kamu belum makan dari tadi pagi. Makan dulu, ajak suami kamu.” Arini menggoyang-goyangkan lengan Keisha.


Keisha membuka matanya perlahan. “Iya, Mah.”


“Kak, kita turun dan makan dulu.” Ajak Keisha pada Arfian.


Arfian mengikuti Keisha yang lebih dulu keluar kamar.


*********


“Cieee…mentang-mentang pengantin baru, sampai gak ingat makan.” Goda Prita.


“Kei, ambilkan nasi, lauk dan sayurnya buat suami kamu.” Perintah Arini pada Keisha.


“Iya, Mah.”


Keisha mengambil satu piring dan mengisinya dengan nasi, lauk dan sayur kemudian memberikannya pada Arfian yang sudah duduk dengan manis di kursi meja makan. Kemudian ia mengambil satu piring lengkap dengan nasi, sayur dan lauk untuk dirinya sendiri.


Keisha duduk di samping Arfian. Mereka berdua makan dalam diam.


Kagendra yang duduk di depan Keisha melihat sesuatu yang mencurigakan.


“Kei, kenapa tuh leher kamu merah-merah gitu? digigit semut mes*m?. goda Kagendra.


Keisha gelagapan karena tanda yang diberikan Arfian di lehernya terlihat oleh orang lain. Wajahnya memerah merona seketika sedangkan Arfian hanya senyum-senyum saja.


Plak…


Terdengar suara benda yang dipukulkan pada benda lainnya.


“Jangan suka menggoda pengantin baru!” Sadiyah, istri Kagendra memukulkan sendok yang sedang dipegangnya pada kepala Kagendra.


“Sakit, Sayang….” Kagendra meringis mengusap bagian kepalanya yang sakit terkena sambitan sendok Sadiyah.

__ADS_1


“Syukurin.” Ucap Arfian sambil terus menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


**************


__ADS_2