
Memang ekspektasi tak semulus dan semudah realita, buktinya saja, sore ini kedua remaja berbeda tingkatan itu masih mengotak atik benda canggih dari laptop sampai ke berbagai gawai canggih yang mereka miliki, hanya untuk mencari data CCTV yang mereka butuhkan.
Tapi ada untung nya juga kemunculan masalah Azka ini, karena Krisna dan Alinda sudah hampir satu minggu ini selalu bersama bahkan terlihat kedua nya seolah bekerja sama, sudah tidak keluar lagi sifat jahil Alinda karena tengah menangani problem yang bukan main-main.
Menjelang senja kedua nya memutuskan untuk segera pulang ya sejak kelas berakhir kedua nya sibuk di perpustakaan.
"Bagaimana jika kita ketahuan?" Tanya Alinda dengan terus berjalan. Sengaja mereka berjalan saat pulang dari sekolah demi mencari alamat si tersangka, banyak yang bilang kalau rumah tersangka tak jauh dari gedung sekolahan mereka.
"Memang nya kita mencuri?" Tetap dingin Krisna berucap.
"Ya enggak sih, eh... Tunggu-tunggu, lihat, itu kayak pak Oktori deh? iya bukan sih?" Alinda menatap sebuah rumah susun.
"Mana?", Krisna bertanya namun masih menatap gadis cantik yang tumben sekali hari ini rambut hitam nya tidak di ikat dan menampakkan kesan feminim.
"Iiiiiiihhh itu loh, di sana! Kok lo malah ngeliat gue sih!" Alinda mendorong pipi Krisna agar menoleh ke arah yang di maksud.
Saat Krisna memandang kearah yang ditunjukkan oleh Alinda sosok laki-laki itu terlihat tengah berdebat dengan seseorang, namun orang itu tidak terlihat.
"Seperti nya memang benar itu rumah nya, tapi kira-kira ngobrol sama siapa dia?" Gumam Krisna.
"Mana gue tau, " Ucap Alinda dengan mengendikkan bahu nya.
"Ya udah, kita pulang yok, udah ketemu ini" Sambung Alinda yang mungkin sudah merasa letih.
"Gue telfon pak Tono deh! Kita tunggu di halte depan aja!" Ucap Krisna dengan berjalan mengikuti Alinda.
Dengan melayangkan sambungan telfon Krisna dan Alinda duduk di halte, tak lama kemudian sebuah bus lewat dan berhenti di sana.
"Kris naik ini aja yuk! Pak Tono nya belum angkat telfon lo kan?" Alinda sudah berdiri dan bersiap menaiki bus yang berhenti tepat di hadapan nya.
Ragu tentu saat ini melanda hati Krisna, karena baru pertama kali nya kedua nya menaiki angkutan umum berbentuk persegi panjang itu.
"Ayok!" Ajak Alinda dengan menarik lengan Krisna, mau tak mau pemuda tampan itu menuruti kemauan gadis nakal itu.
Bus itu penuh, tentu saja karena jam jam segini adalah jam jam orang-orang pulang dari kerja.
__ADS_1
Dua remaja itu tak mendapatkan tempat duduk dan ketika bus berhenti mendadak tubuh kedua nya terhuyung.
Krisna yang bisa berpegangan dengan cepat meraih pinggang Alinda agar tak terjatuh.
Sedikit terkejut karena ada yang menahan tubuh nya, Alinda menoleh sedikit ke belakang, dilihat nya Krisna yang terlihat memasang ekspresi biasa saja, namun gadis remaja itu merasa tangan Krisna yang memeluk pinggang nya sangatlah erat.
"Duh gini doang, masa gue deg-degan sih?" Batin Alinda dengan mendekap dada nya dengan kedua tangan nya, wajah ia tundukkan.
Niat hati akan menyerah pada perasaan tak berujung ini, tapi setiap kali mendapatkan perlakuan manis selalu saja merasa kan debaran yang berbeda.
Hampir dua jam kedua nya menaiki angkutan panjang itu, hingga penumpang silih berganti naik dan turun, Krisna menilik arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Hampir Maghrib nih, kok lama ya?" Gumam Krisna.
"Hah? Apa jangan-jangan halte kita kelewat?" Panik pasti karena kedua nya baru pertama kali naik bus antar kota.
Alinda bocah yang biasa blak-blakan pun berjalan mendekati kenek bus, terlihat ia bertanya mereka sampai dimana.
Dan benar ternyata mereka sudah melewati tiga halte bus, akhir nya kedua nya turun di dekat lampu merah yang mana di tempat itu ada berbagai makhluk yang lebih menyeramkan dari pada hantu.
"Kris lo yakin kita turun di sini?" Tanya Alinda dengan melihat ke kanan dan kiri.
"Hai tampan?" Nah itulah yang di takutkan Alinda, wanita jadi-jadian alias banci dengan rambut warna-warni kini sudah muncul di hadapan dua remaja itu.
"Kris gimana?" Bisik Alinda, sedangkan Krisna masih dengan tampang datar nya menatap waria di hadapannya itu.
"Ih tampan kok dingin sih!" Mencubit kecil lengan Krisna banci itu sedikit menggoda.
Sudah tak tahan untuk bertahan di tempat itu, Alinda berusaha pamit dengan sopan, "Maaf bang kita masih anak sekolah, kita permisi ya?"
"Apa lo bilang? Bang? hey! eike cantik cetar membahenol begindang lo bilang abang? Hey you! mata nya di pake dong say buat liat" Di saat banci itu nyerocos dengan berbagai ekspresi dan reaksi, Alinda dan Krisna menggunakan kesempatan itu untuk melancarkan jurus langkah seribu nya.
"Heeeiiiii yey jangan lariiiii!! Gais mangsa kita lari!!" Terdengar banci itu memanggil kawanan nya.
Krisna terus mengajak gadis itu berlari tanpa melepaskan tangan nya, "Kris! Gue capek!"
Mendengar itu Krisna mengajak Alinda berbelok ke dalam salah satu gang.
__ADS_1
Dengan nafas yang tersengal-sengal Krisna dan Alinda bersembunyi di samping toren air.
"Kris... " Nafas Alinda naik turun tak karuan sedangkan Krisna yang menghimpit nya memberikan kode pada nya agar tak berbicara terlebih dahulu.
Terdengar langkah kaki yang mengejar mereka kian menjauh, rasa lega mereka rasai ketika suara derap langkah kaki sudah benar-bebar menjauh.
"Kris... " Bisik Alinda dengan sedikit mendongakkan kepala nya.
Krisna hanya memandang wajah gadis yang ada di hadapan nya itu.
"Ternyata dia bisa cantik juga ya? Bibir nya juga terlihat manis" Batin Krisna dengan perlahan menundukkan kepala nya.
Alinda tak dapat bergerak sama sekali, kedua bibir itu semakin lama semakin mendekat.
Drrrrtttzzzz...
Drrrrtttzzzz...
Drrrrtttzzzz...
Namun tak jadi bersatu karena gawai tipis milik Krisna meminta perhatian lebih dari nya.
ia lepaskan gadis cantik yang ada di hadapan nya dan beralih pada gawai pipih yang mencuri perhatian nya.
Terlihat Krisna mengangkat telfon, sedangkan Alinda berusaha menenangkan detak jantung nya.
"Duuuhh kok beneran sih deg-degan nya?" Batin Alinda dengan menatap sosok lelaki tampan yang tengah berbincang dengan seseorang di balik telfon.
Krisna kembali menyimpan gawai pipih itu ke dalam tas nya dan kembali menarik lengan gadis cantik itu untuk pergi dari tempat itu.
Sesampai nya di halte kedua nya duduk dan tak lama kemudian berhentilah sebuah mobil lengkap dengan sopir andalannya.
"Pak Tonoooooo I miss you so much!" Teriak Alinda dengan membuka pintu mobil itu, mereka pun akhir nya pulang dengan mobil jemputan pak Tono.
Beberapa hari kemudian...
Hari minggu anak sekolah waktu nya liburan dan bersantai, namun tidak dengan Krisna dan Alinda, kedua nya terlihat menemukan data CCTV yang mereka cari.
__ADS_1
"Lin, lihat deh!...