Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Cemburu 1


__ADS_3

Gadis itu hanya mengatur nafas nya dengan dada yang naik turun, dengan mata yang masih menatap tajam ke arah Krisna.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Harus nya aku yang menatap mu seperti itu dan bertanya, kenapa sejak pagi kau menghindari ku?" Ucap Krisna dengan tangan yang masih stay membekap mulut Alinda.


Terdiam kedua nya kemudian Krisna perlahan melepaskan tangan nya, netra kedua nya saling bertemu, namun detik berikut nya terlihat Krisna menundukkan padangan nya kemudian di ikuti lah arah pandang yang menuju ke dada yang berukuran 34B itu.


"Huaaaaa!!! Dasar mesum!! Pergi!" Teriak Alinda dengan mendorong tubuh Krisna kemudian berbalik membelakangi tetangga tampan nya itu.


Deg... Deg... Deg... Deg...


Entah kenapa setelah berhari-hari Alinda tidak menggoda atau pun menjahili Krisna, gadis itu merasa mempunyai sedikit rasa malu ketika berada di dekat pemuda tampan itu.


"Duh gue kenapa coba?" Batin nya Alinda dengan mendekap dadanya, apalagi bayangan soal kemarin yang mana Krisna memperlakukan nya bak kekasih yang sangat di damba nya.


Krisna masih berdiri di sana, ia hanya membalikkan tubuh nya membelakangi Alinda.


"Gue nggak akan pergi sebelum lo jawab pertanyaan gue!" Ucap Krisna yang tak mau gadis di belakang nya itu kabur atau bersembunyi dari nya lagi.


"Pertanyaan apa sih?!" Sedikit terdengar ketus Alinda bertanya, namun tangan gadis itu sibuk mengenakan seragam sekolah nya.


"Kenapa sejak pagi lo berusaha menghindar dari gue?" Krisna mengulangi pertanyaan nya.


"Gu... Gue... " Terdiam sejenak Alinda bingung, masa iya dia mau mengatakan kalau dirinya malu merasa canggung juga setelah kejadian kemarin.


"Gue jawab apa nih? Masa iya gue jawab gue malu, kan nggak banget, bukan gue banget, duh otak mikir dong mikir!" Batin Alinda yang kini sudah lengkap berseragam dan menghadap ke arah Krisna.


Lama tak mendapati jawaban dari Alinda, Krisna pun membalikkan tubuh nya dan kini kedua nya saling berhadapan.


Tersentak kaget Alinda mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah, gadis itu terdiam dengan menggigit bibir bawah nya.


Krisna melangkah lebih mendekat membuat Alinda pun melangkah mundur.


"Krisna Jangan macem-macem deh!" Lirih Alinda, dan itu membuat Krisna mengerutkan keningnya.


"Gue cuma mau tanya, lo kenapa sih?" Krisna akhir nya bertanya dengan meraih lengan Alinda agar tak semakin menjauh.


"Nggak kok nggak papa" Ucap Alinda dengan menggelengkan kepala nya.


Krisna merasakan hawa panas dari gadis di depan nya itu, reflek tangan Krisna menyentuh kening Alinda.

__ADS_1


"Lo sakit?" Tanya Krisna. Alinda menggeleng, namun Krisna menarik gadis itu untuk di ajak nya keluar dari ruang ganti.


Baru saja kedua nya keluar Nafiza sudah memanggil Krisna.


"Krisna!", Teriak gadis itu dengan berlari mendekati Krisna.


Terpaksa Krisna menghentikan langkah nya, sedangkan Alinda menatap tak suka kepada gadis yang sedang berjalan ke arah mereka berdiri.


"Ada apa? Bukan nya pentas sudah selesai ya?" Berusaha biasa saja Krisna bertanya, namun masih dengan sifat dingin nya yang menambah kesan cool nya.


"Oh bukan soal pentas, itu soal beasiswa di New York, barusan kepala sekolah menyuruh kita untuk ke ruangan nya", Ucap Nafiza yang membuat Alinda mengerutkan keningnya.


" Apaan sih ni nenek lampir!?! Bilang aja mau bawa Krisna, pake segala alasan beasiswa, hih gemes gue asli, pen gue tampol tu mulut nya pake sepatu!" Batin Alinda dengan menatap Nafiza dengan tatapan tak bersahabat.


"Oh, ok deh" Ucap Krisna yang langsung melepaskan lengan Alinda kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Nafiza.


Sungguh rasa marah dan dongkol kali ini ada di dalam hati Alinda namun gadis remaja itu bisa apa? Krisna nya saja mau ikut masa dia mau melarang.


"Woiii!!! Bengong aja lo!" Tiba-tiba Kenzi datang dan membuyarkan lamunan Alinda.


"Apaan sih! Bikin kaget aja!" Gerutu Alinda dengan raut wajahnya yang di tekuk.


"Males gue!" Tolak gadis itu dengan merengut namun lagi-lagi ia kepikiran tentang Beasiswa New York nya Krisna, Alinda sedikit tertarik dengan usulan Kenzi, "Kemana?"


"Lapangan Futsal!", Alinda terlihat berbinar ketika mendengar kata futsal di telinga nya, sudah lama dirinya tak mengikuti olahraga kegemaran nya itu.


"Boleh ayok!", Ajak nya, kedua nya pun diam-diam keluar dari area sekolah yang saat itu masih padat dengan acara-acara yang lain nya.


...❄❄❄❄...


Hari semakin petang namun waktu masih menunjukkan pukul dua siang, " Mendung ya Ken?" Tanya Alinda dengan memandang ke arah langit.


Futsal yang mereka rencanakan pun gagal karena tidak ada satu pun anggota team nya yang berangkat.


"Iya nih Al, pulang aja yok!" Ajak Kenzi yang langsung di angguki oleh Alinda, kedua nya pun pulang dengan menggunakan motor Kenzi.


"Lah Ken sepeda gue gimana?!" Teriak Alinda yang sudah duduk di belakang Kenzi.


"Besok aja, keburu hujan ini!" Teriak Kenzi.

__ADS_1


Masuk akal juga alasan yang Kenzi ucapkan, Alinda pun menurut namun di tengah perjalanan kedua nya mendapati lampu merah hingga terpaksa motor yang di kendarai Kenzi harus berhenti, dan pada saat itulah hujan deras mengguyur permukaan bumi yang beberapa saat yang lalu di terangi sinar nya sang surya.


"Hujan Al, gimana nih?" Teriak Kenzi di sela-sela guyuran hujan.


"Udah terlanjur basah ini, mending langsung pulang aja Ken!" Mendengar jawaban Alinda Kenzi segera menarik gas nya setelah lampu merah berganti warna hijau.


Kedua nya sampai di depan rumah dengan basah kuyup, "Mampir dulu Ken!" Ajak Alinda dengan menampilkan senyum manisnya, pemuda itu terlihat memandang Alinda dari ujung rambut hinga ujung kaki.


Alinda menaikkan kedua alis nya, "Kenapa Ken? Ada yang salah?" Tanya Alinda dengan melihat ke bawah dan ternyata sangat tercetak jelas lekuk tubuh nya di balik seragam sekolah nya yang tipis.


"Ekhem..." Berdehem dengan menyilangkan kedua lengan nya di depan dada.


"Sorry" Ucap Kenzi dengan mengalihkan pandangan nya.


Alinda masih terdiam, dan itu yang membuat Kenzi berani bertanya, "Lo sampe kapan sih Al, mau bertahan sama dia? Yang gue lihat sama sekali dia nggak respon perasaan lo"


Alinda tersenyum kecut, kemudian menggeleng singkat, "Entahlah, lagian selama ini gua juga nggak pernah buka hati gue buat cowok lain sih"


"Coba deh lo move on Al, lo cantik kok, lo nggak pantes buat sakit hati, lo pantas buat di ratukan Al" Puji Kenzi yang mulai membuat Alinda merasa sedikit melambung.


"Dih ya jangan ngomong gitu lah, ntar kalau gue terbang gimana coba, mampir yuk ngopi dulu, rumah lo kan masih jauh!" Terkekeh gadis itu mengalihkan topik pembicaraan.


"Nggak usah Al, gue langsung aja" Sahut nya.


"Oh ok hati-hati" Alinda melambaikan tangan nya dengan tersenyum kemudian ia berjalan memasuki rumah nya yang sepi, ya mama nya selalu sibuk dengan pekerjaan nya di luar.


Tak sadar gadis itu jika ada yang diam-diam memperhatikan percakapan nya dengan Kenzi barusan.


Alinda segera membersihkan diri nya, ia masih kepikiran tentang kata-kata yang di ucapkan oleh Kenzi barusan.


"Ada benar nya juga sih apa yang di kata Kenzi barusan, apa gue berusaha buka hati untuk yang lain aja ya? Tapi siapa?" Dengan duduk di ranjang ia berfikir.


"Aaarrrggghhh!!! Pusing!! mending gue belajar aja deh, siapa tau rumus Aljabar bisa bantu gue buat lupa sama Krisna" Alinda beranjak dari ranjang nya, ia duduk di meja belajar yang sangat jarang sekali ia duduki karena ia selalu belajar ke rumah Krisna.


Berusaha keras gadis itu belajar sekaligus melupakan pemuda yang selalu di damba nya itu.


Namun lagi-lagi bayangan ciuman di ruang tengah, di pantai, bahkan adegan romantis di atas panggung tiba-tiba melintas di benak nya, dan tak sengaja gadis yang berusaha belajar itu menatap lurus ke arah jendela yang masih terbuka tirai nya itu.


"Sial! Jadi sedari tadi dia di sana!" SRAT!! Dengan kasar Alinda menutup tirai jendela nya.

__ADS_1


__ADS_2