
Tanpa melihat situasi dan kondisi Alinda, saat ini Krisna dengan langkah panjang nya meninggalkan ruangan dimana Alinda masih terpaku di sana dengan memandang punggung nya yang semakin menjauh.
Di luar unit apartemen milik Alinda Krisna mulai berbicara dengan si penelfon yang tak lain adalah Nafiza.
"Ada apa Za? Bukan nya lo keluar sama Kenan?" Tanya Krisna.
π"Ban mobil gue bocor nih terus Kenan ada acara jadi dia di jemput sama temen nya, tolong dong jemput gue, ntar alamat nya gue share lock deh"
Terdengar rengekan dari seberang sambungan telfon.
Terlihat Krisna mendengus kesal, tapi mau bagaimana lagi, dia selalu ingat pesan ibu nya Nafiza yang menitipkan gadis itu pada nya selama di Manhattan.
"Ok, tunggu sebentar!" Ucap Krisna yang segera masuk ke dalam kamar apartemen nya dan kembali keluar dengan membawa kunci mobil di tangan kiri nya.
"Mau kemana?" Alinda memberanikan diri untuk bertanya, dari pada mati penasaran gadis itu lebih memilih untuk bertanya secara langsung.
"Ikut yuk!" Ajak Krisna tanpa ragu. "Sebentar aku ambil jaket!" Ucap Alinda yang segera berlari masuk ke dalam apartemen nya dan kemudian kembali dengan mengenakkan baju hangat sepanjang lutut.
Kedua nya berjalan dengan mimik wajah yang berbeda, Krisna dengan pembawaan nya yang dingin dan santai, sedangkan Alinda lebih ke canggung dan penuh prasangka, jujur saja nama Nafiza yang tertera di layar ponsel nya cukup membuat gadis itu ingin mengorek informasi lebih dari hubungan kedua nya.
"Em...Kris Lo ada hubungan apa sama Nafiza?" Tanya Alinda dengan menatap Krisna yang tengah mengemudikan mobil nya.
Krisna tersenyum dan mengacak pelan rambut Alinda, "Nggak ada, cuma sebatas tanggung jawab yang bu kepsek dulu berikan aja,"
"Jadi cuma jagain dia, biar gak aneh-aneh gitu ya?" Tanya Alinda polos.
"He'em, tapi ya mau gimana lagi kalau dia nya punya pacar kan ya kita sebagai orang lain nggak bisa larang-larang kan?" Sedikit curhat Krisna tentang kewalahan nya saat di suruh menjaga Nafiza.
"Maksud lo?" Tanya Alinda tak mengerti.
"Ya gitu, bu Kepsek tu anggep nya kita deket terus dia pikir gue juga bisa jaga in anak nya dia juga" Sahut Krisna.
"Lah terus lo kalau nggak sanggup nggak ngomong?" Kini Alinda duduk menghadap ke arah Krisna.
"Udah tapi ya gitu, gak di dengerin" Sahut nya acuh.
__ADS_1
Panjang lebar kedua nya berbincang dengan sesekali bercanda, kini mobil yang di kendarai Alinda dan Krisna menepi di depan sebuah Kafe.
Sedikit senyum manis Alinda suguhkan sebelum kedua nya Turun dari mobil, "Kris, kita kan udah makan,"
"Iya, udah makan, emang kenapa?" Tanya Krisna yang menyahuti ucapan Alinda.
"Lah ini... "
"Kris lama banget sih lo! Gue kan kelamaan nunggu nya!" Belum selesai Alinda berucap, seorang gadis tiba-tiba ngomel di samping pintu kemudi.
"Bawel lo!" Dingin Krisna menanggapi nya, "Lo sama cewek? Lo akhir nya move on dari tu bocil bar-bar? Kenapa lo Move on setelah gue ada gebetan sih?!" Bisik gadis yang tak lain adalah Nafiza.
"Hai Za!" Sapa Alinda yang terpaksa mengembangkan senyum palsu nya.
Sungguh saat ini hati nya sedikit teriris ketika tau ternyata dirinya di ajak untuk menjemput gadis lain.
"Loh suara nya... " Memicingkan mata Nafiza melihat dengan jelas gadis yang ada di samping Krisna.
" Iya ini gue, bocil bar-bar ya selalu ngejar-ngejar Krisna!" Ketus Alinda yang sedikit pun tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu nya.
Mereka segera kembali ke apartemen dengan Krisna yang mengendalikan kemudi mobil nya.
...ββββ...
Beberapa hari kemudian...
Alinda masih enggan membalas kata sayang yang di ucapkan Krisna tempo hari, dan selepas malam diri nya di ajak Krisna untuk menjemput Nafiza, gadis itu sedikit menghindari pemuda tampan yang sangat ia kagumi itu.
Sore ini Alinda di ajak Fraya untuk melihat Sendy yang tengah mengikuti pertandingan basket, dan tak tau gadis itu jika Krisna pun juga ada di sana.
Selama berjalan nya pertandingan gadis itu hanya duduk, sedikit pun ia tak mau bersorak seperti hal nya penonton yang lain nya.
Tak sengaja Alinda menoleh ke belakang dan di sana ia mendapati sosok yang sangat di kenalin nya tengah duduk bersama gadis lain.
"Krisna?" Bergemuruh dada nya seolah ingin sekali marah.
__ADS_1
"Fray gue bosan nih, gue mau pulang duluan!" Ucap Alinda yang langsung beranjak dari kursi penonton.
"Lo lo lo kok gitu?! Al bentar lagi selesai kok!" Teriak Fraya, namun Alinda sudah terlanjur jauh.
Setiba nya di lorong ia melihat sosok laki-laki yang di lihat nya duduk diantara kerumunan tadi berjalan tak jauh di belakang nya.
"Mau apa coba dia ngikutin gue? Bukan nya tadi udah ada cewek lain?" Gumam Alinda dengan menatap sosok laki-laki yang kini berjalan ke arah nya.
"Hai, lo yang kemarin di lift kan?" Sapa laki-laki itu yang berparas mirip dengan Krisna.
"Hah? Apaan sih? Becanda lo nggak lucu!" Ketus Alinda dengan berhenti melangkahkan kaki nya menata tajam pemuda yang ada di hadapan nya.
" Gue nggak becanda, gue cuma mau kenal sama lo, kenalin gue... "
"BANGSAT LO!!"
BUGH!! GUSRAK!!
Belum selesai pemuda itu menyebutkan nama nya sudah lebih dulu bogem Krisna melayang ke wajah pemuda yang mirip dengan diri nya itu hingga tubuh nya tersungkur di lantai.
"Lo nggak papa?" Masih menggunakan baju basket Krisna berdiri di depan Alinda dengan menanyakan keadaan gadis itu. Alinda terpaku dia sana melihat ada dua wajah yang sama, mulai berpikir diri nya apakah tempi hari diri nya salah orang?
"Heh, oh jadi ini cewe lo?" Tanya pemuda yang tersungkur di lantai, ia berdiri dengan mengusap sudut bibir nya yang sedikit berdarah.
"Jangan macem-macem lo!" Gertak Krisna dengan menarik lengan Alinda dan ia arahkan gadis itu agar berdiri di belakang punggung nya.
"Heh sementara nggak sih, gue mau kelarin dulu yang satu itu, udah mulai bosen gue sama dia, em... " Terdiam sejenak laki-laki itu menilik ke arah Alinda yang bersembunyi di belakang Krisna.
Senyum semirik yang mengerikan tersuguh fi sana, "Kapan-kapan boleh lah gue coba!"
"Nggak akan!" Tatapan tajam Krisna hunuskan ke arah laki-laki itu.
"Santai aja kali Kris, Nafiza yang dulu tergila-gila sama lo aja sekarang jadi ngintilin gue mulu," Cibir pemuda itu dengan berjalan meninggalkan tempat perdebatan.
Krisna kini beralih menatap Alinda, gadis itu masih terlihat syok, bingung dengan apa yang baru saja terjadi, ada dua Krisna yang berdebat di depan nya.
__ADS_1
"Jangan pernah berhubungan dengan nya! Dia berbahaya," Ucap Krisna dengan mengecup pucuk kepala gadis kesayangan nya itu.