Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Siapa Helen?


__ADS_3

Ya di sana, Cakra melihat jendela kamar Alinda terbuka, laki-laki itu berjalan mendekati jendela itu.


Namun belum sampai Cakra di ambang jendela, "Ngapain lo masuk kamar gue?!" pertanyaan bernada ketus itu keluar dari mulut Alinda.


Berbalik Cakra memandang Alinda yang kini tengah berdiri di depan pintu kamar mandi nya.


"Sama siapa lo?" Bukan nya menjawab Cakra malah balik bertanya.


"Ya lo liat sendiri gue sama siapa?!" Masih dengan ngotot pertanyaan Cakra dijawab dengan pertanyaan lagi oleh Alinda.


"Heh! Ditanya tu jawab, bukan malah balik nanya!" gertak Cakra dengan suara lantang nya.


"Lo juga, jadi abang juga harus jadi contoh yang baik dong! Tadi gue tanya lo juga balik tanya!" Dengan menambah power gas Alinda menyahuti ucapan Cakra.


"Berani lo ya sama gue?!" bentak Cakra dengan mengangkat sebelah tangan nya.


"Apa lo! Mau tampar gue?! Berani lo sama cewek! Asal lo inget Cak! Yang lahirin lo itu juga cewek! Emak lo itu cewek! Gue sumpahin lo! Bakal ketemu sama cewek yang bisa bikin lo bucin akut!" sumpah serapah itu terucap bersamaan dengan menyala nya lampu rumah itu.


Cakra yang tengah ada masalah di luar masalah Alinda pun tak mau menyahuti ocehan adik nakal nya itu.


Cakra keluar begitu saja dari dalam kamar Alinda. Melongo gadis nakal itu setelah mengucap sumpah serapah kepada kakak kandung nya dan sedikit pun tidak mendapat sahutan dari Cakra.


...❄❄❄❄...


Detik berganti menit, menit pun berganti jam, jam berganti hari, bahkan sang mentari selalu menyinari seisi bumi dengan silih berganti.


Sudah hampir satu bulan lama nya Alinda dan Krisna menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi.


Sekarang gadis cantik yang dulu nya berotak cetek itu sudah menjadi penghuni perpustakaan, hampir setiap habis jam kuliah gadis itu selalu berada di perpustakaan.


Seperti siang ini Alinda dengan langkah riang nya menyusuri lorong-lorong kampus, ya... Perpustakaan lah tujuan utama nya.


Alinda Frankista




Sesampainya gadis cantik dengan wajah ceria itu di dalam perpustakaan, netra cerah dengan membulat menyapukan pandangan nya ke seluruh ruangan yang di penuhi rak-rak tinggi yang berisi buku-buku.


Masih celingukan gadis itu terlihat mencari sesuatu, "Di pojok tempat biasa!" ucap penjaga perpustakaan itu dengan membenarkan kacamata yang bertengger di hidung SHI (Standar Hidung Indonesia) -nya.


Tersenyum Alinda menanggapi si penjaga perpustakaan, "Thanks Miss." ucap gadis itu dengan melangkahkan kaki nya menuju tempat favorit nya.


"Dasar anak nakal, perpustakaan bukan tempat menambah ilmu malah jadi tempat ketemuan." Penjaga perpustakaan itu menggelengkan kepalanya, dengan melihat gadis yang berjalan kian menjauh itu.


Kini kedua netra bulat Alinda menemukan sosok yang sedari tadi di cari nya.


"Baby!" teriak nya dengan berlari dan kemudian memeluk seseorang yang tengah sibuk dengan buku tebal nya.


"Hey, kok sudah datang?" Sahut laki-laki tampan yang tak lain adalah Krisna, dengan menoleh ke arah Alinda yang ada di sampingnya.


"Gue udah rindu berat." sahut Alinda dengan mengusakkan kepalanya di pundak Krisna.


"Seberat apa?" Dengan senyum tipis nya Krisna mengacak pelan pucuk kepala Alinda.


"Ini kamu beneran udah selesai kelas?" Serius Krisna kembali bertanya, "Nggak bolos, kan?" imbuh nya dengan menutup buku tebal itu dan berbalik memandang Alinda.

__ADS_1


Krisna Hermawan.




Kenan Hermawan.



"Iiiiihhh apa an sih, nggak lah!" sedikit merengut Alinda terdiam.


Namun kemudian gadis cantik nan imut itu merasa perut nya keroncongan, "Baby, aku lapar." bisiknya pelan dengan menatap wajah Krisna.


"Kita cari makan yuk?" Ajak Krisna antusias.


"Iiiihhh nggak bisa aku harus jemput nenek, kata nya siang ini nenek sampai di bandara." Jelas Alinda dengan kembali menyandarkan kepala nya di pundak Krisna.


"Nenek?" Krisna memicingkan mata nya, "Iya, nenek Friska." Jelas Alinda.


"Yang tinggal di Prancis?" masih berusaha memastikan Krisna bertanya.


"He'em." menganggukkan kepalanya Alinda mengiyakan ucapan lelaki tampan yang ada di samping nya.


"Ya udah yuk!" ajak Krisna yang hendak beranjak dari duduknya, namun Alinda kembali menarik lengan nya, "Ntar dulu lah!" merengut kembali gadis itu.


"Emang lo nggak kangen gue Kris?!" Kembali menggunakan elo, gue ketika mood nya anjlok, Alinda memasang tampang ngambek nya.


"Babyyyy... Jangan ngambek dong." Krisna membelai wajah imut yang masih marah itu.


Dengan susah payah Krisna membujuk gadis cantiknya yang sedang merajuk itu, dan akhir nya hanya dengan diajak menjemput nenek ke bandara kedua nya sudah kembali berbaikan.


Ya... Krisna ikut menjemput nenek Friska ke bandara agar kedua nya punya waktu lebih untuk berdua.


Kedua remaja itu berada dalam satu mobil, kendaraan beroda empat itu melaju membelah jalanan yang lumayan padat tapi tetap berjalan dengan lancar.


...❄❄❄❄...


Tak lama kemudian kedua nya sampai di bandara, terlihat seorang wanita tua dengan gaya yang masih stylish duduk di sebuah kursi bersama dengan seorang gadis.


"NENEK!" teriak Alinda dengan berlari mendekat, kedua nya berpelukan dan berjabat tangan, begitu juga dengan Krisna, pemuda tampan itu dengan sopan menjabat tangan wanita tua itu yang tak lain adalah Friska ibu dari Frans.


"Nenek sama siapa?" tanya Alinda dengan menatap gadis yang masih duduk di samping Friska.


"Dia datang dari Indo, nama nya Helen, kasihan dia ke sini mau cari kerja kata nya tapi hanya bermodalkan nekat, jadi nenek ajak saja dia pulang, nanti biar dia bekerja di rumah, toh di negara asal nya sana dia seorang instruktur senam kata nya." jelas Friska, sedangkan Helen hanya menyambut Alinda dengan senyuman.


"Ooohhh ya udah, ayok!" ajak Alinda dengan mudah nya ia menyetujui keputusan yang di ambil Friska.


Kini ke empat manusia berbeda generasi itu masuk ke dalam mobil dengan Krisna yang mengendalikan jalan nya transportasi beroda empat itu.


Saat Krisna membelokkan mobil nya menuju arah apartemen, "Loh kok ke sini Kris bukan? Rumah gue kan ke sana!" mengerutkan alisnya Alinda protes.


"Aku pulang aja, dan kamu ambil dulu mobil yang tadi parkir di basement, ntar baru kamu bawa nenek sama Kak Helen pulang." jelas Krisna.


"Kok gitu?" Menunjukkan wajah tak setujunya Alinda menghadap ke arah Krisna.


"Kamu lupa? Cakra pasti marah kalau liat kita berdua, aku nggak mau kalau nanti kamu kena marah lagi." ucap Krisna.

__ADS_1


"Tenang aja, ada Nenek, Cakra nggak akan marah kok." ucap Alinda yang membuat Krisna mengangguk setuju dan mengambil jalan memutar dan kembali melajukan mobil nya menuju kediaman Hermawan.


...❄❄❄❄...


Setiba nya di halaman depan sebuah hunian mewah bak istana, Krisna memarkirkan mobil nya dengan hati-hati.


Di dalam rumah...


Terlihat semua pelayan mempersiapkan semua nya dengan perfect, Frans sendiri yang mengatur semua nya.


Ketika mendengar suara mobil yang berhenti di halaman depannya, Frans segera berjalan menuju pintu utama rumah mewah itu, ketika seorang pelayan hendak membuka pintu.


"Tunggu! Biar aku saja!" Teriak Frans dengan berjalan lebih cepat, Cakra yang paham dengan penyambutan itu segera berjalan mengikuti Frans di belakang nya.


CEKELK!!


Daun pintu terbuka lebar dengan senyum mengembang lebar Frans membentangkan kedua tangan nya menyambut ibu kandung yang sudah berumur itu.


"Welcome Mommy." ucap Frans dengan memeluk wanita tua itu.


Berbeda dengan ekspresi bahagia yang Frans tunjukkan, Cakra malah membelalakkan mata nya lebar, laki-laki itu terlihat panik dengan sesekali menarik nafas panjang nya.


"Ayo masuk-ayo masuk!" ajak Frans kepada semua nya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah termasuk Krisna, bahkan sedikit pun Cakra tak memandang pemuda tampan yang tengah menggenggam tangan adik kandungnya itu.


Terlihat Cakra mendekati gadis yang berdiri paling belakang diantara mereka, terlihat Cakra seperti tak suka melihat gadis itu ada di rumah ini.


Alinda mengamati kakak laki-laki nya itu, "Cak, itu Kak Helen yang bawa Nenek loh!" teriak Alinda.


"Ada apa? Kau tidak suka aku membawa gadis untuk bekerja di sini Nak?" tanya Friska.


Terdiam Cakra masih berdiri di hadapan Helen.


Alinda berjalan mendekati Cakra dan segera menarik lengan Helen untuk di ajak nya masuk, "Cak! Lo boleh galak sama gue tapi jangan sama kak Helen, dia jauh-jauh dari Indo kesini cuma mau bekerja, hargai sedikit lah usaha nya!" gertak Alinda.


Tak mau menunggu jawaban dari Cakra Helen sudah dibawa Alinda menjauh dari nya.


Krisna melihat raut wajah Cakra yang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu, sedangkan Helen sedikit pun tak berani menatap wajah siapa pun di dalam rumah itu setelah di hadang oleh Cakra.


"Sudah nak, kau aman bersama ku, jangan kau hiraukan dia, dia memang begitu, keras kepala.!" ucap Friska dengan membelai punggung Helen yang tertutup rambut panjang nya.


Cakra berjalan keluar dari rumah, Krisna yang menyimpan rasa curiga begitu besar, diam-diam mengikuti langkah kakak kandung Alinda itu.


Samar-samar terdengar Cakra berbicara dengan seseorang, seperti nya ia menelfon teman nya.


"Lo gimana sih?! Kenapa dia bisa di sini? bukan nya lo bilang kalau dia sudah lo amanin?!"


Mendengar pembicaraan dengan jarak yang cukup jauh membuat Krisna tak begitu mengerti arah pembicaraan Cakra dengan seseorang yang di telfonnya.


"Kris?" Panggil Alinda yang membuat Krisna tersentak kaget.


"Lo ngapain di sini? Yok masuk!" ajak gadis itu, terpaksa Krisna mengakhiri kekepoan nya, dan mengikuti kekasih hati nya itu.


Di dalam Krisna masih terdiam sesekali ia melihat ke arah Helem yang masih bersikap sopa "Siapa sebenarnya kak Helen ini? Kenapa Cakra bisa segitu paniknya, apa ada hubungan nya dengan telfonan barusan?"


Batin Krisna, seolah kepingan-kepingan puzzle menumpuk di dalam otak genius nya...

__ADS_1


__ADS_2