Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Speechless!!


__ADS_3

Setelah mendapati wajah tampan yang tak pernah lekang dalam bayang nya, Alinda terpaku, walau bibir berwarna pink natural itu menyebut nama nya.


Jujur saja pemandangan yang telah lama ia rindukan kini sungguh susah untuk di tolak nya, tapi apa boleh buat, bayangan Krisna yang digandeng oleh gadis lain di depan mata nya sungguh membuat luka di dalam hati nya kembali terasa pedih.


Setelah lumayan lama kedua nya saling tatap dengan posisi yang terlihat intim itu, akhir nya Alinda perlahan duduk dengan membelakangi Krisna.


Tanpa aba-aba atau pun pemberitahuan lengan kekar itu menarik pinggang Alinda hingga gadis itu sedikit mundur kebelakang.


Ya... Krisna memeluk nya dari belakang dengan menancapkan dagu nya di pundak Alinda.


"Kris... Jangan begini!" Lirih Alinda yang mulai merasakan getaran aneh di dalam dada nya.


"Kenapa? Bukan kah dulu sudah biasa lo memeluk gue, lo tidur di pangkuan gue dan... Ekhem... Bahkan lo pernah telanjang di depan gue, kenapa? Apa lagi masalah nya?" Tanya Krisna masih dengan posisi yang sama.


"Beda! Sekarang kita sudah sama-sama besar, tidak baik jika terlalu banyak kontak fisik" Jelas Alinda, sedangkan Krisna masih asik menghirup aroma tubuh Alinda yang menurut nya sangat menggairahkan itu.


"Iya, lo udah besar, bahkan udah nggak ganggu gue lagi, dalam bayangan gue, lo bakal datang dan langsung lompat ke dalam pelukan gue kayak dulu pas lo selalu lompat ke balkon kamar gue" Ucap Krisna dengan otak nya yang travelling ke masa dua tahun silam.


"Eh nggak ya! Mana ada gue lompat begitu?!" Menolak mengakui perbuatan yang terdengar brutal itu Alinda menoleh ke arah Krisna.


"Ada, bahkan waktu kecil lo selalu cium gue, lo selalu mengikuti kemana pun gue pergi" Jelas Krisna yang masih memejamkan mata nya, ya dia masih mengingat kenangan manis yang tak mau ia lupa sedikit pun.


"Eh apaan sih, nggak lah, gue nggak seagresif itu lah!" Masih tak mau mengakui diri nya yang brutal pada masa nya Alinda pun mencubit hidung mancung Krisna agar berhenti mengungkap masa lalu.


"Adudududuh... Sakit ih!" Ucap Krisna dengan memegang lengan Alinda agar melepaskan cubitan nya.


"Gue minta maaf, kalau gue dulu terlalu na'if dan lebih mentingin hal lain ketimbang lo" Ucap Krisna setelah Alinda melepaskan hidung bangir itu.


"Maksud lo?" Kini dua wajah ayu dan tampan itu saling berhadapan.


"Gue baru ngerasain ternyata jauh dari lo itu gak gampang, jujur aja gue... " Terdiam sejenak Krisna melihat raut wajah Alinda yang semakin kesini semakin cantik saja.


"Gue kangen banget sama lo, yang cerewet yang jail yang usil, ternyata gue nyaman dengan sifat urakan lo," Sebelah tangan Krisna membelai wajah ayu Alinda.


Entah kemana kemarahan yang sebelum nya menguasai hati Alinda, saat ini hanya kata-hata manis yang terlantun dari bibir manis di hadapan nya itu, yang berputar-putar memenuhi rongga-rongga otak nya.


"Lo mau kan kasih gue kesempatan sekali lagi aja, gue nggak bisa tanpa lo, 2 tahun ini aja nilai gue anjlok banget... " Sejenak Krisna menghela nafas kemudian ia tatap lekat wajah gadis yang selalu mengusik hari-hari nya sebelum dua tahun terakhir ini.


"Lin? Gue sayang sama lo, sorry ya gue baru bisa mengakui nya sekarang," Ucap Krisna mampu membungkam Alinda, gadis itu kini di rundung dilema, entah harus bahagia atau marah, pasal nya baru sore tadi Alinda melihat Krisna bersama gadis lain.


"Terus Nafiza gimana?" Tanya Alinda yang tiba-tiba saja mengingat kejadian sore tadi.


Krisna mengerutkan keningnya, "Kok Nafiza sih?"


"Ya kan sudah dua tahun kalian hidup di sini, tanpa gangguan dari gue! Tanpa orang tua, belajar di kampus yang sama, jum... hemmmm... emm...!!!" Melotot Alinda mendapati bibir nya di lum-at langsung oleh Krisna, berontak dengan memukul-pukul dada bidang yang ada di hadapan nya.


Sedangkan tangan Krisna menahan tengkuk Alinda dan yang satunya melingkar di pinggang sintal itu, hingga kedua nya kini saling berhimpitan.


"Bisa nggak, nggak usah ngomongin yang lain saat kita berdua?" Ucap Krisna setelah melepaskan ciuman nya.

__ADS_1


"Ya tapi... "


"Bisa nggak?!" Sela Krisna dengan tatapan dingin nya.


Alinda mencebik dengan menganggukkan kepala nya, "Gue kangen sama lo," Ucap Krisna dengan kembali mempertemukan kedua benda kenyal nan manis itu.


CEKLEK!!


Tanpa permisi Sendy dan Fraya masuk ke dalam rumah, Alinda yang tadinya menikmati ciuman panas dari Krisna terkejut dan reflek langsung menendang dan mendorong Krisna hingga ia jatuh dari ranjang, DHUBRAK!!


"Aduuuuhhh... " Keluh Krisna dengan memegangi pinggul nya.


Sendy dan Fraya yang mendengar suara itu pun segera berlari ke arah sumber suara.


"Ada apa?" Tanya kedua nya yang melihat Krisna duduk di lantai dengan meringis.


"Ah em... enggak itu, Krisna kepleset dan jatuh," Ucap Alinda memberi alasan.


Memicingkan mata nya Sendy melihat bibir Alinda membengkak.


"Ngomong-ngomong, bibir lo kenapa?" Tanya Sendy yang membuat Alinda spontan melipat bibir nya ke dalam dan netra indah itu menatap Krisna yang kini sudah duduk di samping nya.


"Kenapa?" Masih dengan tatapan yang mengintimidasi Sendy bertanya lagi.


"Eee... tadi pas di taman di gigit semut," Sahut Alinda asal.


"Semut nya besar ya Lin?" Tanya Krisna dengan mengedipkan salah satu mata nya.


"Hah... emmm... itu... Fray kita ke dapur yuk, siapin makanan!" Ucap Alinda dengan berdiri dan segera menarik lengan Fraya yang sejak tadi berdiam diri di sana.


Setelah gadis-gadis itu pergi...


"Lo nggak apa-apa in Alin kan?" Tanya Sendy kepada Krisna.


"Apaan sih?! Nggak lah," Sahut Krisna dengan melangkahkan kaki nya menuju ruang tengah.


Sendy mengikuti langkah kaki Krisna tapi tiba-tiba ponsel nya berdering dan dia harus mengangkat nya.


"Sorry gue tinggal dulu yak!" Ucap Sendy dengan melangkah menuju kamar nya.


"No problem," Sahut Krisna dengan santai, ia pun melangkah menuju dapur dimana gadis kesayangan nya itu berada.


Setiba nya di sana Krisna di suguhkan pemandangan indah, ya itu Alinda dengan baju lengan pendek yang sangat ketat bahkan lekuk tubuh nya jelas tercetak di sana di padu dengan hot jeans yang memperlihatkan paha mulus nya.


Krisna berdiri tepat di belakang Alinda dengan menghirup aroma surai yang di ikat keatas itu.


Saat Alinda mundur bahkan Krisna ikut memundurkan langkah kaki nya, "KLOTAK!!" Nampan yang di pegang nya jatuh, dan siapa sangka setelah itu Alinda membungkuk untuk meraih nampan yang terjatuh di lantai itu.


Tak sengaja pantat yang di balut hot jeans itu menabrak Krisna dan terkejut Alinda segera berdiri dan membalikkan posisi nya menghadap ke arah Krisna.

__ADS_1


"Kris... "


"Sssstttt..." Krisna membungkam mulut Alinda denan jari telunjuk nya yang ia tempel kan di bibir pink natural itu.


Alinda memindahkan jari telunjuk itu dan celingukan melihat ke sana-kemari ke setiap sudut ruangan itu.


"Lo ngapain kesini?" Bisik Alinda.


"Ngeliatin lo!" Ucap Krisna apa ada nya.


"Ish... Serius!!" Gemas Alinda mencubit perut Krisna.


"Aduh... Aku serius sayang," Bisik Krisna dengan mencekal tangan yang baru saja mencubit perut nya tadi.


Alinda lagi-lagi di buat speechless ketika kata sayang di ucapkan untuk nya dan lagi itu dari mulut manis pemuda tampan yang ada di hadapan nya itu.


CUP!!


Seolah oksigen tak mau di hirup Alinda merasa tak bisa bernafas ketika melihat Krisna mencium punggung tangan nya dengan menatap diri nya.


Menganga mendapati perlakuan manis itu, seolah gadis itu merasa diri nya benar-benar seperti Juliet yang mendapatkan cinta tulus dari Romeo nya.


Di tambah lagi saat ini Krisna memangkas jarak di antara kedua nya, memejamkan mata Alinda bersiap menerima ciuman yang dia kira akan mendarat di bibir nya namun ternyata,


"Cepat siapkan makanan nya semua sudah menunggu di depan," Bisik Krisna di samping telinga Alinda.


Memerah sudah pipi gadis itu, "Aku tunggu di luar ya?" Ucap Krisna sebelum pria itu benar-benar meninggal kan Alinda di dapur, sungguh gadis itu gamang, terdiam bingung apa yang akan ia lakukan sekarang.


"Lo ngapain madep sono Al? Kan meja sama makanan nya di belakang lo," Ucap Fraya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Hah? Oh ini itu... gue... " Tergagap tak bisa menjawab dengan lancar, Fraya segera mengambil Alih nampan yang ada di tangan Alinda.


Kedua gadis itu segera membawa makanan ke ruang tengah kemudian makna bersama, setelah nya, Mereka membereskan semua nya bersama.


Bersenda gurau bersama, ke empat nya kini bercerita bagaimana Alinda dengan tekat bulat nya bisa lolos dengan nilai yang bagus walau bukan yang paling bagus.


Hingga tiba-tiba...


Drrrrtttzzzz...


Drrrrtttzzzz...


Drrrrtttzzzz...


Gawai canggih yang ada di dalam saku celana Krisna bergetar meminta perhatian, laki-laki tampan itu merogoh saku nya dan mengeluarkan gawai pipih itu dan menggeser tombol hijau yang tertera di layar.


Alinda yang tak dapat menahan rasa penasaran nya, sedikit gadis itu melirik layar ponsel Krisna sampai ia membaca nama Nafiza yang tertera di sana.


Tanpa memandang Alinda Krisna beranjak dari duduk nya, dengan menempelkan gawai tipis itu di telinga nya Krisna berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


Sudah dapat tertebak kan bagaimana raut wajah Alinda saat ini?


hehehe... jangan lupa like dan komentarnya deh pokok nya, see you next episode...


__ADS_2