
TING!!
Pintu lift terbuka semua orang keluar dari dalam transportasi vertikal itu, bahkan pemuda tampan yang sempat mengungkung tubuh Alinda pun keluar meninggalkan nya.
Alinda sedikit berlari menyusul pemuda tampan yang dia kira Krisna itu.
Dari kejauhan ia melihat gadis yang berjalan menghampiri pemuda tampan itu, "Bukan kah itu Nafiza?" Gumam Alinda.
Bahkan pemuda yang Alinda kira Krisna itu menoleh ke arah diri nya berdiri sampai akhir nya Nafiza melingkarkan lengan nya mesra di pinggang pemuda tampan yang Alinda anggap Krisna.
"Mereka punya hubungan?" Gumam Alinda dengan memegangi dada nya yang terasa sakit.
Kaki jenjang nya mulai melangkah gontai entah kemana, yang jelas gadis itu mencari sebuah ketenangan di tengah keramaian kota ini.
Persetan soal makanan, gadis itu bahkan sudah melupakan pentas cacing keroncong yang beberapa waktu yang lalu menghebohkan perut nya.
Ya, hati nya hancur, bahkan, seolah tak berguna lagi diri nya yang sudah sampai di kota besar ini.
Akhir nya ia duduk di sebuah taman yang tak jauh dari apartemen nya, di sana tatapannya kosong, pikiran nya buntu, kemana Alinda yang semangat dan ceria beberapa waktu yang lalu?
Semua hilang seketika saat melihat sang pujaan hati yang di perjuangkan nya malah pergi bersama gadis lain.
"Sebodoh itu kah aku? Bahkan ciuman pertamaku, ku berikan padanya, tapi apa yang ku dapat setelah aku berjuang penuh selama dua tahun ini, di sini, jauh dari pelukan mama, aku mendapatkan diri mu yang bersama gadis lain," Gumam nya dengan bulir bening yang menetes di pipi nya.
"Hari mulai gelap, tidak baik untuk gadis kecil seperti mu duduk sendirian di tempat sepi" Suara itu membuat Alinda tersentak dan perlahan menoleh ke belakang, kemudian kembali lagi ia menunduk.
Tanpa menyahuti ucapan laki-laki yang berdiri di belakangnya Alinda segera beranjak dari duduk nya.
"Mau kemana?" Ucap laki-laki itu dengan menahan lengan Alinda.
"Mau kemana pun aku, bukan urusan mu! Urus saja gadis manja mu itu!" Ketus Alinda dengan menahan cairan bening yang hampir memburamkan pandangannya.
Menepis kasar tangan yang menahan lengan nya, gadis itu segera berlari masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi itu.
Ya laki-laki yang sempat menggenggam lengan Alinda adalah Krisna yang baru saja sampai di taman...
...❄❄❄❄...
Flashback Krisna...
Krisna baru saja akan masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka dan ia melihat gadis yang terlihat berjalan gontai melewati nya tanpa menyapa diri nya, namun apa urusan nya itu dengan diri nya.
Krisna memutuskan untuk segera kembali ke dalam kamar nya tanpa memikirkan yang tidak-tidak, namun siapa sangka ketika ia baru saja memegang handel pintu kamar nya ia mendengar suara gaduh yang mana seorang laki-laki tengah berdebat dengan seorang gadis di kamar sebelah nya.
Dengan berani Krisna menengok ke arah pintu kamar sebelah nya CEKLEK!!
Pintu itu terbuka, "Iya iya gue cari Alin! Bawel banget sih!" Gerutu seorang pemuda yang tak lain adalah Sendy.
"Sen?" Panggil Krisna mendapati sahabat nya sudah ada di depan mata.
"Loh, Kris lo tinggal di sini?" Tanya Sendy tak kalah terkejut nya.
"Iya ini kamar gue, lo mau kemana?" Sedikit canggung karena sudah lama tidak bertemu apalagi Sendy baru saja marah-marah karena perdebatan nya di dalam tadi.
"Alin pergi pas gue sama Fraya ketiduran, terus tu cewek bawel marah-marah nyuruh gue nyariin Alin, karena di telfon nggak di angkat" Jelas Sendy.
"Oh... Itu biar gue yang cari, lo ngomong sama Fraya kalau Alinda sama gue" Pinta Krisna yang mulai berpikir kalau gadis yang dia kira Alinda tadi benar-benar Alinda.
"Ok deh, gue juga masih capek," Ucap Sendy yang segera kembali ke dalam kamar nya dan memberitahukan kepada Fraya kalau Alinda bersama Krisna.
__ADS_1
Senyum tipis terulas di bibir manis pemuda tampan itu, langkah besar itu terus melaju menuju dimana tadi mereka terakhir bertemu.
Sampai di lantai dasar, tak ada siapa pun di sana.
"Kemana dia?" Mengingat raut wajah Alinda yang terlihat galau, Krisna memutuskan untuk berjalan menuju taman.
Benar sekali di kursi taman ada seorang gadis tengah duduk sendiri, tanpa ragu Krisna menghampiri nya, "Hari mulai gelap tidak baik untuk gadis kecil seperti mu duduk sendirian di tempat sepi,"
Betapa lega hati nya ketika melihat gadis itu menoleh dan benar sekali Alinda si gadis nakal yang selalu ia jaga kini tengah duduk di hadapan nya.
Flashback off...
...❄❄❄❄...
Setelah mendengar ucapan ketus yang terucap dari mulut gadis cantik itu Krisna segera mengejar Alinda yang berlari meninggalkan diri nya.
Tidak mau lagi memikirkan tentang kebingungan nya, ia memilih untuk terus mengejar gadis nakal yang kini sudah tumbuh menjadi lebih dewasa.
Terlihat Alinda masuk ke dalam lift, dengan cepat Krisna menyusul nya dan segera menekan tombol nya.
Berniat hendak membuka pintu lift tangan Alinda di tahan oleh Krisna, "Apa-Apaan lo?!" Geram gadis itu terlihat sangat marah.
"Lo yang apa-apaan! Setelah dua tahun tidak bertemu, kenapa di hari pertama ketemu lo malah marah-marah begini?" Tak kalah ngotot Krisna berucap.
Ya ini Krisna, dengan kemarahan nya sama seperti dulu saat Alinda bolos sekolah.
"Buat apa lo temuin gue?!" Tanya Alinda dengan menyeka bulir bening yang menetes tak tau malu itu.
"Sendy dan Fraya nyariin lo," Ucap Krisna mencoba menjelaskan.
"Heh... Sudah gue duga," Tersenyum miring Alinda melipat kedua tangan nya di depan dada nya.
PLAK!!
Masih dengan kasar Alinda menepis tangan Krisna, dan dengan cepat pria tampan itu segera meraih kedua tangan Alinda dan di tahan nya di atas kepala, dengan mendorong tubuh Alinda hingga punggung gadis itu membentur dinding lift.
Krisna menyatukan kedua kening mereka, "Lo nggak rindu gue?" Bisik nya dengan deep voice yang membuat Alinda menelan saliva nya dengan susah payah.
Kedua netra itu bertemu dengan jarak yang sangat dekat, sedikit memiringkan wajahnya, bibir Krisna kini sudah mendaratkan kecupan lembut di bibir Alinda.
Tak mau di anggap murahan dan gampangan Alinda berontak menghindari ciuman Krisna, gadis itu menoleh ke arah kanan dan kini bibir Krisna tepat di telinga Alinda.
"Stop Kris!!" Gumam Alinda dengan nada yang bergetar.
"Kenapa? Apa setelah dua tahun rasa mu pada ku yang dulu itu hilang begitu saja?" Bisik Krisna tepat di telinga Alinda yang mampu menciptakan gelenyar aneh pada diri nya.
"Haaahhh... Krish... Stop!" Ucap Alinda dengan nafas yang naik turun, entah rasa hati ingin menolak tetapi apalah daya tubuh berkata lain.
TING!!
Lift sudah terbuka dan Krisan menoleh ke arah pintu, DUGH!!
"Aw!!" Teriak Krisna ketika dengan sengaja Alinda menginjak kaki nya.
Gadis itu berlari keluar dari lift dan dengan segera masuk ke dalam unit apartemen nya.
"Shial!" Umpat Krisna yang mendapati pintu tertutup tepat di hadapan wajah nya, mau tak mau pemuda itu berjalan kembali menuju unit apartemennya.
...❄❄❄❄...
__ADS_1
BRAK!!
Alinda membanting pintu apartemen nya, dengan dada yang naik turun tak beraturan gadis itu berjalan menuju kamar nya.
Fraya dan Sendy yang mendapati sifat aneh dari gadis bar-bar itu mendadak saling pandang dan sama-sama menggendikkan bahu nya di detik berikut nya.
"Biar gue yang ngomong" Ucap Sendy yang menyusul Alinda ke kamar nya.
"Al?" Panggil Sendy dengan duduk di tepi ranjang Alinda.
"Hem?" Hanya itu yang terdengar dari gadis yang tengah tidur tengkurap di atas ranjang itu.
"Emmm... Gue sama Fraya laper nih, pengen cari makan, barang kali lo mau nitip, atau malah mau ikut?" Sengaja Sendy mencairkan suasana.
Terdiam Alinda, ia kemudian merasa bersalah telah mendiamkan kedua teman nya itu.
"Emm... Gue nitip aja boleh Sen?" Ucap Alinda dengan merubah posisi nya menjadi duduk.
"Kenapa nggak ikut aja? Sambil jalan-jalan" Ucap Sendy.
"Nggak ah gue capek, gue mau istirahat" Ucap Alinda.
"Ok deh," Akhir nya Sendy dan Fraya keluar berdua untuk mencari makan.
CEKLEK!!
Krisna yang mendengar pintu terbuka dari unit apartemen di samping nya, segera membuka juga pintu apartemen nya.
CEKLEK!!
Kecewa bukan Alinda yang di lihat nya, melainkan Sendy dan Fraya, tapi karena sudah terlanjur membuka pintu dan keluar ia berbasa-basi sedikit dengan teman nya itu.
"Eh mau kemana nih?" Basa-basi Krisna ucapkan.
"Mau cari makan Kris, Lo mau ikut?" Tanya Sendy menawarkan.
Celingukan Krisna mencari seseorang, "Berdua aja?" Bukan menyahuti ajakan Sendy Krisna malah balik bertanya.
"Iya Alinda nggak mau ikut dia cuma nitip kebab doang" Sahut Sendy.
"Ooohh Alinda di dalem?" Tanya Krisna.
"Ada, tolong lo temenin yak, ni kunci kamar nya!" Ucap Sendy memberikan kunci apartemen nya dan Krisna dengan senang hati menerimanya.
Setelah Sendy dan Fraya berlalu Krisna masuk ke dalam apartemen Sendy.
CEKLEK!!
Terdengar pintu terbuka Alinda sedikit mengangkat kepala nya yang ia rebahkan di ranjang.
"Sen? Lo balik?" Teriak gadis itu dengan tubuh yang masih terbaring tengkurap di ranjang nya.
Tidak ada suara, namun Alinda lebih memilih untuk merebahkan kembali kepala nya, kecewa melihat Krisna bersama gadis lain sore tadi masih menjadi goncangan bagi hati nya, bahkan setelah nya laki-laki tampan itu berusaha mencium paksa diri nya.
Merasa ada yang memegang pundak nya gadis itu reflek langsung bangun dan dengan cepat meraih lengan yang bertengger di pundak nya kemudian balik membanting tubuh orang itu.
BRUGH!!
"Krisna?...
__ADS_1