Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Makan Malam


__ADS_3

Setelah mengingat wajah pemuda yang sempat menyandera nya Alinda berdiri dan mendekat, "Lo Arisnkan?!"


Sedikit menciut nyali Aris takut kalau sampai cewek di hadapan nya itu membongkar kejadian siang tadi.


Terpaksa Aris merangkul pundak Alinda, "Oh ini anak tante?" Basa-basi Aris yang membuat Alinda mengerutkan kening tak paham.


"Iya nak, kalian sudah saling kenal? Waaahh... kebetulan dong, tadi nya Alin bosan sedirian disini, untung kamu datang, ajak dia jalan-jalan gih tante nitip ya!" Kista menyarankan agar kedua nya jalan-jalan.


"Siap tante" Sahut Aris dengan memposisikan tangan nya seperti hormat bendera, kemudian ia menarik Alinda untuk keluar dari gerombolan emak-emak sosialita.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, seakan mendapatkan impian yang menjadi nyata, Aris mengulas senyum lebar nya namun tak dapat di pungkiri kalau saat ini nervous melanda hati, bagaimana pun baru saja ia memfantasikan gadis yang kini ada di genggaman nya.


"Lo apaan sih! Kita mau kemana coba?!" Menepis tangan Aris dengan kasar, Alinda berhenti di ujung taman kafe.


"Ok, pertama gue minta maaf soal sore tadi, dan pipi lo... " Aris menyibak rambut yang menutupi pipi Grace.


PLAK!!


"Jangan sentuh Gue!" Tatapan tak bersahabat itu Alinda lemparkan ke arah Aris.


"Galak banget sih" Dengan sedikit terkekeh Aris memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya.


Pemuda di hadapan nya terlihat sangat santai dan berbeda dari laki-laki yang mengancam nya sore tadi, namun itu tak membuat Alinda dengan mudah menerima kehadiran nya.


"Mau sampai kapan berdiri di sini? Mending kita duduk dan pesan makan atau minum" Dengan ramah nya Aris menawarkan.


Sebelah tangan Aris berusaha menggandeng lengan Alinda namun kembali gadis itu menepis nya, dan ketika Aris kembali hendak meraih tangan nya, seseorang menahan lengan kekar Aris.


Sontak pemuda itu menoleh ke arah belakang dimana tangan nya ditahan.


"Krisna?" Lirih Alinda melihat tetangga tampan nya lah yang menahan lengan Aris.


"Mau apa lo?!" Nada datar itu terlontar dari mulut Krisna.


"Gue... gue... " Terbata-bata Aria menjawab, "A.. A.. A.. Aw aw aw!! Stop! Stop! Ini sakit!" Krisna memelintir tangan Aris, ternyata sedari tadi Krisna melihat kedua nya dari kejauhan.


"Kris Stop! Lepasin tangan Aris! Dia cuma mau minta maaf" Jelas Alinda.


Jujur saja dengan kejadian sore tadi yang mana Krisna mematahkan lengan Tomy membuat Alinda mau pun Aris sedikit mempunyai rasa trauma.

__ADS_1


"Aw Kris ampun, gue aw adudududuh sakit, minta maaf, gue minta maaf!!" Cerocos Aris.


Alinda memeluk tubuh Krisna, "Stop! Jangan bikin gue takut!" Lirih gadis itu.


Perlahan Krisna melepaskan lengan Aris dan beralih memegang lengan Alinda, dia jauhkan tubuh gadis yang sudah mulai berbentuk itu dari tubuh nya, "Pulang sekarang!"


Mau tak mau Alinda mengikuti langkah besar kaki Krisna, dengan sesekali ia menoleh ke arah Aris.


Setiba nya Krisna di meja makan yang mana di sana ada Mami dan Papi nya Krisna, Alinda menundukkan kepala nya sopan.


"Loh Alin? kamu kok di sini nak? Kamu nyusul?" Tanya Riana dengan raut wajah yang sedikit terkejut.


"Eee... I... itu tante tadi di sana... " Tergagap gadis itu tak dapat melancarkan jawabannya.


"Aturan tadi kamu ngomong sama Krisna kalau mau ikut, sini-sini duduk sini, mau makan apa? kamu belum makan kan?" Sangat perhatian Riana kepada Alinda karena ia menginginkan anak perempuan dengan dalih dapat membantu pekerjaan rumah nya.


"Makasih tante, emm... mama ada di ruang sebelah" Ucap Alinda akhir nya.


Krisna menoleh ke ruang sebelah yang di tunjuk Alinda dan di pintu itulah Aris juga masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Oh jadi sama mama Kista? Kamu mau balik ke sana atau gabung sama kita?" Bersuara lembut Riana menawarkan namun dengan ketus Krisna menyahuti nya, "Di sini aja!"


Dan kali ini apa? Kenapa Krisna seolah-olah seperti memberikan perlindungan lebih, bahkan terlihat cemburu?


Sedikit senyum terkembang di bibir pink natural Alinda, namun karena masih ada para orang tua, gadis itu berusaha tetap stay kalem.


"Maaf menunggu terlalu lama" Tiba-tiba suara gadis yang tak asing di telinga Alinda mencuri perhatian gadis nakal itu.


Senyum manis yang sempat menghiasi wajah Alinda kini sirna lah sudah, ketika netra indah itu bertemu dengan netra gadis yang kini berdiri di hadapan nya.


"Nafiza?" Gumam Alinda menyebutkan nama kakak tingkat nya itu.


"Hai Lin? Kamu juga di sini? Waaahh mana Romeo mu? kalau aku Radha kan tentunya sudah bersama dengan Krisna" Sungguh seperti bara api ocehan yang keluar dari mulut gadis itu, Alinda menarik ujung bibir nya tersenyum kecut.


"Tapi Krisna barusan membawa gadis lain ke sini" Sahut Alinda dengan menaikkan salah satu alis nya.


"Kalian ini apa-apaan sih? kaya anak kecil aja, duduk Za" Ucap Krisna yang mempersilahkan Nafiza untuk duduk.


Terlihat kedua orang tua Krisna dan kedua orang tua Nafiza tengah membicarakan seputar bisnis yang mereka lakukan.

__ADS_1


Sedangkan Krisna dan Nafiza tengah asik dengan pembahasan mereka seputar teater yang saat ini tengah mereka pelajari.


Alinda merasa bosan gadis itu hendak berdiri namun sebelah tangan Krisna menahan nya agar tidak pergi kemana-mana.


"Apa coba maksud nya?!" Batin Alinda dengan mengarahkan pandangan nya ke arah lengan yang di cengkeram oleh tetangga tampan nya itu.


Di sisi lain Kafe...


Aris yang kembali masuk ke dalam ruangan VIP dan duduk di samping mama tercinta mengundang beribu tanda tanya di atas kepala para orang tua.


"Loh Alin mana? Kok Aris sendiri?" Tanya Marta yang melihat putra nya menghempas kan pantat nya di atas permukaan sofa.


"Sama cowoknya kali" Ketus remaja itu dengan merogoh gawai tipis yang ada di dalam saku hoodie nya.


"Hist!! Nggak boleh gitu, banyak teman mama ini loh!" Marta mencubit serta berbisik kepada putra tampan nya itu.


"Ya orang bener, Alinda nya nya di bawa cowok tante, Noh di ruang sebelah!" Aris menunjuk ruang transparan yang ada di seberang taman.


Semua mata tertuju ke ruang mewah berdinding kaca transparan itu, tak terkecuali dengan netra Kista, ia juga ingin tau bersama siapa putri nakal nya itu.


"Owh itu Krisna dari keluarga Hermawan, mereka memang dekat sedari kecil, tapi aman kok cuma kakak adik aja" Ucap Kista dengan senyum kecut nya.


"Hermawan? dari Awan Grup? Yang pabrik nya tersebar luas di mana-mana itu?" Terlonjak Lisa salah satu teman arisan Kista.


"Hehehe... Iya jeng, kebetulan dia tetangga saya" Sahut Kista.


"Wah beruntung sekali anak nya bisa dekat dengan keluarga konglomerat kelas kakap loh, bulan kaleng-kaleng keluarga mereka tuh" Timpal Yuni.


"Kenapa nggak di jodohin aja jeng, untung banyak loh kamu nanti" Ujar Marta, yang saat itu juga mengundang tatapan tak suka dari raut wajah Aris.


"Mama apa an sih?! Kasih Saran yang bermutu kek, Alinda masih kecil masih bisa berprestasi, masa depan juga masih panjang, kenapa main jodoh-jodohan?!" Gerutu Aris.


"Loh kan cuma di jodohkan Ris, belum di nikahkan" Ucap Marta, Aris hanya menghela nafas nya kasar, ia tak mau lagi meladeni perdebatan itu, karena sudah terlihat bahwa diri nya akan kalah jika berdebat dengan emak-emak.


Kembali Aris memandang Alinda yang terlihat murung itu, "Coba aja tadi lo ikut gue, pasti lo nggak akan cemberut gitu" Batin Arin, namun detik berikut nya hati nya terasa panas bak terbakar api cemburu ketika melihat tangan Krisna yang menggenggam erat tangan Alinda namun fokus pembicaraan Krisna masih bersama Nafiza.


"Aris bosan! Aris mau pulang!" Teriak Aris yang segera beranjak dari duduk nya dan melangkah keluar dari ruangan VIP itu.


"Aris tunggu!...

__ADS_1


Jangan lupa like dan Favorit, siapkan juga kata-kata terbaik kalian untuk mengisi kolom komentar, see you bay bay 🥰🥰🥰


__ADS_2