
Mobil yang di kendarai para kaula muda itu melaju cepat di atas rata-rata di dalam nya mereka berteriak, bercanda dan tertawa.
"Heh gila lo ya! Kalau ada polisi gimana?" Teriak Alinda yang sedikit punya rasa takut.
"Ya udah kita goda dengan goyangan maut kita aja baby!" Sahut Zoya dengan gelak tawa semua nya.
"Emang lo mau kalau polisi nya om-om?" Tanya Fraya dengan tawa nya.
"Hahaha... Ya kali jadi sugar baby nya om om berduit hhahaha... " Kembali tertawa ke empat gadis di dalam mobil itu.
Berbeda dengan teman-teman yang cekakak-cekikik, Azka terlihat lebih pendiam bahkan ia lebih sibuk dengan gawai tipis yang ada di tangan nya.
Hampir dua jam mereka mobil-mobilan tidak jelas, Mobil mewah milik Zoya kini mulai menepi dan memasuki area club yang seperti nya buka setengah jam yang lalu.
"Gila lo masih sore ini wey!" Umpat Alinda ketika melihat ke arah luar.
"Lah kalau malem lo mau di terkam sama om-om hidung belang? Hahahha", Timpal Fraya, sebelum turun dari mobil mereka berganti pakaian, dari menanggalkan seragam sekolah nya mereka mulai mengenakan pakaian sexy.
Tak lama ke empat gadis itu masuk ke dalam club malam, sebuah mobil berhenti tepat di samping mobil milik Zoya.
"Yakin den mau nunggu di sini?" Tanya sopir yang membawa mobil itu.
"Iya pak tunggu di sini bentar" Ucap seorang pemuda itu.
Terlihat pemuda tampan itu melayangkan panggilan ke seseorang yang nomor nya tertera di layar ponsel nya.
Nada tuuuuuttt-tuuuuuuttt kini berdengung cukup lama hingga tergantikan oleh suara operator bahwa nomor yang dihubungi tidak dapat menerima panggilan ini.
"Sial! Nggak tau apa kalau di dalam itu bahaya! Dasar bocah nakal! Suka nya bikin repot orang aja terus!" Gerutu nya dengan membuka pintu mobil kemudian melangkahkan kaki besar nya untuk masuk ke dalam club malam.
Di dalam club tepat nya di dalam ruang VIP ke empat gadis itu tengah asik bersenda gurau,
Drrrrrtttzzzz... Drrrrrttttzzz... Drrrrrttttzzz...
Ponsel alinda berdering meminta perhatian, gadis remaja itu mengindahkan gawai tipis yang ada di dalam tas kecil nya.
"Krisna?" Batin nya dengan melihat layar ponsel itu, tak berpikir panjang ia pun menggeser tombol merah pada layar ponsel nya.
Kembali Alinda bercengkrama dengan teman-teman nya, sampai pada saat salah satu dari mereka yang keluar tapi tak kunjung kembali.
"Azka kok lama banget sih?" Mengerutkan alis nya Alinda sedikit merasa khawatir dengan salah satu teman nya.
"Eh iya, belum balik sedari tadi, " Sahut Zoya.
__ADS_1
"Ok deh gue susul dulu ya?, " Alinda keluar dari ruangan VIP itu dengan tujuan mencari salah satu teman nya yang tak kunjung kembali.
Saat memasuki area toilet sebuah tangan menyambar pinggang Alinda, "Aaaaakkk!!" Teriak Alinda terkejut.
Kini diri nya tengah di kungkung oleh seorang pria dewasa yang tengah di pengaruhi alcohol.
"Lepas!" Alinda berusaha mendorong tubuh laki-laki itu, namun laki-laki itu terus saja berusaha mencium nya, dan BUGH!! GUSRAK!!
Pria asing itu terjatuh di lantai setelah tengkuk nya di pukul oleh seseorang.
"Krisna?" Lirih Alinda mendapati tetangga tampan nya tengah berdiri di hadapan nya.
Berusaha menenangkan gadis nakal nya, Krisna menarik tubuh Alinda ke dalam pelukan nya.
"Kita pulang sekarang!" Ucap Krisna.
"Tapi Azka hilang" Ucap Alinda yang belum ketemu mencari salah satu teman nya.
Krisna sedikit geram, namun ia tetap menuruti kemauan gadis nakal itu.
Ketika kedua nya melewati salah satu ruangan karaoke, terdengar sayup-sayup suara yang sangat meresahkan bagi kaum jomblowan mau pun jomblowati.
"Kris?" Lirih Alinda dengan menoleh ke arah Krisna yang berjalan di belakang nya.
"Ssssttt diam lah, bisa jadi itu teman mu" Bisik Krisna.
"Ini uang untuk mu!" Terdengar suara itu dari dalam ruangan yang masih tertutup.
"Tapi pak, nanti kalau saya hamil bagaimana? Bapak akan tanggung jawab kan?" Suara yang sangat Alinda kenal itu terdengar protes, terdengar sedikit percek-cokan di dalam ruangan itu sampai pada akhir nya pintu itu di buka oleh seseorang dari dalam.
CEKLEK!!
Segera Krisna menarik tubuh Alinda agar memasuki ruangan sebelah yang kosong.
Posisi Alinda saat ini bersandar di dinding dengan dihimpit tubuh Krisna, gadis itu menatap ke arah luar sama hal nya dengan Krisna, kedua nya fokus dengan seseorang yang baru saja kepergok oleh dua siswa siswi itu.
"Bukan kah itu pak Oktori? Guru bahasa di sekolah kita?" Bisik Alinda dengan mengalihkan pandangan nya ke depan dan pada saat itu Krisna juga melakukan hal yang sama sehingga kedua netra itu bertemu saling tatap satu sama lain.
Sangat dekat jarak wajah kedua nya, hingga nafas segar yang Alinda hembuskan terhirup oleh indra penciuman Krisna, mendadak bayangan semalam melintas di benak Krisna.
Pemuda itu perlahan memangkas jarak di antara kedua nya.
"Pak! Saya tidak butuh uang anda! Saya butuh pertanggung jawaban anda!" Teriakan gadis itu mampu mengembalikan kesadaran Krisna.
__ADS_1
Memberi kode dengan menganggukkan kepala, kedua nya keluar dari persembunyian dan mendekati si gadis yang sedang merutuki kebodohan nya.
"Az?" Lirih Alinda dengan memegang pundak gadis itu.
Azka menoleh, "Lin, gue hancur, gue bodoh!" Tangis Azka pecah dengan memeluk Alinda.
"Kita pulang dulu aja!" Ucap Alinda dan segera mengajak Azka untuk pulang bersama nya.
Sesampai nya di luar club mereka bertiga menghampiri mobil hitam yang terparkir di samping mobil merah milik Zoya.
"Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Azka.
"Tenang aja ntar gue yang telfon" Ucap Alinda menenangkan.
Satu persatu dari merekapun masuk ke dalam mobil dan Pak Tono segera menancap gas untuk segera membawa ketiga muda mudi itu ke kediaman Hermawan.
...❄❄❄❄...
Setiba nya di depan rumah Krisna, ketiga nya turun, terdiam sejenak Alinda terlihat berpikir.
"Emmm... kerumah gue aja deh!" Ucap Alinda yang segera menuntun Azka untuk masuk ke dalam rumah nya yang tepat berada di sebelah rumah Krisna.
Yang lain hanya menurut toh sama-sama tempat istirahat, "Duduk Az!"
Alinda menawarkan duduk kepada teman nya, di ambilkan nya minum sebelum kedua nya mulai bercerita.
"Gimana cerita nya lo bisa begituan sama pak Oktori?" Tanya Alinda yang membuka percakapan yang serius itu.
"Gue... "
Azka mulai menceritakan semua yang mereka lakukan, juga janji manis yang di ucapkan sampai kehidupan pare pahit yang di rasakan Azka di akhir cerita nya.
Alinda bocah remaja yang tempramental itu tersulut emosinya, "Dasar pedofil! huft... Gue bacok juga tu orang!"
"Sabar, semua masalah pasti ada jalan keluar nya" Timpal Krisna yang baru saja tiba di rumah Alinda.
"Lo cowok sih jadi bisa bilang gitu, coba lo cewek! Asli gemes gue sama tu guru muda sok banget udah gitu mesum lagi, hiiiihh pen gue becjek-becjek deh" Geram Alinda.
"Ya nggak gitu juga, ntar malah lo yang kena pasal penganiayaan" Tukas Krisna.
Alinda terdiam, terlihat mereka tengah berpikir bagaimana baik nya.
"Kita bongkar aja kedok nya?" Ide cemerlang itu muncul di otak Alinda.
__ADS_1
"Dengan cara?" Tanya Krisna.
"Lo kan bisa tu meretas cctv, kita cari vidio dimana mereka melakukan perbuatan itu" Saran yang sangat berbahaya namun tetap mereka setujui demi keadilan bagi Azka.