Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Lampu Hijau


__ADS_3

Setelah acara pernikahan kakaknya, Alinda terlihat sangat bahagia, sebenarnya di sini, siapa yang harus bahagia, siapa yang harus biasa saja?


Entahlah keluarga kedua muda mudi beda generasi itu memang sangat aneh, lihat saja Alinda saat ini tengah memainkan ponselnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Sedangkan Cakra terlihat biasa saja, bahkan bisa dibaca raut wajah nya seperti novel-novel yang bergenre *NIKAH PAKSA*, entah malam pertamanya yang gagal, atau masalah hati yang tidak cocok, atau masih trauma dengan keluarga brokenhome nya, atau bahkan takut jika sampai adik nakal nya akan meminta restu berpacaran dengan Krisna yang dulu adalah adik kelasnya.


Bisa jadi semua pemikiran itu kini tengah memenuhi otak genius Cakra.


Alinda beranjak dari sofa singel, ya gadis dengan tampang yang cerah ceria itu berdiri setelah mendengar suara deru mesin mobil yang sangat ia kenali sepertinya tengah berhenti didepan rumahnya.


"Mau kemana lo?" ketus suara itu menusuk telinga Alinda, suara siapa lagi kalau bukan kakak kandung nya?


"Mau ke depan." cuek gadis nakal itu menyahuti pertanyaan kakaknya, tapi masih dengan tampang yang ceria bin bahagia, bahkan langkahnya sedikit melompat-lompat seperti anak TK yang senang di ajak ke warung.


Sedikit pun Alinda tak menghiraukan raut wajah kakak kandung nya yang bertambah kusut bin mawut itu.


CEKLEK!!


Pintu utama di buka nya menggunakan jemari lentik, "Hai." sapanya ketika melihat sang kekasih hati tengah berdiri didepan pintu utama hunian mewah itu.


"Hai, seneng banget." tersenyum Krisna mendapati gadis kesayangannya itu tersenyum cerah.


"Iya dong, kan menyambut kekasih ku." dengan bergelayut manja di lengan kiri Krisna Alinda berucap.


"Dasar, kamu ya." Krisna mengacak pelan pucuk kepala Alinda, keduanya kini berjalan beriringan memasuki ruang tengah, dimana semua keluarga Frans dan besan tengah berkumpul di sana.


"Wah wah wah... ini mana yang pengantin baru mana yang baru pacaran sih? Kok Cakra kalah mesranya sama di adik?" celetuk Kista sengaja menggoda kedua pasangan itu.


"Kita kan nggak munafik, iya nggak beib?" percaya diri sekali Alinda menyahuti ucapan Mama nya itu.


"Iya nggak munafik, tapi lebih tepatnya nggak tau malu, belum sah aja udah nempel kek perangko, gimana kalau udah sah, bisa jadi maen di pinggir jalan!" cibir Cakra yang masih tidak suka dengan kedekatan adiknya dengan Krisna.


"Heh! Jaga ya mulut lo!" Gertak Alinda dengan tangan kiri berkacak pinggang sedangkan tangan kanannya menunjuk wajah kakak kandungnya.


"Lah kan emang bener, kalian itu belum sah." memperjelas ucapan Cakra menyilangkan kakinya.


"Bilang aja lo nggak berani... " sengaja Alinda menggantungkan kalimatnya.


"Heh? Lo pikir gue penakut?! Emang nya apa yang gue nggak berani lakuin?" merasa tertantang Cakra kelepasan.

__ADS_1


"Coba lo cium kak Helen di depan kita semua!" menaikkan salah satu alisnya Alinda merasa dirinya sudah menskak mat kakak kandung nya.


Terdiam sejenak Cakra berpikir. "Baby nggak boleh kelepasan gitu dong emosinya!" Krisna mengingatkan Alinda.


"Lo kok jadi belain Cakra sih beib? Lo nggak sayang gue?" sudah dapat di tebak kedua alis Alinda saat ini sudah hampir menyatu karena Krisna yang tak sependapat dengan dirinya.


"Bukan gitu sayang, tapi ya jaga image mereka dong, tau sendiri kalau mereka itu kan menikah nya bukan berdasarkan cinta." bisik Krisna.


Suasana menegang itu membuat Helen menjadi salah tingkah, entah dirinya yang sedikit berharap akan mendapatkan ciuman dari sang suami atau karena pernikahannya yang menjadi topik pembicaraan.


"Saya permisi sebentar." ucap Helen lirih kemudian ia beranjak dari duduknya.


Semua netra hanya menatap gadis berstatus istri itu sekilas. "Duduk Kris! Alin, Krisna nya diajak duduk dong sayang!" ucap Frans yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia perdebatan anak-anaknya yang sudah tidak lagi dalam masa kanak-kanak itu.


Krisna mengangguk sopan, tak lupa pemuda itu bersalaman dengan semuanya dan baru lah ia menghempaskan pantatnya di permukaan sofa yang nyaman itu.


Setelah duduk dengan nyaman, Krisna terlihat terdiam tak bersuara, sepertinya pemuda tampan itu tengah mempersiapkan sebuah kata-kata yang pantas untuk ia ucapkan.


"Om, Tante, maaf sebelumnya." setelah sekian menit membisu akhirnya Krisna mengeluarkan suara emasnya.


Ketika semua mata tertuju padanya, kembali Krisna berucap, "Kedatangan saya kemari, pertama-tama ingin bersilaturahmi, kedua saya ingin meminta ijin untuk serius menjalin hubungan dengan putri Om Frans dan Tante Kista, saya serius menyayangi Alinda, saya merasa cocok dengannya, saya harap Om dan Tante memberikan restu kepada kami berdua." ucap Krisna dengan sesekali menatap Alinda yang duduk di sampingnya.


"Om dan Tante hanya bisa memberikan restu jika Alinda nya sendiri setuju." ucap Frans dengan menatap Kista, sedangkan Kista hanya mengangguk setuju dengan pendapat Frans.


"Oh jadi gitu? Pendapat Cakra udah nggak penting lagi ini?" celetuk Cakra dengan bersedekap dada.


"Lo apaan sih?! Lo kan udah nikah! Pikir sendiri aja hubungan lo! Ngapain ngurusin gue?!" sentak Alinda yang tidak suka sedikit pun dengan suara yang di ucapkan Cakra.


"Gue itu kakak lo! kalau Papa nggak ada, wali lo itu gue!" cecar Cakra, dengan tatapan sinis nya menatap sang adik.


Mencebik bibir Alinda mendengar tutur kata yang di ucapkan kakak kandungnya itu.


"Cakra, nggak boleh gitu nak!" ucap Kista.


"Mama jangan terlalu memanjakan anak itu Mah!" Cakra mengingatkan Kista namun lebih terdengar dengan penolakan untuk memberikan restu hubungan Alinda dan Krisna.


Kista hanya menghela nafas, begitu juga dengan Frans, tapi tidak dengan Alinda seolah nafas bergemuruh sampai-sampai dada gadis nakal itu terlihat naik turun dengan mata yang memicing menatap kakak kandung yang masih saja tidak memberikan restu pada hubungannya bersama sang kekasih hati.


"Baby, sabar sayang." Krisna membelai punggung Alinda yang terlihat seperti harimau yang siap menancapkan cakar tajam di wajah mangsanya.

__ADS_1


"Tapi beib dia..."


"Nggak boleh melawan kehendak orang yang lebih tua, itu tidak sopan." sela Krisna ketika Alinda berontak dengan menunjuk-nunjuk Cakra dengan jari telunjuknya.


Buram penglihatan Alinda, gadis itu sudah hampir membanjiri pipinya dengan bulir bening yang siap menetes.


"Jangan sedih dong." Krisna mengusap pipi gadis yang masih saja bermanja di sampingnya itu.


"Kalau pun kita berjodoh Tuhan pasti akan kembali mempersatukan kita, percaya deh." ucap Krisna berusaha meyakinkan kekasih hatinya.


"Hieleh... cengeng, gitu doang cengeng!" cibir Cakra yang melihat Alinda terlihat sedih.


"Cakra, hentikan!" Frans kali ini sedikit tegas kepada putra sulungnya yang telah keterlaluan dianggapnya.


"Apa sih Pah?! Orang Cakra nggak salah kok Cakra kan bener, anak kecil jangan main pacar-pacaran dulu, takut nya kebablasan, temenan bolehlah, tapi tau batas, Alin kan udah gede, pokoknya gue nggak mau kalau sampai keponakan gue lahir di luar nikah!" panjang lebar Cakra berucap.


Sedikit demi sedikit, otak kecil Alinda mencerna kata demi kata yang terucap, gadis itu mengedip dan bulir bening tak sengaja menetes di sana namun dengan segera di usap nya.


"Jadi lo restuin hubungan gue? Eh... Hubungan kita?" antusias Alinda bertanya dan menunggu jawaban dari kakak kandungnya itu.


"Emang sejal kapan gue nggak ngerestuin hubungan kalian? Guekan cuma ngomong, jangan dulu tempel-tempel kek perangko gitu, takutnya kebablasan!" jelas Cakra lagi.


Tanpa aba-aba Alinda kini telah berpindah duduk di samping Cakra, gadis remaja itu memeluk pinggang kakak kandung nya setelag sekian lama nya kedua putra Frans dan Kista itu tidak akur akhirnya hari ini keduanya berbaikan.


Lampu hijau yang Cakra berikan kepada Alinda dan Krisna sungguh memperbaiki hubungan kedua kakak beradik itu.


TING!


Gawai canggih meminta perhatian, Krisna merogoh nya dari dalam daku celana jeansnya.


Tertera nama Nafiza di dalam layar ponsel itu, satu notifikasi pesan masuk segera Krisna buka.


"Siapa?" Tanya Alinda.


"Nafiza." singkat Krisna menjawab.


"Apa?! jadi cewek lain hubungin lo?! Apa-apaan lo?!...


Jangan lupa like dan juga komentarnya iya guys... syukur-syukur kasih vote biar othor makin semangat up nya... see you next episode my readers 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2