
BRAK!!
Dengan sangat keras Krisna membanting pintu apartemen nya tanpa memikirkan kalau ada gadis yang tengah berdiri dan menunggu nya di sana.
Karena merasa malu, diri nya hanya mengenakan celana kolor dengan panjang satu jengkal di atas lutut, pemuda tampan itu segera berlari menuju kamar nya.
"Woy Kris! Apa an sih lo?! Udah kek maling di kejar utang aja," Teriak Sendy dengan posisi masih duduk santai di sofa empuk milik Krisna.
Tak mau berdebat, Krisna lebih memilih diam dan segera mengganti celana nya, tak lama kemudian Krisna berjalan melewati Sendy begitu saja, ya dia sudah rapi dan wangi.
Ekspresi Sendy saat ini, ia duduk tegap dengan melongo melihat tampilan sahabat nya yang mendadak rapi dan wangi.
"Lo mau kemana Kris?" Tanya Sendy dengan kadar rasa penasaran yang sangat tinggi.
"Keluar! Nitip kamar gue bentar ya!" Ucap Krisna dengan tangan yang menarik handel pintu, belum sempat Sendy menjawab, pintu apartemen sudah lebih dulu di tutup oleh Krisna.
"Shial! Gue di cuekin," Gerutu Sendy dengan kembali merebahkan tubuh nya di sofa.
Di luar unit apartemen Krisna, tepat nya di depan pintu, terlihat Alinda masih berdiri dengan setia di sana.
"Ha... Hai, sorry tadi ada sedikit kesalahan teknis," ucap Krisna dengan menutup pintu apartemen nya, namun tubuh menghadap ke arah gadis yang saat ini sedang menatap nya.
"Iya, nggak papa kok," Senyum malu-malu dengan menunjukkan rona wajah semerah buah tomat yang siap panen, Alinda suguhkan dengan menundukkan wajahnya.
"Em... Jalan yuk!" ajak Krisna dengan mengulurkan tangan nya, sedangkan Alinda hanya mengangguk dengan menyambut uluran tangan pemuda tampan di depan nya, jangan lupa senyuman semanis madu masih menghiasi wajah ayu gadis cantik itu.
Kedua nya berjalan beriringan dengan tangan yang masih bergandengan, setiba nya di depan lift, sedikit di buat merinding tubuh Alinda, ketika mereka mendapati Krisna KW yang tak lain adalah Kenan berada di dalam lift yang sama, yang akan mereka masuki.
Krisna merangkul posesif pinggang Alinda, ketika mengetahui gadis nya sedikit bergetar, seperti ketakutan.
Krisna melangkahkan kaki nya santai memasuki alat transportasi vertikal itu dan berdiri di tengah-tengah antara Alinda dan Kenan.
Sengaja Krisna tak menyapa Kenan, karena memang kedua nya tak seakrab itu, bahkan hobi nya saja juga sangat beda jauh.
Kenan menundukkan sedikit badan nya dan melihat Alinda yang terhalangi tubuh Krisna, "Hai... Kita belum sempat kenalan loh," Sapa Kenan dengan menunjukkan barisan gigi rapi nya.
Krisna menatap tajam pemuda yang ada di samping nya itu, "Nggak perlu!"
"Heh, gue nggak ngomong sama lo," Terlihat arogan Kenan dalam bahasa yang di ucapkan nya di tambah dengan senyum miring yang menghiasi wajah tampannya.
"Tapi dia sama gue!" Dingin Krisna masih melempar tatapan tajam.
Sungguh suasana mencekam itu membuat siapa pun yang berada di dalam sana ingin segera keluar dan pergi sejauh mungkin.
"Duuuuuhhh... kok lift nya jalan nya lambat banget sih?" Alinda menggerutu di dalam hati, sedikit pun tak berani ia memandang Kenan yang sedari tadi mencuri pandang ke arah nya.
TING!
__ADS_1
Pintu lift terbuka, terlihat Alinda yang segera menarik Krisna untuk segera meninggalkan tempat mencekam itu.
"Hey pelan-pelan saja lah," Krisna mengikuti langkah Alinda, tetap dengan senyum yang mengembang.
"Tunggu di sini, gue ambil mobil dulu ya?" berbicara lembut Krisna memegang kedua pundak Alinda.
"Iya," sahut Alinda dengan menganggukkan kepala nya.
Setelah Krisna berjalan meninggalkan gadis cantik itu, "Hai?"
Tersentak Alinda ketika tiba-tiba sosok Kenan sudah berdiri di samping nya dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana nya.
"Eh, Hai juga kak," sahut Alinda yang mau tak mau menyahuti sapaan yang terlihat sopan itu.
"Nama lo, siapa?" Tanya Kenan dengan mengulurkan tangan kanan nya.
Alinda termangu sejenak melihat tangan yang terulur itu. Pick!! Pick!! "Hello... gue tanya nama lo siapa?" Kenan mengulangi pertanyaan nya lagi.
"Ah... oh iya... Alinda," Sahut Alinda yang terkejut.
"Alinda?" Tersenyum Kenan menyebut nama itu.
"Gue Kenan, seneng bisa kenalan sama lo," Imbuh Kenan masih dengan mengembangkan senyuman nya.
"Iya... " Alinda berucap dengan menganggukkan kepala nya.
"I'ts no problem, nggak masalah, udah biasa kok itu." Senyum simpul Kenan suguhkan, walau Alinda tak sedikit pun melihat nya.
TIN! TIN! TIN!
Suara klakson memecah konsentrasi keduanya, ya mobil Krisna sudah ada di depan Kenan dan Alinda saat itu.
"Gue duluan ya Kak?" pamit Alinda sebelum ia meninggalkan Kenan, "Ok!" sahut Kenan dengan mengedipkan sebelah mata nya ketika Alinda menatap wajah tampan yang sangat mirip dengan idola nya itu.
Alinda segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi, dimana Krisna yang menduduki kursi kemudi.
"Sorry ya lama, lo nggak di apa-apain kan sama dia?" Tanya Krisna yang mengkhawatirkan gadis cantik yang kini duduk di samping nya itu.
"Nggak kok, dia baik sama gue," Sahut Alinda dengan menatap Krisna yang fokus dengan jalanan di depan nya.
Mengelilingi kota Manhattan, kedua remaja itu tak ada tujuan sama sekali, hanya ingin berdua dan melihat keindahan kota yang sangat ramai ini.
"Em... Kris, Kita mau kemana sih?" Setelah berputar-putar tidak jelas, akhir nya Alinda bertanya kemana tujuan utama kedua nya.
"Em... Entahlah, gue cuma pengen jalan-jalan sama lo," sahut Krisna dengan sekilas melihat wajah cantik yang kini kembali tersipu.
"Lo capek kita cuma muter-muter dari tadi? Kita cari tempat makan mau? Lo pasti belum makan kan sejak sore tadi?" Tebakan Krisna yang selalu benar itu membuat Alinda hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
Kini mobil Jeep Renegade 2014 itu tengah berparkir cantik di halaman sebuah kafe. Tampilan kafe dengan lampu-lampu bohlam kuning membuat suasana malam itu tampak begitu romantis.
Tak henti-henti nya Alinda berdecak kagum, tak percaya jika ia bakal berjalan bergandengan tangan dengan sang idola, bahkan di tempat seromantis ini.
Kini kedua nya tengah berjalan menuju rooftop, yang mana pemandangan dari atas akan terlihat lebih indah.
Seorang waiters mendatangi meja dua remaja yang baru saja duduk itu, "Permisi ini menu nya, mau pesan apa?" Sopan waiters itu menyodorkan buku menu kepada Alinda dan Krisna.
Terlihat kedua nya sibuk memilih menu makanan, setelah menemukan yang cocok kedua nya mengatakan kepada seorang waiters yang berdiri di samping nya.
"Ok, mohon tunggu sebentar," Ucap nya dengan sangat sopan, Alinda dan Krisna hanya menganggukkan kepala saja.
"Lin, sorry ya? Kemarin-kemarin gue udah lancang sama lo," Lirih Krisna dengan menatap lekat netra indah di hadapan nya.
"Maksud lo? Gue nggak ngerti," Sahut Alinda yang gagal fokus dengan arah pembicaraan Krisna.
"Gue salah, gue masih berpikir kalau lo, masih Alinda yang bar-bar yang bakal manja-manja sama gue, kaya dulu... Sorry kalau udah bikin lo takut sama gue, atau bahkan lo mikir kalau gue ngerendahin harga diri lo, No! Itu nggak bener ya, gue cuma kangen sama lo," Jelas Krisna dengan menggenggam tangan Alinda yang ada di atas meja makan itu.
"No Kris, lo nggak salah kok, itu hal wajar ketika kita baru ketemu orang yang kita sayangi setelah dua tahun lama nya berpisah... " Terdiam sejenak Alinda menghela nafas.
"Gue yang salah, gue gagal ngenalin lo, gue sempet ngira kalau kak Kenan itu lo, dan gue marah sama lo, padahal yang gue lihat bukan lo," Cecar Alinda yang membuat Krisna tersenyum.
"Emang nya lo liat apaan? Sampe segitu marah nya?" Tanya Krisna dengan mengusap pipi Alinda.
"Gue waktu itu liat kak Kenan, jalan sama Nafiza..."
"Dan lo cemburu? Lo cemburu karena lo kira Kenan itu gue?" Sela Krisna dengan tebakan yang benar.
"Iiiiihhh... kok ketawa sih, kan gue malu," Ucap Alinda dengan menepuk punggung tangan Krisna.
"Em... Lin, gue nggak bisa jauh dari lo, gue nyaman sama semua sifat lo, hari-hari gue jadi sepi banget dua tahun terakhir ini, gue nggak mau lagi jauh dari lo," Serius kali ini Krisna berucap.
Dheg-Dheg... Dheg-Dheg...
Terdiam Alinda merasakan detak jantung nya yang berpacu sangat cepat, bagai derap kaki kuda yang di pacu dengan cepat.
"Duh kok gue jadi Deg-degan gini ya? Padahal dulukan gue ngarep banget Krisna bakal suka juga sama gue," Batin Alinda dengan mengatur nafas nya yang mulai tak beraturan.
"Lin, bisa kan kita, lebih serius dari masa-masa kemarin?" Tanya Krisna.
"Tapi gue... "
"Permisi ini pesanan nya," Seorang pelayan Kafe itu menata makanan yang di pesan Alinda dan Krisna di atas meja makan kedua nya.
Terpaksa Alinda menelan kembali kata-kata yang akan ia ungkap kan...
Yuhu gimana nih sampai di sini? Masih adakah yang setia? yuk jangan lupa like dan komentar dengan kata-kata terbaik kalian, beri dukungan juga vote untuk Karya ini ya... Jangan lupa klik favorit biar tidak ketinggalan up date setiap bab nya...
__ADS_1
See you next episode...