Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Mencurigakan


__ADS_3

Krisna terlihat keluar dari dalam mobil yang ia parkir tak jauh dari gerbang besi yang menjulang tinggi, dengan mengendap-endap pemuda tampan itu mengikuti langkah kaki Alinda.


Dilihat nya gadis nakal itu memanjat pohon mangga untuk masuk ke dalam hunian mewah itu.


"Dasar anak nakal, masih saja pecicilan." gumam Krisna dengan berjalan mendekati pohon mangga itu.


Sudah lega rasa hati nya ketika ia mendapati gadis nakal kesayangan nya itu memang benar-benar pulang ke rumah.


Baru saja Krisna hendak meninggalkan halaman samping, ia mendengar suara gaduh dari dalam rumah, "Sampai segitunya Cakra marah-marah." gumam nya dengan mempertajam indera pendengaran nya.


Tak lama kemudian terdengar juga suara Alinda yang mungkin kini sudah keluar dari kamar nya, harap-harap cemas yang di rasakan Krisna.


Takut jika kekasih hati nya itu kena marah dan ingin menolong pun tak bisa, karena jika ia muncul mungkin akan memunculkan masalah baru lagi.


Di tengah keasikan nya menguping, Krisna mendengar derap langkah kaki seseorang yang semakin mendekat.


Tak mau memunculkan masalah baru lagi, pemuda tampan itu bersembunyi dengan memanjat pohon mangga yang barusan di panjat Alinda.


Niat hati hanya ingin bersembunyi dari seseorang yang keluar dari dalam rumah itu, kini Krisna malah memergoki Cakra.


Ya... Cakra lah yang keluar dari dalam hunian mewah itu, "Kenapa dia menerima telfon di luar rumah?" Batin Krisna yang melihat Cakra berbicara dengan seseorang yang ada di balik sambungan telfon.


Rasa kepo mulai merasuki hati dan pikiran Krisna.


"Gimana? Udah ketemu?" Tanya Cakra dengan satu tangan berkacak pinggang dan tangan satu nya lagi memegang gawai pipih yang ia tempelkan di telinga nya.


"Lo gimana sih Sat?! Gue suruh lo habisin dia!" Terdengar frustasi dari suara Cakra berucap, kakak kandung dari Alinda itu mengusap kasar wajah nya.


"Apa? Virgin? Lo yakin?" Mendengar perkataan itu Krisna hampir saja berpikir yang tidak-tidak tentang laki-laki yang kini tepat di bawah nya dengan jarak tiga meter.


"Tapi lo sendiri tau kan gue nggak akan pernah mau berurusan dengan yang nama nya wanita!" Setelah kata itu Cakra terlihat kembali mengantongi gawai canggih nya, mungkin panggilan ia putuskan secara sepihak.


Perlahan Krisna turun dari pohon mangga itu tapi kemudian ia urungkan niat nya, melihat jendela kamar Alinda terbuka, Krisna melompat ke balkon kamar itu.


"Aaaaarrrggghhhh!!!"

__ADS_1


Baru saja Krisna menapakkan kaki nya di sana terdengar suara Alinda berteriak seolah melepas amarah, "Masih marah-marah aja, dasar cewek PMS." Batin Krisna dengan melangkah mendekati jendela.


Namun tiba-tiba listrik padam, hingga membuat suasana malam tampak semakin gelap, dengan perlahan Krisna berjalan dan masuk ke dalam kamar Alinda melalui jendela yang terbuka itu.


"Pah? Mati lampu ya?" Teriak Alinda dengan masih duduk di atas ranjang.


Krrriiieeeetttt... Wusssshhh...


Angin malam berhembus masuk ke dalam kamar Alinda melalui jendela, daun jendela yang terkena hembusan angin berbunyi menambah kesan horor di dalam nya.


Krisna segera melompat masuk, ya... Kaki pemuda itu kini sudah menapak di lantai kamar kekasihnya.


"Siapa kamu?" Suara Alinda terdengar sangat panik malam itu.


Namun Krisna memilih untuk mendekati gadis kesayangan nya itu sebelum gadis itu berteriak semakin kencang.


"Jangan mendekat atau ku pukul kau!" Ancaman terdengar ketika Krisna semakin mendekat ke arah ranjang.


"Ssstttt jangan berisik!" Masih dengan nada normal Krisna memperingatkan Alinda, Pemuda tampan itu menempelkan jari telunjuk nya di bibir gadis cantik yang tengah duduk di atas ranjang empuk itu, agar tidak berteriak lebih kencang.


"Aaammmhemmhemm..." Dengan sigap Krisna membekap mulut gadis yang sudah bersiap untuk berteriak.


"Sudah ku bilang jangan berteriak, ini aku." Bisik Krisna dengan menutup mulut Alinda dengan telapak tangan kanan nya.


Alinda mengerutkan kening nya, perlahan gadis itu menurunkan tangan kekar yang menutup mulut nya.


"Kris? Lo ngikutin gue?" tanya Alinda dengan masih memegang tangan Krisna. Krisna hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


"Lo gila Kris! Kalau sampek Cakra lihat lo di sini gimana coba?" Jujur saja saat ini Alinda memeng sangat takut jika sampai kedua nya kepergok tengah berduaan di dalam kamar Alinda.


"Nggak, tenang aja." ucap Krisna dengan mengusap wajah cantik gadis yang ada di depan nya itu.


"Kok lo bisa tau?" Dalam kegelapan itu kedua nya berbincang.


"Ya... gue lihat tadi, Cakra kayak nya lagi ada masalah deh." Jelas Krisna dengan duduk di samping Alinda.

__ADS_1


"Maksud lo? Kita nggak mungkin satu pemikiran kan? Nggak mungkin Cakra berurusan sama cewek, kan?" Alinda menerka namun masih belum percaya diri, memang nya masalah kantor akan membuat Cakra si genius itu pusing tujuh keliling? Sudah pasti kedua muda mudi itu bisa menebaknya.


"Aku sih mikir ke sana, soal nya tadi aku sedikit mendengar, pas dia telfonan dan dia, menyebut-nyebut kata Virgin." jelas Krisna.


"Apa? Virgin? Jangan-jangan abang gue... Sungguh ini sangat mencurigakan..." Terdiam sejenak Alinda menatap bayang-bayang Krisna dalam kegelapan.


"Jangan bilang kalau Cakra udah bobol anak orang? Nggak mungkin, kan? Secara dia kaya nggak minat kan kalau sama cewek?" Alinda berucap dengan berekspresi tak percaya jika saja terlihat.


"Tapi Cakra itu juga laki-laki normal sayang." Krisna mengingatkan kepada Alinda jika kakak kandung nya itu bukan laki-laki yang mempunyai kelainan.


"Ya kali abang gue belok, hahaha..."


"Ssshhhtttt... Jangan kenceng-kenceng, ntar ada yang denger!" Krisna kembali mengingatkan Alinda.


Cekikikan kedua remaja berbeda gender itu di dalam kegelapan, "Lo ngobrol sama siapa Lin?!" Terdengar suara Cakra berteriak di luar pintu kamar Alinda.


Tersentak kedua nya, Alinda segera menyuruh Krisna untuk segera keluar dari kamar nya.


"Buru-buru-buru! Keluar! Cakra itu!" usir gadis itu dengan mendorong-dorong punggung Krisna agar pemuda itu lekas keluar dari kamar nya.


"Gelap sayang!" ucap Krisna tapi dengan kaki tetap melangkah menuju jendela.


Di luar pintu kamar Alinda, Cakra terlihat curiga, "Alin! Keluar!" Teriak nya lagi.


"Iya bentar!" Terdengar sahutan dari dalam ruangan yang masih tertutup itu.


Walau sudah mendapatkan sahutan dari dalam, Cakra tetap nekat, tanpa babibu lagi, kakak kandung Alinda itu meraih handel pintu kamar itu lalu CEKLEK!!


Pintu terbuka dengan lebar, bahkan Cakra menyalakan flash dari ponsel nya.


"Lin?" Cakra memanggil gadis nakal yang tak lain adalah adik nya. Di Sana di dalam kamar gelap itu, Cakra tak menemui satu pun makhluk hidup di dalam nya.


Laki-laki dewasa itu bahkan menyapukan pandangan dengan dibantu lampu flash dari ponsel nya.


Ya di sana, Cakra melihat jendela kamar Alinda terbuka, laki-laki itu berjalan mendekati jendela itu.

__ADS_1


__ADS_2