Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Serasa LDR


__ADS_3

Setelah selesai dengan barang-barang bawaan nya, Alinda bersama dengan keluarga nya keluar dari unit apartemen itu dan...


"Lin lo mau kemana?" Tanya Krisna yang saat itu kebetulan juga baru keluar dari dalam kamar nya.


"Gue... "


"Lo bukan mau pulang ke Indo kan?" tanya Krisna kali ini dengan meraih lengan Alinda, sedangkan Cakra yang melihat nya berniat hendak memisahkan dua remaja itu.


Dengan cepat Frans mencekal lengan putra sulung nya itu dan menggeleng kan kepala nya, ketika Cakra menatap ayah biologis nya itu.


"Biar kan mereka berbicara, kita tunggu di depan lift sana." Frans menarik lengan kekar putra sulung nya agar mengikuti langkah nya.


"Lin, ngomong dong, lo mau pulang ke Indo? Gegara semalem, beasiswa lo terbang hilang gitu aja? Gue minta maaf, biar gue ngomong sama om Frans, ya?" Dengan cepat Alinda meraih lengan pemuda tampan di hadapan nya itu.


Alinda menggeleng pelan, "Gue bukan mau pulang ke Indo kok, gue bakal tinggal di rumah papa, dan sementara kita nggak bisa berhubungan dulu... "


"Kenapa? Lo nyerah? Lo takut sama Cakra?" sela Krisna dengan sedikit memiringkan kepala nya.


"Bukan takut, gue tau gimana perasaan Cakra kok, bukan salah dia, restu hubungan ini tidak turun karena dia terlalu sayang sama gue, dia nggak mau kalau sampek kegagalan rumah tangga orang tua kita ke ulang lagi, dia nggak mau kalau sampek adik nakal nya ini menyandang status JANDA KEMBANG." ujar Alinda dengan menundukkan wajahnya, sedikit pun gadis itu tak berani menatap lawan bicara nya.


"Tapi kita bisa diam-diam, kan? Aku janji nggak akan melewati batas." pinta Krisna dengan memegang kedua pundak gadis yang telah berhasil menyita hati dan perhatiannya itu.


"Kita coba jalani dulu aja, kalau memang berhasil ya kita lanjut, kalau sampek ketahuan, palingan kita akan semakin di jauhkan." ucap Alinda.


"Yang jelas, jangan sampek los kontak." Serius Krisna berucap kali ini.


"Ya... itu, Cakra banting hp gue semalam." jelas Alinda, dan itu membuat Krisna mengerutkan kening nya.


Terlihat Krisna menghela nafas dalam-dalam, "Nanti kita beli ya?" ucap Krisna dengan penuh harap gadis itu mau menerima nya.


"Maaf Kris, kalau sampek Cakra tau dan dia tanya, bakal habis lagi gue, sorry ya?" Sekali lagi Krisna di buat kecewa dengan ucapan gadis yang ada di hadapan nya itu.


"ALINDA AYOK!!" teriakan Cakra membuat kedua remaja itu terpaksa harus menyudahi perbincangan nya.


"Besok kita ketemu di kampus ya?" ucap Alinda dengan senyum yang ia suguhkan, sedangkan Krisna mau tak mau membalas dengan senyuman, serta anggukkan kepala walau pun berat dirasa.


Menunggu pintu lift terbuka, sesekali Alinda menoleh ke arah pemuda tampan yang masih berdiri dengan setia memandang nya dari jarak yang lumayan jauh itu.


Sesekali senyum tersuguh di sana, seolah kedua nya berbicara lewat tatapan mata, namun hanya sorot sendu yang akan menampung segudang rindu yang terlihat jelas di antara kedua netra yang bertemu.


TING!!


"Ayo masuk!" Cakra menarik lengan adik perempuan nya itu agar segera masuk ke dalam alat transportasi vertikal itu.


Masih saling tatap kedua remaja itu hingga pandangan kedua nya di pisahkan oleh pintu baja yang ada di hadapan Alinda.


"Udah nggak keliatan!" ketus Cakra berucap, tak seperti biasa nya Alinda yang akan menyahuti ucapan Cakra dengan perdebatan yang akan membuat suasana menjadi ramai, kali ini gadis cantik itu memilih untuk berdiam diri dengan mengatur suasana hati.


...❄❄❄❄...

__ADS_1


Setengah hari kemudian...


Baru juga setengah hari Alinda berdiam diri di dalam rumah, gadis remaja itu mulai tak kerasan, mulai dilihat nya jam dinding yang seolah berputar sangat lambat.


Segera Alinda beranjak dari ranjang nya, gadis itu berjalan menuju pintu keluar, CEKLEK!! Dibuka nya pintu kamar itu dengan perlahan, Alinda menongolkan kepala nya, demi melihat suasana sekitar.


"Aman." Gumam Alinda dengan melangkahkan kaki nya melewati ambang pintu.


Sejauh ia berjalan tak ada satu orang pun yang ia temui, "Pada kemana sih?" Celingukan Alinda melihat ke seluruh sudut ruangan itu.


Tak mau lagi berpikir terlalu panjang, Alinda terus melangkah kan kaki nya hingga ia sampai di halaman depan, di sana ia melihat Frans yang sepertinya tengah berbincang dengan seseorang dengan menggunakan gawai canggih yang ia tempelkan di telinga nya.


Masih dengan perlahan Alinda berjalan meninggalkan hunian mewah itu.


Berhasil keluar membuat Alinda merasa lega, gadis nakal itu segera menghentikan taksi dan menaiki nya.


Ya... kemana lagi kalau bukan ke kampus, gadis itu sudah tidak tahan untuk tidak melihat kekasih hati nya, hanya sekedar melihat saja sudah membuat Alinda merasa sedikit lega.


Niat hati hanya ingin melihat Krisna bermain basket sore itu, tapi apa boleh buat, kini Kenan malah duduk di samping Alinda, "Hai, kita ketemu lagi."


Tersentak Alinda mendapati laki-laki yang menyerupai kekasih hati nya itu, "H... Hai... " sahut Alinda dengan tergagap.


"Lo kenapa sih? Gemetaran gitu, udah kaya orang yang liat hantu aja, em... Pasti Krisna udah cerita yang enggak-enggak kan tentang gue?" tanya Kenan, dengan santai nya pria itu menyandarkan punggungnya kemudian meletakkan tangan panjang nya di belakang sandaran kursi yang diduduki Alinda.


Seperti yang di takutkan gadis itu, kini dari tengah lapangan Krisna menatap ke arah Alinda, "Mampus..." Batin Alinda dengan mengalihkan pandangan nya, jujur saja tatapan Krisna sangatlah tidak mengenakkan mata, bahkan tidak aman untuk jantung.


DHUAR!!


"Kris! Lo gila?!" sentak Sendy yang saat itu berlatih juga di sana, tak menggubris ucapan Sendy, kini Krisna berlari keluar dari lapangan, pemuda tampan itu melangkahkan kaki nya cepat ke arah kursi penonton, sedangkan Alinda segera berdiri dari duduk nya gadis itu hendak meninggalkan tempat itu, namun Kenan meraih lengan gadis itu.


"Mau kemana? Bukannya lo mau lihat dia? Lihatlah, dia sudah berlari ke sini." ucap Kenan dengan tangan yang masih mencengkeram lengan Alinda.


"Lepasin kak!" Sentak gadis itu namun masih kekeuh Kenan dengan cengkeraman nya.


"Kak Kenan please, aku nggak mau kita ada salah paham di sini!" Alinda memohon dengan tatapan yang sama sekali tidak ada tanda-tanda bercanda.


Kenan pun melepaskan lengan Alinda dan saat gadis itu berbalik arah bersiap untuk berlari, BRUGH!!


Alinda menabrak dada bidang seorang lelaki yang beraroma parfum maskulin dengan bercampur keringat.


Dheg-Dheg... Dheg-Dheg...


Sungguh jantung Alinda semakin tak terkendali ketika ia melihat seragam basket yang melekat di tubuh pria yang ada di hadapan nya itu.


Saliva seolah tercekat tak mau di telan oleh Alinda, gadis itu perlahan mengangkat wajahnya, berusaha sekuat tenaga untuk menatap laki-laki yang kini berdiri di hadapan nya.


"Hehehe... Hai Kris... " Senyum nyengir pepsodent gadis itu tampilkan kala melihat wajah tampan yang di lengkapi tatapan tajam tak bersahabat di depan nya itu.


Tanpa babibu Krisna menarik lengan Alinda, sedangkan gadis itu hanya pasrah mengikuti langkah besar laki-laki yang kini berjalan di depan nya.

__ADS_1


BRAK!!


Krisna mendorong tubuh Alinda, hingga punggung gadis itu membentur lemari loker yang ada di samping ruang ganti.


"Maksud lo apa?!" Krisna mengungkung tubuh sintal itu, pertanyaan dengan nada dingin pun terlontar begitu saja.


"Apa? Gue kesini cuma mau liat lo main doang, apa itu salah?" Alinda balik bertanya kepada pemuda tampan yang tengah menguasai dirinya itu.


"Bukan di situ salah nya Lin, Lo bilang hubungan kita belum berakhir, lo bilang jalani aja ikuti alur nya, tapi apa barusan?! Lo duduk bersama dengan cowok lain, ketika gue nggak bisa fokus ngurusin lo!" Cerocos Krisna panjang lebar. Seolah api cemburu menguasai nya.


"Gue cuma duduk Kris, dia yang nyamperin!" jelas Alinda dengan ngotot.


BRAK!!


Tiba-tiba pintu terbuka dan di sana berdiri Sendy dengan tatapan datar nya.


Sontak Krisna dan Alinda segera memberi jarak diantara tubuh keduanya.


"Kalian ini, masih satu kota aja udah kaya orang yang lagi LDR an." Cibir Sendy dengan membuka loker baju nya dan mengeluarkan baju ganti nya dari sana.


"Satu kota, tapi terasa seperti LDR dengan jarak beribu-ribu mil jauh nya." Sahut Krisna dengan membuka loker yang ada di samping Alinda kemudian pemuda tampan itu segera mengeluarkan tas nya dan mengkaitkan nya di bahu sebelahnya sedangkan sebelah tangan nya menarik lengan Alinda untuk di ajaknya keluar dari ruang ganti yang pasti nya sebentar lagi akan di isi banyak pemain basket yang hendak mengganti pakaian.


...❄❄❄❄...


Di dalam mobil Alinda duduk di kursi penumpang bagian depan, sedangkan Krisna duduk di kursi kemudi.


"Lo mau gue antar pulang?" tanya Krisna masih dengan nada datar bahkan sorot mata nya menunjukkan kalau pria itu masih memendam rasa entah marah atau cemburu di dalam hati nya.


"Nggak, gue bosen di rumah, kita ke apartemen lo aja ya?" pinta Alinda dengan menghadap ke arah Krisna, walaupun yah laki-laki itu enggan untuk menatap tampang imut gadis itu.


"Terserah lo aja deh!" pasrah Krisna menyahuti keinginan gadis kesayangan nya itu.


Mobil melaju dengan sangat santai, seolah tak mau berpisah setelah turun dari mobil nanti nya, Alinda sesekali menatap pemuda tampan yang masih terasa dingin di samping nya itu.


"Lemot banget bawa mobil nya, udah kaya yang masih pengen berduaan aja." Gumam gadis itu.


"Apa lo bilang?" tanya Krisna tanpa sedikit pun melihat Alinda.


"Hah?! Nggak... Gue nggak ngomong apa-apa kok!" sahut Alinda seadanya.


"Gue belum budeg ya Lin!" Kali ini Krisna menatap sekilas gadis yang sedang mencebikkan bibir nya itu.


"Terus, kalau nggak budeg, kenapa pake nanya?" Spontan gadis itu bertanya.


Krisna dengan segera menepikan mobil nya dan menginjak rem hingga mobil yang mereka kendarai berhenti di pinggir jalan.


"Lo bisa diem dulu nggak?!" ucap Krisna penuh penekanan juga dengan tatapan tajam yang mampu mengoyak jantung gadis yang ada di hadapan nya itu.


Reflek Alinda menggigit bibir bawah nya, kemudian tanpa aba-aba bibir berwarna pink natural itu tiba-tiba meleyot.

__ADS_1


"Hiks... Hiks...


Hayoloh Krisna... Eh ada reader ku tersayang, apa kabar nih kalian? Awas jangan begadang hanya untuk mencari kesenangan, kesehatan lebih penting dari segala nya, semoga kalian sehat selalu, jangan lupa like and favorit 🥰🥰🥰 see you next episode...


__ADS_2