Beloved Bad Girl

Beloved Bad Girl
Cemburu 2


__ADS_3

Malam hari terlihat pemuda tampan itu tengah duduk di balkon ia memandang ke arah seberang, dimana ada jendela kamar gadis yang biasa nya selalu mengganggu hari-hari nya itu, dari sana ia melihat gadis yang hanya mengenakkan tank top berwarna pink dipadu dengan hotpants warna hitam tengah duduk di meja belajar nya.


Terdengar sesekali gadis itu bersin, itu menambah rasa khawatir pada diri Krisna, ya ia tengah memantau gadis nakal nya dari balkon kamar nya.


Pemandangan indah itu berakhir ketika Alinda melempar pandangan nya ke arah dimana Krisna berada, ya kini netra kedua nya bertemu namun dengan jarak yang cukup jauh.


Masih merasa kesal dengan Krisna yang meninggalkan nya karena mengikuti Nafiza siang tadi Alinda dengan cepat menutup tirai jendela nya.


"Sial!", Umpat Krisna yang kemudian ia memutar otak bagaimana cara nya agar ia bisa bertemu dengan gadis yang sudah semakin membuatnya pusing itu.


Krisna berjalan masuk ke dalam kamar kemudian ia keluar melalui pintu depan.


Alinda tengah berusaha fokus dengan buku yang ada di hadapan nya namun lagi-lagi bayangan Krisna yang berjalan meninggalkan diri nya siang tadi masih terngiang saja di benak nya.


"Hacim... " Bersin juga membuat gadis itu semakin susah lagi untuk fokus belajar.


Alinda beranjak dari duduk nya berniat untuk rebahan di atas ranjang hangat nya namun tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang.


TOK... TOK... TOK... TOK...


"Haish... siapa sih? Hacim... " Lirih nya dengan langkah malas Alinda melangkahkan kaki nya menuju pintu.


CEKLEK!!!


Pintu itu di buka dan betapa kaget nya ketika Krisna dengan tiba-tiba memeluk tubuh nya yang hanya berbalut kain tank top tipis itu.


"Udah tau nggak sehat, tadi bolos kemana?" Bisik Krisna membuat Alinda menarik nafas panjang.


Krisna melepas pelukan nya dan mendorong pelan gadis di hadapan nya untuk masuk ke dalam kamar.


"Hacim... " Terlihat hidung Alinda memerah.


"Buat apa lo tanya? Urusin aja beasiswa lo!" Ketus Alinda.


"Lo yakin, ngomong begitu?" Krisna menatap intens bibir yang baru saja berucap itu.


"Besok gue bakal tes kedua buat daftar beasiswa loh, bakal sibuk seharian, lo yakin nggak kangen?" Terdiam sejenak Alinda mendengar ucapan Krisna.


"Sama Nafiza?" Tanya gadis itu ketus.


"Ya nggak cuma dia tapi dia juga ada" Sahut Krisna.

__ADS_1


"Hieleh, mungkin bener kata Kenzi gue harus move on dari lo!" Sahut Alinda dengan mendorong dada Krisna.


"Kenzi? Cowok yang nganter lo tadi? Lo suka sama dia?" Tanya Krisna yang menangkap kedua tangan Alinda.


"Bukan urusan lo!" Sentak gadis itu.


"Dia bukan cowok baik-baik Lin!" Sahut Krisna dengan nada datar nya.


"Terus? cowok baik-baik nya yang kek gimana? Kek lo? yang nggak pernah peka sedikit pun tentang perasaan gue?!" Terdiam Krisna mendengar jawaban dari gadis yang ada di hadapan nya itu.


"Kenapa diem? Bener Kan? mending sama buaya yang bisa romantisan dikit bisa ngerti maksud gue gimana ketimbang sama kulkas!" Sambung Alinda setelah ia tak mendapat kan jawaban dari Krisna.


"Sama gue yang nggak pernah mainin cewek aja lo sakit hati, baper, ngambekan, lah apa jadi nya kalau lo sama playboy anak motor itu? Bisa-bisa lo frustasi di jadiin taruhan, lo mau di jadiin taruhan? atau nggak, lo cuma di jadiin hari minggu nya setelah dia lelah dengan hari-hari yang lain nya?" Masih bernada datar Krisna berucap panjang lebar.


"Ya... yaaaa... ya nggak juga sih" Terdiam Alinda bingung, haruskah ia bertahan dengan perasaan yang tak kunjung berbalas ini?


"Ya udah maka nya jangan kemakan omongan dia!" Ucap Krisna dengan mencubit dagu Alinda dan sedikit memiringkan kepala nya.


TAP!!


Alinda menutup bibir Krisna, Krisna mengerutkan alis nya, dan memindahkan telapak tangan gadis di hadapan nya itu dari bibir nya.


"Why?", Lirih nya dengan menyatukan kening kedua nya.


Terdiam sejenak gadis itu sebelum berucap kembali, "Mending lo sekarang keluar dari sini! Keluar! Keluar! Keluar!"


Gadis dengan tank top pink itu terus berusaha mendorong tubuh Krisna agar keluar dari kamar nya, namun apalah daya ketika Krisna dengan lincah nya menghindar dan Alinda malah mendorong pintu yang sedikit terbuka itu menjadi tertutup.


GREP!!!


Tak mau membuang kesempatan, Krisna kini memeluk tubuh Alinda dari belakang, tersentak gadis itu segera membalikkan tubuh nya menghadap Krisna.


Berusaha memukul dada bidang pemuda tampan yang sempat menjadi idola nya, kini malah kedua tangan Alinda di tahan keatas kepala oleh tangan kekar Krisna.


"Lepasin!", Teriak Alinda, namun Krisna malah menangkup pipi kanan dan kiri Alinda menggunakan satu tangan nya hingga bibir Alinda berbentuk sangat menggemaskan bak ikan yang kehausan.


Melihat itu Krisna dengan kasar menyesap serta mel-umat bibir gadis itu.


Masih tak mau di anggap gampangan dan murahan Alinda masih berusaha berontak bahkan tak mau ia membalas ciuman dari Krisna itu.


Cengkeraman di pipi Alinda mulai mengendur tangan kekar Krisna mulai turun membelai leher jenjang Alinda.

__ADS_1


Saat gadis itu mulai tenang Krisna melepaskan tangan yang di tahan nya ke atas dan tangan kekar itu berpindah ke tengkuk Alinda untuk memperdalam ciuman nya.


Sedangkan sebelah tangan Krisna semakin meraba turun ke bawah, dan sampailah ia pada gundukan kenyal yang sangat menggemaskan.


PLAK!!


Alinda menampar pipi Krisna, "Gue bukan cewek gampangan ya Kris!"


Ucap Alinda dengan berbalik dan memegang handel pintu, gadis itu berniat untuk membuka daun pintu itu.


Namun dengan gesit Krisna mengunci pintu itu dan mencabut kunci nya kemudian dia masukkan ke dalam saku celana nya.


Alinda bergeming, gadis itu masih menghadap ke arah pintu, tangan-tangan kekar Krisna hendak memeluk nya namun dengan kasar Alinda menepis nya.


Menarik nafas panjang Krisna berusaha untuk bersabar, sekali lagi Krisna memeluk Alinda dari belakang dan lagi-lagi tangan Krisna ditepis nya namun kali ini dua tangan yang menepis tangan Krisna itu di tangakap Krisna dan di tahan nya di belakang, hingga tubuh Alinda terlihat seperti bersandar pada dada bidang Krisna.


"Apa sih Kris mau lo?! Kenapa di saat gue muak dengan perasaan ini lo malah seperti ini?" Ucap Alinda dengan menoleh ke arah Krisna yang ada di belakang nya.


"Gue nggak mau lo deket sama cowok lain!" Bisik Krisna tepat di samping telinga Alinda.


"Apa maksud nya coba?!" Dengan nafas yang memburu dan dada yang naik turun Alinda berucap.


"Lo bisa tenang nggak? Gue ini juga laki-laki normal!" Bisik Krisna lagi dengan menghembuskan nafas hangat nya di telinga Alinda.


Terdiam sejenak, Alinda menyerah dengan kata move on yang sangat susah di lakukan itu, ia kini tengah berpikir bagaimana cara nya agar besok Krisna tidak ikut acara tes itu.


Tiba-tiba pergerakan Alinda melemah gadis itu mulai membalikkan tubuh nya, netra indahnya terlihat menggoda, tangan yang telah lepas dari cengkeraman itu membelai bibir Krisna, jari jemari nya turun ke leher dan semakin turun membelai dada bidang nya. Terlihat jakun Krisna yang naik turun.


Sedikit berjinjit Alinda mencapai bibir Krisna, gadis itu yang memulai ciuman bermodus itu.


Semakin lama ciuman itu berbalas, Krisna tak tinggal diam ia membalas lum-atan Alinda dengan sangat dalam bahkan ia mulai terhanyut dengan permainan panas gadis kecil itu, tangan nakal Alinda meraba ke arah benda keramat yang harus nya tak boleh di sentuh itu, "Emmmhhh... " Lenguh Krisna tertahan ketika ia merasa tangan mungil Alinda melewati benda yang mulai mengeras itu, perlahan bagaikan belaian jemari lentik itu masuk ke dalam saku celana Krisna.


Indra perasa kedua nya saling membelit satu sama lain bahkan saling bertukar saliva, hawa dingin malam ini sangat mendukung kegiatan panas dua remaja itu sampai tak di sadari nya jika diam-diam Alinda membuka pintu kamar nya.


CEKELK!!


Dengan cepat Alinda melepas ciuman nya dan membalikkan posisi kemudian mendorong Krisna untuk keluar dari dalam kamar nya.


BRAK!!


Pintu di tutup nya dengan cepat, gadis itu ternyata masih marah.

__ADS_1


Krisna yang berada di luar pintu pun sampai tersentak mendapati nya, "Sialan!...


__ADS_2