
Kedua nya basah kuyup, perlahan Alinda bangun dan duduk di samping Krisna, "Kau tak apa? Maaf aku tidak tau jika ada ombak datang", Ucap Alinda yang menjadi menciut tentang perasaan nya.
Krisna duduk, ia melihat lekuk tubuh Alinda yang tercetak jelas dengan baju yang basah, bahkan rambut panjang nya yang berantakan terlihat sexy dimata Krisna.
"Lin?, " Panggil Krisna dengan menatap bibir basah yang terkena air pantai itu.
Alinda menoleh karena merasa nama nya di panggil, perlahan Krisna memajukan wajah nya dan meraih dagu Alinda dengan sedikit cubitan.
Alinda mengedipkan mata nya pelan beberapa kali, jantung nya serasa tak mau di ajak kompromi.
Seolah terhipnotis gadis itu hanya terdiam dengan memejamkan mata nya ketika bibir lembut Krisna mulai menyapu lembut bibir nya.
Sedikit lum-atan dibibir bawah, Kerisna senjenak melepaskan nya, namun kemudian ia kembali menyatukan bibir nya, penyatuan yang semakin menuntut itu di iringi dengan gigitan-gigitan kecil hingga membuat Alinda membuka mulut nya, di sanalah untuk pertama kali bagi kedua nya mempertemukan indra perasa nya.
Masih sedikit kaku namun nafas memburu kedua nya membuat Alinda berpegangan pada kerah baju Krisna.
Mengikuti alur dan naluri Krisna menuntun lengan Alinda agar mengalungkan tangan nya di leher nya.
Sedangkan sebelah tangan Krisna memeluk pinggang sintal Alinda dan tangan yang lain menarik tengkuk Alinda untuk memperdalam ciuman nya.
Di tengah-tengah ciuman panas tiba-tiba ada kilat yang menyala SSSHHLLLAAAPPP!!
...⚡⚡⚡DHUAARRRRR!! ⚡⚡⚡...
...🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧...
Hujan deras pun mulai turun setelah suara petir itu, Krisna segera membawa Alinda untuk kembali berteduh di batu karang tadi.
Terlihat tubuh Alinda menggigil, bahkan bibir gadis itu membiru, kembali Krisna mendekap nya ke dalam pelukan nya.
"Dingin?" Bisik Krisna di samping telinga Alinda yang mana nafas hangat Krisna menyentuh permukaan kulit Alinda hingga gadis itu semakin merinding.
"He'em, tapi telinga ku hangat" Polos gadis itu berucap.
"Apakah seperti ini hangat?" Kembali Krisna meniupkan nafas hangat nya di area telinga dan leher jenjang Alinda.
"Iyaaahhhh...", Ingin nya menjawab iya tapi malah suara de-sahan yang keluar dari bibir gadis itu.
Semakin kesini semakin Krisna terangsang apalagi dengan suara de-sah manja yang di suarakan oleh Alinda.
BRRREEEMMM...
BRRREEEMMM...
Kegiatan hangat itu mereka sudahi karena mendengar suara deru mesin mobil yang seperti nya tak jauh dari tempat itu.
Ternyata pak Tono melacak GPS yang tersambung dengan ponsel Krisna, setelah kedua nya tiba di rumah masing-masing.
Di dalam kamar Alinda.
Gadis itu segera membersihkan diri nya kini dengan sudah mengenakan piyama nya ia duduk di meja belajar berusaha menghafalkan text dialog yang besok akan di tampilkan nya.
Namun lagi-lagi gadis itu memejamkan mata nya, jujur saja perlakuan Krisna hari ini sangat lah berbeda, masih ada sedikit gengsi namun Krisna lebih menunjukkan sisi romantis nya.
__ADS_1
"Aaaaaaa... " Teriak gadis remaja itu dengan menutup wajah nya menggunakan kertas naskah yang baru saja di baca nya.
"Oh no! Ini tidak sehat untuk jantung! Lupakan! Lupakan! Lupakan!!!" Gumam Alinda di balik kertas yang menutup wajah nya.
Di dalam kamar Krisna di waktu yang sama.
Remaja tampan itu masih duduk di atas toilet duduk yang tertutup, masih dengan baju basah nya, bayangan first kiss pagi tadi masih melintas di benak nya, perlahan ia beranjak dari duduk nya dan langkah pelan itu mendekat ke arah kaca wastafel.
Senyum tipis menghiasi wajah nya, ia bahkan membelai bibir nya, masih terasa dingin jari-jari nya hingga mengingatkan kembali dirinya pada cuping telinga Alinda yang di hembusnya tadi.
Tiba-tiba jantung nya berdetak kencang ketika suara de-sah manja Alinda mengisi setiap rongga otak Krisna.
"Ada apa dengan ku? Tidak mungkin kan aku menyukai gadis bar-bar itu?" Satu kepalan tangan Krisna menghantam dinding sebelah kaca dengan tatapan tajam yang menatap tajam bayangan diri nya.
Namun bayangan di dalam cermin tiba-tiba berubah menjadi sosok wanita cantik dengan kaos oblong yang basah dan mencetak jelas lekuk tubuh yang tak terlalu besar namun kencang dan cukup menggoda.
"Astaga! Aku bisa gila!" Krisna mengusap wajah nya frustasi kemudian ia segera melangkahkan kaki nya ke bawah shower, tak mau lagi berfantasi liar yang semakin membuat nya gila, ia pun dengan segera menuntaskan mandi nya.
...❄❄❄❄...
Pagi hari sengaja Alinda berangkat sekolah pagi-pagi sekali, bahkan Krisna yang biasa bangun pagi pun tak sedikit pun melihat bayangan Alinda.
Padahal setiap pagi Alinda selalu membuat kegaduhan, namun tidak dengan pagi ini.
"Pagi den Krisna" Sapa pak Tono dengan sedikit menundukkan kepala nya.
"Iya pak pagi" Sahut Krisna yang sudah siap memasuki mobil nya, namun pandangan pemuda itu masih melihat ke arah rumah tetangganya.
"Den Krisna, non Alin nya sudah berangkat pagi-pagi tadi, bahkan saya baru membuka pintu garasi non Alin nya sudah menggoes sepeda nya lewat jalan depan ini" Jelas pak Tono.
Sejak sampai di sekolah Krisna pun tak melihat Alinda, "Kemana anak ini? Bikin khawatir saja!" Gumam Krisna.
"Siapa Kris?" Tanya Sindi yang tak sengaja mendengar gumaman teman nya itu.
"Oh nggak, em... itu eee... Sendy, iya Sendy dari pagi gue nggak liat tu bocah" Gelagapan Krisna mencari alasan.
"Loh lo nggak buka grup chat? Sendy kan masuk rumah sakit", Jelas Sindi dengan menumpuk naskah-naskah teater.
" Apa? Masuk rumah sakit?", Krisna tak menyangka kabar duka ini akan sampai di telinga nya.
"Iya, jadi kemarin mobil Zoya berusaha menghindari truk dan malah menabrak trotoar" Jelas Sindi.
"Terus teater nya gimana? Mana dia pemeran utama nya lagi!" Gerutu Krisna yang bingung memikirkan pertunjukan yang akan segera di mulai beberapa jam ke depan.
"Lo kan pembuat naskah nya, ya harus nya hafal dong dengan text dialog nya", Enteng sekali Sindi berucap.
" Gue?! Terus lo pikir gue bakal maju dua kali?", Tanya Krisna dengan menunjuk wajah nya.
"Hem... sejak kapan sih lo lebay, maju ya maju saja lah, apa susah nya sih, orang udah hafal ini, dari pada kita malu, pamflet sudah tersebar dimana-mana, dan mereka tau nya ada pertunjukkan teater Radha Khrisna dan Romeo and Juliet" Ucap Sindi.
"Haish... Gue lagi!" Gerutu Krisna dengan berjalan meninggalkan Sindi.
Beberapa menit setelah Krisna meninggalkan Sindi, Alinda datang, "Hai kak Sindi?" Sapa nya dengan wajah ceria.
__ADS_1
"Oh hai Al, lo udah hafal dialog nya?" Tanya Sindi berbasa-basi dengan gadis ceria dan aktif itu.
"Nggak yakin sih, tapi ntar kalau aku lupa bantu dari luar panggung ya!" Dengan senyum pepsodent Alinda memohon.
"Cara nya?" Sindi bingung sambil menatap Alinda.
"Ya kasih tulisan segede gaban gitu! Biar gue bisa baca hehehe... " Ide gila memang tapi tak apa demi kelancaran Sindi menganggukkan kepala nya.
"Aaaaa makasih kak Sin, sayang kakak banyak-banyak!" Peluk erat Alinda berikan kepada Sindi, gadis itu segera melepaskan pelukan nya dan hendak melangkah pergi.
"Oh iya Al, tunggu!" Ucap Sindi yang mempu menghentikan langkah Alinda.
Sindi pun menyampaikan bahwa Sendy baru saja mengalami kecelakaan bersama Zoya dan Fraya.
Bagai di sambar petir, Alinda terduduk dilantai, "Terus gimana kak?" Alinda menolehkan kepala nya ke arah Sindi.
"Lo tenang aja, Sudah ada ganti nya kok" Ucap Sindi. Alinda mulai merasa tenang, siapa pun pengganti nya, semoga ia bisa berperan dengan baik, begitulah do'a nya.
...❄❄❄❄...
Waktu untuk menampilkan pertunjukkan pun semakin dekat, Alinda terlihat sibuk, saat ini serial Radha Krisna sudah naik panggung, demin mengamankan hati nya Alinda menjauh dari panggung dan lebih memilih untuk membaca dan menghafalkan text dialog nya.
Tak lama kemudian giliran diri nya lah yang maju ke panggung, saat itu adegan yang di peran kan oleh Alinda, ia tengah dengan duduk yang gelisah menanti kedatangan Romeo nya di jendela kamar nya.
Sssrrttt... sssrrtttt... ssssrrrttt...
Terdengar tali tambang yang di tarik ke atas, Alinda berdebar itu pasti Romeo nya, tapi siapa yang menggantikan Sendy dalam memerankan peran Romeo.
Tak lama kemudian muncullah sosok tampan yang yang mengenakkan baju bangsawan, ia terlihat memanjat dinding istana itu.
Terpana Alinda menatap pria yang baru saja melangkahkan kaki nya di jendela kamar nya.
Di ujung panggung terlihat Sindi memegang kertas yang bertulisan dialog Alinda sebagai Juliet.
Di angkat nya kertas itu tinggi-tinggi agar terlihat oleh Alinda namun gadis itu malah terpana melihat sosok Romeo yang ada di hadapan nya.
"Kris... "
Belum terucap kata-kata itu, Romeo terlihat membisikkan sesuatu kesamping telinga Juliet, "Aku merindukan mu Julia"
Romeo yang diperankan oleh Krisna kini tengah menatap rona wajah Juliet yang memerah.
Terlihat frustasi Sindi gagal memberikan contekan kepada Alinda namun sorak sorak penonton membuat Sindi melihat adegan apa yang mereka peran kan.
Ternyata hanya dengan kening yang menyatu dan tatapan rindu yang terlihat nyata sudah mampu menghipnotis para penonton bahkan ada yang berteriak "CIUM-CIUM-CIUM-CIUM!!!" Dasar anak remaja pecinta serial perbucinan.
Selesai tampil...
Alinda tengah berada di ruang ganti, ia melepas gaun yang di rasa nya tidak nyaman itu, tapi baru saja ia menurunkan gaun nya tiba-tiba tirai terbuka dan muncul lah Krisna dari balik tirai itu.
"Aaaaaahemp... " Alinda yang hanya menggunakan bra dan hotpants berteriak namun dengan segera Krisna membungkam nya dengan telapak tangannya.
Melotot mata Alinda berusaha protes, "Sssttt diam, aku pun tak sengaja masuk ke sini!" Bisik Krisna.
__ADS_1
Gadis itu hanya mengatur nafas nya dengan dada yang naik turun, dengan mata yang masih menatap tajam ke arah Krisna.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Harus nya aku yang menatap mu seperti itu dan bertanya, kenapa sejak pagi kau menghindari ku?...